NovelToon NovelToon
Takdirku Bersama Suami Mafiaku

Takdirku Bersama Suami Mafiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: PUTRI

Zara, gadis sederhana dan polos, dipersatukan dengan Adrian Romanov — pria dingin berkuasa yang membuat hidupnya benar-benar menderita. Dituduh, disakiti, dikucilkan, ia terbelenggu takdir kematian yang mengikatnya erat, selalu membayangi setiap langkahnya.

Namun sebutir nyawa kecil yang tumbuh di dalam rahimnya yang memberi alasan untuk bertahan. Namun di balik semuanya tersembunyi rahasia besar. Nanti saat kebenaran terkuak, akankah ia lepas dari belenggu itu… atau justru terjerat makin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUTRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keadaan yang belum pasti

Setelah membayar semua belanjaan, kantong-kantong besar terisi penuh dan terasa berat dibawa sendiri. Aku berusaha mengangkatnya keluar, namun sopir yang menunggu di area parkir segera berlari sigap membantu. Meski sempat menolak dengan sopan dan bilang sanggup membawa sendiri, ia tetap mengambil semua kantong itu satu per satu dan menyimpannya rapi di bagasi mobil — tak membiarkan satu pun menyentuh tanganku.

Perjalanan pulang terasa tenang dan nyaman, jalanan yang berkilau terkena cahaya pagi seolah menyambutku pulang. Begitu mobil berhenti di halaman, sopir kembali membantu membawakan semua belanjaan masuk hingga ke dapur dengan hati-hati, seolah barang-barang itu adalah benda paling berharga. Setelah memastikan semuanya aman di atas meja dapur, ia menunduk hormat lalu keluar tak menyisakan satu kata pun yang berlebihan.

Aku memeriksa barang belanjaan satu per satu, menyusunnya rapi di lemari pendingin sesuai jenisnya — sayuran segar di rak bawah, buah-buahan di rak tengah, daging dan hasil laut disimpan dengan rapi di bagian yang paling dingin. Setelah semuanya tertata baik, segera bersiap memasak: menanak nasi secukupnya yang mengeluarkan aroma hangat ke seluruh ruangan, lalu mengolah sayuran dan bahan segar yang baru dibeli menjadi beberapa hidangan sederhana namun penuh rasa — persis seperti yang Ibu ajarkan dulu.

Saat semua masakan terhidang rapi di meja makan, wajahku bersinar dengan senyum lebar yang tak tertahankan. Hati terasa ringan, damai, dan penuh harapan baru yang indah — untuk pertama kalinya sejak lama, aku merasa mungkin hidup bisa mulai baik-baik saja. Segera kembali ke dapur dengan semangat meluap, bersiap menjaga agar hidangan tetap hangat dan tersaji dengan tulus nanti saat waktunya tiba.

Saat aku sedang sibuk mengaduk masakan dan menyusun piring dengan rapi di ruang dapur, Fara baru saja terbangun dari tidurnya. Ia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Sambil masih menguap lebar dan menutup mulutnya dengan sopan, ia melangkah perlahan menuruni anak tangga satu per satu. Begitu sampai di lantai bawah, matanya langsung tertuju pada ruang dapur yang sudah tampak sangat rapi, bersih, dan segala sesuatunya tertata dengan sangat baik. Ia pun segera mendekat ke arahku.

“Zara, maaf ya aku baru bangun sekarang. Sepertinya aku membuatmu terbebani harus mengurus semua pekerjaan rumah ini sendirian sejak pagi tadi,” ucapnya dengan nada bicara yang terdengar penuh rasa bersalah.

Aku hanya menggelengkan kepalaku perlahan sambil tersenyum lembut kepadanya. “Sama sekali tidak menjadi masalah, Kak Fara.”

Namun Fara kembali bertanya sambil menatapku lekat-lekat dengan penuh rasa ingin tahu. “Tapi kenapa ya, Zara? Kau terlihat sangat berseri-seri dan tampak begitu bahagia pagi ini?”

Mendengar pertanyaan itu, aku seketika berhenti sejenak dari apa yang sedang kulakukan, lalu menoleh ke arahnya dengan senyum yang mekar lebar dan mata yang berbinar nyata memancarkan kebahagiaan. “Ah, benar sekali, Kak. Ini sungguh kabar yang sangat indah bagiku. Tadi… maksudku, Kak Adrian telah berkenan mengizinkanku untuk kembali melanjutkan sekolah dan menyelesaikan pendidikanku. Hanya dengan mendengar hal itu saja, rasanya hati ini terasa begitu ringan dan penuh dengan kebahagiaan yang tak sanggup kukatakan dengan kata-kata.”

