Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.
Sahabat Pena...
Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???
Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.
Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Tidak ada sifat anak manja di diri Rose dan Jessica, karena mereka tau jika tidak ada tempat bergantung selain kepada diri mereka sendiri dan satu sama lain.
Tidak seberapa lama Rose datang dengan sudah berganti menjadi pakaian rumahan yang biasa ia kenakan di dalam rumah dan dengan tatapan rambut sembarangan namun tetap rapi karena Rose terlebih dahulu mengikatnya agar tidak menggangu ketika ia memasak nantinya.
"Kita masak apa hari ini Kak??" tanya Rose yang masih ikut membantu Jessica menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.
"Kamu ambil ayam, udang sama ikan ya dari dalam kulkas. Ohhdan juga sayuran buat Kakak bikin sup" sahut Jessica.
Rose dengan segera mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk mereka masak nantinya. Begitupun dengan sayuran yang akan Jessica buat menjadi sayur sop nantinya, meskipun Rose tidak akan ikut memakannya namun dirinya sudah pasti ikut membuatnya.
Kedua Kakak beradik itu sangat kompak dalam hal memasak dan tidak ada sedikitpun kecanggungan yang terjadi diantara keduanya, padahal untuk seukuran Artis dan sudah pasti bergelimpangan harta harusnya membuat mereka menyerahkan pekerjaan ini kepada seorang asisten rumah tangga saja.
Ketika kesibukkan sedang terjadi di dapur, sementara kesibukkan lain pun sedang terjadi di bagian rumah lainnya yaitu ruang keluarga yang juga terdapat televisi disana.
Sekarang tidak hanya ada Sekertaris Ren dan David disana namun juga Alex yang memang sedari awal mereka datang ia memang sudah ada di dalam rumah.
Tentu saja karena ia tidak jadi ikut Jessica dan Rose berbelanja, setelah kepergian mereka Alex kembali lagi kerumah dan menonton televisi sembari menunggu kedatangan para bos nya itu.
"Apa yang kau lakukan pada saat kami pergi tadi??" tanya David.
"Tidak ada Tuan, setelah kalian semua pergi saya kembali lagi kerumah ini dan menunggu saja sambil menonton televisi" jawab Alex benar adanya.
"Lalu apakah ada yang bertanya denganmu tadi??" tanya Sekertaris Ren kemudian.
Alex mengangguk. "Iya, Nona Jessica tadi bertanya ketika melihat saya sudah lebih dulu ada dirumah dan saya hanya menjawab jika saya baru juga tiba setelah selesai mengurus pekerjaan yang sedang saya kerjakan tadi". Alex nampak seperti seorang penjahat yang sedang di interogasi polisi, apalagi tatapan mata David dan Sekertaris Ren tidak seperti biasanya.
"Kenapa tadi kamu sepertinya senang sekali ketika akan pergi bersama mereka?" tanya David menyelidik dengan tatapannya yang masih tidak beralih dari Alex.
Alex terlihat cengengesan, dan menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal itu.
"Saya hanya merasa senang saja Tuan, karena sudah berapa lama saya tidak pernah jalan-jalan bersama wanita dan lagi Nona Jessica dan Nona Rose sangat baik kepada saya hingga membuat saya jadi betah berlama-lama dengan mereka"
David sepertinya tidak suka dengan jawaban dari Alex barusan, Alex seperti sedang membanggakan dirinya karena bisa berdekatan langsung dengan Rose dan Jessica. Ternyata bukan cuma David yang tidak suka, Sekertaris Ren pun memberikan secara terang-terangan sikap tidak sukanya itu.
"Kenapa kau tidak menolak saja ketika mereka mengajak dirimu David kembali memperlihatkan ketidaksukaannya.
"Apa-apaan mereka berdua ini tidak seperti biasanya. Disini aku terlihat seperti seorang laki-laki yang hendak mengambil pasangan mereka saja. Lihatlah itu tatapan Sekertaris Ren sangat mematikan"
Alex kembali menelan ludah dengan kasar melihat kengerian di wajah kedua laki-laki yang sedang bersamanya itu.
