💞😍Family Putra❤😘
Second Story, Istri Istri Tuan Bryant
🥰Couple Beda Usia🥰
🍃Subscribe, Like, Comment🍃
⚔️NO BOOM LIKE! TAK SUKA, SKIP⚔️
Bagaimana rasanya mencintai pria berumur yang berstatus om sendiri?
Mencintaimu adalah do'a terbaik dalam hidupku. Bagi dunia, kamu hanyalah pria dewasa nan dingin tanpa ekspresi. Namun, bagiku, kaulah duniaku. ~Bunga Angela
Menikah? Satu ikatan yang slalu kuhindari, tapi keras kepalamu menjadi akhir cerita masa lajangku.~Alkan Putra.
Hubungan hati dengan problematika keluarga dan perbedaan usia mengubah dunia dalam keluarga Putra. Kisah pasangan yang memiliki cinta sederhana berselimut badai kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26#Karena Amplop Coklat
Amplop coklat yang kini sudah berubah menjadi beberapa bagian sobekan kertas dan berserakan di atas meja merupakan surat dari pengadilan agama. Entah apa itu isinya, tapi Hazel yakin bahwa Bryant ingin mengajukan gugatan cerai terhadapnya. Pria itu pasti melakukan hal yang tidak pernah ia harapkan.
"Kamu ini kenapa, Yank? Surat itu ...," Bryant ingin menjelaskan tapi tiba-tiba Hazel beranjak dari tempat duduk, lalu menyambar pisau dari atas keranjang buah yang ada di atas meja juga.
Pisau yang diarahkan kepergelangan tangan, "Aku tidak mau bercerai darimu! Jika kamu masih melanjutkan masalah yang kemarin, maka lebih baik aku mati."
Kenekatan Hazel tak bisa dianggap sebagai angin lalu. Sebagai seorang suami, ia sadar benar bagaimana tabiat istrinya itu. Niat hati hanya ingin menunjukkan sesuatu yang dirinya anggap wanita itu perlu tahu akan masa depan mereka. Akan tetapi siapa sangka justru berujung hal tak terduga.
"Sayang, letakkan pisau itu kembali ke tempatnya!" Bryant menatap Hazel begitu tenang tak ingin membuat istrinya semakin merasa diintimidasi.
Sayangnya, Hazel justru menggelengkan kepala menolak perintah darinya. Wanita itu benar-benar nekat menekan pisau hingga menggores kulit nan putih bersambut warna segar beraroma anyir. Melihat itu, sontak saja Bryant bergerak cepat menyambar tangan sang istri yang menggenggam pisau hingga tersentak melepaskan si benda tajam.
Tanpa ingin berbicara panjang kali lebar, ia rengkuh tubuh yang selalu menghangatkan raganya di setiap malam nan dingin. Perlahan mengusap punggung sang istri seraya membisikkan kata-kata yang bisa meluluhkan hati Hazel agar kembali tenang. Luka di tangan memang tak seberapa tetapi hati wanitanya pasti tersakiti.
"Sayang, kenapa aku akan menceraikanmu? Bukankah hubungan kita baik-baik saja. Perceraian memang diperbolehkan dalam agama kita, tapi juga dibenci oleh Allah SWT. Kita menikah karena suatu alasan yang disebut tanggung jawab.
"Akan tetapi percayalah bahwa suamimu ini mengerti agama untuk menjaga pernikahannya. Allah berfirman: “Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,” (Al-Baqarah: 227). Ayat tentang hukum perceraian ini berlanjut pada surat Al-Baqarah ayat 228 hingga ayat 232."
Sejenak menghentikan penuturannya, ia bimbing sang istri untuk duduk di sofa kembali. Lalu bergegas mengambil kotak p3k yang ada di laci bufet dekat rak berkas, kemudian kembali duduk di sebelah Hazel. Tangan mulai sibuk membersihkan darah yang cukup menjadi tinta kesadaran akan kenekatan seorang Hazel.
Perceraian atau bisa juga disebut talak dalam Islam adalah pemutusan hubungan suami istri dari hubungan pernikahan yang sah menurut aturan agama Islam dan negara. Cerai dalam Islam adalah melepaskan status ikatan perkawinan atau putusnya hubungan pernikahan antara suami dan istri.
Dengan adanya perceraian, maka gugurlah hak dan kewajiban keduanya sebagai suami dan istri. Artinya, keduanya tidak lagi boleh berhubungan sebagai suami istri, misalnya menyentuh atau berduaan, sama seperti ketika belum menikah dulu.
