NovelToon NovelToon
Dimensi Dunia Lain

Dimensi Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Chicklit / Tamat
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: bucin fi sabilillah

Zevanya Laureen adalah seorang gadis keturunan Mafia yang begitu sadis. Sedari kecil ia sudah di asuh oleh salah satu keluarga terpandang di negara kelahirannya.

Zeva kerap kali mendapatkan kekerasan pada mental dan juga fisiknya. Hingga suatu kejadian membuat Zeva koma dan kehilangan ingatannya. Semua perlakuan itu hilang begitu saja. Mereka yang awalnya begitu berani menyakiti Zeva, kini menjadi takut ketika melihatnya.

Apakah yang terjadi kepada Zeva?
Apakah Zeva akan menjadi sosok yang kuat seperti keluarganya terdahulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bucin fi sabilillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Jarak kerajaan dan rumah besar Theo Walcott tidak begitu jauh. Mengendarai kuda sendiri juga bisa ditempuh, sekitar kurang lebih 30 menit.

Siang ini, di tengah cuaca yang sangat terik, Zeva mengendarai kudanya untuk menuju ke kerajaan. Ya, Zeva tengah mengurus sesuatu yang menurutnya harus diurus.

Zeva melajukan kudanya dengan sangat cepat. Bagaikan orang yang sangat diburu-buru sesuatu. Zevanya akhirnya sampai di kerajaan lebih cepat dari perkiraan.

Zevanya turun dari kudanya dengan perlahan. Dia berjalan ke arah gerbang istana. Memberi hormat dan menjelaskan tujuannya.

“Pengawal, apakah saya bisa menemui Pangeran?” Zevanya bertanya.

“Boleh, Ratu. Namun, ada gerangan apakah Ratu kemari tanpa mencantumkan alasan jelas? Lalu, bagaimana kami percaya jika ini adalah ratu?” tanya Pengawal itu.

“Saya punya kalung ini, tentu kalian akan memberikan saya izinkan? Meski tanpa alasan yang tidak perlu kalian ketahui.” Zevanya tersenyum. Dia tengah merayu Pengawal.

Baiklah, Zevanya diizinkan masuk. Dia lolos dengan rintangan yang pertama. Zevanya kembali ke kudanya, kemudian menggiring kudanya untuk ikut masuk bersamanya.

Zevanya masuk, dia sudah melangkahkan kakinya ke mana saja yang dia mau. Tanpa seseorang atau siapapun yang bisa bertanya. Zevanya sedari tadi hanya berputar-putar mencari pelayan yang peduli atau mungkin memperhatikan dia. Namun, semuanya gelap mata. Mereka sama sekali tidak ada niat untuk menengok Zevanya.

Baiklah, Zevanya menyerah, dia sudah berkeliling kurang lebih 3 putaran. Sekarang, seiring langkah kakinya menuju ruang pertemuan yang biasa dipakai jika ada tamu kerajaan. Sebelumnya Zevanya sudah meminta pelayan untuk memberitahukan berita ini pada Zeo.

Zevanya menunggu, cukup lama sampai terdengar pintu yang berbunyi. Zevanya hampir dibuat kaget, jika saja Zevanya tidak ingat.

Zeo mendudukkan dirinya di kursi yang memang dikhususkan untuk dia dan kursi itu merupakan kursi seorangan, bukan kursi lebar yang dipakai Zevanya duduk.

Zevanya membuka telapak tangannya, dia menunjukkan bahwa ada surat yang dia bawa. Bukan hanya satu, tetapi banyak, mungkin sekitar lima.

Zeo tersentak kaget, tetapi sebisa mungkin bersikap biasa saja. Namun, Zeo mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. Darimana Zeva mendapat kekuatan sebanyak itu? Apakah kakek Theo sendiri yang turun tangan mengajarinya?

Namun, apa mungkin? Lantas, apakah Zeva berlatih sendiri? Berbagai spekulasi tentang Zeva mulai hinggap di kepalanya, sampai-sampai pemikiran burukpun hinggap di kepalanya.

