NovelToon NovelToon
Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Anezaki Igarashi Ricky

Juara 🥉Super System S2

Menjadi seorang pecundang karena miskin dan selalu dihina? Dikhianati kekasih dan sahabat karena miskin? Dikeluarkan dari sekolahan karena tidak bisa membayar administrasi sekolah? Diberhentikan dari pekerjaan sampingan? Kehilangan satu-satunya adik kesayangannya untuk selama-lamanya karena tidak memiliki uang untuk biaya oprasi sang adik?

Kemalangan demi kemalangan terus menimpa Yuji. Hingga akhirnya Yuji merasa sangat terpuruk.

Sebuah kecelakaan maut membuatnya tak sadarkan diri. Namun saat Yuji terbangun, sebuah sistem sudah menyatu dengan tubuhnya.

Yuji akan berubah menjadi orang terkaya di dunia hanya dengan memainkan kartu bersama sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetangga Baru

Pagi-pagi sekali Yuji sudah mengajak Yor untuk berkemas dan mendatangi suatu kawasan elit di Yokohama. Yaitu kawasan Danenchofu.

Denenchofu merupakan sebuah kawasan tempat yang sangat berkelas, yang memiliki tata kota yang begitu persis seperti London. Lingkungan ini tidak hanya ada perumahan saja, tapi juga merupakan lokasi bagi perusahaan-perusahaan besar Jepang.

Hampir 90% penghuni Danenchofu adalah orang kelas atas, pengusaha, olahragawan profesional, bintang film besar, dan orang-orang penting lainnya yang tentunya sangat berpengaruh di dalam kota dan negara.

Sepanjang perjalanan di dalam taxi, Yor dan Yuji hanya memperhatikkan bangunan-bangunan super megah dan kokoh di sisi sampingnya yang mereka lalui. Senyum samar terukir manis dan selalu menghiasi wajah Yuji yang semakin hari terlihat semakin cerah dan tampan karena membayangkan akhirnya dia memiliki sebuah rumah impian di kawasan ini.

Tidak seperti Yor. Meskipun dia merasa kagum akan bangunan-bangunan kokoh ini, sebenarnya dia masih cukup bingung mengapa tiba-tiba saja sang kakak mengajaknya ke kawasan ini.

Setelah beberapa saat, taxi berwarna kuning lembut itu mulai berhenti di depan sebuah rumah besar bergaya Eropa kelas tinggi yang didominasi dengan perpaduan warna cream lembut dan putih itu. Bangunan itu terlihat begitu kokoh dan sangat elegan.

Mereka segera turun dari taxi dan berdiri di hadapan sebuah gerbang yang cukup tinggi dan kokoh, menatap ke dalam halaman luas sesuah rumah di hadapan mereka. Bahkan sebuah rumah megah juga bisa mereka lihat dari balik gerbang utama ini.

"Kak, kita mau kemana? Mengapa kita membawa barang-barang kita dan datang ke tempat seperti ini? Bukankah ini adalah tempat tinggal orang-orang kaya? Kita mau mendatangi siapa, Kak?" selidik Yor melirik sang kakak yang masih fokus menatap bangunan kokoh di hadapannya dengan senyum tipis.

"Untuk sementara kita akan tinggal disini, Yor!" Yuji menyauti dengan hangat memandang Yor.

Namun bukannya merasa bahagia, Yor malah merasa kebingungan. Namun belum sempat Yor memberikan beberapa pertanyaannya, Yuji segera melenggang memasuki halaman rumah itu ketika sang penjaga gerbang membukakan pintu untuknya.

"Nanti kakak akan menjelaskan semuanya ketika di dalam. Sekarang kita masuk dulu, Yor!" ucapnya dengan santai.

Yor mengikuti Yuji memasuki halaman rumah mewah yang dipenuhi dengan tanaman indah berbagai macam bunga itu. Bahkan Yor juga merasa bingung ketika sang penjaga pintu gerbang juga terlihat begitu menghormati Yuji hingga dia membungkukkan kepalanya di hadapan Yuji.

Di sepanjang perjalanan Yor masih saja memperhatikan sekelilingnya dengan takjub. Hingga akhirnya mereka mulai memasuki rumah besar dengan 3 lantai itu.

BRUGH ...

Yuji menghempaskan tubuhnya di atas sebuah sofa tunggal berwarna cream lembut dan bersandar santai. Selama beberapa saat dia mengatur nafasnya sambil memejamkan sepasang matanya

"Kak, rumah ini besar dan mewah sekali. Sebenarnya ini rumah siapa, Kak?" Yor kembali bertanya karena masih merasa sangat penasaran.

Jika aku mengatakan jika rumah ini adalah milikku, pasti Yor akan merasa sangat syok. Dan pasti masalahnya akan jadi panjang, karena tiba-tiba aku punya banyak uang. Dia pasti akan terus mengintrogasiku. Sebaiknya jangan mengatakannya dulu kepada Yor. Lain kali saja aku akan jujur dengannya.

Batin Yuji mengerutkan sepasang alis tegasnya.

"Kak Yuji? Mengapa kakak hanya diam saja?" tanya Yor kembali bertanya.

