NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan di paviliun rendah

Shang Zhi menatap langit yang mulai jingga. Langkah pertamanya telah dimulai. Ia akan menjadi murid luar yang paling tenang, sampai tiba saatnya sang naga harus menunjukkan taringnya yang sebenarnya..

Setelah keriuhan di lapangan giok berakhir, para murid baru mulai dibagi ke dalam asrama berdasarkan hasil bakat mereka. Lu Feng dan Yun Xi, dengan bakat tinggi mereka, dibawa menuju Paviliun Awan Biru sebuah kompleks bangunan megah dengan fasilitas kultivasi yang lengkap. Namun, Shang Zhi dan Han nama lengkapnya yuan han, bersama dengan murid-murid berbakat menengah dan rendah lainnya, digiring ke arah yang berlawanan.

Mereka berjalan menuju pinggiran sekte, melewati jalan setapak yang ditumbuhi semak berduri hingga tiba di sebuah lembah terpencil. Di sana berdiri deretan gubuk kayu tua yang tampak rapuh.

"Selamat datang di Paviliun Kayu Layu," ucap seorang murid senior bernama Guan He dengan nada malas. Ia memiliki wajah tirus dan mata yang licik. "Ini adalah tempat bagi kalian yang 'biasa saja'. Jangan berharap ada pelayan atau makanan mewah. Di sini, jika kalian ingin makan, kalian harus menanam sendiri atau menukarnya dengan poin kontribusi sekte."

Yuan Han melongo menatap gubuk yang atapnya bahkan sudah berlubang. "Ini... ini tempat tinggal? Zhi, sepertinya kandang kuda di rumahku dulu jauh lebih layak dari ini."

Shang Zhi mengamati sekelilingnya. Meskipun tempat ini terlihat kumuh, ia merasakan sesuatu yang berbeda. Lembah ini sangat sunyi, dan karena jarang dikunjungi, energi alam di sini terasa lebih murni dibandingkan area tengah sekte yang bising. "Tempat ini sempurna, han," ucap Shang Zhi pendek.

"Sempurna? Kau pasti sudah gila karena terlalu banyak mendaki tangga tadi," keluh Yuan Han sambil menyeret barang-barangnya masuk ke gubuk nomor 13 yang akan mereka tempati berdua.

Di dalam gubuk, hanya ada dua tempat tidur kayu keras tanpa alas, sebuah meja yang goyah, dan debu yang tebal. Shang Zhi segera duduk bersila di atas tempat tidurnya. Ia memejamkan mata, membiarkan napasnya teratur.

Sepuluh ribu tahun... akhirnya aku memiliki ketenangan untuk mulai memperbaiki fondasiku sendiri, batinnya.

Selama ini, Shang Zhi hanya menggunakan kekuatan kasar dari segel jiwanya untuk bertahan hidup. Namun, untuk benar-benar bangkit sebagai sang Kaisar, ia harus melatih kembali tubuh fana ini dari nol. Ia mulai menjalankan teknik Napas Kehidupan Abadi, sebuah metode pernapasan kuno yang ia ciptakan di kehidupan sebelumnya.

Perlahan, pori-pori kulitnya terbuka. Energi spiritual dari lembah itu mulai tertarik masuk ke dalam tubuhnya. Energi itu tidak langsung menuju ke dantian (pusat energi), melainkan mengalir ke tulang-tulangnya. Di ranah Bone Tempering, kunci utamanya adalah memperkuat struktur tulang agar mampu menampung energi yang lebih besar nantinya.

Tiba-tiba, suara gedoran keras di pintu menghancurkan ketenangannya.

"Keluar, anak baru! Waktunya membayar upeti selamat datang!" teriak sebuah suara dari luar.

Shang Zhi membuka matanya. Pupil emasnya berkilat sesaat sebelum kembali normal. Ia dan Yuan Han keluar dari gubuk. Di sana, Guan He sudah berdiri bersama dua murid senior lainnya. Di tangan mereka, beberapa kantong sutra milik murid baru lainnya sudah dirampas.

"Setiap murid baru yang masuk ke Paviliun Kayu Layu harus memberikan tiga buah Batu Roh sebagai biaya 'kebersihan'," ucap Guan He sambil menengadahkan tangan.

