Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍
Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?
Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.
Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisik-Bisik di Balairung
Suasana di sekitar mendadak menjadi hening, dipenuhi oleh aura kekesalan yang kuat terpancar dari diriku.
Kenapa aku merasa seram sejauh begini? batin Kaisar, meremang seketika akibat lirikan tajam yang kuarahkan padanya.
Bahkan para menteri mulai kebingungan, berbisik-bisik sambil memegang tengkuk mereka masing-masing karena tidak tahan dengan tekanan udara yang tiba-tiba menurun drastis.
"Apa Balairung kedatangan hantu? Kenapa suasananya mencekam sekali," ucap Perdana Menteri bergidik ngeri.
"Sudahlah, lebih baik diam," tegur ayahku, Jenderal Tang Weiyan, dengan suara tenang namun tegas.
"Bixia, hamba mengundurkan diri," ucapku dingin, lalu berbalik dan melangkah pergi, diikuti oleh Mo Jiu dan Hou Juntian yang setia mengawal di sebelah kanan dan kiriku.
"Ning'er!" panggil sebuah suara familiar yang begitu dirindukan.
Mendengar seruan itu, ekspresiku langsung melunak. Aku segera menghampiri ayahku dengan perasaan bahagia. "Ayah, kenapa kau kurus sekali?" tanyaku, sekadar berbasa-basi menunjukkan perhatian.
Tadi auranya membuat semua orang terdiam, sekarang berubah seratus persen menjadi anak rumahan yang polos. Menarik, batin Hou Juntian, tersenyum geli melihat perubahan sikapku yang begitu cepat.
"Ning'er, ayah baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Ayah dengar Shen Changge membuat masalah, tapi kenapa kau tidak memberitahu ayah, biar ayah hukum dia karena menyakitimu?" ucap Jenderal Tang Weiyan dengan nada tegas penuh perlindungan kebapakan.
"Ayah, Shen Changge sudah diberi hukuman yang setimpal oleh Mo Jiu dan Hou Juntian. Kedua menantumu ini bisa diandalkan, jadi tenang saja, Ayah. Aku baik-baik saja," jawabku sambil tersenyum manis seraya menggenggam tangan ayahku.
Baik-baik saja untuk saat ini, satu bulan kedepan masih aman, tapi setelah itu aku harus menghadapi tiga orang yang berbeda sikapnya jika menjadi anak kecil, ratap batinku dalam hati. Aku benar-benar sudah pasrah menerima takdir yang rasanya sudah benar-benar melewati batas kewajaran.
Di ujung balairung, Putra Mahkota memperhatikanku lekat-lekat dengan senyum tipis tersungging di bibirnya. Aku yang menyadari tatapan itu langsung mendengus kesal.
"Yang Mulia Putra Mahkota, berhenti melihatku seperti itu atau aku akan melemparmu ke kolam ikan di istana!" kataku dengan nada ketus tanpa ragu.
Sontak, Putra Mahkota tertawa pelan. "Haiya, Putri Mahkotaku galak sekali. Kau tega sekali denganku. Kegilaanmu tidak pernah berubah sejak kecil, dulu kau pernah menendangku ke kolam ikan hanya karena kalah taruhan," ucapnya tanpa beban di hadapan Kaisar dan para menteri yang sontak terkejut mendengar rahasia masa kecil tersebut.
"Apa? Putra Mahkota pernah ditendang masuk ke dalam kolam ikan?!" ucap Menteri Keuangan yang terkejut setengah mati.
"Itu salahmu sendiri, sudah kalah taruhan tapi kau justru tidak mau masuk ke kolam ikan istana dengan alasan tidak bisa berenang, tapi akhirnya kau naik sendiri setelah aku tendang," jelaskalau ku dengan sewot.
Benar saja, masa kecil pemilik tubuh ini dengan Putra Mahkota benar-benar memalukan. Mereka berdua tidak peduli status, justru saling melengkapi dengan ejekan, batinku yang melihat Putra Mahkota tampak garuk-garuk kepala karena salah tingkah.
"Itu cuma masa kecil yang memalukan. Tapi aku akan menjadi suamimu, jadi jangan membuatku merasa takut karena sikapmu itu," ucap Putra Mahkota dengan senyum penuh arti.
"Kau benar-benar menyebalkan," ucapku dengan mulut cemberut, meski aku memakai cadar sehingga ekspresiku tersembunyi.
"Tapi aku suka, Ning'er," bisik Putra Mahkota tepat di dekatku.
"Kau... pergilah!" ucapku panik sambil buru-buru menjauh darinya.
Kaisar dan para menteri yang berada di dalam Balairung istana hanya bisa menyaksikan kekonyolan interaksi kami dengan tatapan heran bercampur geli.
Anakku ternyata benar-benar pembuat masalah bagi wanita yang ia cintai, batin Kaisar menggelengkan kepala melihat tingkah putranya.
Terimakasih yang sudah spam like.
author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.
author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.
bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".
pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰
ditunggu ya😍
Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.
Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖
Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.
Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨
Salam manis,
Author Diah Nation29 🌸