Pernikahan tanpa cinta yang terpaksa di jalani Erich dan Julia untuk menyenangkan hati orang tua mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meisye Cristin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Ayah Bunda Part 3
"Jadi ayah sama bunda rencananya mau nginap di sini?" Tanya Erich karena sedari tadi di melupakan soal koper yang dibawah orang tuanya.
"Iya sayang, kamu gak keberatan kan kalau ayah sama bunda nginap di sini beberapa hari ke depan?"
"Bunda ini kan rumah kalian juga jadi terserah dong mau nginap selamanya juga boleh."
"Yakin, kamu gak merasa terganggu sama kehadiran kami?"
"Gak lah, ya udah kalau gitu ayah sama bunda di rumah dulu ya Erich mau ke kantor udah mau siang ntar di omeli Ricat lagi hahahahahaa." Tawa Erich pecah saat mengingat sepupunya.
"Kalau gitu kamu siap-siap aja. Oh yah bunda sama ayah tidurnya dimana?"
"Astaga kok aku bisa lupa yah dari tadi, mampus kalau sampai ayah sama bunda milih kamar yang di pakai Julia bisa di omelin habis-habisan nih." Gumam Erich.
"Rich kok bengong, bunda nanya loh sayang."
"Oh itu ayah sama bunda tidur di kamar atas aja di samping ruang gym kan ada 3 kamar yang kosong."
"Erich ayah sama bunda kan udah tua malas ah naik turun tangga gimana kalau ayah sama bunda tidurnya di kamar bawah aja?"
"Tapi nanti cuma ayah sama bunda doang loh di bawah emang gak takut?" Sebenarnya Erich sengaja mengatakan itu agar supaya ayah dan bundanya mau untuk tidur di kamar bagian atas.
"Gak lah, memangnya kita anak kecil, iya kan yah?"
"Kalau ayah sih terserah mau tidur di mana yang penting tidak mengganggu kalian."
"Bunda maunya tidur di kamar bawah aja, biar gampang mau ambil minum."
"Lah di lantai atas kan ada dispenser juga bun." Erich mencoba meyakinkan sang bunda agar mau tidur di kamar bagian atas.
"Gak ah, ntar bunda gak bisa tidur lagi."
"Loh kenapa?" Tanya Erich bingung, dia takut kalau orang tuanya tidak merasa nyaman.
"Gimana bisa tidur kalau nantinya bunda dengar suara menjerit dari kamar kamu."
"Astaga bunda, Erich kirain apaan ya udah terserah kalian mau tidur di mana yang penting nyaman. Erich mau ke atas dulu siap-siap." Sambil berjalan menaiki tangga.
"Itu anak pasti malu hahahahaaa, ayo ayah kita masukin koper kita ke kamar yang itu." Sambil menunjuk sebuah kamar tepat di samping kamar Julia.
***
Sore hari Julia kembali ke rumah, saat memasuki halaman rumah dia merasa bingung karena tidak biasanya pintu rumah di biarkan terbuka. Dia bergegas masuk ke dalam untuk melihat mungkin ada tamu yang datang, tenyata buk Sofia dan pak Bagas sedang duduk bersama sambil menikmati secangkir kopi begitu Julia melihat mereka senyum tersinggung di bibirnya.
"Ayah, bunda Lia kangen." Berjalan cepat dan memeluk sang bunda.
"Iya sayang bunda juga kangen sama Lia." Balas buk Sofia tak kalah hangat.
"Bunda sama ayah kapan datangnya kok gak kasih tau Lia?"
"Baru datang kok." Jawab pak Bagas sambil mengedipkan mata ke arah buk Sofia tak ingin menantunya merasa sungkan.
"Iya sayang ayah sama bunda baru aja nyampe, kita mau nginap di sini." Tambah sang bunda.
"Wah ramai dong hehehehehe." Sambil memeluk bunda lagi, Julia memang sudah menganggap buk Sofia seperti ibunya sendiri, mungkin karna sedari kecil dia merindukan sosok seorang ibu makanya ketika merasakan kehangatan yang di berikan buk Sofia Julia langsung merasa nyaman.
biar klepek2 tu erich
ijin promosi ya..
karya pertamaku
judulnya
harapan yang tak diimpikan.
yuk mampir
mohon kritik dan sarannya ya..