NovelToon NovelToon
SUARA SENJA

SUARA SENJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Karir / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zubi

Bagaimana bila seseorang yang selama ini kamu cinta, pergi begitu saja?
Meninggalkanmu sendiri, tanpa kau mengerti dimana letak kesalahan?
Saat semua telah tersusun indah dalam sebuah harapan, dengan mudahnya dia menghancurkan susunan harapan dan anganmu bersama dirinya?

Setiap manusia pasti pernah berada di posisi tersebut, namun mereka semua memiliki cara yang berbeda untuk melewatinya.

Namun, jika semua itu terjadi pada hidupku... Aku belum tau harus memilih jalan yang seperti apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zubi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 "Barang Haram"

"Pak, ini barang-barang punya abang Awan kok ada di depan rumah pak? Dia ninggalin amplom, ada uangnya satu juta, terus ada suratnya juga pak." seru Mayang.

Pak Yadi mencoba untuk berdiri dan berjalan ke arah mayang.

"ada apa lagi nak? Coba kamu baca suratnya nak." ucap pak Yadi.

"untuk Bapak dan Mayang. Maaf kalau aku berpamitan tanpa bertemu kalian berdua terlebih dahulu. Hari ini aku akan pergi, entah sampai berapa lama aku akan pergi, tapi aku kan segera kembali. Aku nitip barang-barang berhrgaku ini pada kalian. Tolong simpan baik-baik sampai aku kembali kesini. Tapi bila dalam waktu yang lama aku tidak kembali, Mayang atau bapak, bisa buang barang-barang itu hehehehe... Karena itu hanyalah sebuah rongsokan dari rumahku yang kini sudah hancur. Aku juga mau minta maaf karena hnya bisa memberikan uang 1juta rupiah. Semoga itu bisa sedikit membantu keuangan bapa, selama bapa belum bekerja.

Doakan aku cepat pulang, jika aku tidak kunjung pulang, berarti aku telah menghilang. Terimakasih untuk bapa dan Mayang yang sudah menerimaku selama ini." ucap Mayang membacakan isi surat dari Awan.

Setelah mengetahui isi surat tersebut, Mayang dan Ayahnya pun terdiam. Mencoba mencerna isi surat tersebut.

"Kok kaya surat perpisahan orang mau mati?" ucap ayah Mayang.

"Huss, bapa jangan ngomong sembarangan!" ucap Mayang.

'Emang mau kemana sih? Abang di mana sebenarnya?' gumam Mayang dalam hati.

"Coba nanti bapa tanya om Bimo. Siapa tau Awan ada di cafe." ucap pak Yadi.

"Ia pa, ya udah bapa istirahat aja lagi. Ayo, Mayang anter ke kamar. Bapa makan ya, Mayang udah buatin bubur." ucap Mayang kemudian menuntun ayahnya.

"Jangan lupa itu barang-barang punya Awan, kamu taro kamar almarhum abang." ucap pak Yadi sambil menoleh ke barang-barang milik Awan.

...----------------...

Awan berhasil dilarikan kerumah sakit dengan mobi ambulans. Bobbie pun ikut mobil ambulans karena ia pun harus mendapatkan perawatan pada mata kirinya yang terluka.

Bobbie menatap Awan yang tengah terbaring pada brangkar ambulans. Ia tidak menyangka, dirinya dikalahkan dengan anak sma seperti dia. Bila tidak ada Rudiat, pasti dirinya kini sudah mati.

'Cih... Apa kata boss besar, kalo gue kalah sama bocah ingusan kaya dia. Bahkan gue harus kehilangan mata kiri gue. Mungkin nanti kalo dia udah sadar, gue bakal tanya sama dia, apa alasan dia ribut sama Boni sampai punya tekat yang kuat buat ngelawan anak-anak terminal. Gue juga mau tau apa hubungan dia sama pak Rudiat, orang nomer 2 di gangster ibukota.' gumam Bobbie dalam hati.

Sesampainya di sana, Awan dan Bobbie segera dibawa menuju UGD. Melihat luka tusukan Awan yang sangat besar dan terus mengeluarkan darah, Awan pun segera di bawa menuju ruang operasi untuk menutup luka tusukan pisau yang menembus lengannya tersebut. Demikian juga Bobbie, ia juga segera mendapatkan penanganan khusus.

Satu jam kemudian Awan telah keluar dari ruangan operasi tersebut dan dipindahkan keruangan rawat inap. Beruntung stok darah yang sesuai dengan golongan darah Awan tersedia di sini, jadi Awan pun bisa langsung diselamatkan. Walaupun Awan belum sadarkan diri, namun dokter mengatakan bahwa Awan tengah melewati masa kritisnya.

"Ahh... Syukurlah, gue kira dia bakal mati kali ini om," ucap Arka yang menjatuhkan diri di kursi pasien.

"Dulu Ayah mu lebih parah dari itu. Luka tembak yang lebih dari lima peluru bersarang di tubuhnya. Bahkan om kira dia pasti mati. Mana ibu kamu lagi hamil kamu 8 bulan. Tapi tekat hidup ayahmu sangat tinggi, sampe-sampe dia bisa ngelawatin masa kritisnya dan koma selama 1 minggu di rumah sakit. Itu semua untuk melindungi keluarga dan teman-temannya dari serangan gangster luar pulau." jelas Rudiat.

"Emang kalian ini bergerak di bidang apa si om? Sampe sekarang jujur gue ga ngerti." tanya Arka penasaran.

