NovelToon NovelToon
The Nick'S Life

The Nick'S Life

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:635.7k
Nilai: 5
Nama Author: D'Adrianz

Nick, usia 24 tahun. Memiliki wajah tampan, otak encer dan karir cemerlang. Namun semua itu tak membuat hidupnya bahagia. Hidupnya mulai terasa indah ketika bertemu dengan seorang gadis bernama Azizah.

Bersama Azizah dia merasakan artinya cinta. Namun sayang, orang tua Azizah tak merestui hubungan mereka. Demi bisa bersama, keduanya nekad melakukan hal terlarang yang berbuah petaka.

Nick dan Azizah berpisah dengan cara tak terduga. Kecelakaan tragis yang menimpa dirinya juga Azizah telah mengubah hidup pria itu seratus delapan puluh derajat.

Mampukah Nick menata hidupnya kembali? Apakah dia akan bersatu kembali dengan Azizah atau menemukan tambatan hati yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Adrianz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perselisihan

Fahrul keluar dari kamarnya lalu berjalan menuju dapur. Dia terkejut tak ada makanan di meja makan. Biasanya Maira selalu menyiapkan sarapan untuknya tapi kini kosong melompong. Lalu dia melangkah menuju ke ruang tamu. Lagi-lagi dia dibuat terkejut melihat kekacauan yang dibuatnya semalam masih ada.

Pintu kamar Maira terbuka, dengan menggeret kopernya, wanita itu keluar dari kamarnya. Dia terus berjalan lalu berhenti di depan Fahrul. Mata Fahrul membulat melihat Maira dan koper di sampingnya.

“Mau kemana kamu?”

“Aku mau pindah. Silahkan ajukan perceraian kita ke pengadilan agama, aku akan menunjuk temanku yang pengacara untuk mengurus perceraian kita.”

“Sudah kubilang aku tidak akan menceraikanmu.”

“Pikirkan kembali.. aku memberimu kebebasan agar bisa menikahi Reisa. Kamu boleh katakan apapun alasan menceraikanku, aku tidak peduli.”

Maira meraih gagang koper kemudian berlalu meninggalkan Fahrul. Dengan cepat pria itu berlari menyusul Maira kemudian menutup kembali pintu yang telah terbuka. Maira menatap tanpa ekspresi ke arah suaminya.

“Apa kamu lupa kalau seorang istri tidak boleh keluar dari rumah tanpa seijin suaminya?”

“Apa kamu juga lupa sebagai pria beristri kamu tidak boleh berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahrommu apalagi sampai berzina?”

Skakmat, Fahrul dibuat mati kutu dengan pertanyaan Maira. Ternyata selama ini dirinya tak bisa mengenali siapa istrinya. Disangkanya Maira akan tetap patuh dan tunduk menjalani biduk pernikahan dengannya. Namun ternyata semua salah, sikap wanita itu tak selembut penampilan luarnya. Bahkan tak terpengaruh dengan intimidasi darinya.

“Maira ayo kita bicarakan ini baik-baik.”

“Kenapa baru sekarang? Kenapa baru sekarang kamu mengajakku berbicara? Selama ini kamu selalu menganggapmu ngga ada, ngga penting. Aku ngga lebih cuma sekedar pajangan dalam hidupmu. Ngga ada lagi yang perlu kubicarakan denganmu. Keputusanku sudah bulat untuk bercerai darimu. Aku tunggu surat panggilan dari pengadilan agama.”

“Mai tunggu! Tunggu mai! MAI!!!”

Maira tak mempedulikan panggilan Fahrul. Wanita itu terus berjalan keluar dari unit apartemen yang selama ini ditinggalinya. Fahrul segera menyusul keluar. Saat dirinya akan menahan kepergian Maira, sebuah tangan mencekalnya.

“Lepasin gue Den!”

“Biarin Maira pergi.”

“Ngga! Dia ngga boleh pergi!! Mai!! Mai!! Kamu harus tetap di sini!! Aku tidak mengijinkanmu pergi selangkah pun dari sini!!”

