apa jadinya jika seorang santri pondok pesantren diharuskan bersekolah disekolah umum. annasya semenjak ayahnya meninggal dia harus menikah muda kemudian pindah sekolah ke sekolah umum.
araf abinaya diusianya yg masih 18 tahun dia harus menikah dengan seorang gadis anak dari sahabat ayahnya. akankah cinta berpihak pada mereka? akankah annasya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rulinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
Araf langsung membopong nasya ke icu. Suster langsung sigap membawa nasya yang sudah diletakkan araf diatas bangkar mendorong dia ke ruang icu. Araf, hana dan daffa memunggu diluar. Araf sangat khawatir, "daf gue ga akan maafin diri gue kalau sampe ada apa-apa sama nasya" tangis araf pada daffa yang langsung memeluk araf.
Daffa memeluk dan menepuk pundak araf pelan, "in shaa Allah ga akan ada apa-apa raf nasya anak yang kuat"
"kak lebih baik kita bantu dengan doa supaya Allah juga membantu kesembuhan nasya" ujar hana yang juga menenangkan araf.
Tidak berapa lama mami, papi dan zaki datang. Dengan terengah-engah mami bertanya pada araf, "apa yang terjadi raf kenapa nasya bisa masuk rumah sakit?"
"nanti aja mi nanya soal itu sekarang yang penting gimana kondisi nasya raf?" papi bertanya
Araf terduduk lemah, "maafin araf mi, pi, araf ga nisa jaga nasya dengan baik" tangis araf pilu.
"memangnya ada apa?" mami semakin bingung melihat araf yang frustasi
Hana menjelaskan kronologi kejadian ditoilet. Mami menatap pada hana, "nasya pelatih silat sabuk merah dia ga mungkin jatuh begitu aja sampai pingsan begini kan! jelaskan sama mami ada apa dengan nasya?" mami menatap pada araf tajam.
Araf menunduk, "nasya lagi hamil mi.." ucap araf pelan
"Apa??" mami berteriak karena terkejut
"maaf mi... araf..." belum selesai bicara mami sudah memotong ucapan araf
"kamu kan tau nasya itu masih dibawah umur dia belum boleh hamil! mami kan udah kasih peringatan ke kamu!" geram mami pada araf
"mi.... sudah marah ga akan ada gunanya, sekarang lebih baik kita berdoa ya" ucap papi mencoba menenangkan araf.
"soal karen mami yang akan mengurus! mami ga terima anak perempuan mami jadi seperti ini!" ucap mami penuh emosi
Zaki mendekat pada araf, "sabar ya de semoga nasya baik-baik aja" Araf menoleh pada zaki dan mengangguk
Tidak berapa lama dokter pun keluar, araf langsung berdiri, "gimana dokter?"
"danu gimana keadaan menantuku?" tanya papi pada danu dokter pribadi keluarga bayu abinaya.
"mas bayu mba leni selamat ya kalian akan segera punya cucu, tapi... tolong diperhatikan lagi nasya kondisinya sangat lemah sekarang. Ingat juga untuk jangan sampai nasya terbentur atau jatuh karena kehamilan nasya masih 4 minggu sangat rentan. Dia mengalami flek tapi gapapa bayinya masih bisa diselamatkan hanya masih harus diopname dulu ya beberapa hari" Danu menjelaskan panjang lebar.
"terima kasih danu penjelasanya..." ucap mami yang diangguki dokter danu.
"ya udah mba mas aku pamit dulu, sebentar lagi nasya akan dibawa ke ruang perawatan"
Setelah nasya berada diruang rawat inap vita, nita, fariz dan david datang ke rumah sakit. mereka membawakan tas araf, daffa, hana dan nasya.
"Alhamdulillah makasih ya vit gue jadi ga perlu balik kesekolah buat ambil tas" ucap hana senang
"sama-sama hana"
"gimana keadaan nasya han?"tanya nita
"masih belim sadar tapi keadaanya udah stabil kok. yuk kita pulang besok kita nengok nasya lagi. kebetulan besok kan kita mulai libur karena kelas 12 udah mulai try out." ucap hana pada teman-temannya
Hana, vita dan nita masuk ruang rawat, "om, tante kita pamit dulu karena hari udah sore kami harus pulang"
"owh... iya sayang terima kasih ya anak-anak kalian sudah membantu anak saya" ucap leni tersenyum lebar yang diangguki hana dan teman-temannya.
