Terlahir jelek? Tidak masalah, dengan satu usapan aku bisa merubah paras seseorang menjadi wanita cantik.
Tapi, tiba-tiba suatu hari dia harus berada di ruangan yang sama dengan CEO selama 24 jam. Siapa yang bisa membantunya untuk menyembunyikan fakta bahwa dia sebenarnya adalah gadis jelek?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pagi
Pagi menjelang sinar mentari merambat masuk melalui celah jendela. Menyilaukan mata seorang gadis cantik yang bergelung nyaman.
Kelopak mata Alana mulai terbuka sayu, samar penglihatannya menangkap bayangan tubuh kokoh yang sedang di peluk erat.
“Akhirnya kau bangun juga!” suara berat seseorang membuat Alana tersentak kaget.
Sedikit mendongakkan kepala terkejut saat melihat wajah Zayn. Oh, astaga jantung Alana seakan terjun bebas ketika melihat pemuda ini berbaring di sampingnya.
“Kak Zayn!” pekik Alana.
“Lepaskan tanganmu! Aku tidak bisa bergerak,” ketus Zayn.
Sejak semalam perempuan ini memeluknya, hingga ia sulit bergerak. Menyusahkan saja.
Alana menatap tangannya yang membelit di pinggang Zayn. Apa yang telah dia lakukan? Dengan cepat melepaskan tangannya.
Zayn menarik napas lega akhirnya dia terbebas, lalu dengan cepat bangkit dari tempat tidur.
Alana gelagapan saat menyadari Zayn berada di dalam kamar ini dan melihat wajahnya yang baru bangun di pagi hari. Bagaimana dengan riasannya?
Astaga apa rahasianya telah terbongkar? Apa pemuda itu telah melihat wajah buruk rupanya.
Tangan Alana dengan cepat menarik selimut menutup seluruh tubuhnya.
“Jangan melihat wajahku!” pekik Alana.
Zayn mendengkus melihat tingkah Alana yang membungkus tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih.
“Bedakku! Tolong ambilkan bedakku!” ucap Alana dari balik selimut ingin memastikan bagaimana bentuk wajahnya.
Zayn tercengang, ya Tuhan, bisa tidak perempuan ini tak berpikir berdandan untuk sekejap saja ini masih pagi hari dan baru bangun pula decak Zayn.
“Hei kau baru saja sadar! Dan kau sudah mau berdandan!”
“Tolong kak bedakku, di meja rias!” desak Alana tangannya terulur dari balik selimut.
Ck, ck beraninya dia menyuruh seorang Zayn. Decak Zayn.
“Vampir China! Kau ... ” gemas Zayn mengepalkan tangannya pasrah menuruti keinginan Alana. Dasar perempuan gila dandan.
Zayn pun melangkah menuju meja rias mencari bedak yang biasa di pakai Alana di antara banyaknya alat make up. Tentu saja dia tahu bentuk dan merknya bagaimana tidak setiap saat perempuan ini berdandan di hadapannya.
“Ini,” dengus Zayn memberi bedak ke tangan Alana yang masih terus terulur dari balik selimut.
Debaran jantung Alana kian terpompa cepat saat menatap cermin di tempat bedak itu, ya tuhan semoga saja wajahnya tidak berubah. Dan
Alana menarik napas lega, ternyata tak ada yang berubah, rahasianya masih aman.
"Syukurlah, aku masih aman," batin Alana.
Ia pun menurunkan selimut yang menutup kepalanya, tersenyum kaku saat menatap Zayn yang menatapnya tajam.
“Kenapa kakak berada di sini?” tanya Alana.
Ya, ampun lelaki dan perempuan dalam satu kamar yang sama, Alana pun mencoba menatap bagian bawah tubuhnya lalu memperbaiki leher gaunya seolah sesuatu telah terjadi padanya dengan Zayn.
Zayn memutar mata malas, bisa-bisanya vampir China ini berpikir lain padanya.
“Jangan berpikir macam-macam! Semalam kau merancau menarikku lalu memelukku,” sembur Zayn.
“kau ketakutan hingga kau pingsan semalam,” sosor Zayn lagi.
Alana terdiam teringat kejadian semalam, ya kenangan buruk 7 tahun lalu itu terkenang membuatnya ketakutan.
“Ah, badanku sakit semua!” keluh Zayn lalu melangkah keluar kamar sembari mengurut tengkuknya yang terasa pegal.
“Semalaman aku tidak bisa bergerak!” Zayn berbalik sejenak matanya melotot galak ke arah perempuan yang semalam terus memeluknya, membelit pinggangnya erat hingga sulit bergerak. "Rasanya semalam aku habis tidur dengan ular sawah."
Alana hanya membalasnya dengan senyum cengiran, sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, merasa bersalah. Ya, Dia memang selalu ingin dipeluk saat ketakutan akan traumanya datang. Dan semalam Zaynlah yang memeluknya agar ia tenang.
Mata Alana membulat saat menyadari jika semalam adalah untuk pertama kalinya mereka tidur bersama sebagai suami-istri. untung saja tidak terjadi apa-apa.
***
“Pasangan ini telah berada di ruang makan untuk menyantap makan malam. Alana baru saja menyajikan menu sop daging dengan perkedel kentang di meja makan. Setelah meracik semangkuk sup daging untuk Zayn kini Alana beralih mengisi piring dengan nasi.
“Sebenarnya apa yang terjadi semalam? Kau pingsan hanya karena berada di dalam mobil?" tanya Zayn baru memiliki kesempatan membahas masalah trauma Alana.
Alana tersenyum pelik. “Aku pernah terlibat kecelakaan! Jadi sampai sekarang aku takut naik mobil, apalagi yang melaju kencang,” jelas Alana lalu meletakkan piring yang telah di isi nasi ke hadapan Zayn. Setelahnya ikut duduk.
“Lalu Laura?” tanya Alana dengan menggebu-gebu.
“Kabur, kau keburu pingsan.”
“Yah gagal lagi. Aku juga sudah mengambil fotonya sebagai bukti. Tapi, ponsel itu juga hilang saat bersama Laura,” jelas Alana berdecak kesal. “Ibu terus menghubungiku, dia pasti mencariku.”
Alana hendak mengisi piringnya dengan nasi namun, Suara bel pintu membuat perhatiannya terkalihkan, mereka pun saling tatap siapa yang datang ke rumah ini. Di saat jam makan malam pula.
“Kau buka pintunya!” titah Zayn yang kini mulai menyantap makanan.
Alana mengerucutkan bibirnya, dia sudah sangat lapar, kenapa dia harus mendapat tugas membuka pintu.
Dengan langkah berat Alana melangkah ke arah pintu, setelah sampai di hadapan benda persegi tersebut.
Alana mulai membuka pintu. Perempuan ini sejenak membatu bak terbius melihat seorang pemuda tampan berdiri di hadapannya dengan senyum menawan.
“Arion!” seru Alana.
****
Like
Coment
Vote ...
tapi kenapa sekarang kamu tidak pernah muncul lagi..