Alquran juga mengatur adab dan aturan dalam berumah tangga, termasuk bagaimana jika ada masalah yang tak terselesaikan dalam rumah tangga. Islam memang mengizinkan perceraian, tapi Allah membencinya. Itu artinya, bercerai adalah pilihan terakhir bagi pasangan suami istri ketika memang tidak ada lagi jalan keluar lainnya.
Jadi sebagai seorang suami tidak bisa sembarangan menalak istri hanya karena alasan tidak jelas. Apalagi ketika seorang istri yang mengajukan gugatan cerai tanpa ada alasan jelas pula, maka hukumnya haram. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW pernah bersabda: Siapa saja perempuan yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas perempuan tersebut,” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Banyak macam perceraian sehingga untuk hal ini harus lebih diperhatikan lagi agar tidak salah dalam memahami sebuah pernyataan dan hukum yang ada. Bryant berusaha untuk membuat Hazel memahami akan maksud dari amplop yang kini sudah tidak bisa diselamatkan. Entah itu disebut pertanda atau hanya angin lalu saja.
"Sayang, jangan marah lagi, ya. Aku sudah jelaskan itu bukan surat gugatan cerai. Jadi sekarang istirahatlah di rumah!" titahnya begitu selesai mengobati Hazel dengan sedikit ceramah sebagai seorang suami.
Wanitanya memang begitu mudah emosi karena memiliki temperamen yang buruk. Meski begitu, ia masih sanggup untuk belajar sabar mencoba lebih memahami rasa takut Hazel yang tidak ingin kehilangan dirinya. Hubungan pernikahan bukan untuk dipermainkan sehingga ia memiliki andil besar untuk menjaga keharmonisan keluarganya.
Dilepaskannya tangan sang suami dari pundak, lalu ia mengulurkan tangan kanan dengan tatapan mata menggoda. "Mau liburan bareng temen, Yank. Boleh minta tambahan uang saku? Please, ay."
"Tunggu sebentar!" Bryant beranjak dari tempat duduk. Pria itu melangkahkan kaki berjalan menuju meja kerja, lalu membuka laci terbawah untuk mengambil koper yang berisi uang. Kemudian kembali menghampiri Hazel begitu membawa keinginan sang istri.
Segepok uang cash berwarna merah diletakkan diatas tangan kanan Hazel. Setidaknya berjumlah sepuluh juta sebagai uang saku tambahan, "Nikmatilah liburanmu dan jangan lama-lama di Bali. Pulang sesuai jadwal yang kamu berikan padaku!"
Istri mana yang tidak bahagia memiliki suami seloyal Bryant? Sudah tampan, mapan, baik, dan gampang dimanipulasi. Begitulah pemikiran Hazel ketika menerima uang saku dari suaminya. Ia tahu benar cara memainkan drama cinta agar prianya tetap menari sesuai instruksi jemarinya.
Kehidupan di dunia ini hanya sekali, jadi wajar kan harus egois dengan kebutuhan sendiri. Lagi pula ia menikah dengan seorang pengusaha muda yang memiliki jiwa polos bak anak kecil. Baginya Bryant terlalu naif sehingga begitu mudah mengikat pria itu menjadi pasangan hidup dan sebagai ATM berjalan dengan dalil kewajiban seorang suami.
Allah juga mengatakan dalam Surah At-Talaq ayat 7, bahwa besaran nafkah untuk istri berdasarkan kemampuan sang suami. Artinya: "Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa (harta) yang dianugerahkan Allah kepadanya.
Hal tersebut tentu berbeda dengan tujuan Hazel. Dimana wanita itu memang menjadikan Bryant sebagai suami atas dasar tergiur akan kemewahan yang kini mencukupi setiap keinginannya. Bukan hanya tempat tinggal saja, tapi semua hal yang menjadi impiannya bisa terkabulkan tanpa harus bersusah payah seperti dulu lagi.
"Thank you, my husband. Semoga kita bisa liburan bersama setelah jadwal pemotretanku berkurang. Bagaimana jika pergi ke Swiss bulan depan?" Hazel menawarkan diri mengajak suaminya berlibur, tapi bukan dari hati.
Wanita itu hanya ingin Bryant melihat kepeduliannya yang tulus tanpa dibuat-buat. Bukankah cinta itu buta? Jadi anggaplah ia sedang menyalakan sinar harapan agar sang suami hanya fokus menatap masa depan bersamanya seorang. Takdir ilahi tak lagi dipermasalahkan, iya kan?
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu