aku shandra umur ku 18 tahun. aku baru saja lulus dari bangku sekolah ku sebulan yang lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dela arria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.berita duka
saat pukul 6 pagi pada hari sabtu, kevin mendapat telfon dari bunda nya.
drtttt drttt drtttt
📱assalamu'alaikum bunda!! (kevin)
📱nak apa kalian bisa pulang hari ini? (salma panik)
📱ada apa bun? kenapa bunda seperti panik begitu dan bunda, bunda nangis? (tanya kevin juga cemas)
shandra dan rans yang sedang sarapan, jadi memberhentikan makan nya karna melihat kevin seperti cemas.
"ka evin ada apa?!!" tanya shandra.
"bang kevin, apa yang terjadi dengan bibi?" tanya rans.
"sutt diam diam sebentar!" ucap kevin.
📱halo bunda!! kenapa bunda diam? ada apa bun? kenapa bunda menangis? (kevin benar benar panik).
📱ayah mu nak ayah mu, hiks hiks hiks (salma menangis)
📱bunda tenang dulu bunda tenang, ada apa sama bunda? (tanya kevin)
ponsel shandra berbunyi, shandra langsung mengangkat nya tanpa melihat siapayang menelfon nya.
📱halo (lirih shandra)
📱bisa berhenti kah kau bersenang senang dengan laki laki itu? ayah mu sedang berada di rumah sakit dan kau malah bersenang senang dengan laki laki itu? menjijikkan. (farel)
📱apa?!!!!!!! ayahh? ga gamungkin kamu bohong kan. (teriak shandra histeris)
📱baca whatsapp dari ku, aku mengirimkan foto.
shandra cepat membuka whatsapp dan melihat ayah nya berada di dalam ruangan UGD.
"ayah! hiks hiks hiks" shandra menangis, rans dan kevin bingung.
rans cepat mengambil ponsel shandra dan melihat apa yang terjadi, "paman!!!!" teriak rans.
"bang kevin cepat kita pulang sekarang! paman masuk rumah sakit!" ucap rans panik.
"ayah ku! ayo cepattt!!!!" ucap kevin.
kevin shandra dan rans berlari menuju kamar nya masing masing mengkemas kemas baju nya.
setelah semua nya terbawa dalam koper, shandra dan rans menunggu kevin di halaman rumah kevin karna kevin sedang kerumah teman nya yang berada di samping rumah nya untuk menghantar kan ke bandara.
•••••••••••••••
mereka bertiga sampai di Indonesia pukul 9 pagi di bandara soekarno-hatta, mereka di jemput pak tarjo, pak tarjo langsung membawa mereka menuju rumah sakit.
beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah sakit bogor, di sana sudah ada salma tengah menangis sambil memeluk nita, gio dan Farel jg berada di sana, shandra berlari duluan. "bunda!!!" teriak shandra.
salam menoleh dan langsung berdiri, lalu memeluk shandra. "bunda, ayah dimana? ayah baik baik aja kan?!" tanya shandra panik.
"ayah mu sedang di tangani dokter nak, ia kritis sekarang" ucap nita karna salma terus menangis di pelukan shandra.
"memang apa yang trjadi dengan ayah!!! bunda ayah knapa!!" teriak kevin.
"ayah mu terkena serangan jantung nak, dan tadi dia sempat tidak sadarkan diri di tempat kerja nya" timpal gio menepuk bahu kevin mencoba menguatkan.
rans belum datang karna ia pulang bersama pak tarjo di suruh oleh kevin untuk menjaga rumah, dan menelfon kedua org tua nya.
Farel melihati shandra yang tengah menangis terus menerus, tiba tiba dokter keluar.
"dok gimana keadaan ayah saya dok?!!" tanya kevin panik.
dokter menghela nafas dan menunduk, "dok apa yang terjadi sama ayah saya!! ayah saya baik baik aja kan!!!" ucap kevin mengguncang bahu dokter, Farel menarik kevin. "sabar dulu vin" ucap Farel.
"diam lo!" ucap kevin.
"maaf, pak farhan tak bisa kami selamat kan!" ucap dokter.
"apa!!! pasti dokter bercanda, dok jangan mengada ada, ayah saya masih hidup kan?" ucap kevin menangis
"ayah!!!!!!!!!!!!!!!" shandra teriak dan menangis, lalu masuk ke dalam ruangan. Shandra membuka penutup selimut nya dan melihat wajah ayah nya sangat pucat, shandra memeluk nya, "ayah!!!!!! ayah bangun ayah bangun!! hiks hiks hiks! ayahhh!!" tangis shandra.
"ayah jangan tinggalin shandra, ayah harus bangun ayah!!! ayah belum melihat shandra sukses menjadi sarjana kan? ayahhh?!!! ayo bangun ayahh!!!!?" shandra menangis dan berteriak.
salma hanya menangis melihat dari depan pintu, kevin dan Farel masuk bersamaan.
"ayah!!!!!!!!" ucap kevin memeluk sang ayah.