Bahwa Zeva memiliki mantra untuk mempercepatnya menjadi orang yang hebat, tanpa kultivasi. Jadi, darimana Zeva punya kekuatan itu? Zeo juga tidak tahu.

“Baiklah, Nona Ratu, ada gerangan apakah anda ke sini?” tanya Zeo. Dia berusaha untuk bersikap normal dan sopan. Zeo juga berusaha agar dirinya memiliki batasan.

Dalam lubuk hati Zeva yang terdalam, hatinya terasa sakit sekali. Bagai dibelah dan ditusuk-tusuk menggunakan belati, hatinya sudah hancur. Batasan yang dibuat Zeo sudah memungkinkan bahwa Zeo tidaklah mencintainya.

Bukankah Zeo harusnys bertanya tentang ini dan itu? Mengapa Zeo tak ada pedulinya sama sekali? Zeva mendongakkan kepalanya ke atas, meski sakit hati, dia harus menyelesaikan pekerjaannya hari ini.

“Saya ingin mengantarkan ini, sebab ada masalah yang kami terima, karena sebelumnya kerajaan tidak menggubrisnya.” Zevanya terkekeh. Bagaimana bisa kerajaan yang dianggap damai dan selalu perfeksionis melewatkan masalah ini? Apakah mereka mulai berani mempermainkan rakyat? Sungguh tidak memiliki harga diri, ya.

Zeo membuka dokumen itu. Masalah perairan warga? Kemarin-kemarin juga masalah seperti ini. Kenapa bisa terjadi terus?

“Beberapa hari lalu juga ada laporan dengan masalah yang sama. Apakah kamu yakin ini masalah bukan bersumber pada rakyat sendiri?” tanya Zeo. Bukan dia meragukan Zeva, tetapi ini aneh.

“Ada dua kemungkinan, antara pengerjaan buat masalah itu belum selesai, atau malah seperti yang anda katakan, calon raja.” Tekan Zeva.

“Ah, sepertinya anda tidak mempercayai saya, ya, Ratu. Baiklah, bagaimana jika kita langsung teleportasi menuju sumber masalah?” Zeo mengajak Zevanya, dia akan membuktikan perkataannya yang tidak bohong itu kepada Ratu Zevanya.

Zevanya menyetujui saran Zeo, sebelumnya, dia meminta Zeo untuk menyimpan terlebih dulu laporan yang lain di dalam kekuatannya.

Zeo hanya menuruti segala yang Zevanya inginkan. Kemudian, mereka berpegangan tangan dan berteleportasi.

Sebuah sungai yang airnya keruh dan memiliki banyak sampah. Bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi banyak sampah-sampah yang berada di sana dan tidak bisa didaur ulang. Mereka berdua memanggil warga yang ada di sekitar sana untuk membuang sampah-sampah ini secara benar.

“Kita juga udah ngelakuin ini beberapa hari lalu, tapi numpuk lagi numpuk lagi.” Seru warga uang tidak setuju. Iya, mereka beramai-ramai datang, meskipun beberapa warga setuju, tetapi lebih banyak warga yang menolak.

“Bapak-bapak, dan ibu-ibu, begini saja, ketika kalian selesai membersihkannya, perhatikan air sungainya. Apakah dia tetap tenang dan jernih, atau malah mendampatkan sampah lagi,” ucap Zevanya mengambil keputusan.

Baiklah, para rakyat sudah setuju. Kini, tugas Zevanya dan Zeo untuk mengelilingi sekitaran sungai ini. Iya, pertanyaan yang belum terjawab ialah siapa yang membuat sampah berceceran di sungai?

“Kamu ke kanan, aku ke kiri, ya,” putus Zevanya.

“Nggak. Kita ke arah kanan bareng-bareng aja. Baru ke arah kiri.” Tolak Zeo.

“Heum, baiklah.” Zevanya menurut saja, dia sedang tidak ingin berdebat. Zevanya mengikuti arah Zeo. Suasana di sini terasa sangat canggung dan dingin!