Meskipun Alex seorang ketua Geng terkenal yaitu The King, tetapi jika berhadapan dengan kedua orang ini pastilah membuat dirinya takut. Karena Alex sadar betul siapa yang awal mula membentuk sebuah Geng besar yang mengerikan itu.
Ialah David yang secara awal membentuknya kemudian di bantu oleh Sekertaris Ren dan sekarang Geng itu mereka suruh Alex untuk mengurusnya, jika ada perlu barulah David dan Sekertaris Ren menghubungi mereka.
"Bukankah kalian menugaskan saya untuk menjaga Nona Jessica dan Nona Rose, jadi memang sudah selayaknya saya menemani mereka untuk bepergian" jawab Alex dengan bangganya karena ia tau hal itu akan membungkam kedua laki-laki itu.
Dan benar saja David dan Sekertaris Ren langsung terdiam, mereka seperti masuk kedalam jebakan mereka sendiri karena merasa bodoh akan pertanyaan yang sedari tadi mereka ajukan untuk Alex.
Benar kata Alex itu memang sudah menjadi tugasnya dan tidak ada yang salah dalam tugasnya tersebut lalu kenapa David dan Sekertaris Ren malah seperti menyalahkan dirinya.
David dan Sekertaris Ren saling pandang setelah mendengar jawaban dari Alex hingga mereka semua menjadi terdiam tanpa ada yang berbicara lagi.
"Akhirnya aku terlepas dari jeratan pertanyaan tidak bermutu mereka berdua para bos ku yang aneh" Alex sangat bahagia sekarang dan sedang menahan dengan sekuat tenaga tertawanya agar tidak kena marah oleh David dan Sekertaris Ren yang pasti saja akan mengira jika Alex menertawakan mereka berdua meskipun kenyataannya memang seperti itu.
Ketika keheningan dan kesenyapan sedang mengambil alih ruangan keluarga di rumah tersebut, sebuah suara terdengar hingga membuat ketiga lelaki yang sedang diam tersebut menjadi saling menoleh dan melemparkan pandangannya.
"Siapa yang bertamu kerumah ini, tidak mungkin para tetangga tau jika seorang Artis besar yang tinggal disini" David merasa aneh.
"Apakah salah satu teman dari mereka berdua yang sedang membunyikan bel tersebut dan ingin bertamu" Sekertaris Ren pun ikut menduga-duga.
"Siapa ya?? selama aku tinggal disini tidak pernah ada satu orangpun yang bertamu kerumah ini" Alex juga merasa ada yang tidak beres.
Ketiganya kemudian saling pandang dan merasa jika mereka bertiga memliki pemikiran yang sama.
"Siapa??" teriak sebuah suara dari dapur.
"Kami saja yang membukakan pintunya, kalian lanjutkan saja acara memasaknya" sahut David.
"Baiklah".
Ketiga laki-laki itupun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju arah pintu masuk rumah tersebut.
Alex berjalan lebih dulu memegang ganggang pintu tersebut dan menariknya.
Terbuka, namun tidak ada siapa-siapa disana yang semakin membuat ketiga laki-laki itu merasa ada sesuatu yang aneh dan janggal.
"Ada sebuah kotak" ucap Alex dan memungut kotak tersebut dari lantai depan pintu.
"Cepat buka" perintah David.
Alex pun membuka kotak tersebut dan betapa terkejutnya mereka bertiga melihat isi didalamnya. Sesuatu yang membuat mereka meradang, kurang ajar sekali yang mengirimkan ini kerumah Rose dan Jessi, ingin rasanya David melenyapkan pelakunya sekarang juga.
...****************...
Dukung terus karya author.
Like semua episode, jangan lupa komentarnya dibanyakin.
Vote dan Gift ya. Pokoknya selalu dukung karya ini biar bisa menghibur kalian terus man teman.
Jangan lupa doain mereka biar cepet jadian wkwk, eh jadian apa jangan nih 🤔🤔🤔
tp itu siapa yg kirim surat nya?