Setelah menikah dengan Boy dan tinggal di rumah mewah itu, Pricella yang merupakan adik ipar dari Brian, juga harus memuaskan nafsu kakak iparnya yang memiliki kelainan seksual tanpa sepengetahuan suaminya Boy.
Pricella yang awalnya terpaksa, kini menikmati permainan ranjang sang kakak ipar.
Lalu bagaimana dengan Boy? Apakah skandal antara istri dan kakaknya akan terbongkar?
Yuk ikutin kisahnya dan jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya😀😀
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Danau Buatan
Melihat Brian yang kesusahan, wanita itu kemudian mengambil Bintang, lalu menggendongnya dan melanjutkan pemberian susu untuk Bintang.
Seketika Bintang langsung diam dan meminum susunya hingga habis.
***
"Kenalkan namaku Brian. Nama kamu siapa?" tanya Brian setelah memperkenalkan dirinya.
"Namaku Angel. Oh ya, siapa nama bayi lucu ini?" tanya wanita yang ternyata bernama Angel ini.
"Namanya Bintang. Bintang Dinata. Hmmmm, Angel, terima kasih karena telah membantuku," ucap Brian merasa sangat terbantu karena kehadiran Angel.
"Sama-sama. Ya sudah, ini Bintang nya mas. Aku mau pamit jualan lagi," jawab Angel memberikan Bintang kepada Brian.
"Oh ya, terima kasih. Kamu jualan di sekitaran sini kah?" tanya Brian kepada wanita cantik berhijab itu.
"Iya, aku jualan di sekitaran sini. Hmmmm saran saya, jika mas kesusahan untuk mengurus Bintang sendirian, mending masnya pakai jasa baby sitter saja," jawab Angel memberikan usulan kepada Brian.
"Kamu benar juga. Tapi aku suka tak percaya sama baby sitter sekarang. Bagaimana kalau kamu saja yang menjadi baby sitter Bintang," ucap Brian menawarkannya kepada Angel.
"Hmmmm bagaimana ya mas. Saya mau, tapi bagaimana dengan jualan saya?" tanya Angel tampak ragu.
"Gampang, kami tidak usah jualan lagi. Kami nanti akan saya gaji perbulannya," jawab Brian menaik turunkan alisnya.
"Saya mau, tapi bolehkah saya meminta satu permintaan?" tanya Angel nampak ragu-ragu.
"Permintaan apa?" jawab Brian penasaran.
"Begini, saya sudah berjanji ke seorang anak di panti asuhan untuk merayakan ulang tahunnya. Jika mas nya gak keberatan, bisakah saya menggunakan uang mas dulu untuk menepati janji saya tersebut? Saya janji akan membayarnya dengan gaji saya selanjutnya," ucap Angel berbicara sembari menundukkan kepalanya.
"Bisa, tidak masalah. Berapa yang kamu butuhkan?" tanya Brian tak keberatan.
"Lumayan banyak mas, kira-kira satu jutaan," jawab Angel."
"Baiklah. Tapi kamu mau kan menjadi baby sitter anak saya," tanya Brian.
Entah kenapa Brian ingin sekali menjadikan Angel sebagai pengasuh untuk Bintang.
.
.
"Selin, ayo buruan, nanti telat," ucap Niko yang akan melakukan fitting baju pengantin bersama Selin.
"Iya, ini sudah selesai," teriak Selin dari dalam kamarnya.
Tak lama kemudian, Selin pun keluar dari kamarnya. Ia tampil cantik menggunakan gaun berwarna kuning polos.
Mata Niko tak henti-hentinya berkedip saat melihat wajah keibuan Selin.
"Ayo kak, katanya buru-buru," ucap Selin mengangetkan Niko.
"Oh iya.. Ayo," jawab Niko gelagapan.
"Bu, titip Cahaya ya. Aku sama kak Niko mau pergi dulu sebentar," ucap Selin kepada calon mertuanya itu.
"Baik, pergilah. Hati-hati di jalan," jawab Ibu Mita tersenyum.
Saat di perjalanan ke butik, Selin meminta berhenti di sebuah danau buatan yang dulu ia sering kunjungi bersama Boy sewaktu masih bersama.
"Hmmmm, kak kita berhenti di danau buatan depan itu dulu ya. Aku kangen sekali makan nasi goreng yang ada di sana," ucap Selin menunjuk danau buatan yang ada di depannya itu.
"Hmmm sepertinya kalau sekarang gak bisa deh. Gimana kalau nanti, saat kita pulang dari butik," ucap Niko mengusap belakang kepala Selin.
"Baiklah. Tapi janjikan?" tanya Selin memberikan jari kelingkingnya.
