• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar
Happy reading semua🤗
Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.
Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?
Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?
.
.
.
.
.
gas baca kuyyy!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan di balik nakal seseorang
"Gimana sama perencanaan pengumuman pernikahan kalian sekaligus anniversary kalian?" Tanya Doni.
Seperti biasanya, setelah melakukan makan malam bersama, mereka akan berkumpul diruang keluarga sekedar untuk mengobrol.
"Kita berdua sih kurang tahu yah, karena itu yang ngurus papa" Jawab Aldi. Doni pun mengangguk.
"Papa kok tahu kalau kita akan mengadakan resepsi sekaligus merayakan anniversary?" Tanya Lolita.
"Ya jelas papa kamu tahu lah, kan sebelum ayah Putra ngomong sama kalian, kita para orang tua berunding terlebih dahulu" saut Nita. Lolita dan Aldi pun mengangguk tanda mengerti.
Lolita kemudian melirik kearah Satya yang duduk di single sofa sambil memangku Aksa dan mengajaknya mengobrol.
"Udah cocok Lo bang jadi papa, buruan nikah gih" Seru Lolita. Satya yang mendengar itu pun mengalihkan atensinya kearah Lolita.
"Gue mah mau menikmati masa masa manis gue dulu sama Nara, puas baru buat debay" Jawab Satya dengan nada angkuhnya.
"Sombong" cibir Lolita.
***
"Disa udah stop stop, lo udah minum terlalu banyak" Ujar Stella sambil merebut botol yang berisi cairan bening yang akan dituangkan gadis itu kedalam cawan.
"Udah lah, gue baru juga minum sedikit" Ucap Disa sambil merebut botol itu kembali dari tangan Stella.
"Dikit nenek moyang lo, lo udah mabuk ke gini lo bilang sedikit?" Tanya Devi.
"Hmm" gumam Disa, gadis itu kemudian meneguk kembali wine yang sudah dituang ke dalam cawan.
Tiba tiba Disa berdiri. "Lo mau kemana Dis?" tanya Stella. "Mau ke toilet" Jawab Disa.
"Mau kita berdua anter nggak?" Tanya Devi. "Ngga perlu, gue bisa sendiri" Tolak Disa, gadis itu kemudian berjalan dengan sempoyongan menuju ke toilet.
***
Disa rasanya sangat pusing, ia benar benar mabuk berat, rasanya dia sudah kesulitan untuk mengontrol langkah kakinya, hingga akhirnya
Bruk...
Disa menabrak dada bidang seseorang. Laki laki yang di tabrak oleh Disa itu pun menundukkan kepalanya untuk melihat siapa gadis yang menabraknya.
"Hallo mbak" Sapa laki laki itu. Disa kemudian mendongakan wajahnya. Hingga akhirnya mata Disa dan sosok yang ia tabrak itu pun saling bertemu dalam saru garis lurus.
Disa yang sudah terlanjur mabuk dengan penglihatan samar samar itu kemudian terseyem ketika melihat wajah laki laki yang ia tabrak.
"Aldi" Ucap Disa sambil tersenyum. "Aldi, gue ngga nyangkanya kalau lo datang kesini buat jemput gue" Racau Disa.
Laki laki yang disebut Aldi itu pun mengeryitkan dahinya bingung. "Maaf, mbak sepertinya mabuk berat" Ujar laki laki itu.
"Iya, gue menang sedang mabuk, dan gue mabuk seperti ini karena lo, Gue pusing dan frustasi gimana cara dapatin Lo agar gue bisa membatalkan perjodohan yang sudah direncakan papa gue" Seru Disa.
Laki laki itu hendak menyahuti, tapi karena gadis itu kembali membuka suara diiringi dengan air mata yang lolos dari pelupuk matanya itu membuat laki laki itu mengurungkan niatnya. Ia memutuskan untuk mencoba mendengarkan semua keluh kesah gadis yang kini sedang berada di pelukannya.
"Aldi lo tahu, gue sangat mencintai lo. Tapi kenapa lo ngga pernah melirik gue sama sekali, kenapa Lo malah menjalin hubungan dengan perempuan lain" Racau Disa sambil menatap dalam kearah mata laki laki yang kini sudah ia lepas pelukannya.
