Seorang dokter tampan yang jatuh cinta pada pandangan pertama ke gadis kampung dengan usia yang beda jauh ??
Bagaimana kisah cinta mereka? Ikuti terus cerita ini sampai tamat, oke ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Save Andhara
“ Selamat, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah. “ ucap pak penghulu sambil menyerahkan dua buku kecil itu ke Julio. Sedangkan tampang Andhara masih terlihat belum sepenuhnya konek.
“ Emak ?? “ beonya lagi.
“Eneng Dhara, anak emak satu – satunya, sekarang udah sah jadi istrinya pak dokter Julio. “ jawab emak Komsah pelan sambil mengusap bahu Andhara.
“ Istri ? Dhara sah jadi istri pak dokter ? kapan ? “ beo Andhara lagi.
“ Barusan. Dhara juga barusan tanda tangan buku nikahnya. “ jawab emak kembali.
Bug
Andahara jatuh pingsan. Untung saja, Julio berada di sampingnya. Dengan cekatan, Julio menahan tubuh Andhara supaya tidak terjatuh terantuk meja. Lalu dengan sigap, ia mengangkat tubuh Andhara, istri barunya ala bridal style.
“ Mak, saya bawa Dhara ke kamar, ya. “ Julio meminta ijin ke emak.
“ Oh, iya. Bawa Dhara ke kamar. Ayo, emak tunjukkan kamarnya. “ emak Komsah mempimpin di depan untuk menunjukkan kamar Dhara. Diikuti oleh Julio yang sedang menggendong Andhara, lalu ibu Julio, lalu Lila dan Eka yang mengekor di belakang.
Dengan perlahan, Julio membaringkan Andhara di ranjang tersayangnya setelah ia sampai di kamar Andhara. “ Mak, apa punya alcohol ? “ Tanya Julio.
“ Duh, emak nggak pernah minum minuman haram seperti itu, nak Julio. Jadi emak nggak punya. “ jawab emak Komsah yang membuat Lila dan Eka menepuk jidat mereka bersamaan.
“ Emaakk… Bukan alcohol minuman yang di maksud pak dokter teh. Tapi alcohol asli, buat nyadarin si Dhara. “ ucap Lila.
“ Ihh, sama aja, emak juga kagak punya. “ jawab emak. “ Pakai minyak kayu putih aja gimana, nak Julio ? Kayaknya si Dhara punya kalau minyak kayu putih. “ lanjut emak sambil berjalan menuju meja Andhara.
“ Jangan pakai minyak kayu putih mak. Nanti Dhara malah kepanasan. Kasihan kulitnya. Biar Julio ambil alcohol di mobil aja. “ sahut Julio.
“ Pak dokter, kalau di ijinkan, biar Eka aja yang ambil alkoholnya di mobil. Pak dokter di sini aja. “ ucap Eka, dan Julio mengangguk sambil merogoh kantung celananya untuk mengambil kunci mobilnya.
“ Ada di dalam dashboard depan ya. “ Julio memberitahu kala ia menyerahkan kunci mobilnya ke Eka. Eka mengangguk, lalu ia segera keluar dari dalam kamar.
Sambil menunggu, emak Komsah dan bunda Julio memijat – mijat kaki Andhara. Sedangkan Julio, ia masih berdiri di samping ranjang sambil memperhatikan Andhara lekat dengan hati yang was – was.
Bagaimana ceritanya gadis itu bisa pingsan hanya karena mengetahui jika ia sudah menikahinya? Apa kabarnya jika sampai dirinya meminta malam pertama pernikahannya ? Sekelebat pertanyaan mampir di otak cerdas Julio.
Tak lama, Eka sudah kembali sambil membawa sebotol alcohol di tangannya, dan menyerahkannya ke Julio.
“ Tolong ambilkan kapas. “ pinta Julio. Lila segera berjalan menuju meja Andhara dan mengambil kapas karena dirinya yang paling dekat dengan meja. Julio menerima kapas dari Lila, lalu menuang alcohol dari botol ke kapas, lalu mengoles – oleskannya di depan hidung Andhara.
Tak butuh waktu lama, Andhara mengerang pertanda ia sudah mulai sadarkan diri. “ Mmmmpph…. Sssshhh…. “
“ Neng ? Udah sadar ? “ Tanya si emak kala Andhara mulai membuka matanya. Semua yang ada di dalam kamar itu mengucap syukur kala melihat Andhara sudah sadarkan diri.
“ Emakk?? “ panggil Andhara lirih.
“ Iya neng. “ jawab emak.
“ Bisa minta tolong ambilkan minuman hangat dan manis untuk Dhara ? “ pinta Julio ke Lila dan Eka. Eka langsung mengangguk, dan segera keluar dari dalam kamar.
“ Dhara nggak pa – pa ? “ Tanya si emak dengan nada khawatir.
Dhara menggeleng. Ia lalu berusaha bangun dari tidurnya. Bukan Julio yang membantunya bangkit, tapi si emak. Julio masih takut untuk menyentuh Andhara. Takutnya, Andhara akan kembali pingsan.
“ Mak, masak tadi Dhara mimpi aneh deh. “ ucap Andhara saat ia sudah duduk.
“ Mimpi aya naon, neng ? “ Tanya emak.
