NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:688
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyembuhkan Citra

Hidup adalah suatu perjalanan panjang, dan dalam perjalanan ini tentu nya banyak sekali lika liku yang harus dijalani, kadang apapun yang kita rencanakan dengan matang jika itu bukan kehendak Allah maka tidak akan pernah terwujud, tetapi takdir buruk masih kalah dengan doa, doa menghindarkan kita dari takdir buruk itulah dahsyatnya doa.

Mahendra mendekati Checil dan bertanya, "Bagaimana cara kita mengobatinya nak, kamu tahu kah?" Checil tak menjawab hanya mencibir kan bibir sambil mengangkat kedua tangannya sambil mengangkat bahunya membuat sang ayah makin gemas.

Disaat Mahendra tengah berfikir keras bagaimana cara agar bisa membantu menyembuhkan gadis itu,seakan ada bisikan ghaib dalam telinganya, entah itu bisikan ataukah Ilham tiba tiba duda kece yang kini banyak di gandrungi wanita itu seakan punya firasat untuk membuang isi yang berada di botol minum citra itu dibuang di jamban, bukan toilet tetapi jamban pembuangan kotoran di jaman dulu.

Mahendra bertanya pada ayahnya citra sebut saja pak Supri,

"pak, coba bapak pulang dulu ambil botol minum Citra yang ada di kamarnya yang berwarna hitam terus bawa kesini ". Pak Supri heran bagaimana si Mahendra tahu bahwa Citra punya botol minum warna hitam?.

Pak Supri mengangguk dan membiarkan citra sendirian di tempat Mahendra, Pak Supri seorang single parent juga tetapi karena pergaulan anaknya yang di luar kontrol pak Supri sampai tak bisa mengendalikan pergaulan putrinya yang ingin berlimpah harta padahal mereka miskin, alhasil si citra menjadi seorang LC juga selingkuhan boss, istri boss nya mengetahui itu dan untuk merebut kembali suaminya maka wanita itu berusaha membunuh citra dengan diam, meminjam tangan orang.

Beberapa menit kemudian pak Supri datang dengan menenteng Tumbler berwarna hitam tadi dan Mahendra mewanti wanti jangan sampai isinya di buang, karena biang permasalahan ada di isi Tumbler tersebut.

Dengan tergesa gesa pak Supri masuk sambil menyerahkan tempat minum itu,

"ini mas, saya sudah menemukannya". Ucapnya sambil mengulurkan tempat minum tersebut, Mahendra menerimanya dan membuka tutup dan seketika dia menjauhkan tutup botol itu dari mukanya, bau nya busuk melebihi bangkai, bau seperti ini tadi masih sempat diminum oleh citra?

Rizki mendekat dan melihat, "apa mas isinya?" tanya Rizki sambil mengintip botol yang terbuka dan anehnya si Rizki tak mencium apapun, "kamu tak mencium apapun Ki?" tanya Mahendra, Rizki hanya menggeleng sambil melihat mimik muka Mahendra yang seperti ingin muntah mencium bau dari isi botol tersebut.

Mahendra menggelar kain kasa putih sebesar saputangan lalu menuangkan isi dari botol tersebut dan benar saja keluarlah sebiji gigi manusia seperti nya gigi geraham karena termasuk besar, Rizki yang ketakutan mundur beberapa langkah.

"kamu takut ki, kalau takut sana temenin Checil tidur ini sudah larut malam banget aku akan berusaha menyembuhkan gadis itu semoga bisa, jika tidak bisa mungkin bukan wewenang ku untuk menyembuhkannya". perintah Mahendra dan Rizki langsung mengajak Checil tidur.

Hendra segera membuang air bekas minum di botol itu dan menyisakan sebutir gigi yang di bungkus kain kasa, dia lalu mengajak pak Supri mencari sebuah jamban di sekitar daerah situ sementara Citra masih tertidur dengan pulas," Dia tidak akan terbangun pak sampai besuk pagi jangan kwatir". Ucap Mahendra ketika pak Supri menoleh kearah dipan dimana citra tengah tertidur karena elusan Checil di perutnya tadi, karena sebenarnya dia tidak tertidur secara harafiah tetapi sukmanya tengah berhadapan dengan para iblis yang saat ini tengah menyiksanya, dia tersiksa dalam tidurnya.