"kak araf besok kami boleh dateng pagi kan?" tanya vita pada araf yang duduk disamping nasya
"iya boleh makasih ya"
"ya udah kalau gitu kita pamit dulu om tante" pamit hana
"kalian pulang naik apa?" tanya mami pada teman-teman nasya
"naik taksi tante soalnya aku ga bisa nyetir mobil, mobil hana ketinggalan di sekolah" ucap vita mewakili teman-temanya.
"kalau gitu kalian biar diantar zaki saja ya, hana biar zaki antar kamu kesekolah ambil mobil setelah mengantar mereka pulang"
"loh kenapa harus zaki mi? mereka kesini kan sama teman-teman araf"
"ga usah bantah bang kalau diauruh mami. kebiasaan lo bang" ucap araf pada abangnya
"cihhh... paling pinter lo cari muka ama mami" sindir zaki
"udah-udah kalian kok malah jadi bertengkar, zaki kamu antar mereka sana. Mami lebih percaya kamu mengantar anak-anak gadia ini daripada teman-teman araf" jelas mami
"loh memangnya kami kenapa tante?" tanya daffa sambil menggaruk kepalanya
"karena kalian pasukan mesum"
"hah!" daffa fariz dan david kaget
"kok tante bisa mikir begitu?" tanya david
"kalau ketua geng-nya aja udah bisa buat istrinya hamil gimana anak buahnya? tante ga mau ambil resiko"
"tante ada-ada aja kita ga mungkin seperti araf tante kecuali kita udah nikah" ucap daffa membela diri dan teman-temannya
"sudah-sudah sana zaki anterin anak-anak gadis ini pulang"
"baiklah mami" zaki akhirnya pasrah
"wahhh makasih banyak tante jadi ngerepotin"
***
"kalau bukan karena permintaan nasya sudah saya keluarkan kalian dari sekolah!" leni sangat marah pada siswa yang sudah membuat nasya masuk rumah sakit.
"maafkan kami tante" anak-anak itu menangis.
"dan untuk kamu karen saya masih akan memberi kamu kesrmpatan. jika kamu mengulangi saya tidak akan segan membuat perhitungan sama kamu maupun keluargamu!" sentak leni membuat karen bergidik ngeri.
****
"ahhh nasyaaaa.... kok lo ga bilang sih kalau lo udah nikah sama kak araf??" vita berseru pada nasya yang disambut tawa nasya.
"tapi.... lo ga begitu duluan kan??" tanya nita penuh curiga
"ya ga lah nit, kami menikah udah 6 bulan yang lalu sedang aku hamil baru juga sebulan nit" jawab nasya
"hmmm... gimana sih rasanya nikah muda?" hana tersenyum sambil menopang dagu
"emang lo dah siap apa untuk nikah muda?" tanya vita
"siap ga siap kalau jodohnya udah dateng ga bisa ditolak" ucap nasya sambil menerima potongan buah apel dari vita.
"terus gimana rasanya??? enak ga???" tanya nita dengan wajah sumringah
"kepoooo..." ucap hana dan vita betsamaan yang disambut tawa oleh nasya
"Assalamu'alaikum.... dari luar kedengeran seru banget lagi bicarain apa sih?" tanya leni pada mereka
"wa'alaikum salam" ucap mereka serempak
"eh tante udah dateng kalau gitu kita pamit ya tan" ujar vita
"loh kok malah pulang?" tanya leni dengan wajah cemberut
"kita udah dari pagi tante, nanti mama kita nyariin lagi hehehe" vita berkata sambil cengengesan.
"ya udah kalau gitu hati-hati ya, terima kasih sudah menemani nasya"
"iya tante"
mau belikan rumah utk kamu.
tapi kama Erika masih merayu2 Araf.
dasar perempuan nga punya harga diri