"ayah bangun yah, ayah bentar lagi shandra mah menikah masa ayah ga mau liat putri kecil ayah, ayo yah bangun yah!" ucap kevin menangis sambil mengguncang bahu sang ayah.
"ayah!!! bangun yahh!" ucap shandra berdiri dan tiba tiba shandra terjatuh namun Farel cepat menangkap nya, shandra pingsan Farel langsung menggendong nya membawa nya ke UGD.
shandra di infus, selama 1 jam shandra pingsan shandra pun membuka matanya. dan melihat hanya ada Farel.
"ayah!!!" ucap shandra, shandra mencabut jarum infus an nya lalu berlari.
Farel mengejar nya, "shandra tunggu!" ucap Farel
"dimana ayah?" tanya shandra.
"ayah sudah di bawa ke rumah, untuk di makamkan" ucap Farel menunduk.
"apa?!! kenapa kau tak membangunkan ku bodoh!! hiks hiks ayah!!! aku belum ikut memandikan jenazah ayah ku, kenapa sekarang hanya tinggal di makam kan, kau jahat! bawa aku bertemu ayah ku cepat!!" ucap shandra menangis sejadi jadi nya
Farel membawa shandra pulang, di rumah sudah ramai orang, bahkan orang tua rans pun datang.
"ayah!!!!" shandra memeluk sang ayah yang tengah di bacakan surat yasin.
"ayah bangun ayah!! bangun hiks hiks jangan tinggalin shandra yah, ayah shandra minta maaf. seharusnya shandra ga ikut ke Singapore pasti ayah baik baik aja kan, ayah bangun!!!!" tangis shandra pecah sejadi jadi nya
kevin hanya melamun namun air mata terus mengalir, salma membaca yasin dan di peluk oleh nita, salma coba menguatkan diri nya di depan anak anak nya.
Farel menarik shandra dan memeluk nya. "shan sudah, ikhlaskan ayah mu, doa kan yang terbaik untuk nya ayah sudah tenang di sana!" ucap Farel.
"ayah rel ayah!! hiks hiks hiks, aku ingin ayahhh!! bangunkan ayah!!!" pinta shandra menangis dalam pelukan farel.
Farel menatap tajam rans yang sedang membaca yasin sambil menangis, "itu laki laki yang bersama shandra!" gumam Farel.
••••••••••••••••••
semua nya sudah selesai, ayah shandra sudah di makam kan, shandra salma kevin rans dan yang lain nya sudah di rumah usai memakam kan ayah nya.
"ayah!!!! hiks hiks hiks!" ucap shandra
"nak sudah sayang ikhlaskan ayah mu, ayah mu sudah tidak sakit lagi!" ucap salma menguatkan sang putri nya.
"kenapa bunda tidak memberi tahu bahwa ayah mempunyai sakit jantung hah? kenapa bunda dan ayah menyembunyikan nya dari shandra dan ka evin, kenapa bun kenapa!!!"teriak shandra.
salma hanya memeluk shandra dan ikut menangis, "maafin ayah dan bunda ya nak!" ucap salma.
kevin tetap melamun dengan wajah yang memerah karna menangis.
"Farel tolong bawa adik ku ke kamar nya!" perintah kevin.
Farel berdiri dari duduk nya dan membawa shandra ke kamar nya, "hiks hiks hiks hiks hiks ayah!!!" tangis shandra di kamar.
Farel memeluk shandra, "tenangkan diri mu! apa kamu tidak kasian dengan ayah mu? beliau sudah tenang di alam sana seharusnya kamu mendoakan yang terbaik buat nya, bukan malah menangisinya yang ada ayah mu bersedih di sana melihat mu seperti ini!" ucap Farel.
"kenapa bunda sama ayah nyembunyiin dari aku rel? hiks hiks hiks, aku ga kuat rel" ucap shandra.
"kamu masih ada bunda! masih ada ka evin, masih ada aku masih ada mamah dan papah masih banyak yang sayang sama kamu!" ucap Farel.
"rel" tiba tiba shandra melepaskan pelukan nya dan menatap Farel.
"iya" ucap Farel
"batalkan perjodohan nya!" ucap shandra tiba tiba.
"apa? kenapa?" tanya Farel.
"aku tidak mau menikah jika tidak ada ayah!" ucap shandra
"shandra!" ucap Farel.
"sut, sekarang kamu keluar, aku mau telfon ayah. suruh ayah pulang" ucap shandra tersenyum.
"astaghfirullah shandra," Farel memeluk shandra .
"tenangkan diri kamu shan, jangn seperti ini!" ucap Farel.
"ayah kan cuma ke kantor nya rel, yakan?" ucap shandra.
"shandra istighfar shan istighfar, astaghfirullahalazim astaghfirullahalazim!" ucap Farel membisikkan istighfar di kuping shandra.
shandra menangis sejadi jadi nya. "ayah rel!!!! hiks hiks hiks aku belum siap di tinggal ayah begitu aja!" ucap shandra menangis.
Farel mengelus elus bahu dan punggung shandra.
___________________
buat dia nge jauhin farel