“Jangan egois lo! Lo ngga mau ninggalin Reisa tapi lo ngga mau ngelepas Mai juga.”

“Bukan urusan lo, anj*ng!!”

“Emang bukan urusan gue, tapi gue ngga suka lo perlakuin Mai kaya gitu! Br*ngsek lo!!”

Emosi Fahrul terpancing, dia memukul Denis hingga jatuh tersungkur. Denis segera bangun lalu menghajar Fahrul. Kini giliran pria itu yang tersungkur. Perkelahian keduanya pun tak dapat terelakkan. Maira bergegas mendekat lalu melerai kedua. Ditariknya tubuh Denis saat akan menghajar Fahrul.

“HENTIKAN!!!”

Teriakan Maira menghentikan perkelahian dua sahabat itu. Denis menarik tangan Maira, membawa wanita itu pergi dari hadapan Fahrul. Keduanya masuk ke dalam lift yang baru saja sampai di lantai tersebut. Fahrul meninju lantai untuk melampiaskan kekesalannya.

Sesampainya di lantai dasar, Denis terus menarik Maira keluar dari gedung apartemen lalu membawanya ke mobil yang terparkir tak jauh dari pintu masuk gedung. Maira melepaskan diri dari Denis.

“Ayo Mai.”

“Kamu mau bawa aku kemana? Terus kenapa kamu bisa ada di sini pagi-pagi?”

“Aku dari semalam ada di depan unit Fahrul. Jujur aku takut Fahrul berbuat kasar sama kamu. Sayup-sayup aku dengar pertengkaran kalian dari luar. Makanya aku berjaga di sana semalaman.”

“Kenapa kamu lakuin itu?”

“Untuk menebus rasa bersalahku. Sudah kubilang aku adalah salah satu orang yang sudah merubah Fahrul menjadi pria brengsek. Jadi aku ingin menebus kesalahanku padamu.”

“Kamu tidak bersalah. Apa yang terajdi pada Fahrul, murni pilihannya sendiri. Lebih baik kamu pergi, aku bisa sendiri.”

Maira menarik kopernya lalu berjalan meninggalkan Denis. Melihat itu, Denis tak tinggal diam. Pria itu berlari mendekati Maira lalu menghadang jalannya.

“Ijinkan aku membantumu Mai.”

“Ngga perlu,” Maira mengabaikan Denis, dia kembali meninggalkan pria tersebut.

“Aku peduli padamu karena kamu mengingatkanmu pada IBUKU!!!”

Langkah Maira terhenti ketika mendengar kalimat terakhir Denis. Wanita itu berbalik kemudian memandang pria berdarah Korea itu lekat-lekat.

“Nasibmu sama dengan nasib ibuku. Dia harus kehilangan suaminya karena ulah perempuan penggoda. Bedanya kamu memilih meninggalkan Fahrul, sedangkan ibuku ditinggalkan oleh ayahku begitu saja. Jadi tolong Mai, ijinkan aku menolongmu.”

Maira terdiam sejenak kemudian menarik kopernya. Dia berjalan mendekati Denis. Pria itu lalu mengambil koper Maira lalu memasukkannya ke dalam mobil. Setelah Maira menyusul masuk ke dalam mobil, Denis segera menjalankan kendaraannya. Denis sengaja meminjam mobil Abe hari ini. Dia sudah bertekad untuk membantu Maira memberi pelajaran pada Fahrul.

“Kamu udah ada rencana mau tinggal di mana?”

“Belum.”

Denis mengarahkan kendaraan menuju arah Rempoa. Maira pun tak banyak bertanya pada sahabat suaminya itu. Dia percaya kalau Denis memang berniat membantunya. Mobil yang dikendarai Denis berhenti di sebuah rumah yang warna catnya sudah sedikit kusam. Dia lalu mengajak Maira turun dari mobil.

“Sementara kamu bisa tinggal di sini dulu.”