Karena jaman sekarang sudah tak lagi orang mempunyai jamban, yang ada juga toilet bowl duduk atau jongkok, maka Mahendra pun mencari akal bagaimana bisa dia buang barang horor itu , dia punya ide di buangnya gigi mayat itu ke sebuah septic tank yang penuh dengan kotoran manusia yang jauh dari pemukiman penduduk benar saja setelah barang itu di buang dengan cara membuka tutup septic tank dan menutupnya kembali seperti ada ledakan di dalam sana, tetapi ledakan itu tidak menyemprot keluar, ledakan itu ada di dalam sana, Mahendra dan pak Supri mendengarnya dengan jelas.

"kita pulang pak, takut terjadi sesuatu pada Citra". Ajak Mahendra panik, dan keduanya kemudian pulang dengan melaju kan motornya, dan benar saja sesampainya di rumah Citra yang tengah tertidur sudah di kerumuni kecoak dan kaki seribu yang bagaimana tadi cara keluarnya dari perut Citra tak seorangpun tahu karena Rizki masih juga ketakutan tidur di kamar Checil dengan menggelar karpet di lantai, bagaimana pun dia punya batasan dan sangat tahu sopan santun tak mungkin juga tidur berdua di ranjang putri Mahendra itu.

"astaghfirullahhaladzim , innalilahi wa innailaihi rojiun, ya Allah apa yang terjadi?" teriak Mahendra dan pak Supri yang memang bukan seorang muslim itu hanya berucap doa dalam keyakinannya.

Hewan menjijikkan itu sepertinya nyata, Mahendra kemudian mengambil sapu dan mengumpulkan hewan hewan itu lalu membakarnya,anehnya tak ada bekas barang yang di bakar, semua lenyap begitu saja dan sepertinya kembali pada pengirimnya.

Di lihatnya Citra yang mulai terbangun, lalu gadis itu menangis tersedu sedu sambil memeluk sang ayah,

"tidak lagi yah, ampuni aku, aku tak akan lagi berbuat seperti itu, aku harus memutuskan hubunganku dengan sugar Daddy ku, aku masih mau hidup yah". Isaknya sementara ayahnya belum faham dengan apa yang terjadi.

Mahendra mendekati nya dan bicara pelan sama Citra, "Carilah pekerjaan yang halal mbak Citra, jangan menyakiti sesamamu jika kamu lakukan lagi maka penderitaan mu ini akan kembali lagi lebih parah, jika kamu masih ingin hidup lebih lama, jangan lagi di ulang ya". Nasehat Mahendra dan Citra mengangguk pelan, dan mengucapkan rasa terimakasih yang tak terhingga pada sang penyembuhnya.

" Untuk membayar semua ini bagaimana mas, kami tidak punya uang lebih cuma segini". Ucap pak Supri sambil menyodorkan uang lembaran merah berjumlah tiga lembar.

"Nggak usah pak, kami ikhlas menolong, mbak Citra bisa sembuh saja aku sudah senang". Jawab Mahendra dan Citra bertanya lagi apa harus dia mengikuti kepercayaan yang dianut Mahendra?

Mahendra menggeleng dengan cepat. "kepercayaan berasal dari hati, percayalah apa yang harus kamu percaya, yang penting itu baik bagimu dan aku yakin semua kepercayaan itu mengajarkan kebaikan". ucap Mahendra membuat kedua ayah dan anak itu manggut manggut mengerti.

Pak Supri kini menjadi sangat respect pada Mahendra yang berhati seluas samudra, dia berkata andaikan Mahendra butuh sesuatu mohon untuk segera menghubunginya dia bersedia membantu meski bukan dengan harta tetapi pak Supri rela membantu dengan tenaga, Mahendra mengangguk setuju.

Citra pun akhirnya sembuh dan bisa berjalan sendiri pulang ke rumah dia berjanji akan menemui istri boss nya untuk minta maaf dan segera memutuskan hubungan dengan bosnya dan keluar dari pekerjaannya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

*****

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!