Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Kebahagiaan
Sementara itu Hugo di Kalimantan masih menjalankan tugasnya. Untung signal di daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia bagus. Jadi setiap malam dia bisa menghubungi kekasihnya. Hugo dan timnya ada di sana karena ada informasi bahwa ada ancaman dari organisasi pemberontak atau mafia yang mengancam penduduk sekitar dan lebih bahaya kampung ini dijadikan jalur aman mereka meloloskan kegiatan perdagangan manusia dan juga obat terlarang.
Ternyata pasien darurat tadi siang harus di operasi dan oleh dokter Joe, Belle diminta ikut dalam proses operasi ini. Operasi dua jam berjalan sampai selesai, pasien laka lantas itu berhasil di tolong. Dan sekarang sudah pindah ke ruangan untuk di rawat.
"Sayang... Masih di rumah sakit??"
"Iya kak, tadi bantu dokter Joe operasi pasien laka lantas."
"Terus???"
"Puji Tuhan tertolong."
"Kenapa mukanya sedih??"
"Ade lelah kak." Hugo tersenyum. Dia memberi kiss online buat kekasihnya itu. Belle tersenyum.
"Kakak malah rindu sekarang dek."
"Di tabung dulu ya rindunya." Hugo tersenyum dan mengangguk.
"Pulangnya naik apa??"
"Aku mau di antar sama dokter Joe kak."
"Mana kakak mau bicara."
"Bagaimana komandan. Tunangannya akan saya antar sampai ke apartemennya dengan selamat."
"Terima kasih dokter. Awas ya main hati dengan tunanganku."
"Saya takut komandan. Takut dipukul dan dihabisi saya. Mana saya berani."
"Komandan tenang, aku dan dokter Joe akan menjaga kekasih komandan."
"Oke Jeff terima kasih ya, sampaikan salamku juga buat dokter Joe, dan kembalikan handphone tunanganku."
"Siap komandan."
Tak terasa sudah dua bulan Belle dan Hugo terpisah. Dan selama dua bulan itu. Belle sangat sabar, menghadapi tingkah cemburu dari Kapten Yeni. Ada saja hal yang dia lakukan sebagai senior, agar Belle di hukum. Namun Belle sangat lincah untuk mengelabui Yeni. Jadi hukuman itu dijalankan bersama - sama. Hari jumat ini, ada olahraga di rumah sakit. Karena pasien sedikit ada sparing voli, buat cari keringat saja.
Yeni lupa, bahwa Belle ini jago bermain voli. Sampai ketika Belle melakukan smes dan kena di muka Kapten Yeni. Belle langsung berlari mau menolong Yeni namun oleh timnya di tahan. Di dalam juga ada tentara sama seperti mereka.
"Ini olah raga dan tidak sengaja juga." Ternyata banyak ners dan tenaga medis lainnya serta administrasi di rumah sakit ini yang tidak disuka dengan Kapten Yeni. Kata mereka ners Yeni, itu suka perintah, yang sebenarnya tugasnya dia. Pemarah dan sombong.
Di seberang honai tunggu ada laki - laki tinggi besar bodinya bagus menggunakan baju seragam olah raga sedang melihat ke arah lapangan voli. Sudah lama sekali dia tidak melihat kekasih kecilnya ini bermain voli. Waktu dia smes, Hugo hanya tersenyum.
"Belle lihat kearah honey di depan kamu." Belle melihat dan berlari. Hugo tersenyum, Belle tidak sadar bahwa Yeni sedang berusaha mau mencelakai dirinya. Hugo yang melihat langsung berlari dan dengan cepat menangkap tubuh kekasihnya.
"I miss you."
"Kak ......"
"Its oke honey. Kamu aman dalam pelukan calon suamimu."
"Terima kasih sayang."
"Oke berdiri tenang sayang. Ada yang mau kakak urus."