“ Tadi Dhara mimpi, emak bilang kalau Dhara teh udah di nikahin sama pak dokter. “ kekehnya. Semua terbengong mendengar penuturan Andhara. Siapa yang mimpi ? Kenyataan itu woy… teriak Lila dalam hati.
“ Ra, minum dulu. “ ucap Eka kala ia sudah kembali ke kamar dengan membawa segelas teh hangat. Dhara langsung menerima gelas itu meminum isinya hingga tuntas tak bersisa. Haus, neng ?
“ Dhara, Dhara teh nggak mimpi. “ ucap emak menjelaskan perlahan.
“ Pak dokter Julio memang sudah resmi jadi suami Dhara sekarang. Pak dokter udah nikahin Dhara beneran. “ lanjutnya. Seketika, mata Andhara membola, lalu matanya melihat sekeliling, dan ketika matanya menemukan sosok yang di maksud si emak, tiba – tiba …. Bug
Andhara kembali jatuh pingsan.
“ Lah, kok pingsan lagi ? “ ucap si emak.
“ Yo, gimana ini istri kamu ? Kok malah pingsan lagi ? “ Tanya sang bunda.
“ Kamu sih, mukanya jangan kayak papan penggilesan baju gitu. Keras, kaku, tebel lagi. Dharanya jadi takut lihat kamu. “ omelnya. Julio hanya bisa menghela nafas kasar mendengar omelan sang bunda. Ia lalu kembali menuang alcohol di kapas, dan mengoleskannya di depan hidung Andhara. Percobaan pertama gagal.
“ Kok nggak terus sadar seperti tadi, nak Julio ? “ tanya si emak.
“ Nggak pa – pa mak. Dhara baik – baik saja. “ ucap Julio. “ Mmm… Maaf, bisa saya minta tolong sama semua ? “ Tanya Julio.
“ Bisa biarkan saya berdua sama Andhara ? “ pintanya dengan nada suara datar. “ Saya akan memberinya pengertian tentang pernikahan kami setelah ia sadar. Semoga saja ia tidak pingsan lagi. “ lanjut Julio.
Bunda Lestari mengangguk, lalu mengajak emak Komsah untuk keluar dari dalam kamar.
“ Biarkan mereka berdua bu. Biar mereka bicara. Dhara sekarang sudah jadi tanggung jawab Julio. Biar dia yang memberi pengertian ke Dhara. “ ucapnya, dan si emak mengangguk. Lalu mereka berdua keluar dari dalam kamar diikuti oleh Lila dan Eka.
“ Gimana si Dhara ?” Tanya Soni mendekat ketika Lila dan Eka keluar dari dalam kamar.
“ Pingsan lagi, euy. “ jawab Lila.
“ Kok bisa ? “ Tanya Soni kembali. Putra sementara hanya menjadi pendengar.
“ Tadi udah sempat sadar. Terus si emak kasih tahu lagi kalau dia sudah resmi jadi istrinya pak dokter. Eh, pingsan lagi dia. “ cerita Eka.
“ Kan, apa gue bilang ? Dhara tuh nggak mau nikah sama pak dokter. Mendingan tadi gue bawa lari aja dia. “ sahut Putra kesal.
“ Emang, kalau loe bawa lari si Dhara, bakalan mengubah kenyataan dia nggak jadi istrinya pak dokter ? “ sarkas Eka.
“ Ck! “ Putra berdecak. “ Awas minggir ! “ ia mendorong lengan Soni dan hendak melewatinya.
“ Mau kemana loe ? “ Tanya Lila.
“ Mau nyelametin Dhara lah. Mau ngapain lagi ? “ sarkas Putra.
“ Emang si Dhara dalam bahaya ? “ Tanya Soni.
“ Dia lagi berduaan sama pak dokter kota itu kan ? Berarti dia dalam bahaya. Dia bisa pingsan lagi. Gue mau bawa dia pergi. Save Andhara, you know ?? “ ucap Putra.
“ Dih, nih anak. “ kesal Eka. “ Put, loe jangan nambahin masalah deh. Nyesel gue udah kasih tahu loe soal pernikahan ini kalau loe kayak gini . “ keluhnya sambil mencekal lengan Putra.
“ Gue tahu loe sayang sama Dhara. Kita semua juga sayang sama dia. Tapi jodoh ada di tangan Allah Put. Dan mungkin Dhara bukan jodoh loe. Loe harus ikhlas. Dan kita doa’in moga aja Dhara selalu di beri kebahagiaan dalam pernikahannya ini. “ lanjut Eka.
Putra menghela nafas panjang sambil mengusap wajahnya kasar, lalu berkacak pinggang. “ Awas aja kalau sampai Dhara nggak bahagia. Jangan salahin gue kalau gue semau gue bawa Dhara pergi. “ gumamnya.
Bersambung
Hari ini, othor kasih double episode ya... biasanya kan kalau hari Minggu Doble nya. Tapi besok othor ada kerjaan, jadi dari pada besok malah nggak bisa doble meningan doble nya di kasih hari ini...
Selamat menikmati ya, semuanya....🙏🙏😘😘
masih aktif kah di NT?
cowok gak ada komitmen & batasan Julio itu
coba kalau dhara yang kayak gt, pasti gak bakal terima
ketawa terus baca nya thor.../Joyful/