Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Resepsi
Tiba saatnya hari resepsi, pihak Syakila dan keluarganya pun datang lebih awal untuk melaksanakan acara adat baru setelah itu acara lainnya. Dikarenakan Agha dari keluarga barat mengikut Abah jadi tidak memiliki suku, maka di ambil suku Sunda dan Jawa karena mau dari suku umah dan keluarga Syakila, jadi itulah yang di ambil.
Selama proses acara berlangsung, Agha selalu masang wajah datar dan kalau senyum pun hanya sebentar karena akan foto atau di sapa sama yang lain. Kalau di bilang jahat si Agha, tapi mau gimana juga ini bukan hal yang Agha inginkan tapi harus di jalani, mirip selogan akan ku hadapi semua ini walau tanpa ekspresi begitu kurang lebih.
"Bro, akhirnya nikah juga lu, selamat yah." Ucap Elder saat naik ke panggung di ikuti dengan istri dan anaknya.
"Hmmm, makasih." Ucap Agha membalas jabatan tangan Elder dengan sangat kuat, percaya deh tenaga Agha nih gak main-main untuk adu otot dan terlihat jelas dari ekspresi Elder yang menahan rasa sakit di tangan nya.
"Selamat yah, semoga sakinah mawadah warahmah yah Agha sama teh Syakila." Ujar Kanaya sambil menjabat tangan Syakila dan ikuti Zio anaknya Kanaya dan Elder.
"Makasih yah teh, panggil Syakila aja sepertinya lebih tua teh Kanaya." Ucap Syakila dan di balas anggukan kepala dan senyuman hangat milik Kanaya.
"Turun lu, kasihan noh yang belakang mau gantian."
"Sewot bener lu ya, kayak gak di kasih jatah lu." Ujar Elder yang gak kalah dengan Agha masang wajah kesalnya.
"Sayang udah ih, kamu juga jahil sama Agha."
"Kok kamu bela dia sih, antoran bela suami kamu dong."
"Udah, maaf yah, kami turun dulu." Ucap Kanaya sambil menarik lengan suaminya, karena jika tidak di tarik bisa-bisa bakalan panjang urusannya.
"Congrats bro, akhirnya sampai juga di titik ini." Ucap Helmi sambil menepuk bahu Agha.
"Hmm makasih udah datang."
"Jangan pikirin soal kerjaan kantor, udah gua urus itu."
"Ck, turun lu. Hera bawa Helmi nih, ngeselin banget laki lu."
"Aman, ini emang kalau ganggu bos nya nomor satu dia. Sekali lagi semalam yah, semoga sakinah mawadah warahmah."
"Aamiin, makasih yah teh." Ucap Syakila dengan tersenyum.
Acara salaman dan foto-foto akhirnya reda mengingat waktu juga udah sore serta tamu undangan yang datang pun udah berkurang, hanya tinggal keluarga Agha dan Syakila aja yang tinggal. Saat turun dari pelaminan, Agha melihat para brotherhood kumpul membuat dirinya ingin ikut.
"Saya kesana dulu." Ucap Agha ke Syakila dan tanpa menunggu jawaban Syakila Agha berjalan lebih dulu.
"Congratulazioni, ti auguriamo una lunga vita fino alla vecchiaia, ti preghiamo per il meglio." (Agha selamat, semoga langgeng sampai tua, kami berdoa yang terbaik untukmu). Ucap Harding mewakili semuanya.
"Hmmm, Grazie." Agha menjawab dengan nada malas sambil membalas jabatan tangan Stuart.
"Dai, solo questa volta sei felice." (Ayolah, kali ini aja kamu senang).
"No, perché non è Alice." (Tidak, karena dia bukan Alice).
"Sì, lo so, ma rispettala come tua moglie." (Yah aku tau, tapi hargai dia sebagai istri mu). Ucap Harding yang lebih tua dari mereka semua dan harus waras tentunya.
"Hmm, ci proverò più tardi." (Hmm, akan kucoba nanti). Ucap Agha sambil menaikkan bahunya.
Mereka sengaja pakai bahasa Italia karena tau respon Agha bakalan gimana mengingat di sini ada keluarga Syakila dan kebetulan Syakila juga bisa bahasa inggris, jadi mereka menggunakan bahasa Italia yang hanya bisa dimengerti oleh mereka dan keluarganya saja. Lumayan lama mereka ngobrol sampai tiba waktunya jam penyewaan selesai, mereka semua memutuskan untuk kembali kerumah termasuk keluarga Agha juga, mereka akan menginap di rumah Abah serta teh Syifa kecuali keluarga Syakila mereka akan pulang ke rumah karena dekat jaraknya dan meninggalkan Agha dan Syakila berdua di sana.
"Agha, kau gak di ajak loh." Ucap teh Syifa yang menjahilinya.
"Umah." Niat hati ngadu ke umah, malah mendengar nasihat umah.
"Emang bener loh, kamu di sini selama satu hari habis itu ke rumah abi umi untuk menginap disana dua hari, ingat jangan buat malu abah umah yah dan jaga istri nya, ingat udah ada istri sekarang "
"Uncle..." Agha tetap tidak nyerah untuk mencari dukungan agar dirinya tidak berdua dengan Syakila.
"No, questa volta lo zio non può interferire." (Tidak, kali ini paman tidak bisa ikut campur).