"Lo tahu, gue berharap buat dapetin lo agar gue bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tapi lo malah menjalin hubungan dengan mahasiswi baru di kampus kita"
"Kenapa lo jauhin gue? Apa karena lo berfikir kalah gue itu gadis yang jahat karena suka membully anak anak di kampus?"
"Gue itu sebenarnya tidak jahat, gue hanya merasa kesepian, dan gue juga merasa sedih"
"Tidak ada orang yang perduli dengan gue, tidak ada yang mengerti perasaan gue. Semua orang benci dengan gue termasuk Lo"
Laki laki itu tetap diam, ia memperhatikan gadis yang ada di depannya itu, ia merasa iba. Namun tak ada yang bisa ia lakukan kecuali diam dan mendengarkan isi hati dari gadis yang ada didepannya.
"Gue tidak pernah minta dilahirkan di dunia ini kalau hanya dicap sebagai seorang pembunuh. Kakak gue, dia membenci gue, karena mereka berfikir kalau gue adalah seorang pembunuh, Papa gue, papa gue selalu pergi keluar kota dan juga keluar negri, gue ditinggal sendirian sedangakan kakak gue diperbolehkan untuk ikut"
"Dan saat papa gue pulang, dia malah menjodohkan gue dengan orang yang sama sekali belum pernah gue temui"
"Setiap kumpul bersama gue selalu di campakkan, setiap gue tanya apa salah gue kenapa mereka membenci gue, mereka selalu menjawab kalau gue adalah seorang pembunuh. Gara gara melahirkan gue mama meninggalkan kita semua dan mereka tidak mendapatkan kasih sayang dari mama"
"Mereka semua seakan merasa menderita, padahal disini yang paling menderita adalah gue, gue sama sekali tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kasih sayang dari seorang ibu, disiapkan sarapan, di bangunkan. Dan mereka? Mereka semua sudah merasakan itu"
"Itu adalah alasan gue kenapa gue jadi anak yang pembangkang dan suka membully orang orang di kampus"
"Jadi apa salah jika gue menginginkan lo, apa salah jika gue menginginkan bahagia bersama dengan orang yang gue cintai?"
"Jawab Aldi jawab!" paksa Disa sambil menggoyang goyangkan tubuh laki laki yang ada di hadapannya itu.
"Lo tahu, saat gue tahu ternyata lo udah punya kekasih, dan Lo menunjukkan kemesraan lo di hadapan gue, hati gue hancur, hati gue sakit. Asala lo tahu itu Aldi"
"Dan gue ngga akan membiarkan lo bahagia sama dia, gue bakal rebut lo dari dia. Gue bakal buat lo bahagia di samping gue, bukan di samping Loli...." bruk, belum selesai Disa mengucapkan Kalimatnya, tubuh gadis itu malah tiba tiba ambruk menabrak dada bidang laki laki itu.
Laki laki itu pun mengeryitkan dahinya bingung dengan nama Loli... yang belum selesai Disa ucapkan.
"Loli...?" Gumam laki laki itu, namun laki laki itu segera menepis pikirannya.
"Eh mbak" Ucap laki laki itu sambil menepuk pelan pipi Disa. Namun tidak ada pergerakan sama sekali dari Disa.
"Astaga dia pingsang, gimana nih" Gumam laki laki itu. Laki laki itu melirik kearah sekitar. Namun tempat yang sekarang sedang ia pijaki itu sepi.
"Apa gue tinggal disini aja ya. Hmm tapi kasihan juga, hidupnya sepertinya menderita banget. Semua yang diucapkan merupakan kejujuran, dan juga penuh dengan luka" Monolog laki laki itu.
Ya, Disa memang jujur, tidak ada kebohongan sama sekali dari Kalimat panjang lebar yang diucapkan Disa barusan. Bukankan orang yang berada dalam pengaruh alkohol itu selalu berkata jujur?.
"Udahlah, gue bawa dia aja ke apartemen" Putus laki laki itu akhirnya. Ia kemudian menggedong tubuh Disa ala bridal dan membawanya keluar dari club malam yang sedang ia pijaki sekarang.
***
"Pak, tolong bantu saya untuk bukakan pintu mobil saya!" Pinta laki laki itu kepada penjaga club.
Salah satu penjaga club itupun mengikuti laki laki yang membawa tubuh Disa.