"Batu Roh? Tapi kami baru saja masuk! Sekte hanya memberi kami satu batu sebagai modal awal!" protes Yuan Han dengan wajah pucat.

Guan He tertawa sinis. "Kalau begitu, berikan satu-satunya batumu dan berlututlah minta maaf karena jumlahnya kurang. Jika tidak..." Ia meremas kepalan tangannya, mengeluarkan bunyi tulang yang berderak, tanda bahwa ia sudah mencapai puncak ranah Bone Tempering.

Murid-murid baru lainnya hanya bisa menunduk ketakutan. Mereka tahu melawan murid senior adalah tindakan bunuh diri. Namun, Shang Zhi melangkah maju, menghalangi pandangan Guan He terhadap Yuan Han.

"Kami tidak punya batu untukmu. Dan tempat ini... sepertinya tidak ada yang perlu dibersihkan kecuali sampah seperti kalian," ucap Shang Zhi datar.

Suasana mendadak sunyi. Yuan Han hampir pingsan mendengar keberanian sahabatnya. Guan He membelalakkan mata, wajahnya memerah karena amarah yang meledak.

"Kau... bocah jelata yang sombong! Aku akan memastikan kau merangkak di tanah ini!"

Guan He menerjang maju. Tangannya membentuk cakar, diarahkan langsung ke bahu Shang Zhi. Ini adalah teknik Cakar Harimau Hitam, serangan yang cukup kuat untuk meremukkan tulang bahu manusia biasa.

Shang Zhi tidak menghindar. Ia hanya menggeser kakinya sedikit ke samping saat serangan itu hampir mengenainya. Dengan gerakan yang sangat halus, ia menangkap pergelangan tangan Guan He.

Krak!

Bukan suara tulang patah, melainkan suara gesekan energi yang sangat padat. Shang Zhi menggunakan prinsip "Meminjam Kekuatan" untuk membelokkan momentum Guan He. Ia menarik tangan Guan He dan mendorong punggungnya dengan telapak tangan terbuka.

Guan He terpelanting ke depan, menghantam pohon ek besar di tengah asrama hingga pohon itu bergetar hebat. Ia jatuh tersungkur dengan napas tersengal-sengal.

"Siapa lagi?" tanya Shang Zhi sambil menatap dua murid senior lainnya.

Kedua murid itu gemetar. Mereka melihat pemimpin mereka dikalahkan hanya dalam satu gerakan oleh seorang murid baru dengan bakat menengah. Tanpa berkata apa-apa, mereka memapah Guan He yang lemas dan lari terbirit-birit meninggalkan lembah.

Murid-murid baru lainnya bersorak pelan, namun Shang Zhi tidak merasa bangga. Ia tahu ini baru permulaan. Guan He hanyalah kaki tangan kecil. Lu Feng pasti tidak akan tinggal diam mendengar kekalahan anak buahnya.

"Zhi... kau... kau benar-benar hebat!" yuan Han memeluk lengan Shang Zhi dengan mata berbinar. "Tapi, bukankah kau bilang bakatmu hanya menengah?"

Shang Zhi menatap langit yang mulai gelap. "Bakat hanyalah potensi di atas kertas, Han. Kekuatan yang sebenarnya ada pada bagaimana kau menggunakan setiap tetes energi yang kau miliki."

Malam itu, di kesunyian Paviliun Kayu Layu, Shang Zhi kembali bermeditasi. Ia tahu bahwa identitasnya harus tetap terjaga, namun ia juga tahu bahwa di dunia kultivasi, kelemahan adalah dosa terbesar. Ia harus menjadi cukup kuat untuk melindungi Yun Xi dan orang-orang di sekitarnya sebelum rahasia besar tentang jiwanya terungkap ke seluruh benua.

Sesaat sedang berkultivasi sekilas Shang Zhi dapat merasakan gejolak energi besar sisa sisa dari diri nya di masalalu, dan seketika Shang Zhi dapat melihat kejadian saat dulu ia di khianati murid nya sendiri, lalu tiba-tiba di dalam pikiran Shang Zhi bergema suara ibu nya yang mengatakan, "nak..terus lah melihat kedepan..jangan biarkan dendam membuta kan mu..ibu selalu ada untuk mu"

...Bersambung.... ...

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!