“Ini rumah siapa?”

“Rumah almarhumah ibuku. Biar kosong, tapi aku selalu minta orang buat bersihin rumah. Kamu berani kan tinggal di sini sendiri?”

“Makasih ya Den.”

“Santai aja. Ayo.”

Denis memasukkan anak kunci kemudian memutarnya. Suara berdecit terdengar saat pria itu membuka pintu rumah. Benar seperti ucapan Denis, keadaan rumah bersih dan rapih. Kursi sofa nampak ditutupi kain putih untuk menghindari debu.

“Di sini ada dua kamar, kamu boleh pakai kamar ibuku.”

“Sekali lagi makasih ya Den.”

“Iya. Tinggalah di sini selama menenangkan diri. Tapi aku harap kamu pikirkan lagi soal bercerai dari Fahrul. Aku berharap kamu menjadi orang yang bisa membuatnya berubah. Berubah menjadi lebih baik dan keluar dari kehidupan kelamnya selama ini.”

“Lalu bagaimana denganmu? Kamu menjadi lilin untuk menerangi jalan temanmu, tapi membiarkan dirimu tetap habis terbakar. Aku harap kamu juga menemukan jalan yang baik untukmu.”

“Mudah-mudahan Mai. Nanti ada bu Sarni yang datang ke sini. Dia yang akan membantumu selama tinggal di sini. Aku pergi dulu.”

Denis bergegas keluar dari rumah. Maira menggeret kopernya lalu memasuki kamar mama Denis. Netra Maira memandang sekeliling, lalu matanya menatap pada figura yang terpajang di atas meja rias. Diraihnya figura tersebut yang didalamnya terdapat gambar seorang wanita keturunan Korea.

“Ibu pasti mamanya Denis. Cantik, Denis mirip sekali dengan ibu.”

Maira menaruh kembali figura di atas meja rias. Dia mengambil koper lalu mulai memasukkan pakaiannya satu per satu ke dalam lemari. Hatinya bersyukur, di saat jauh dari keluarga, masih ada orang yang bersedia membantunya dengan tulus.

🍂🍂🍂

TOK

TOK

TOK

Suara ketukan di pintu membuyarkan lamunan Iza yang tengah termenung. Tak lama pintu terbuka, ummi masuk ke dalam kamar lalu duduk di sisi sang putri. Beberapa hari ini Iza nampak tak bersemangat.

“Kamu kenapa Zi?” ummi membelai rambut panjang Iza.

“Ngga apa-apa ummi.”

“Jangan bohong. Pasti kamu ada masalah kan sama Nick? Sudah dua hari ini kamu ngga ikut mengajar maghrib mengaji, Rivan nanyain kamu tuh.”

Iza hanya menghela nafas panjang. Hatinya memang masih kesal pada Nick, pasca pria itu mengakui apa yang disarankan pada Fahrul. Sebagai wanita, dia tak bisa menerima perlakuan Fahrul pada Maira dan ternyata penyebab sikap lelaki itu karena usulan dari Nick. Sudah dua hari pula dia mengabaikan semua pesan dari Nick.

“Aku lagi kesel sama Nick, ummi.”

“Kenapa?”

Iza terdiam sebentar sebelum menceritakan apa yang telah terjadi dua hari lalu. Rahardi yang baru saja keluar dari perpustakaan pribadinya yang berada di lantai dua menghentikan langkahnya di dekat kamar sang putri yang tidak tertutup pintunya. Pria itu mencoba mencuri dengar pembicaraan anak dan istrinya. Terlebih saat Iza menyebut nama Nick.

“Makanya aku sebel banget sama Nick. Bisa-bisanya dia kasih saran kaya gitu sama Fahrul. Akibatnya Mai jadi menderita,” ucap Iza di akhir ceritanya.

“Salahnya Nick di mana?”

“Iih ummi nyimak ngga sih ceritaku? Dia kan kasih saran buat berpijak di dua perahu.”