Yeni sudah ketakutan. Dia yang mau ke ruang kontrol keamanan di dahului oleh Hugo. Yeni tahu bahwa dia salah. Langsung mengikuti. Hugo sudah melihat CCTV dan jelas sekali bahwa Yeni yang mau menjatuhkan Belle.
"Jika ini wujud balas dendam kamu kepada calon istri saya, akibat smes tadi. Maka kamu sudah salah, itu permainan. Kalau tidak siap dan bermain dengan egois maka setiap sarangan tidak bisa di atasi." Yeni hanya terdiam.
"Saya tahu kamu sakit hati. Tetapi kamu tidak bisa memaksakan aku untuk mencintai kamu. Karena hatiku sudah diisi oleh seorang perempuan bernama Belle Ursula Allo. Saya harap sampai disini kamu paham."
Yang paling senior dari mereka semua di rumah sakit ada di ruang kontrol keamanan itu. Hugo menyerahkan Yeni dengan apa yang dia perbuat kepada rekannya itu. Kemudian Hugo keluar dan menjumpai kekasihnya.
"Sayang kenapa??"
"Dia harus diberi ganjaran atas perbuatannya."
"Kapten Yeni ya, yang mau jatuhkan ade."
"Iya. Kamu kalau dijahati oleh dia di balas dek."
"Dia kan senior kak. Aku itu menghormati dia.
Hugo langsung mengajak kekasihnya makan siang. Sebelum Hugo menjalankan tugasnya di kalimantan, Hugo sudah masukan pengajuan nikah. Dan tadi di kantornya Hugo lettingnya sudah memberitahukan bahwa hari senin jadwal dia dan Belle menghadap untuk nikah dinas. Jadi ini saatnya Belle harus mencari baju persit untuk digunakan.
Akhirnya Belle meminta menukar jam kerja dengan rekan dokter yang lain. Karena pukul sembilan pagi Belle sudah harus ada di markas kopasus untuk nikah dinas. Hari sabtu waktu yang di ambil oleh Belle, waktu weekend digunakan untuk bekerja, padahal Hugo kekasihnya baru saja pulang dari Kalimantan. Dan akhirnya malam minggu mereka berpindah di IGD rumah sakit. Jika Belle sedang menolong pasien, Hugo memilih duduk di pos jaga rumah sakit. Dan selesai makan bersama, Hugo pamit pulang ke asrama.
Jam enam lewat tiga puluh menit pagi di hari senin, Belle dengan seragamnya mengikuti apel pagi. Sesudah itu dia kembali menganti bajunya ke seragam persit di kamar asrama perwira milik Hugo. Setelah selesai mereka berdua langsung menghadap komandannya Hugo.
Pertanyaan seputar kapan mereka bertemu menjadi pembahasan utama. Sedangkan mengenai mental ideologi, tidak terlalu ditanyakan karena mereka sama - sama aparat tentara nasional Indonesia pada kesatuan angkatan darat.
"Dokter Belle, Jika suatu saat Letkol Harrell bertugas lama, bagaimana perasaan mu?"
"Siap, sedih komandan. Tetapi saya harus merelakan pekerjaannya. Berdoa dan berharap dia kembali sehat, seperti saat dia pulang bertugas.
Komandannya Hugo hanya tersenyum. Memang mereka layak bersatu selamanya.
"Aku tunggu undangan kalian ya."
"Siap komandan."
Ada banyak pertanyaan, namun kebayakan pertanyaan adalah seputaran status hubungan mereka. Satu jam lebih sesi wawancara disertai guyonan dari komandan - komandan Hugo. Dalam acara nikah dinas, Belle tidak gugup.
"Selamat bergabung dokter Belle di organisasi istri - istri tentara."
"Sama - sama komandan."
Keluar dari ruangan, Hugo disambut oleh lettingnya. Diantara mereka lulusan tahun itu hanya Harrell Hugo Tandean yang belum menikah. Usianya sekarang sudah dua puluh sembilan tahun mau tiga puluh tahun sedangkan Belle sudah sisa satu bulan lagi usianya dua puluh lima tahun.