Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gue? Punya Pacar?
Hukuman skors Camilla resmi berakhir. Dengan malas Camilla melangkahkan kakinya ke bawah untuk sarapan. Sebenarnya ia tak tega meninggalkan komputernya, seolah sudah sayang pada pekerjaan barunya, CEO perusahaan.
CBD Company resmi dibuka kemarin. Bukankah 1-2 hari kemarin itu waktu yang terlalu cepat? Dari melanjutkan pembangunan, dekor, dan isi bangunan. Hufft. Apapun bisa terjadi bila ada uang, dasar horkay! Bahkan perusahaan milik Camilla lebih besar ketimbang milik Welly. CBD Company sama besarnya dengan perusahaan milik Tn. Harchan. Tapi untuk kelangsungannya, entahlah, toh CBD Company baru saja diresmikan.
Tentang pembangunan CBD Company, darimana uang yang Camilla dapatkan? Dari kartu kredit unlimited dari papa Harchan beberapa tahu lalu sebelum ia diusir.
"Udah selesai di skors?" Tanya seorang pria di meja makan.
Camilla terkejut dengan kehadiran pria itu, "Eh, iya. Papa pulang? Bukannya masih dua hari lagi?"
"Papa cepetin pekerjaannya." Camilla hanya mengangguk. Lalu segera memulai ritual makannya.
***
Camilla menatap datar Justin yang berpapasan dengannya sekarang ini. Begitu juga Justin, ia menatap Camilla dengan aura dingin, "Tumben berangkat pagi." Batin Justin. Camilla yang semakin kesal dengan suasananya pun akhirnya mempercepat langkahnya menuju kelas.
Bruk!
Camilla menabrak seseorang. Dilihatnya laki-laki yang menabraknya itu, Camilla langsung menatapnya was-was. Siapa lagi kalau bukan Jack, si leader Red Dragon.
"Sorry. Ada yang sakit?" Tanya Jack sok perhatian.
Camilla hanya diam saja. Jika ia mengeluarkan suara, pasti Jack akan mengenalinya. Karena mereka sudah berulangkali bercengkrama di markas satu sama lain, sebelum pertumpahan darah. Camilla langsung bergegas meninggalkan Jack.
***
"Udahlah, Cam. Udah penuh semua mejanya. Bareng aja ya sama Justin dkk.." Pinta Kezia untuk kesekian kalinya. Sedari tadi tiga sahabat itu hanya mondar-mandir mencari tempat untuk makan. Bahkan bakso di mangkuk yang sedang mereka bawa mulai mendingin, saking lamanya mereka mondar-mandir tanpa arah.
Dengan kesal, Camilla mengikuti langkah Kezia dan Helena yang mulai berjalan ke meja Justin dkk yang sedang mengobrol. Kezia duduk di depan Arlan yang kini tersenyum padanya. Helena duduk di depan Alan yang kini menggenggam tangannya. Sementara Camilla, ia terpaksa duduk di depan Justin yang sedang menatapnya datar.
Untuk mengalihkan perhatiannya, Justin menatap James yang duduk di sampingnya. "Terus lo nggak nyari adek lo?" Tanyanya. Mendengar pertanyaan Justin pada James, Camilla langsung memasangkan telinganya dengan baik supaya dapat mendengar pembicaraan mereka yang pastinya sedang membahas dirinya.
"Hufftt. Udah, Tin. Tapi nggak ketemu sampai saat ini..." Kata James sambil memasang muka sedih.
"Sebenarnya lo percaya nggak sih adek lo ngelakuin itu?" Tanya Justin sambil mengerutkan keningnya. Camilla menatap James sambil mengunyah bakso, menunggu jawaban. Alan, Arlan, Helena, Kezia, mereka turut mendengarkan pembicaraan mereka, ikut menunggu jawaban yang akan dikatakan James, toh mereka tau kebenarannya.
Suasana menjadi tegang. James yang dapat merasakan itu pun jadi mengernyitkan dahinya. Sebelum berbicara, tiba-tiba teriakan seorang gadis menyita perhatian mereka. Gadis itu menjambak rambut Camilla mendadak.
"HEH! CEWEK MURAHAN! SEKALIAN AJA SEMUA COWOK LO DEKETIN! DASAR CEWEK PENGGODA!!! PASTI MAMA LO YANG NGAJARIN KAN! HUH DASAR--" Belum sempat melanjutkan kalimatnya, sebuah tangan melayang tepat di pipi gadis itu, Caitlin. Hingga cengkramannya di rambut Camilla terlepas. Caitlin jatuh tersungkur sambil memegang pipinya yang perih. Mereka kini menjadi tontonan di kantin.
Camilla menarik kerah Caitlin hingga gadis itu berdiri. Dengan segera Camilla melayangkan tinju di pipi Caitlin, "ITU BALASAN LO BERANI NGATAIN GUE!"