“Iya.. tapi itu bukan satu-satunya saran yang diberikan olehnya. Dia memberikan tiga opsi dan Fahrul memilih opsi terakhir. Sebagai teman, dia hanya memberikan saran, pilihan yang diambil Fahrul mutlak tanggung jawab Fahrul.”

“Ya harusnya dia ngga usah kasih pilihan ketiga, cukup dua aja, terima atau tolak.”

“Kamu sudah mengenal Nick beberapa bulan. Harusnya kamu tahu kalau dia adalah tipe orang yang sangat rasional. Saran yang dia beri semata dipikirkan secara logika saja, ngga ada pertimbangan perasaan.”

Iza tercenung sejenak, memang benar apa yang dikatakan ummi. Tapi tetap saja dia masih belum bisa menghilangkan kekesalannya pada Nick.

“Makanya abi sudah bilang, jauhi Nick. Dia itu laki-laki ngga benar. Kalau dia orang baik, ngga mungkin memberikan saran yang menyesatkan.”

Baik ummi maupun Iza terkejut mendengar suara Rahardi. Pria yang sedari tadi hanya diam di dekat pintu untuk mendengarkan, kini masuk dan menyela pembicaraan ibu dan anak itu.

“Sejak kapan abi jadi tukang nguping?” sembur ummi.

“Bukannya nguping, hanya tak sengaja dengar. Pas abi lewat dan kebetulan pintu terbuka, bukan salah abi dong kalau ikut dengar.”

“Sama aja nguping namanya,” sungut ummi.

Rahardi hanya terkekeh. Dia mendudukkan diri di samping sang anak. Mengusap puncak kepala Iza. Mina memandang curiga ke arah sang suami.

“Sudah.. jangan teruskan berteman dengan Nick, dia itu bukan laki-laki baik.”

Mina berdiri kemudian menarik tangan Rahardi untuk keluar dari kamar. Dia tak akan membiarkan suaminya itu mempengaruhi pikiran putrinya yang sedang galau. Mina terus menarik tangan Rahardi sampai mereka tiba di lantai bawah.

“Ummi apa-apaan sih, abi belum selesai bicara.”

“Jadi kompor maksudnya? Ummi udah tahu niat abi, pasti abi mau pengaruhin Iza buat ninggalin Nick, iya kan?”

“Emang salah? Abi hanya ingin yang terbaik untuk Iza. Dan Nick itu bukan laki-laki baik.”

“Atas dasar apa abi menilai Nick itu bukan laki-laki baik?”

“Shalat aja ngga pernah. Bagaimana bisa menjadi pribadi yang baik kalau sebagai muslim dia ngga pernah menjalankan kewajibannya. Abi juga ngga yakin dengan lingkungan di sekitarnya. Buktinya, temannya yang sudah menikah malah selingkuh di belakang istrinya. Sudah jelas Nick dan lingkungan di sekitarnya adalah pengaruh buruk untuk Iza.”

“Apa abi tahu kalau saat ini Nick berusaha untuk berubah? Dia ingin menjadi pribadi yang baik, dia juga sudah mulai menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Dia itu sedang berproses untuk menjadi baik, harusnya abi hargai apa yang dilakukannya.”

“Paling juga perubahannya hangat-hangat t*i ayam. Sebentar lagi juga balik ke asalnya.”

“Ummi ngga ngerti dengan jalan pikiran abi. Bisa-bisanya abi mengatakan seperti itu. Sejak kapan abi jadi peramal? Jangan mendahului kehendak Allah. Harusnya abi bangga, anak kita menjadi pemicu orang lain untuk berubah, bukan mendoakannya yang tidak benar.”

Mina yang kesal dengan sikap suaminya, segera berlalu menuju dapur. Rahardi pun tak ada niatan untuk mengejar. Sia-sia saja berdebat dengan sang istri, karena ujung-ujungnya pasti akan kalah juga. Dia memilih menuju ruang tengah untuk menonton televisi.