"Udah gha, terima aja ih, udah halal juga, gak malu sama yang lain." Ucap mas Andra yang membuat Agha ingin memiting lehernya, ingatkan Agha untuk melakukannya.
"Sehari aja."
"Tiga hari sayang, kan dua harinya nginap di rumah abi umi." Ucap abah yang membatu istrinya membujuk anak bungsunya yang sangat enggan berlama-lama sama istrinya.
"Lama banget bah, gimana kerjaan Agha nanti."
"Untuk kerjaan di kantor bukannya udah dapat izin sama nak Helmi, dia juga cerita tadi sama abah."
'Siap kau Helmi, jumpa nanti habis kau.' Batin Agha yang udah kesel ditambah mendengar tentang Helmi.
"Kantor lain bah."
"Tab, laptop dan hp Agha bawa kan dari kemarin?."
"Bawa bah."
"Nah yaudah mah, apalgi yang di pusingkan."
"Yaudah lah, hati-hati dijalan kalian semua." Ucap Agha sambil menyalami semua nya minus mas Andra tapi langsung kena piting teh Syifa tadi jadinya gak jadi di lewatkan mas Andra.
"Syakila, umah titip Agha yah, maafin setiap tingkah Agha yah, tau kan gimana Agha, tapi kalau Agha main fisik langsung lapor ke umah atau abah yah nak." Ucap Umah dan di anggukan kepala oleh Syakila.
"Iya umah, udah gak usah minta maaf dan udah tugas Kila sebagai istrinya A'a."
"Makasih sayang." Ucap umah dan memeluk tubuh Syakila.
'Semoga Agha bisa keluar dari masa lalunya, maafin umah yah nak Alice, mau gimana juga umah gak mau anak umah sedih terus, kalau umah mau sih kamu yang jadi mantu umah, tapi nyatanya mantu umah nak Syakila, maafin umah Alice sayang.' Batin Umah tanpa sadar air matanya menetes dan melepas pelukannya.
"Umah." Panggil Agha sambil menarik pelan Umah agak menjauh dari sana dan memeluk tubuh Umah.
"Maafin umah yah nak, umah tau ini berat untuk kita sebab kalau di suruh pilih pun, umah juga gak mau lihat kamu sedih gini."
"Masih terasa sakit banget umah hati Agha hiks, apalagi saat bayangan gimana Alice ninggalin Agha sakit banget umah."
"Kita jalani sama-sama yah sayang jagoan umah, umah percaya kalau adek bisa berubah walau butuh waktu, umah paham itu sebab umah juga butuh waktu untuk lepas dari bayang-bayang Alice, anak bungsunya umah."
"Dih, sama Alice bilangnya anak bungsunya umah, sama Agha gak pernah tuh."
"Masih aja sewot nih anak, biarin lah orang Alice anak umah juga."
"Berasa anak tiri Agha nih." Ucap Agha yang udah berganti ekspresi wajah dari sedih ke masam.
"Emang, abah sayang kita pulang yuk, kita tinggalkan Agha disini." Ucap Umah yang berusaha mengalihkan sedihnya agar tidak terlalu larut.
Abah yang meliat perubahan suasana hati istrinya hanya tersenyum dan mengikuti kemana topik yang dibawa, saat umah mendekat abah langsung saja lengan umah udah nangkring di lengan milik abah.
"Don't take my car, what will I use to get home?." (Mobil ku jangan di bawa pulang, nanti aku pulang pakai apa?). Ucap Agha ke Harding yang memegang kunci mobil Agha.
"This we thought it was cramped in Erlan car." (Ini kami reka sempit di mobil Erlan). Ucap Harding sambil menyerahkan kunci mobil milik Agha.
"Thanks brother." Ucap Agha dan mengantongi kunci mobil nya.
"Kalau gitu kami kami yah, yuk Sarah kita tinggalkan mereka dua disini dan tunggu kedatangan mereka di rumah mu yah." Ucap umah dengan nada santainya.
'Emang agak lain umah gua ini. Batin Agha mengingat umah nya kadang suka pakai bahasa gaul.
"Yuk, Syakila jaga suaminya, ingat sekarang udah jadi istri jadi harus nurut sama suami selagi itu hal baik."
"Iya umi, hati-hati dijalan yah."
"Iya." Ucap semua kompak.
Saat memastikan mereka semua masuk kedalam mobil, dan sudah keluar area hotel barulah Agha masuk ke arah kamar mereka diikuti oleh Syakila di belakangnya. Saat di lift Agha masih tetap diam, membuat Syakila bingung untuk memulai obrolan lebih dulu.
Ting
Suara lift terbuka dan mereka sudah sampai di dalam kamar yang udah di hias dengan cantik khas kamar pengantin, saat Agha ingin masuk kedalam kamar mandi, di tahan oleh Syakila.
"Tunggu A'a, habis mandi jangan lupa ambil wudhu yah, aku mau kita sholat sunah dua rakaat dulu."
"Hmmm."
Hanya itu jawaban dari Agha dan langsung masuk kedalam kamar mandi, sementara Syakila membersihkan wajah nya dan setelah Agha siap Syakila langsung gantian untuk mandi. Tak butuh waktu lama, akhirnya Syakila siap dan mereka melakukan sholat sunah setelah menikah