Bugh! Satu tinjuan lagi di pipi yang satunya.
"ITU BALASAN LO BERANI NGATAIN MAMA GUE!!!" Mama yang dimaksud Camilla bukanlah Mama Eva, melainkan Mama kandungnya, yang hingga saat ini masih ia cintai. Si kembar dan kedua sahabatnya pun mengerti apa yang dimaksud Camilla. Memang siapa yang terima jika ibu kalian dikatain seperti itu?
Caitlin jatuh tersungkur dengan sudut bibir yang berdarah. Dia mengaduh kesakitan, hingga beberapa orang mulai menolongnya.
Sementara Camilla yang melihatnya hanya berdecak kesal dan memutar bola matanya malas, "Cih! Lemah banget! Padahal itu nggak seberapa sama perlakuan Tn. Harchan dulu, gara-gara fitnah murahanmu itu!"
Camilla segera menjauhi mereka, keluar dari kantin, "Bocah tetaplah bocah, nenek lampir tetaplah nenek lampir."
Justin yang melihat kepergian Camilla pun segera menyusulnya. Tapi Camilla berjalan sangat cepat, sehingga Justin tidak bisa langsung menangkapnya.
Sampai di koridor yang cukup sepi, Justin akhirnya bisa mengimbangi langkah Camilla. Ditariknya tangan Camilla hingga gadis itu membalikkan badannya.
"Nggak tau malu. Tanggung jawab!!" Kata Justin dengan nada yang cukup tinggi.
Camilla menarik tangannya dari cengkraman Justin, "Tanggung jawab untuk apa?" Tanyanya santai, seolah tak punya dosa.
Justin menghela napasnya kasar, "GUE UDAH BILANG BERAPA KALI SIH?! BISA NGGAK SIH SEHARI AJA LO JADI ANAK BAIK?! NYUSAHIN ORANG TAU NGGAK?! KALAU SEMISAL CEWEK TADI KENAPA-NAPA GIMANA? LO EMANGNYA MAU TANGGUNG JAWAB?! JAHAT BANGET LO NGELAKUIN SESAMA CEWEK KAYAK TADI! LO CEWEK JAHAT TAU NGGAK SIH!" Bentaknya pada Camilla. Tapi tidak membuat nyali gadis itu menciut.
"What? Dia membela nenek lampir? Wah, itu hal terlucu yang pernah ku lihat. Seandainya dia tau apa yang pernah aku alami."
Sementara dari kejauhan, ada beberapa orang yang mendengar bentakan Justin. Jarang sekali mereka melihat si Ketua OSIS seperti itu. Caitlin yang juga mendengar bentakan Justin pun menarik kedua sudut bibirnya, ia merasa Justin membelanya. Lalu Caitlin meminta orang-orang itu untuk langsung mengantarnya ke UKS saja, membiarkan Camilla menikmati kemarahan Justin seorang diri.
Justin menjambak rambutnya frustrasi, tidak sadar tangannya melayang hendak menampar Camilla. Tapi ia segera sadar dan langsung menurunkan tangannya.
"KENAPA NGGAK JADI NAMPAR GUE?!" Bentak Camilla yang sudah muak dengan Justin.
"GUE BENCI BANGET SAMA LO! BADGIRL!!!" Bentak Justin dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"GUE LEBIH! GUE LEBIH BENCI! BAHKAN LEBIH DARI KATA BENCI! LO CUMA PENGECUT YANG ASAL NGOMONG TAPI NGGAK TAU KEBENARAN! GUE BENCI SAMA LO, PENGECUT!!" Bentak Camilla sambil menunjuk Justin. Tak mau basa-basi lagi, Camilla langsung meninggalkan Justin yang suda dipenuhi emosi itu.
***
Jam delapan malam.
Dari sepulang sekolah Camilla terus termenung di salah satu cafe. Bahkan sudah beberapa kali petugas menegurnya, karena Camilla sangat lama berada di cafe itu. Supaya tidak diusir, Camilla terus membeli minuman.
Kata-kata Justin terus membayang di pikirannya. Camilla terus bertanya mengapa kalimat demi kalimat yang tadi dilontarkan Justin terus membayang-bayang. Padahal selama ini ia juga sering mendapat bentakan dari para musuh mafianya. Bahkan tak jarang Camilla menjambak rambutnya frustrasi.
Untuk mengalihkan perhatiannya, Camilla menyalakan ponselnya yang sejak kejadian di kantin tadi ia matikan. Terdapat ratusan panggilan telepon tak terjawab dan pesan dari Papa, Mama, Helena, Kezia, Arlan, Alan.
Tapi satu pesan yang menyita perhatian Camilla adalah pesan dari nomor tak dikenal.
Cepat ke sini atau pacarmu akan mati!
Camilla mengernyitkan dahinya, "Gue? Gue kan nggak punya pacar!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE 🤩
edisicrazyup maap telat wkwk
---Rara Tania
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