Hingga kini langkah mereka berdua berhenti di sebelah mobil.
"Pak tolong bantu saya mengambil kunci mobil saya!" Pinta laki laki itu sambil melirik saku celananya sebelah kiri.
Penjaga itu pun menurut dan membantu mengambilkan kunci mobil laki laki itu.
"Ini mas" ucap penjaga itu sambil menyerahkan kunci mobil kepada laki laki yang masih menggedong tubuh Disa.
Setelah menerima dan membuka kunci mobilnya, laki laki itu kemudian mendudukkan Disa di kursi samping kemudi, tak lupa laki laki itu memasangkan seltbelt nya kemudian menutup kembali pintu mobilnya.
"Terimakasih pak" Ucap laki laki itu. "Iya sama sama mas" Jawab penjagaan itu kemudian pergi dari parkiran mobil.
Laki laki itu pun masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan mobilnya itu meninggal area club.
***
"Dev, Disa kok ketoilet lama sekali ya" Ujar Stella sambil melirik kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan gadis itu.
"Iya, sudah hampir setengah jam kok nggak balik balik ya" Saut Devi yang juga ikut merasa cemas.
"Kita susul aja yuk, takutnya gadis itu kenapa napa lagi" Ajak Stella, dan Devi pun mengiyakan.
Mereka mengambil ponselnya masing masing-masing yang ada diatas meja, kemudian menyimpannya kedalam tas slempangnya yang dikenakannya. Tak lupa pula membawa tas dan juga ponsel milik Disa.
Kedua gadis yang berstatus sahabat Disa itu pun beranjak dari duduknya Kemudian berjalan kearah toilet.
***
Sesampainya di toilet, Stella dan Devi pun masuk kedalam toilet tersebut. Mereka mengecek setiap bilik yang ada disitu, namun semuanya kosong. Mereka tidak menemukan adanya Disa disitu.
"Kok ngga ada ya" Ucap Devi semakin cemas setelah mereka keluar.
"Apa jangan jangan Disa sudah pulang terlebih dahulu lagi" Pikir Stella.
"Mungkin kali ya Disa pulang naik taxi" Saut Devi.
"Mungkin saja, ya udah yuk kita pulang aja" Ajak Stella. Devi pun mengiyakan.
***
Disa kini sudah berada disebuah kamar yang berwarna dominan putih.
Gadis itu sudah berbaring dengan nyaman diatas tempat tidur.
Laki laki yang membawa membawa Disa itu sejenak menatap lekat wajah Disa yang tertidur pulas.
"Selalu ada alasan dibalik kenakalan seorang anak" Gumam laki laki itu. Laki laki itu kemudian memutuskan untuk keluar dari kamar yang sekarang ditempati oleh Disa.
Dengan kasar laki laki itu manjatuhkan dirinya diatas tempat tidurnya.
Tiba tiba ia teringat akan temannya yang masih tertinggal di club.
Laki laki itu pun refleks mendudukkan dirinya, Ia mengambil ponsel dari sakunya.
Di telfonnya nomor temannya itu.
"Hallo" Ucap laki laki itu ketikan panggilan sudah tersambung.
"Kampret, lo kemana aja sih, gue sampai ngakar nungguin lo disini" Jawab Laki laki yang ada di sebrang telfon itu.
"Iya sorry, gue tadi buru buru, jadi gue pulang terlebih dahulu" Jelas laki laki itu.
"Lah terus lo ninggalin gue sendiri disini?" Tanya laki laki yang ada di sebrang telfon.
"Iya maaf, lo balik pakai taxi aja, dan jangan lupa bayar tagihan tadi" Ucap laki laki itu kemudian memutuskan panggilannya dengan sepihak.
"S***" Umpat teman laki laki yang menolong Disa tadi.
.
.
.
.
.
.
Tandai typo guys, nanti langsung direvisi kalau udah cek komentar.
Jangan lupa jejak❤️
Tebak lah siapa cowoknya ehehehe....
Aku ngadep hp nganti ntok 1500+ kata iki ra sejam rong jam loh cah, iseh wae dikomen sitik. bangeti si cah cah....
ahahahaha Jawanya keluar😂😂
Ini sudah direvisi, kalau masih ada typo maaf.