NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahkontrak / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:372k
Nilai: 5
Nama Author: Tina rifky

Dilarang boom Like xxx

Area ***
Haraf bijak dalam memilih bacaan

Kisah ini Tentang seorang gadis belia yang baru saja lulus SMA berusia 18 tahun, terpaksa harus melakukan Pernikahan Mendadak dengan seorang pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Apa yang akan terjadi dalam rumah tangganya? Mari ikuti kisahnya di sini. Selamat Membaca... By Tina Rifky. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

🥰🥰Happy Reading🥰🥰

Di Lokasi Pembangunan Ruko.

Andi sudah bersiap turun dari mobil bersama dengan Asisten Bara, untuk meninjau lokasi Pembangunan sebuah Ruko, didaerah Jakarta Utara.

"Apa ini tempatnya, Asisten Bara?" Tanya Andi melihat daerah sekitar.

"Iya, Tuan Muda. Ini lokasi yang akan dibangun Ruko dan Pemasarannyapun disini."

"Baiklah, ayo kita turun."

"Siap, Tuan Muda."

Asisten Bara turun terlebih dahulu, lalu diapun membukakan pintu mobil untuk Tuan Mudanya. Dengan wajah sedikit gugup, Andi mencoba bersikap profesional.

Proyek ini, adalah yang pertama kalinya dia tangani. Kalau saja bukan karena menggantikan Papa Dahlan, Andi takan mungkin mau terjun langsung ke lokasi seperti ini.

Meski dirinya suka berpetualang, bukan berarti dia menyukai pekerjaan lapangan yang seperti ini.

Di lokasi Pembangunan yang sekarang dia datangi, begitu panas dan gersang. Seakan dia tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut, diapun memutuskan untuk masuk ke kantor Pemasaran yang letaknya tidak jauh dari lokasinya sekarang.

"Kita ke kantor Pemasaran dahulu, Asisten Bara." Ajak Andi dengan wajah yang sudah memerah akibat terik matahari yang menerpa wajahnya, padahal masih pukul sembilan pagi. Namun, cuaca sangat panas karena lokasi tersebut sungguh hanya tanah kosong yang lumayan luas.

"Siap, Tuan Muda." Jawab Bara dengan sigap.

Andi dan Asisten Bara berjalan beriringan, menuju kantor Pemasaran. Setelah dirinya masuk kedalam, semua karyawan yang ada mengangguk hormat dan menyapa kepada Andi dan Asisten Bara.

"Selamat pagi Tuan Muda dan Asisten Bara." Ucap salam dari para karyawan dengan memberikan hormat.

"Selamat pagi." Sahut Andi dan Bara bersamaan.

Para karyawan sebenarnya tidak mengenal Tuan Muda mereka, namun mereka melihat Asisten Bara datang bersamanya dan memberi kode kepada para karyawannya, untuk memberi hormat kepada anak dari Boss mereka yaitu Tuan Dahlan Permana.

"Asisten Bara, dimana ruangan saya?"

"Disana Tuan Muda, mari saya antar."

"Heem.." Andi hanya mengikuti arah Asisten Bara melangkah.

"Silahkan masuk, Tuan Muda." Ucap Asisten Bara seraya membukakan pintu ruangan Andi.

"Iya, terima kasih." Ucapnya. Andipun berjalan masuk kedalam ruangannya yang cukup luas.

Andi mengedarkan pandangan keseluruh ruangan, meneliti semua barang-barang interior dan file-file yang tertata rapi dan bersih. Bahkan ada lukisan pemandangan besar dibelakang meja dan kursi kerjanya.

"Bagaimana Tuan Muda? Apakah Tuan menyukai ruangan kerja Tuan?"

"Lumayan Asisten Bara, namun sayangnya saya kurang berminat untuk bekerja seperti Papa. Saya lebih suka menjadi Dosen, bertemu dengan banyak Mahasiswa dan teman-teman semasa saya kuliah dahulu."

"Ooh.. begitu yah, Tuan Muda. Tapi, Tuan Muda Andi dan Tuan Muda Angga 'kan pewaris Tuan Dahlan dan Nyonya Safira. Kalau bukan kalian yang akan menggantikam posisi beliau, siapa lagi coba?"

"Mungkin Angga adik saya yang akan menggantikannya. Tapi, selama Papi masih belum pensiun dan masih mampu memegang Perusahaan, kenapa kami harus menggantikan posisi Papi?" Andi bertanya seakan-akan dirinya tidak menyukai pekerjaan seperti Papinya.

"Bukan begitu Tuan Muda! Tapi, saya khawatir dengan kesehatan Tuan Besar sekarang ini. Keadaan Perusahaan saat ini, sedang pincang tanpa beliau. Jadi sebelum beliau dinyatakan sembuh, alangkah lebih baiknya Tuan Muda bisa belajar dan menguasai bisnis Tuan Besar."

"Iya.. iya.. saya sudah paham. Kita berdoa saja, semoga penyakit jantung Papi lekas sembuh. Sudah jangan sok nasehati saya, semua yang saya lakukan adalah buat Papi dan Mami." Kata Andi ketus seakan tidak suka dengan permintaan Asisten Bara, orang kepercayaannya Papi Dahlan.

"Baik, Tuan Muda." Ucap Asisten Bara tersenyum. Bara sebenarnya merasa senang, biar begitu dingin dan ketusnya seorang Andi, namun dia selalu mengikuti perintah Papi dan Maminya.

"Hallo.. selamat pagi Kak Andi, Mr. Bara." Salam Amara dengan wajah cerianya. Dia berjalan mendekat, dan hendak berjabat tangan dengan rekan kerjanya Tuan Muda Andi Permana.

