NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Lin Liu berdiri kaku di depan gudang belakang toko, menatap A-Wei dan pria berjaket hitam yang kini berbicara pelan di seberang jalan, sesekali melirik ke arah toko Su Yan dengan tatapan yang tidak bisa disalahartikan lagi.

"Su Yan," Lin Liu memanggil pelan, suaranya tegang, "sebaiknya Kamu masuk ke dalam dulu."

Su Yan yang sedang menyusun rak di depan toko menoleh bingung, namun raut wajah Lin Liu yang serius membuatnya menurut tanpa banyak bertanya. Begitu Su Yan masuk, Lin Liu melangkah keluar dari gudang, berjalan mendekati A-Wei dengan langkah tegas meskipun jantungnya berdegup kencang.

"Kau kenapa di sini lagi?" tanya Lin Liu, berusaha terdengar tenang meskipun amarah dan ketakutan bercampur dalam suaranya.

A-Wei menoleh, seringai khasnya kembali terukir di wajahnya. "Cuma jalan-jalan, memastikan kau masih ingat deadline yang diberikan bos. Sisa waktu kau hanya tinggal dua puluh tiga hari lagi, loh."

"Aku tidak lupa," jawab Lin Liu tegas. "Tapi kenapa kau bawa orang lain buat mengawasi toko ini? Ini tidak ada hubungannya dengan urusan kita."

Pria berjaket hitam di samping A-Wei hanya diam, tidak menunjukkan ekspresi apa pun, membuat suasana semakin mencekam. A-Wei tertawa pendek, menepuk bahu Lin Liu dengan kasar. "Bos cuma mau pastikan kau tidak macam-macam. Lagipula, kudengar kau mulai dekat dengan orang-orang penting belakangan ini. Bos jadi penasaran, siapa tahu ada cara lain untuk menagih utangmu."

Kata-kata itu membuat dada Lin Liu tertusuk. Jelas sekali A-Wei sedang menyinggung soal Huang Ruoxi, meskipun dia tidak menyebut nama secara langsung. "Jangan libatkan orang lain dalam masalah ini. Ini urusan aku dengan Chen Datong."

"Itu tergantung bos, bukan aku," A-Wei mengangkat bahu acuh tak acuh, sebelum berbalik bersama pria berjaket hitam itu, melangkah pergi dengan santai seolah baru saja menyampaikan pesan biasa.

Lin Liu berdiri mematung, dadanya dipenuhi kekhawatiran yang semakin membesar. Dia baru saja hendak kembali ke toko ketika ponselnya bergetar, menampilkan sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenali.

Dengan ragu, dia menjawab panggilan itu. "Halo?"

"Lin Liu," suara di seberang telepon terdengar familiar, meskipun terdengar lebih serius dari biasanya. "Ini aku, Zhang Ming."

Lin Liu langsung waspada, mengingat kejadian penyerangan beberapa waktu lalu yang diduga kuat dalangnya adalah Zhang Ming sendiri. "Ada urusan apa kau menelepon aku?"

"Aku tahu kau pasti masih marah soal kejadian waktu itu," Zhang Ming berkata cepat, nadanya terdengar terburu-buru. "Tapi dengar dulu, ini penting. Aku dengar dari orang dalam, Chen Datong mulai mengawasi orang-orang disekitarmu. Dia mencari sesuatu yang berhubungan dengan orang tuamu, dan dia tidak akan segan menggunakan siapa pun di sekitarmu untuk mendapatkan itu."

"Kenapa kau tiba-tiba peduli? Bukannya kau yang menyuruh orang menyerangku waktu itu?" Lin Liu bertanya tajam, tidak sepenuhnya percaya dengan nada khawatir yang tiba-tiba ditunjukkan Zhang Ming.

Hening sejenak di seberang telepon, sebelum Zhang Ming akhirnya menjawab dengan suara lebih pelan. "Itu... itu bukan sepenuhnya keinginanku. Aku juga punya utang dengan orang-orang Chen Datong, Lin Liu. Aku dipaksa melakukan itu."

Lin Liu terdiam, mencerna informasi itu dengan perasaan campur aduk antara marah dan bingung. "Jadi kau juga korban? Kenapa baru sekarang kau cerita?"

"Karena sekarang keadaan sudah berbeda," suara Zhang Ming semakin tegang. "Chen Datong tidak hanya mengincar utangmu lagi, Lin Liu. Dia mencari sesuatu yang lebih besar, dan aku takut kalau kau tidak hati-hati, bukan cuma kau yang akan celaka."

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!