(Agar nyambung baca Suami Biadab dulu ya besti)
Belum bisa melupakan kepergian mommy nya, Albert memutuskan untuk melajang seumur hidup namun keinginannya ditentang oleh para Dadddy, mereka melakukan drama agar Albert mau menikah dengan wanita pilihan mereka.
Elizabeth, wanita yang dipilihkan para Daddy untuk menjadi pendamping Albert.
Melalui kencan buta yang dijadwalkan mereka berdua bertamu, Albert sebisa mungkin membuat Elizabeth ilfil sedangkan Elizabeth berusaha membuat Albert untuk menerimanya.
Apakah mereka berdua berjodoh? yuk ikutin ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin Ego
Seharian Albert dan Elizabeth menghabiskan waktunya di apartemen, saat sunset tiba mereka berenang sambil menikmati keindahan sunset.
Albert sangat bahagia memiliki Elizabeth dalam hidupnya, begitu pula dengan Elizabeth yang memiliki Albert di dalam hidupnya.
"Apapun yang terjadi jangan tinggalkan aku," bisik Albert saat memeluk Elizabeth di dalam air.
"Tergantung," goda Elizabeth yang kemudian melepas pelukan Albert.
Mereka berdua berkejaran di dalam kolam renang bak dua ikan lumba-lumba.
Dirasa udara semakin dingin, Albert dan Elizabeth memutuskan untuk keluar dari kolam.
"Aku ganti pakaian dulu setelah itu aku akan menyiapkan makan malam untuk kamu," kata Elizabeth.
"Nggak usah, nanti kita makan di luar saja," sahut Albert.
"Suka sekali makan di luar padahal lebih hemat jika masak sendiri," timpal Elizabeth.
"Kamu ini hilang ingatan atau bagaimana, apa sudah lupa kalau kekasihmu ini adalah pria terkaya di negara Inggris."
Elizabeth hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, terbiasa hidup dalam keadaan yang pas-pasan membuat Elizabeth harus ekstra hemat.
"Baiklah my beloved boyfriend."
Langit cerah di kota London membuat Albert dan Elizabeth bisa melihat ribuan bintang yang tersebar di langit, setelah makan malam mereka menyempatkan diri sebentar untuk menatap bintang-bintang di langit.
"lihatlah Albert ada meteor jatuh,"
Elizabeth menunjuk ke arah meteor yang jatuh, setelah itu Elizabeth memejamkan matanya dan membuat suatu permohonan.
Albert yang melihat kekasihnya tentu bingung karena tiba-tiba Elisabeth berdoa.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Albert.
"Aku sedang membuat permohonan Albert," jawab Elizabeth.
Bukannya paham dan mengerti Albert malah semakin bingung, kenapa tiba-tiba Elizabeth malah berdoa?
Setelah membuat sebuah permohonan Elizabeth menjelaskan kepada Albert, ada yang bilang kalau ada meteor yang jatuh kita bisa meminta sesuatu kepada Tuhan dan katanya juga semua permintaannya akan dikabulkan.
"Astaga percaya sekali dengan mitos," sahut Albert.
Tak berselang lama sebuah meteor jatuh kembali Albert membelakangi Elizabeth dan segera memejamkan matanya, diam-diam dia membuat permohonan kepada Tuhan.
Saat asyik berduaan mereka dikagetkan oleh bunyi ponsel Elizabeth, di depan layar terlihat tuan David memanggil.
"Jangan bilang kepada Paman David kalau kita berada disini," kata Albert.
Setelah Elizabeth mengangkat teleponnya, dia tidak bilang kalau Albert bersamanya namun Paman David tidak percaya hingga akhirnya dia memaksa Elizabeth untuk bilang yang sebenarnya.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Paman David, mereka sedikit paham karena Paman David berpihak kepada mereka.
Malam semakin larut, Elizabeth dan Albert memutuskan untuk masuk ke dalam kamar karena mereka sudah tidak kuat dengan udara dingin di balkon.
Keesokannya Albert memutuskan pulang untuk ganti baju dan lagi-lagi dia bertemu dengan uncle Sean di lorong menuju kamarnya.
"Albert," panggil Uncle Sean.
Dengan malas Albert menghentikan langkahnya kemudian mengembalikan badan menatap uncle Sean.
"Ada apa uncle?" tanya Albert.
"Tinggalkanlah Elizabeth," pinta Uncle Sean.
Sontak jawaban uncle Sean membuat Albert bingung, dia tidak mengira uncle Sean memintanya untuk meninggalkan Elizabeth wanita yang dijodohkan dengannya sendiri.
"Kenapa Albert harus meninggalkan Elizabeth? bukankah dulu kalian yang bersikeras untuk menjodohkan kami," sahut Albert.
Paman David dan juga Daddy Daffa yang mendengar obrolan Uncle Sean dan Albert segera mendekat, mereka tidak ingin kalau uncle Sean memisahkan Albert dan Elizabeth.
"Albert bersiaplah ke kantor, asisten kamu telah menunggu."
