Kosuke Arashi adalah seorang anak yang tinggal disebuah desa dengan malas dan tak memiliki ambisi apapun
Kehidupannya berubah ketika ia diketahui memiliki energi naga dalam tubuhnya kemudian sebuah tawaran datang padanya untuk bergabung dengan Akademi Red Eagle
Dan setelah itu melalui beberapa petualangan dan pertarungan ia memperoleh julukan "Si Pengacau"
Season 1 : Chapter 1-42
Season 2 : Chapter 43-102
Season 3 : Chapter 103-143
Season 4 : Chapter 144-247
Season 5 : Chapter 248-289
Season 6 : Chapter 290-393
Season 7 : Chapter 394-481
Season 8 : Chapter 482-575
Season 9 : Chapter 576-697
Season 10 : Chapter 698-887
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Basiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 : Ayo Bangkit!!
Setelah masuk desa, keempatnya menuju kedai makanan terdekat dan memesan tempat makan
"Wooha... Ayo cepat kita pesan makanannya!!" Masamune tak sabaran
"Hah... Kau seperti orang yang tidak makan tiga hari Ryuzaki?" Ejek Misaki saat melihat tingkah laku Masamune, "kekanakan sekali..."
"Biarin, aku tak peduli karena sekarang aku benar-benar lapar !!" Ucap Masamune tak peduli.
Arashi memperhatikan Nona Layla
"Ah... Nona kau mau pesan apa??" tanya Arashi kepada Nona Layla.
"Anu... Em...?" Nona Layla bingung menjawab
"Yohs... Karena kau bingung untuk memilih lebih baik kita pesan semua yang ada dimenu!!" Ucap Arashi semangat
"Aku jadi semangat!! Paman kami pesan semuanya!!" Teriak Masamune yang malah kegirangan sendiri
Setelah beberapa saat menunggu pesanan tersaji di meja dan telah siap disantap
"Hore... Selamat makan!!" teriak ketiganya kegirangan
"Nyam... Nyam... Tambah lagi aku masih lapar!!" teriak Masamune dengan semangat dan lahap.
Arashi memperhatikan Nona Layla yang tidak memakan makanan sedikit pun dengan menundukkan kepala tampak ia sedang bersedih
"Hei... Makan ini??" Arashi mencoba menyuapi Nona Layla.
"Tatapan mata itu... senyumannya... dia benar-benar baik..." guman Nona Layla dalam hati
"Tidak... Terima kasih." Nona Layla mulai bersemangat makan, "aku bisa makan sendiri..."
"Arashi... kau memang pandai dalam menghibur orang" gumam Misaki dalam hati.
"Yosh... Aku jadi terasa hidup lagi!!" Teriak Masamune yang telah menghabiskan beberapa porsi.
"Dasar kau!! dasar rakus!!" Gerutu Misaki dengan tatapan kesal
"Jadi... Kalau sudah selesai silakan kau yang membayarnya..." kata Arashi menyodorkan tagihan kepada Masamune.
"Apa....!!!!!!" Masamune terkejut, "ku kira kau yang membayarnya...!!!"
"Hahahahaha.... aku lagi tak punya uang..." jawab Arashi santai, "tidur saja aku numpang..."
"Dan juga ku bilang ayo pesan semuanya bukan aku berarti akan mentraktir kalian kan, lagi pula kau yang makan paling banyak kan??" Ledek Arashi seenaknya.
"kalau begitu biar Misaki saja yang membayarnya." Masamune keberatan.
"Enak saja, kau yang makan kau yang bayar." Misaki tak peduli.
"Lagi pula bukankah tak sopan lelaki minta dibayarin??"
"Dasar kalian!! Kalian berdua kejam!!" Ucap Masamune dengan kesal sambil mengeluarkan dompet.
"Lain kali aku tak mau makan barengan kalian lagi." gerutu Masamune kesal, "kalian orangnya suka gratisan!!!"
Arashi bergumam pelan, "Yah... kesenangan terbaik adalah menguras dompet teman alias ditraktir..."