"Iya aku janji," jawab Niko menautkan jarinya dengan Selin.
Satu jam kemudian, Niko dan juga Selin akhirnya tiba di butik langganan keluarga Niko. Karena telah membuat janji sebelumnya, Selin dan Niko tak perlu menunggu lama lagi dan langsung mencari serta memilih baju yang mana kira-kira yang akan mereka kenakan untuk acara pernikahannya nanti.
"Bagaimana sayang? Apa ada yang kamu sukai?" tanya Niko meminta pendapat calon istrinya.
"Hmmmmm sepertinya yang ini bagus deh kak. Bagaimana kalau yang ini saja? Gaunnya tidak terbuka dan juga tidak tertutup," jawab Selin menunjuk satu baju pernikahan berwarna putih.
"Boleh, dan ini pakaian untukku, pas kan?" tanya Niko lalu menunjuk jas putih yang ada tepat di sebelah gaun yang dipilih Selin.
"Boleh. Bagus sekali. Ini benar-benar cocok. Berarti deal ya kak, kita pilih yang ini saja," jawab Selin sepakat.
"Baik. Sebentar, aku panggil stafnya dulu," ucap Niko lalu memanggil karyawan butiknya.
Setelah semuanya selesai, seperti janji Niko, mereka langsung mampir ke taman danau buatan tempat Selin sering kunjungi dulu. Dia ingin sekali memakan nasi goreng pinggir jalan yang selalu nangkring di danau tersebut dari pagi hingga malam tiba.
"Akhirnya nyampe juga. Ayo kak, kita makan nasi goreng yang ada disitu," ucap Selin menunjuk penjual nasi goreng langganannya.
"Oke, ayo," balas Niko tak kalah senangnya.
Setelah memesan nasi gorengnya sebanyak dua porsi, Selin dan Niko pun langsung menyantapnya di pinggiran danau tak jauh dari penjual tersebut berdiri.
Tak jauh dari Selin dan Niko duduk, tepatnya di tempat penjual tersebut, Boy juga sedang memesan nasi goreng untuk santap siangnya.
"Hmmmm mas, tumben kok sendiri? Pacarnya mana?" tanya penjual nasi goreng yang memang cukup dekat dengan Boy.
"Udah gak ada. Dia udah kabur ninggalin saya," jawab Boy lemes.
"Kabur? Kenapa? Masnya ketahuan selingkuh ya? Masak udah lama pacaran, ceweknya bisa kabur? Kayaknya gak mungkin deh mas, orang sepertinya saya lihat ceweknya baik dan setia kok," jawab penjual tersebut membuat Boy merasa tersindir.
"Dasar nih mulut si tukang nasi goreng, main nyeplos aja. Tapi memang benar sih, dia kabur dan menceraikan saya karena saya ketahuan selingkuh," ucap Boy mengakui kesalahannya.
"Saya sudah duga. Pasti mas nya nyesel banget kan sekarang?" tanya tukang nasi goreng tersebut.
"Huhhh, bukan nyesel lagi. Apalagi waktu istri saya kabur, dia sedang hamil muda, dan saya yakin jika sekarang anak kami telah lahir ke dunia ini," jawab Niko menghela nafas kasar.
"Kasihan sekali mas. Kenapa gak dicari saja sampai ketemu," ucap tukang nasi goreng tersebut sembari mengaduk nasi pesanan Boy.
"Udah, udah sampai ke luar negri saya cari, hanya surat cerai saja yang pulang ke rumah," jawab Boy frustasi.
"Ya sudah, sabar, selamat menikmati penyesalannya saja kalau dari saya. Dan ini nasi gorengnya, selamat menikmatinya juga. Semoga gak keselek ya mas," ucap tukang nasi goreng tersebut membuat Boy kesal. Ia lalu mengambil nasi tersebut dari tangan penjualnya lalu pergi menuju tepi danau tempat ia dan Cella sering makan dulu.
Namun saat Boy sudah ada di dekat tujuannya, ia kaget saat melihat sepasang kekasih sedang duduk menikmati makanan mereka.
"Cella?" ucap Boy yang mengira jika perempuan itu adalah Cella, pasalnya, dari belakang dia memang mirip sekali dengan Cella, mantan istrinya.
"Aku yakin itu Cella," ucap Boy menghampiri pasangan tersebut.
"Cella," panggil Boy tepat di belakang pasangan itu.
Sontak Selin dan Niko pun langsung memutar kepala mereka ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil Selin dengan sebutan Cella.
"Kamu," ucap Boy dan Niko bersamaan.
moral kalian perlu dipertanyakan