Mendengar jawaban itu, seketika sebuah pemikiran melintas tajam di dalam benak Fara: Jadi benar dugaanku… dia masih di bawah umur. Gadis ini belum genap delapan belas tahun.Lalu apa sebenarnya alasan yang membuat Adrian bersedia menikah dengan gadis yang masih begitu muda dan belum mengetahui apa-apa tentang dunia ini?

Tanpa membiarkan pertanyaan itu terucap keluar, Fara segera melangkah mendekat untuk ikut membantuku merapikan piring serta gelas agar segala pekerjaan bisa selesai dengan lebih cepat. Setelah kami berdua selesai menikmati hidangan pagi itu bersama-sama, aku berniat naik ke kamar sejenak untuk bersiap-siap, namun baru saja kakiku mulai menaiki anak tangga, aku teringat sesuatu dan segera kembali turun tak lama kemudian.

Kini aku sudah berganti mengenakan gaun panjang yang terlihat lembut dan sangat anggun. Warnanya merupakan perpaduan halus antara ungu pucat dan biru samar, dengan corak yang terlukis persis seperti permukaan air danau yang tenang saat diterpa cahaya remang. Bagian leher serta pinggang gaun itu dihiasi lipatan kain yang halus dan renda berwarna krem, ditambah seutas tali berhias bunga-bunga kecil yang menjuntai lembut hingga ke bagian bawah. Ujung gaun itu tersusun dari beberapa lapis kain renda yang sangat lembut, sehingga setiap langkah yang kuambil terasa ringan dan tak berbunyi sama sekali.

Rencanaku hari ini adalah untuk pergi menjenguk keadaan Aslan di rumah sakit. Aku pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu, lalu perjalanan pun berangkat menuju ke sana. Begitu kendaraan berhenti di halaman depan rumah sakit, aku langsung melangkah tergesa masuk ke dalam bangunan itu, hatiku terasa penuh dengan rasa cemas dan kerinduan yang tak sabar ingin segera melihat keadaan adikku itu.

Sesampainya tepat di depan pintu ruang rawatnya, aku mendorong daun pintu itu perlahan-lahan lalu melangkah masuk ke dalam. Aslan masih terbaring diam di atas tempat tidurnya, wajahnya tampak sangat lemah di balik selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Aku pun duduk perlahan di tepi ranjang itu, menatap wajahnya dengan hati yang terasa sesak dan penuh kesedihan. Dalam hati aku sungguh-sungguh berdoa agar ia segera membuka matanya dan kembali tersenyum seperti biasanya, namun rasanya waktu berjalan begitu lambat seolah tak mau beranjak sama sekali.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan yang pelan di permukaan pintu ruangan itu. Seorang perawat melangkah masuk lalu mendekat ke arahku dengan sopan. “Mohon maaf mengganggu waktu istirahat Nyonya… Bolehkah saya meminta Nyonya untuk hadir sebentar ke ruangan dokter? Ada hal penting yang ingin disampaikan secara langsung kepada Nyonya.”

Tanpa menunda waktu sedikit pun, aku segera bangkit dari tempat dudukku lalu mengikuti langkah perawat itu keluar dari ruangan. Tak lama kemudian kami pun sampai di depan ruangan dokter, dan aku segera melangkah masuk ke dalamnya.

“Maaf, Nyonya. Saya sampaikan keadaan apa adanya,” ucap dokter dengan hati-hati namun tegas, matanya menatapku penuh simpati yang menyakitkan. “Sampai sekarang pasien masih dalam keadaan koma. Kami sudah lakukan semua pemeriksaan dan perawatan terbaik yang kami mampu — namun belum bisa memastikan kapan ia akan sadar. Waktu pemulihan sama sekali tak dapat diperkirakan — bisa berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan lamanya. Belum ada yang bisa menjawab kapan tepatnya ia akan membuka mata kembali.”

Mendengar penjelasan itu, rasanya seluruh darah di dalam tubuhku seolah berhenti mengalir sejenak. Aku menahan napas yang terasa berat, dan perlahan pandanganku mulai menjadi kabur seolah dunia di sekelilingku ikut meredup pelan-pelan.

“Apakah… apakah benar-benar tidak ada jalan lain atau cara apa pun yang bisa dilakukan?” tanyaku dengan suara yang hampir tak terdengar karena tercekik rasa sedih.

Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya perlahan dengan penuh rasa simpati. “Kami akan tetap terus memantau perkembangannya setiap saat, dan senantiasa memberikan perawatan yang terbaik yang kami mampu berikan. Namun selebihnya, semuanya bergantung sepenuhnya pada ketahanan tubuh pasien itu sendiri serta kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Aku pun kembali berjalan masuk ke dalam ruang rawat itu, lalu duduk kembali diam di kursi yang ada di samping tempat tidur Aslan. Mataku tak beralih sedikit pun dari wajah adikku yang masih terbaring tanpa bergerak. Aku hanya duduk termenung memandanginya, hatiku terasa penuh sesak namun tak ada satu pun pikiran yang dapat kususun dengan jelas di dalam kepalaku. Entah apa saja yang melintas di benakku saat itu, yang kurasakan hanyalah beban yang berat serta kekhawatiran yang tak henti-hentinya menyelimuti setiap sudut hati.

Ketika hari mulai gelap dan aku pun bersiap untuk pulang sambil menutup pintu ruangan itu dengan hati-hati, langkah kakiku tiba-tiba terhenti seketika di lorong rumah sakit. Tanpa sengaja, telingaku menangkap percakapan antara dua orang perawat yang sedang berjalan berpapasan di depanku.

1
터닝
kasian Zara 🤧
Putry Chan: iya tapi semua akan baik baik saja mugkin
total 1 replies
Lasa Hardianti
Nyesek bgt, rumah yang dulunya hangat sekarang berubah total karena penyerangan itu
Putry Chan: benar sekali , sebenarnya cerita aslinya tuh GK Kek gini cuman dulu gara gara aku bikin banyak kesalahan karena pemula aku bikin ulang trus aku ubah sedikit ceritanya
banyak sih aku ubah kek lebih dark lah tapi Happy ending kok walaupun
total 1 replies
Lasa Hardianti
Terus keadaan ibunya gimna?😭
Putry Chan: mereka berdua baik cuman lagi bersembunyi dulu
total 1 replies
Lasa Hardianti
Kasian bgt ibunya sampai terluka demi melindungi anak-anaknya, moga aja mereka bertiga selamat, terutama ibunya/Scowl/
Putry Chan: tentu saja ibu dan ayahnya selamat karena sebenarnya asal usul mereka itu bukan adalah salah satu keluarga bangsawan , ketemu tapi masih lama mungkin antar hidup dan mati
total 1 replies
Lasa Hardianti
Hai kak, izin kasih masukan ya. Menurutku beberapa bagian narasinya mungkin bisa lebih dipersingkat atau diberi jeda supaya bacanya lebih enak. Terus, setiap kali ada pergantian POV, mungkin bisa diberi sedikit penanda atau transisi supaya perpindahannya nggak terasa tiba-tiba dan pembaca lebih mudah mengikuti alurnya. Semangat kak💪🏻/Determined/
Putry Chan: kasian udh mampir cantik semangat ya sama sama lagi berjuang 💪
total 3 replies
Kusyg Ki
sejujurnya aku suka baca ini kadang bikin senyum sendiri tapi aku lupa klo ini darkromansa jadi sebenarnya aku suka tapi di waktu yang sama aku benci greget bgt sama suaminya ngeselin bgt sumpah harus dpt karma sih aku GK peduli apapun alasannya
Putry Chan: di semangatin dong makacihh 🥰
total 7 replies
Kusyg Ki
Zara melawan nih bagus
Kusyg Ki
punya suami kok radar radar miring ya
Putry Chan: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Arham Bugis
rekomen apa lagi bab nya uah banyak
Putry Chan: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Arham Bugis
baru baca lagi nih 🤭
Putry Chan: iyh kmu baru muncul lagi
total 1 replies
Wawan
Nah 🤭
Putry Chan: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Wawan
Iklan dan mawar buat cerita ini 💪✍️
Wawan: Clue cerita ini menarik .... 💪✍️
total 2 replies
Rian Aan
semangat 💪
Putry Chan: makasih 🥰
total 1 replies
터닝
Maya ini jahat bgt dah
putmelyana
ini chapter berapa perginya lama banget udah greget bgt soalnya gw bacanya harus cerai mereka jangan balikan pisahhh
Putry Chan: ngk salah sih emg itu nanti bakalan terjadi tapi bukan cerai , Zara sendiri yang memilih pergi , Adrian nyebelin ya tapi ada alasannya nanti juga berubah jadi obsesi parah smpai di borgol kaki istrinya ini biar GK kabur tapi masih jauh tenang aja Zara ini wanita yang kuat nanti juga Adrian dapat karma
total 1 replies
Kiara Maulida Aizaaa
saling support KK , Semangat mau
Putry Chan: tentu maksih ya udh mampir
total 1 replies
Rian Aan
suka nih KLO gini mau ngelawan
Rian Aan
apakah akan ada cinta segitiga
Putry Chan: ntah lah 😅
total 1 replies
Rian Aan
bininya di jadiin pembantu
Putry Chan: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Su Ci
semakin menarik
Putry Chan: makasih kmu bikin aku terharu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!