Sedari tadi, Zevanya memegang tangannya, dan mengusapnya. Dirinya itu kedinginan. Zeo yang menoleh dan peka, segera membuka jas ala-ala pangerannya, dan memakaikan itu pada Zevanya.

“Eum, makasih.” Ucap Zevanya ragu-ragu.

“Iya, Sayang. Jangan kaku begitu dong.” Kekeh Zeo membuka suara.

“Kamu juga jutek dari kemarin.” Seru Zevanya.

“Jutek, apaan itu jutek?” tanya Zeo yang asing.

“Judes dan sok tak kenal!” lirih Zevanya.

“Kamu ya, itu mah kamu. Aku ya dari kemarin biasa aja.” Elak Zeo, meskipun dia masih tak mengerti arti jutek dan judes.

“Iya, biasa aja, sampe-sampe mau ditempelin ulet bulu.” Zevanya merenggut.

“Bukan aku. Eh, itu, di sana, ada semacam rumah gitu, tapi kayaknya dia memproduksi sampah deh,” ucap Zeo mengalihkan perhatian Zevanya.

“Oh My God. Apakah itu artinya ini penyebab dari masalah sungai itu?” tanya Zeva.

“Iya, tapi sepertinya bukan hanya ini, secara logika, jika satu rumah saja yang memproduksi sampah, bukannya tidak mungkin bahwa sungai akan mengalami masalah?” Zeo berpikir memakai logika.

“Oiya, bener banget. Tapi ya gimana, oh, itu, ada rumah produksi lagi.” Ujar Zevanya kaget saat mereka kembali berjalan mendekati rumah produksi yang pertama kali mereka lihat. Ya, bagaimana tidak kaget? Jarak kedua rumah produksi sangat berdekatan, pantas saja banyak sampah yang tertimbun mengikuti arah sungai dan merugikan warga.

1
saltsanddanmoothies
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
Bryand 😎🎤🎧
next thor
Bryand 😎🎤🎧
lanjut
Bryand 😎🎤🎧
mantab
Bryand 😎🎤🎧
lanjut
Drone Ground
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Zizi Suartini
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
SoftMambo
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
meylani putri 2
lanjut
Respati Wijaya
Kita emang nunggu crazy up, tapi author jangan cape-cape, ya! Jangan lupa makan, thor!
🎤K_Fris🎧: iya kak, di tunggu yaa, jangan lupa like nya☺☺
total 1 replies
CutieBun
waaah... makin seru aja nih... like for u...
🎤K_Fris🎧: terimakasih kak, dukung terus ya
jangan lupa tinggalkan like juga
total 1 replies
Valley
baguss :)
Irma Purwanti
Serruu bangett ceritanyaa,,,, ok bgt😍
🎤K_Fris🎧: jangan lupa tinggal kan like nya ya kak.
terimakasih
total 1 replies
DazzledSweetie
Aaaa! Author kece! Crazy up thor!
🎤K_Fris🎧: di bantu likenya ya kak
terimakasih ☺
total 1 replies
Cakrabirawa Tarihoran
Udah pewe rebahan taunya ceritanya ngegantung.. yasalam banget hiks!
🎤K_Fris🎧: novelnya bersambung ya kak, kita update 2 bab, per hari
jangan lupa subscribe ya, kalau nnti sayaa update kakak dpt notifikasi Nya, terimakasih ☺
total 1 replies
Garden Rose
Jangan lama2 ya thor updatenya, aku gamau lari2 pindah tempat yg lain huhu
🎤K_Fris🎧: bantu likenya ya kak, terimakasih ☺☺
total 1 replies
🍌 ᷢ ͩ༄⃞⃟⚡🍀⃟🐍ᵏᵉᵈᵘᵃ
parah emang narsis nya ga ketulungan 😂
🍌 ᷢ ͩ༄⃞⃟⚡🍀⃟🐍ᵏᵉᵈᵘᵃ: okey kkak... siap
total 2 replies
🍌 ᷢ ͩ༄⃞⃟⚡🍀⃟🐍ᵏᵉᵈᵘᵃ
adikku yang mana 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!