🍂🍂🍂

Usai shalat isya, Nick masih duduk termenung. Sudah dua hari ini Iza mengabaikan semua pesannya. Kesal rasanya, gara-gara masalah Fahrul, dirinya juga terkena imbas. Pria itu bangkit dari duduknya kemudian melangkah keluar dari masjid. Walau tak ada Iza, Nick masih tetap belajar mengaji pada Rivan, dia juga sudah mulai kembali menghafal doa-doa yang dulu pernah diajarkan padanya.

Terdengar helaan nafasnya ketika di depan masjid terlihat semua sahabatnya sedang berkumpul. Arnav memang masih belajar mengaji bersamanya, tapi melihat Abe, Denis juga Fahrul ada di sana membuatnya mengerutkan dahi.

“Ngapain lo pada di sini?”

“Lo tanyain sama temen lo ini, kemana dia bawa istri gue pergi,” Fahrul menunjuk pada Denis. Jika bukan karena Abe dan Arnav, mungkin sedari tadi dia dan Denis sudah baku hantam.

“Istri? Sejak kapan lo ngakuin kalo Mai istri lo hah?”

“Rese emang ya bacot lo!!”

Fahrul sudah mengepalkan tangannya ke arah Denis namun segera ditahan oleh Arnav. Nick berdehem kencang untuk menenangkan teman-temannya. Dia tak enak hati saat ketua DKM melihat ke arah mereka.

“Jangan ngobrol di sini. Tuh di pos aja, mumpung sepi.”

Nick menunjuk ke arah pos ronda yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari masjid. Kebetulan pula pos yang sering dijadikan tempat berjaga saat ronda malam tengah sepi. Kelima pria itu melangkahkan kakinya ke sana.

“Ngga usah basa-basi, di mana lo umpetin Mai?” tanya Fahrul sesampainya di pos.

“Sampai mati juga gue ngga akan kasih tahu lo.”

“Mau lo apa hah??!” emosi Fahrul mulai terpancing.

“Ceraikan Mai. Dengan begitu lo bisa bebas berhubungan sama Reisa dan gue bisa nikahin Mai.”

BUGH

Sebuah pukulan mendarat di wajah Denis, membuat pria berdarah Korea itu tersungkur. Abe dengan cepat melerai perkelahian. Arnav juga langsung menahan Fahrul yang hendak kembali memukul Denis.

“Mai itu masih istri sah gue!! Lo tuh ngga lebih baik dari gue. Lo pikir gue ngga tau kalau lo tuh simpanan tante-tante!”

Ucapan Fahrul sontak membuat Abe dan Arnav terkejut, kecuali Nick yang memang telah mengetahuinya. Kedua pria itu menoleh ke arah Denis. Namun Denis nampak tak peduli. Dia bangun seraya mengusap darah yang ada di sudut bibirnya.

“Emang kenapa kalau gue simpanan tante-tante? Gue single, ngga terikat dengan siapa pun, jadi gue bisa bebas menjalin hubungan dengan siapa aja. Tapi elo... lo tuh pria beristri, lo selingkuh sama perempuan lain di belakang istri lo. Lebih buruk mana lo apa gue?” Denis menunjuk dada Fahrul dengan telunjuknya.

“Tante g*rang lo itu istri dari seseorang, pake otak lo!” Fahrul balas mengetukkan jarinya di kepala Denis.

“Iya.. mereka istri dari suami yang tukang selingkuh kaya elo!!”

“B*ngsat lo!!!”

“DIAM!!!”

Fahrul urung melayangkan bogemnya kembali pada Denis begitu mendengar teriakan Nick. Raut sahabatnya itu sudah mulai berubah, gurat-gurat kemarahan tergambar jelas di wajahnya.

“Rul.. lo ambil keputusan, tinggalkan Reisa atau ceraikan Mai.”

“Lo mau ikut cuci tangan juga Nick? Inget.. lo yang kasih saran sama gue dan gue cuma ngelakuin apa yang lo saranin.”