Inilah salah satu alasan agar Albert bisa terlepas dari uncle Sean, mereka tidak ingin kalau Albert tau jika yang telah membunuh Mommy Rara adalah Ayah Elizabeth.
Baru beberapa langkah menuju kamarnya, uncle Sean berteriak.
"Asal kamu tau Albert, yang membunuh mommy kamu adalah ayah Elizabeth."
Seluruh tubuh Albert seakan mati rasa dia sangat berat melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar.
Paman David dan Daddy Daffa menyayangkan sikap uncle Sean karena masih saja mementingkan egonya.
"Apa itu yang menjadikan sikap Uncle berubah," kata Albert.
"Iya, uncle tidak ingin kalau kamu bersanding dengan anak pembunuh seperti Elizabeth," sahut Uncle Sean.
Albert tersenyum kemudian dengan sekuat tenaga dia masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya Albert sangat sedih, dilema datang ke dalam pikirannya saat ini, kenangan masa lalu hadir kembali saat mommy Rara ditabrak mobil.
"Kenapa! Kenapa dunia seakan mempermainkan aku seperti ini," teriak Albert.
Daddy Daffa mencoba menenangkan Albert, dia menepuk pundak Albert lalu berdiri di samping Albert.
"Daddy harap kamu bisa bijak Albert," pesan Daddy Daffa.
"Bijak bagaimana, dulu aku bersikeras untuk tidak ingin menikah tapi kalian dengan berbagai alasan dari a sampai z memaksa aku bahkan membawa Elizabeth dalam hidup aku tapi kini kenyataan akan Elizabeth terungkap dan dia ternyata anak pembunuh mommy," ungkap Albert dengan sedih.
Daddy Daffa paham akan apa yang terjadi pada Albert namun semua ini bukan serta merta menjadikan Elizabeth sebagai tersangka dan menghukum atas kesalahan ayahnya.
"Elizabeth tidak bersalah dalam hal ini, kamu harus tau itu," tukas Daddy Daffa
Albert menatap Daddy Daffa dengan tatapan yang sulit diartikan, memang antara Daddy Daffa dan juga Uncle Sean tetap Daddy Daffa yang sangat bijak.
"Intinya jangan menyia-nyiakan orang yang tulus mencintai kamu, karena belum tentu suatu saat kamu akan menemukan orang seperti itu." jelas Daddy Daffa.
"Apapun latar belakang Elizabeth, dia tetap wanita yang kamu cintai," sambung Daddy Daffa kemudian.
"Haruskah aku menjalin hubungan dengan anak membunuh mommy," tanya Albert.
"Jangan menuruti egomu Albert, dulu Daddy pernah mengabaikan mommy kamu dan itu membuat Daddy menyesal seumur hidup," jawab Albert.
"Elizabeth tidak tahu apa-apa, andaikan dia bisa memilih tentu dia tidak akan memilih menjadi anak seorang pembunuh," sahut Daddy Daffa.
Banyak hal yang disampaikan oleh Daddy Daffa, semua itu dia lakukan agar Albert tidak menyesal dia tidak mau kalau Albert patah hati dan kembali seperti dulu
Albert nampak mendengarkan pesan dari daddy-nya, dilema yang awalnya bersarang di dalam pikirannya kini mulai memudar, dia yakin kini kalau dirinya tidak akan meninggalkan Elizabeth meski Ayah Elizabeth adalah pembunuh Mommy nya.
Setelah obrolannya dengan Daddy Daffa, gantian Paman David yang memberikan pencerahan kepada Albert. Dia hanya tidak ingin Albert menyesal karena telah melepas cinta.
Setelah membekali Albert dengan pencerahan mereka, Daddy Daffa dan paman David pergi menemui Uncle Sean.
Lagi-lagi mereka meminta Uncle Sean untuk berpikir ulang, mereka menjelaskan kalau Albert sangat mencintai Elizabeth begitu pula sebaliknya.
"Cinta pada orang yang salah harus segera dimusnahkan," sahutnya.
Daddy Daffa dan Paman David hanya saling pandang kemudian menggelengkan kepala, mereka sungguh tak habis pikir dengan Uncle Sean.
Tak ingin Albert diprovokasi oleh kedua Daddy nya, Uncle Sean kini bergerak cepat dia pergi ke dalam kamar Albert untuk membahas Elizabeth.
"Uncle aku mohon, aku sangat mencintainya sama seperti aku mencintai mu dan juga mommy jadi tolong jangan halangi cinta kami," pinta Albert.
"Cinta kamu sebuah kesalahan Albert jadi harus di restart ulang karena takutnya virus akan menyebar ke dalam pembuluh darah kamu," timpal Albert.
"Jika uncle terus bersikap seperti ini maka Albert akan pergi dari hidup Uncle selamanya," ancam Albert lalu dia pergi meninggalkan uncle Sean di dalam kamarnya.
Melihat kegigihan Albert membuat uncle Sean mengepalkan tangan.
"Jika kamu tidak mau meninggalkan Elizabeth, maka biarlah Elizabeth yang meninggalkan kamu,"
pengen ku timpuk si Hans itu ngeselin amat dah kek cewe aja pnuh drama