"Sebenarnya rumah ini adalah milik kenalan kakak. Kebetulan rumah ini tak terpakai olehnya. Jadi daripada rumah ini kosong, dia menawarkannya kepada kakak untuk menempatinya. Dan ... bayarannya juga sangat murah kok. Hehe ..." ucap Yuji dengan asal.

"Wah! Baik sekali kenalan kakak." seru Yor sedikitpun tak merasa curiga.

"Hehe benar. Dia sangat baik dan tidak sombong. Oh iya, sebaiknya kamu segera beristirahat, Yor. Atau mau melihat-lihat rumah ini dulu?"

"Aku akan melihat-lihat saja dulu, Kak!" ucap Yor sumringah.

"Apa mau kakak temani?"

"Tidak perlu, Kak! Aku akan melihatnya sendiri." ucap Yor dengan senyum lebarnya dan mulai berbalik untuk melihat ruangan lainnya.

Namun belum sempat Yor melangkahkan kakinya oebih jauh lagi, dia kembali menghentikan langkah kakinya karena mendengarkan sebuah melodi indah yang berasal dari pintu tamu, menandakan sedang ada tamu.

"Biar kakak yang melihatnya. Kamu lihat-lihat saja rumah ini."

"Oke, Kak!" Yor menyauti dengan ceria dan segera berlalu untuk menaiki sebuah tangga.

Sementara Yuji segera memeriksa tamunya kali ini. Namun betapa terkejutnya dia ketika dia membuka pintu utama rumahnya dan melihat seorany gadis dengan membawakan sebuah bingkisan di balik pintu.

Sebenarnya bukan hanya Yuji yang terkejut, melainkan gadis cantik itu juga sangat terkejut saat melihat sosok Yuji yang membukakan pintu.

"Kamu ..." ucap mereka bersamaan dan saling menuding satu sama lain.

"Aku datang untuk memberikan kue untuk tetangga baruku. Tidak aku sangka, ternyata tetangga baruku adalah kamu, Yuji." ucapnya penuh binar menatap Yuji.

"Jadi kamu yang tinggal di rumah sebelah?"

"Hhm! Aku tinggal di sebelah bersama keluarga besarku." sahut gadis berwajah manis dan imut itu mengangguk dengan senyum manisnya.

"Aku disuruh mama untuk mengantarkan kue untuk tetangga baru. Pada awalnya aku sangat malas. Andai saja aku tau dari awal jika tetangga baru itu adalah kamu, maka aku tak akan berkelit dan repot mencari seribu alasan untuk mengantarkan kue ini. Ahahaha ..." imbuhnya dengan tawa lepas.

Dan tentu saja Yuji juga tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Dia tertawa bersama gadis itu dan segera menerima kue itu.

"Terima kasih ya, Shiina. Tolong sampaikan juga untuk mamamu. Dan maaf, aku baru sampai dan belum sempat memasak apapun. Jadi aku belum bisa sedikit berbagi dengan kalian ..."

"Aahhh ... aku baru ingat!!" ucap Shiina cukup mengejutkan.

"Haa? Apa?"

"Mama juga memintaku untuk mengundangmu makan malam di rumah. Datanglah malam ini di rumah, Yuji! Kami akan sangat senang jika kamu datang." ucap Shiina berbinar mendongak menatap Yuji.

"Ehh? Tap-tapi ... itu ... anu ..." Yuji merasa segan untuk mengiyakan undangan itu, dia meringis dan mengusap tengkuknya.

"Sebagai tetangga yang baik, bukankah kita harus menjalin ikatan yang baik? Lagipula kita juga sudah beberapa kali bertemu kok. Jadi tidak masalah bukan?" ucap Shiina masih penuh binar dan berharap Yuji akan datang ke rumahnya malam ini.

"Baiklah. Aku akan datang ..." ucap Yuji tak memiliki pilihan lain.

"Hhm. Kami akan menunggumu. Sampai jumpa, Yuji! Jaa matte ne! " ucap Shiina melambaikan tangannya dengan senyum lebar dan segera meninggalkan rumah Yuji.

Baru saja berbalik untuk masuk ke dalam rumahnya, tiba-tiba sebuah mobil box sudah mulai memasuki halaman rumah Yuji dan memberikan klakson, sehingga menahan Yuji kembali untuk memasuki rumah barunya.

TINNN ...

1
Rayan Teno
sangat tidak sesuai kehidupan dengan kekayaan, harusnya dibuat sedikit berpengaruh, bukan malah cupu😂
Rayan Teno
masa iya bos gapunya mobil
Rayan Teno
harusnya ada mobil juga sih
FAJRI KUNINGAN
bukanya pake kartu atm dasar norak
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt cantik adiknya Yuji Kamiya
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss
Harman Loke
Yuji Kamiya terus terang saja sama adikmu jujur bahwa kamu sekarang termasuk orang kaya raya
Harman Loke
krrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget Yuji kamu mendapat hadiah mobil mewah dari sistem luar biasa luar biasa hebat sekali hebat sekali
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
Harman Loke
fokuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssss
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!