Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.
Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.
Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.
Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.
Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. KECURIGAAN MAXIME
Merasa ada yang tidak beres, dr. Maxime berniat keluar ruangannya untuk menari udara segar untuk merefresh kembali otaknya yang sedang lelah. Ia berjalan-jalan di sekitar lorong Rumah Sakit. Sampai tidak sengaja ia melihat Michael di depan ruang pemeriksaan rekan satu profesinya, yaitu dokter Haris.
"Kenapa dia ada di sini, apa Baby .... "
Pikiran buruk sudah memenuhi kepala dr. Maxime, sepertinya ia harus mencari tau kebenarannya setelah ini, tetapi ia tidak boleh gegabah. Terlebih saat ini Michael masih ada di sini. Kebetulan sebelah ruangan dr. Haris ada ruangan kosong, sehingga Maxime memilih sembunyi di ruangan tersebut, sebelum Abang Baby mengetahui keberadaannya.
"Semoga ia tidak melihatku!" batin dokter Maxime.
Sementara itu tangannya mengusap perlahan dadanya, agar sedikit netral. Ia juga masih bingung akan perasaannya kali ini, tetapi jiwa kemanusiaan mengetuk hati dokter Maxime sekali lagi.
🍂Di dalam ruang praktek dokter Haris.
Serangkaian pemeriksaan telah selesai dilakukan, kini Baby tinggal menunggu hasil pemeriksaan. Sambil menunggu hal tersebut, dr. Haris menyarankan agar Baby menggunakan kursi roda untuk sementara waktu.
"Selama masih terasa nyeri, aku lebih menyarankan jika kamu memakai kursi roda untuk sementara waktu."
"Kenapa, dok? Lalu bagaimana dengan kontrak kerja saya?"
"Tenang Baby, saya akan memberikan surat ijin resmi untukmu. Semoga surat tersebut bisa membantumu."
Baby menunduk, Michael yang paham akan kondisi adiknya mengerti jika hal ini pasti berkaitan dengan impiannya yang tertunda. Padahal ia sudah hampir sampai, tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain.
"Tidak ada cara lain, 'kah?"
"Untuk sementara waktu, ini yang bisa kami lakukan, sampai kamu lebih siap mengunakan kaki palsu yang baru."
"Setelah ini kamu masih harus melakukan serangkaian pengobatan dan terapi untuk mempercepat pemulihan."
"Untuk .... ?"
"Karena kaki palsu yang baru saja kamu gunakan tidak sesuai, maka aku perlu membuatkan kaki yang baru. Untuk itu maka perlu dilakukan prosedur seperti awal kamu membuat kaki palsu."
Baby dan Michael saling memandang satu sama lain. Michael mengangguk sebagai tanda supportnya untuk adiknya itu.
"Masih ada serangkaian rehabilitasi untuk memperkuat kaki, lengan, dan sistem kardiovaskularmu setelah ini. Saat kamu mulai belajar berjalan dengan anggota tubuh barumu nanti, kita akan bekerja sama dengan dokter rehabilitasi, ahli terapi fisik, dan ahli terapi okupasi untuk mengembangkan rencana rehabilitasi berdasarkan tujuan mobilitas yang kamu pilih."
"Tentunya dengan resiko yang lebih minim jika kamu bisa menjalaninya sesuai prosedur medis."
"Oke, aku setuju."
"Dua hari lagi kamu chek up ulang dan sekaligus melakukan tes prostesis."
"Untuk apa?"
"Tes prostesis dikhususkan untuk membantu terapi fisik dan latihan gaya berjalan. Hal ini dapat disesuaikan untuk penyesuaian saat pasien berkembang."
"Baiklah dokter, terima kasih sebelumnya."
"Sama-sama."
Setelah selesai periksa, Baby dan Michael permisi pulang. Tidak lama kemudian muncullah dr. Maxime ke tempat itu.
Ia mencengkeram erat leher dr. Haris, "Apa yang terjadi pada Baby?"
"Hei, lepaskan dulu tanganmu, Bro."
Dokter Maxime mencoba menetralkan kembali amarahnya. Lalu melepaskan tangannya dari leher dr. Haris. Sementara itu, dr. Harus merapikan kembali baju seragam kedokteran miliknya.
Setelah rapi ia mulai bercerita. Lagi pula ia tidak perlu menutupi hal apapun pada sahabatnya itu. Karena memberi saran pada orang yang sedang jatuh cinta itu seperti berbicara pada air. Jarang sekali didengarkan dan pastinya tidak mau disalahkan. Bagi mereka semua tindakannya sudah benar.
"Jadi begini ceritanya .... "
Tampak dr. Haris mulai menceritakan segalanya tentang kondisi kesehatan Baby.
"Terjadi luka pada bekas amputasi kaki Baby. Mungkin karena tragedi kapan hari yang membuat kaki Baby harus terluka."
"Tetapi kamu jangan khawatir, karena aku sudah mempersiapkan prosedur yang baru agar hal seperti ini tidak akan terjadi lagi."
"Trus .... "
"Aku hanya ingin mengatakan jika kamu memang mencintai Baby, maka jauhkan dia dari hal-hal yang berbahaya, termasuk dari jangkauan mantan istrimu."
"Maksud kamu Cherry?"
"Ya, siapa lagi. Memangnya kamu pernah menikah berapa kali?" ejek dr. Haris pada dr. Maxime.
"Sialan."
.
.
...🌹Bersambung🌹...