Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 - Terbayang
"Kamu baik baik saja, Zee?" tanya Bu Susan karena sejak tadi ia melihat putri nya itu senyum senyum tidak jelas. Saat ini Zee sedang makan malam bersama keluarga nya, dan sejak ia turun dari mobil Ken tadi, Zee tak bisa melupakan apa yang sudah Ken lakukan. Ken telah mencuri ciuman pertama Zee, ciuman yang begitu panas, memabukan, membuat Zee melayang.
"Kenapa memang nya, Ma?" tanya Zee berusaha menghentikan senyum yang mengembang di bibir nya.
"Kenapa kamu tanya, Zee?" tanya Pak Arif yang juga merasa heran dengan tingkah putri nya itu "Sejak tadi kamu itu senyum-senyum terus, Zee. Seperti orang gila" ucap nya yang membuat Zee tertawa kecil.
"Bukan apa-apa, aku cuma ingat cerita teman yang lucu" jawab Zee berbohong.
"Oh begitu" jawab Bu Susan. Menu makan malam ini jauh lebih baik dari sebelum nya, karena kini Zee sudah punya penghasilan yang sangat cukup untuk nya dan keluarga nya.
"Ma, Pa. Kalau misal nanti aku punya uang, kita pindah ya dari sini. Cari rumah yang sedikit lebih bagus dan yang pasti yang lebih nyaman" ujar Zee karena memberikan rumah yang layak untuk orang tua nya juga sebagian dari mimpi nya.
"Iya, Zee. Kamu tabung saja uang mu dulu, maaf ya karena kamu harus bekerja keras untuk kami" ucap Pak Arif lirih. Sejak kecil ia tak bisa memberikan kehidupan yang baik untuk Zee, dan saat Zee dewasa, ia malah harus bekerja keras untuk keluarga nya.
"Kenapa minta maaf, Pa? Dulu Papa yang bekerja keras untuk ku, sampai aku bisa kuliah. Sekarang waktu nya aku Yang bekerja dan membantu Papa" jawab Zee "Aku juga ingin rumah yang lebih nyaman, apa lagi Mama sering jatuh sakit. Kalian itu hidup ku, aku akan melakukan apapun untuk kalian" kata Zee yang tentu saja membuat orang tua nya tersenyum bangga.
"Kamu pasti akan menjadi orang yang sukses, Zee"
"Aamiin"
...
Sementara di sisi lain, Ken saat ini sedang berada di kamar nya. Ia memegang bibir nya yang seolah masih bisa merasakan bibir Zee, yang manis dan lembut. Ken sendiri tidak tahu kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu, selama ini Ken tidak pernah dekat dengan wanita mana pun kecuali Sabina. Itu pun karena Sabina yang terus menempel pada Ken. Ken juga tidak pernah yang nama nya naksir perempuan, apa lagi ciuman.
"Tapi kenapa tadi aku bisa ciuman ya? Terus ciuman nya panas begitu, sampai bibir Zee bengkak. Tapi aku suka, aku aku suka melihat Zee yang seperti itu" monolog Ken sembari membayangkan raut wajah Zee yang tadi. Apa lagi tatapan Zee yang begitu sendu, seolah mengundang Ken untuk mencicipi bibir ranum nan kenyal itu.
"Dan kenapa dada ku berdebar?" Ken memang dada nya dimana detak jantung nya berdetak lebih cepat dari biasa nya.
"Apakah ini yang di namakan jatuh cinta? Apa bisa aku jatih cinta pada Zee?"
...
Setelah membereskan dapur, Zee kembali ke kamar nya. Ia membersihkan wajah nya kemudian menggosok gigi sebelum akhir nya ia merangkak naik ke atas ranjang nya yang kecil. Zee merebahkan diri nya di sana dan ia pun memegang bibir nya yang seolah masih terasa bengkak, ia bahkan seolah masih bisa merasakan Ken saat menggigit bibir nya itu.
"Aduh, Zee. Jangan di ingat ingat, meskipun kamu memang jatuh sama iblis tampan itu. Tapi tidak seharus nya kamu senang setelah di lecehkan, itu pelecehan, Zee!"