"Iya, selamat pagi." Jawab salam Andi dan Bara bersamaan lalu menyambut jabatan tangan Amara.

"Kak Andi dan Mr. Bara, apakah sudah dari tadi datang?"

"Tidak juga, mungkin sekitar sepuluh menit Nona." Jawab Asisten Bara mewakili Tuan Mudanya.

"Ooh.. saya kira, saya sangat terlambat datang. Kalau begitu, saya jadi tidak terlalu merasa bersalah." Ucapnya jujur dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dengan kata.

"Heem.." Andi hanya bergumam pelan, tidak terlalu menanggapi ucapan rekan bisnisnya, yang dia anggap seperti anak kecil.

"Tuan Muda dan Mis Amara, ini berkas yang harus kalian pelajari terlebih dahulu. Saya permisi dulu, untuk kembali ke Perusahaan. Nyonya Safira sudah menghubungi saya dari tadi." Kata Asisten Bara, lalu diapun melangkah pergi.

"Iya.. Asisten Bara, terima kasih." Ucap Andi dengan anggukan, lalu mengambil berkas tersebut.

Sedangkan Amara hanya membaca sebentar berkas tersebut, lalu menaruhnya kembali diatas meja kerja Andi. Dia tidak begitu tertarik untuk membaca, namun dia lebih suka memandangi wajah tampan Andi yang nampak dingin namun terlihat cool dimatanya.

Selama tiga puluh menit berlalu, Amara hanya berdiam diri duduk di depan rekan bisnisnya. Dia hanya menatap wajah Andi, sambil sesekali memainkan ponselnya, menghilangkan rasa jenuh yang menghinggapinya.

Akhirnya Amara membuka suaranya, setelah dia merasa bosan dalam keheningan.

"Kak Andi, kapan kita mulai kerja?" Tanya Amara merasa aneh, dengan sikap Kak Andi yang mendiamkannya saja. Padahal dirinya adalah rekan bisnisnya, yang menanam modal besar untuk Pembangunan Ruko tersebut.

"Dari tadi sudah mulai! Memangnya kamu sedang apa sekarang, kalau bukan sedang kerja, hah.. ?" Tanya Andi ketus.

"Kerja? Masa kerja hanya duduk saja dari tadi? Saya tidak melakukan apa-apa?" Tanya Amara heran.

"Makanya kalau orang ngomong tuh dengerin, jangan melamun saja kerjanya." Hardik Andi kesal.

"Maksudnya apa Kak Andi? Memangnya Kak Andi dari tadi bicara sama saya?" Tanya Amara makin gagal paham.

"Ini, dari tadi Asisten Bara meminta kita untuk pelajari dan pahami berkas ini. Memangnya kamu belum paham juga?" Ujar Andi ketus, dengan menggeser berkas dihadapan Amara.

"Upps.. lupa Kak, maaf!" Ucap Amara melupakan berkas tersebut, karena dirinya tadi tidak begitu berminat dan mendengarkan ucapan Asisten Bara.

"Heuh.. dasar bocil.. ! Kenapa aku dikelilingi gadis bocil, ya Allah? Dirumah, punya istri bocil. Disini, punya patner bisnis juga bocil. Apa ini ujian buat aku, harus bisa sabar menghadapi gadis-gadis bocil?" Andi bergumam pelan.

"Apa Kak? Kak Andi punya istri bocil? Maksud Kak Andi, aku akan jadi istri bocil Kak Andi? Benarkah?" Tanya Amara yang mendengar samar-samar gumaman Andi.

"Haah.. ?"

...🍒🍒🍒🍒...

Autor : Yah... ada yang salah paham 'kan jadinya! 🤭🤭

Andi : Lagian sih Autor, kasih patner bocil kayak gini.😫😫

Autor : Terserah Otor lah, mau kasih kayak gimana ajah.😜😜

Andi : Otor mah enggak kasihan sama Andi. Heuh.. maunya menang sendiri.😭😭

Autor : Biarin saja weee.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️ kaboor.. !

Andi : Aaiish... bisanya kabur kalau sudah kepepet. 🤧🤧

--BERSAMBUNG--

...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...

1
Wandi
kebanyakan lagi gak sedep. trus Angga and Andi kn cowok masak cingeng sih🙄. Maco dikit napa
Bayu Ponsel
lanjut lh crita nya soal nya seru...
lina
up
nurul jannah
sopo iki sing teko 🤔🧐
Tutik Julianti
Angga jujur saja kalo kamu lagi cemburu sama Aldi.,..🤭
nurul jannah
bukannya umur #5 ke 26 ya andi🤔🤔
nurul jannah
lah tambah berdebar - debar tuh jantung angga
nurul jannah
hadeuh pai papi awas encokok loh
nurul jannah
stop ya angga
nurul jannah
mulai nih bau2 cemburu😅
nurul jannah
angga gercep selangkah didepan dibanding andi
nurul jannah
aduh papi - papi 😁
nurul jannah
eehh... jangan macam2ya ngga tar kuncir loh bibirmu 😂😂
nurul jannah
melamun saking terpesona nya sama kamu Mutia😊
nurul jannah
jangan sampai perang saudara ya ngga 🤭
nurul jannah
mulai tumbuh bibit pelakor😡
nurul jannah
umur 19 tahun menangani masalah perusahaan kok q sangsi ya🤔🤔
nurul jannah
hareudang, hareudang makin panas🔥🔥
nurul jannah
awas mulai panas nih hati ya si andi🤣🤣
nurul jannah
awas ada api ndi🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!