"Apa yang kau gumamkan hah!!" Bentak Masamune kesal
"Tidak... bukan apa-apa!!" Jelas Arashi tapi dalam hati, "Kampret!!! Ternyata dia dengar..."
Kemudian setelah makan....
"Hah... Tadi itu makanan yang enak!!" Arashi puas, "makanan yang dibayarkan sahabat..."
"Kau benar-benar sahabat terkampret...!!"
"Apanya yang enak? Aku yang bayar kampret sampai-sampai uangku habis tau." Masamune kesal.
"Padahal dia sendiri yang makan, tapi malah dia yang menggerutu." kata Misaki pelan.
"Aku dengar tau!!" kata Masamune agak marah.
"Yosh... Kalian carilah penginapan!! Aku akan mencari bekal untuk perjalanan besok." Arashi pergi meninggalkan mereka.
"Jangan seenaknya sendiri tau!!" teriak Masamune tapi tak dihiraukan oleh Arashi.
"Anu... Emm... Kalian benar-benar orang yang baik, aku merasa bersalah!! Aku Maaf atas perilakuku yang egois kemarin!!" Nona Layla membungkuk meminta maaf.
"Hahaha... Sudahlah jangan dipikirkan, lagi pula aku juga berkata kasar padamu, jadi Seharusnya aku juga minta maaf." Misaki menanggapi dengan santai
"Woiy... Kalian sedang apa? Ayo cepat pergi cari penginapan." Teriak Masamune yang sudah berjalan duluan di depan.
"Ayo Nona Layla." ajak Misaki sambil tersenyum.
Dalam hati Nona Layla bergumam, "Baru kali ini aku menyadari bahwa ada sesuatu yang tak kubeli dengan uang yaitu ketulusan hati seorang teman"
Malam hari setelah mereka menemukan penginapan.
Lalu di tengah heningnya malam Nona Layla berdiri di luar penginapan menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit.
"Ehem... hey, kenapa kau belum tidur?" Arashi mendekati Nona Layla.
"Eh... kenapa kau juga belum tidur? Memang ada apa?" tanya Layla.
"Entahlah... kurasa aku suka melihat bintang-bintang." kata Arashi sambil memandang langit.
"Begitu ya??"
"Aku juga!! Aku juga menyukai bintang..."
"Kata ibuku setiap bintang yang bersinar dilangit melambangkan seseorang yang telah mati, mereka telah mati tetapi mereka akan tetap mengawasi dan membimbing kita" jelas Nona Layla.
"Emm...
"Kurasa Ibumu benar... aku juga memiliki teman yang telah tiada kurasa dia diatas sana..."
"Mungkin dialah yang selalu mengawasiku bahkan kadang-kadang membimbingku..."
"Jadi aku tak boleh menyerah dalam hidup ini meski seberat apapun masalah yang kuhadapi." jelas Arashi dengan semangat
"Teman, ya?" tanya Nona Layla.
"Iya... seorang teman yang sangat baik dan sangat kucintai, teman yang takkan kulupakan walau dia telah tiada. aku yakin dan merasa dia selalu mengawasiku dari atas sana." jelas Arashi sambil melihat bintang-bintang.
"Maaf..."
"Kenapa??"
"Tidak apa-apa mungkin karena sifat egois ku" ucap Nona Layla.
"Tak apa-apa setiap orang punya keegoisannya masing-masing..."
"Anu... Arashi maukah kau jadi temanku agar aku tak kesepian?" pinta Nona Layla.
"Tentu!! Tentu saja!! aku akan selalu ada untukmu." Jawab Arashi sambil tersenyum lebar.
"Jadi mulai sekarang jangan panggil aku Nona cukup panggil Layla saja!!" jelas Nona Layla.
"Hahahahaha... itu bagus kata Nona juga membuat lidahku gatal." tawa Arashi.
"Kalau begitu..."
"Layla, ayo kita berusaha bangkit demi teman-teman yang selalu mengawasi kita di atas sana." Arashi sambil memandang bintang.
"Tentu!!! ayo kita berjuang!!" Sahut Layla bersemangat
Saatnya Rewatch... Lupa kemarin sampe mana🤣