"Ayah mu si Jimmy dan om beserta anak-anak yang lain, ga lebih dari seorang berandalan dulunya. Sampai suatu hari tongkrongan kita di cemari oleh barang haram, om dan Jimmy juga mencoba barang haram tersebut dan kita semua jadi pecandu narkoba tersebut ... Semakin lama semua semakin menyiksa, karena keterbatasan ekonomi, anak-anak tongkrongan pun semakin liar. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang untuk membeli barang haram tersebut ... Persahabatan kami pun makin tidak sehat. Semua saling serang satu sama lain untuk mendapatkan uang ... Bahkan parahnya banyak dari anak-anak yang saling menumpahkan darah." ucap Rudiat.

"Loh, ayah sama om pernah kena narkoba? Bukannya kalian kerja sama pemerintahan daerah jakarta sekarang?" Ucap Arka terkejut.

"Betul ka ... Jadi setalah ada korban over dosis dan pertumpahan darah antara teman sendiri, polisi mulai menangkap kita semua. Kita semua direhabilitasi, saat rehabilitasi itu adalah saat-saat paling menyiksa ka. Rasanya badan sakit semua kaya mau mati dan itu terjadi setiap hari selama 3 bulan. Ayahmu lebih dulu sembuh dan keluar dari rehabilitasi. Kemudian ia mendatangi makam semua sahabat kita yang meninggal akibat barang haram tersebut, ternyata jumlahnya tidak sedikit. Hal itu membuat ayahmu bertekad untuk memberantas semua pengedar barang haram itu di kota ini. Awalnya, ayahmu hanya bergerak sendiri, kemudian satu-persatu dari kami berhasil keluar dari rehabilitasi dan bergabung dengan Jimmy untuk menghabisi para pengedar barang haram itu di kota ini. Atas tindakan yang kami lakukan, kami pun mendapatkan apresiasi dari pemerintah kota sampai saat ini. Kemudian kami mulai merekrut para berandalan disini agar mereka pun bisa melindungi lingkungan mereka dari segala jenis obat-obatan terlarang. Termasuk pada terminal pusat kota, kami mengangkat Bobbie sebagai perwakilan di daerah terminal tersebut." jelas Rudiat.

"Lalu, bagai mana tanggapan kalian tentang perkelahian anta Awan dan Bobbie? Kenapa om Rudiat ga bantu Bobbie?" tanya Arka.

"kita saling bantu untuk masalah pemusnahan obat-obatan terlarang,kalo masalah si Bobbie ya terjadi saat ini adalah masalah pribadi. Om juga dateng buat mastiin kalo ga akan ada korban nyawa. Kalo misalnya Awan mati ditangan Bobbie, dia bakalan kena masalah dan bakalan mencoreng kelompok kita, karena dia melakukan pembunuhan. Kalo tadi Bobbie mati, itu juga bisa jadi masalah buat Awan. Pasti dari pihak gangster ga akan biarin Awan hidup tenang." Jawab Rudiat.

"Entahlah kehidupan kalian, gue ga mau urusan sama orang-orang kaya kalian ... Ini terakhir kalinya gue minta bantuan om Rudiat, males banget." ucap Arka yang tidak peduli dengan kehidupan om dan ayahnya tersebut.

"Loh, nanti yang gantiin ayahmu ya kamu ka." ucap Rudiat sambil tertawa masam.

"Ga minat sama gangster om..." ucap Arka dan pergi meninggalkan omnya sendiri.

Rudiat hanya menggelengkan kepalanya melihat anak dari sepupunya tersebut.

'Jim, padahal anakmu hebat banget waktu di lapangan. Sayang dia ga mau nerusin perjuangan kamu.' gumam Rudiat dalam hati.

Bersambung...

1
Nina
Cian awan
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
wkwkwk kesurupan katanya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tinggalin nala aja wan mending sama mayang. atau sama akuh aja wan gak papa😅
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
baca jd nyesek kasihan awan

tebakanku kalau pak yadi meninggal awan suruh jagain mayang deh
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
boni matih?
Nina
Lagi up nya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tor kira2 awan jadi penyanyi terkenal gak ya nantinya.
Zubi: Tergantung si Awan mau jadi terkenal atau engga.🤣
total 1 replies
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
jadi pengen bilang I love you juga😊 seperti mereka
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
yahhhh kirain yg kasih saputangan awan ternyata niko🤦‍♀️

perasaan nico ngintil mulu deh
Nina
Kesurupan
Nina
Awan mw ngapain cari bobbie
Minakim
Justru itu yang buat adrenalin terpacu, semakin berliku jalannya semakin gigih kita melaju semakin dewasa kita setiap harinya
Nina
next
ㅤㅤ
bener Nala melupakan awan 😌
ㅤㅤ
pantes yg di ambil nala nya aj,,,, ternyata mau d ajak jadi pasangan duet nya nico😪
ㅤㅤ
wkwkw 🤣🤣🤣 kayak udah kenal lama ya 🤭 cepet banget akrab nya ya kalian
ㅤㅤ
wkwkw dasar mayang,,, 🤣🤣🤣 awan di samain sama ayam potong 😂😂😂
ㅤㅤ
hmmm awan cemburu🤭
ㅤㅤ
hmmm sad ya,,, d saat penting Nala, awan gk ada😌
ㅤㅤ
waaah 😱 semoga nala gak melupakan awan 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!