“Iya gue yang saranin!! Dan gue akuin kalau itu saran terbodoh yang gue kasih elo. Sekarang gue cuma mau memperbaiki kesalahan gue. Mai, ngga pantas lo perlakukan seperti itu. Ini saran gue yang terakhir, tinggalin Reisa dan mulai hidup baru dengan Mai kalau lo ngga mau hidup lo hancur. Gue balik!!”

Tanpa menunggu jawaban dari yang lain, Nick bergegas kembali menuju mobilnya. Tak lama CRV miliknya melaju meninggalkan keempat sahabat yang masih mematung di tempat semula. Abe, Arnav dan Fahrul bermaksud pergi juga, namun langkah mereka tertahan saat mendengar suara Denis.

“Guys.. wait..”

“Apalagi?” tanya Fahrul malas.

Denis tak mempedulikan pertanyaan Fahrul. Matanya memicing melihat ke arah dua mobil yang melaju tepat di belakang kendaraan Nick.

“Kayanya ada yang ngikutin Nick..”

🍂🍂🍂

Nick melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Hatinya kesal melihat pertengkaran Denis juga Fahrul. Belum lagi Iza yang tak kunjung membalas pesannya, memperburuk suasana hatinya.

Nick membelokkan kendaraannya memasuki jalan pintas yang sering dilaluinya agar lebih cepat kembali ke hotel. Saat melintasi jalan yang sepi, tiba-tiba saja sebuah mobil menyalipnya kemudian berhenti di depannya. Nick menekan pedal rem dalam-dalam.

CIIIIIITTTT

🍂🍂🍂

**😱😱😱😱

Apa yang terjadi saudara²?

BTW sebenarnya perasaan Denis ke Mai gimana ya. Apa benar cuma mengingatkannya pada mendiang mama atau ada udang dibalik bakwan?🤔

Maaf.. aku juga masih bingung, mending lanjut nonton Proliga😎**

1
Kas Mi
d rendang thor😄🤣🤭
Kas Mi
apalagi aku thor g mungkin..nope bu diah aj aku g punya😄🤣
Kas Mi
/Good//Good//Good/
Kas Mi
kan g d ksih sodium nick mnis.y🤣😄
Kas Mi
aku baru engeh klw bca kisah bpk.y zayn..thor aku lp klw arnav bpk.y siapa?
Kas Mi
buseet dah jadwal mma.y kya dokter praktek aj thor🤣😄
sri murlini
kpn bikin karya lg tor
🅵🆉🆁 αժɾíαղ: Cek akun Ichageul. aku banyak bikin karya di akun itu
total 1 replies
🌸ReeN🌸
bener2 bagus bgt ceritanya, sahabat sejati yg bener2 setia apapun yg terjadi, recomended bgt
🌸ReeN🌸
aku kira namanya jarvis, bukan anak pertama meta sama ridho namanya jarvis ya
Oky Uchy
aku baru baca novel ini krna penasaran dg kisah cinta org tuanya attar,zayn dan kawan2 ternyata seru ya kak....
Intan Pakpahan
The Ramadhan😁
Intan Pakpahan
ohhh disini awal ktmu keluarga Ramadhan yach...
Intan Pakpahan
mampir sini abis dr Azzam, lannjjottt Nick😁
Euis Sri
ada,.jadi kangen ama Rizal Poppy Sarah Regan
Nabila hasir
akhirnya arnav souldout juga.
Nabila hasir
author sedihnya itu nick ma iza kenapa nyesek banget.
padahal nabila cuman baca.padahal cuman crita.
sampek anakku nanya di sampingku.
emak nangisi apa.nangis kenapa??
ini baca crita online.
heheheheh
Nabila hasir
di antara sahabat nick.hanya arnav yg gak sejodoh ma pasangannya.arnav ma meta berpisah
Nabila hasir
kok sedih ma arnav
Nabila hasir
ternyata meta ma ridho.
arnav kasik jodoh pasangan juga donk .
Nabila hasir
author piye iki.
nbila nangis trus bacanya ini.
😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!