NovelToon NovelToon
Perjuangan Emely

Perjuangan Emely

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Rani Sara

Emely seorang gadis yang terpaksa bekerja disebuah bar karena harus menjadi tulang punggung keluarganya. Dia harus menghidupi ibunya yang sudah tidak bekerja karena penyakit leukimia yang menyerangnya beberapa bulan terakhir, dia juga memiliki seorang adik laki - laki yang kuliah disalah satu universitas dengan mendapat beasiswa karena kepintar
annya. Sedangkan sang ayah lebih memilih meninggalkan ibunya, adiknya dan juga Emely. Hidupnya semakin menderita setelah pertemuannya dengan Davino Swam. Pria yang menganggap wanita sebagai mainanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Sara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Jadi part kali ini cuma tentang Emely sama Davino dulu yah.... Yang main dibelakang layar, nanti aja di part berikutnya. Hehehe

Selamat membaca. Kalau suka dilike, divote yah. Kalau kasih saran silakan di komentari. Kalau ingin ngasih nilai silakan diberi rate.

_______________________

Dengan berbekal informasi dari pemilik Diamont Star, pria yang entah mengapa harus mengabaikan pekerjaannya hanya demi untuk mencari seseorang yang bahkan bukan siapa - siapa baginya. Namun entah mengapa dia bisa sampai disini.

" Jadi dia tinggal disini? " Gumamnya sambil memperhatikan sebuah rumah minimalis, terlihat sederhana namun tetap asri karena ada beberapa pohon cemara disekitarannya dan juga tanaman bunga yang sepertinya di rawat dengan baik oleh sang pemilik rumah.

Mengamati dari dalam mobil, gadis yang

dia bahkan tidak tahu mengapa hampir sebulan ini, dia mencarinya. Gadis yang mungkin membencinya sangat dalam.

Emely masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamar, namun dia baru ingin teriak karena mendapati seorang pria yang sudah berdiri dikamarnya.

"Ka.. Kamu kenapa bisa ada disini? " Tanya Emely dengan suara terbata - bata karena dia gemetar, melihat pria yang dengan santainya tiduran diranjangnya. Pria yang sangat dibencinya, pria yang ingin dihindarinya, pria yang bernama Davino Swam.

"Itu tidak penting. Kemarilah. " Ucap Davino dengan santainya. Namun gadis yang hanya menggunakan piyama lengan pendek itu, hanya menggeleng. Dia tidak ingin dekat - dekat lagi dengan laki - laki itu. Laki - laki yang sudah menidurinya bukan hanya sekali itu.

"Haruskah aku menyapa ibumu dulu? " Tambah Davino ketika melihat reaksi Emely yang tak kunjung menghampirinya. Ucapannya sih sangat lembut. Tapi Emely tahu kalimat itu mengancamnya.

"Kamu hanya mengancam aku kan? " Davino tersenyum menyerigai masih dalam posisi tiduran diranjang Emely, memiringkan tubuhnya menatap Emely yang masih berdiri dibalik pintu kamarnya.

"Apakah tiga kali tidak cukup bagimu, untuk bisa mengenal aku? " Mendengar itu seketika membuat tubuh Emely menegang. Dia tahu laki - laki itu, bukan sekedar mengancamnya tepatnya dia akan melakukan apa yang diucapkannya jika keinginannya tidak dipenuhi dan tiga kali itu Emely tahu artinya.

" Aku takut padamu. " Ucap Emely jujur. Wajah angkuh Davino berubah. Senyum menyerigai tadi bahkan langsung hilang entah kemana. Satu kalimat yang entah mengapa membuat hatinya sesak. Bukan ini yang ia inginkan. Tapi apa yang sebenarnya ia inginkan? Dia juga tidak tahu dan tidak mau tahu. Seperti itukan karakternya?

Dari pada berpikir dia memilih berhenti. Karena berfikir sesuatu yang rumit sangat dibencinya. Davino kembali memasang senyum menyerigainya, yang sudah kembali ketika tadi hampir lupa jalan pulang.

"Kemarilah. Aku benci penolakan. " Ia bisa melihat sudah sepucat apa wajah gadis yang dengan ragu - ragu melangkah keranjangnya. Apa dia punya pilihan lain? tentu punya. Tapi apa itu? Haruskah dia langsung keluar dan berteriak maling agar Eduar dan ibunya bangun. Lantas apakah laki - laki didepannya ini akan diam saja. Mengingat kata kak Boy kalau paman laki - laki itu merupakan seorang Ajun Komisaris polisi, rasanya Emely tidak memiliki keberanian untuk berteriak maling.

Emely berdiri tepat didepan ranjangnya. Dihadapan laki - laki itu, dia bahkan tidak memiliki setitik harga diri. Davino meraih pinggang Emely, ketika gadis itu hanya mematung ditempatnya, wajahnya menunduk dan tubuhnya gemetar. Haruskah dia hancur sehancurnya jika laki - laki ini akan kembali menyentuhnya?

***

" Apakah dia benar - benar hanya ingin tidur denganku? " Berbicara dalam hati. Menahan tubuhnya, agar tidak terlalu gemetar. "Tapi kenapa dia ingin tidur denganku? apa dia senang menyiksaku? " Emely hanya bisa diam, ketika kepalanya saat ini bertumpuh pada salah satu tangan pria yang dengan santainya memeluk Emely dari samping. Hembusan nafas Davino bahkan sangat terasa ditengkuknya karena posisi mereka yang sangat dekat. Bisa dibilang Davino seperti cicak menempel ditubuh Emely.

Davino memejamkan matanya, mengusik rasa yang mulai menghampiri. "Jangan sekarang. " Gumamnya sangat pelan. Entah mengapa gadis yang tubuhnya bisa dirasakan Davino bergetar itu, membuat Davino ingin kembali menyatukan tubuh mereka. Bahkan semenjak meniduri Emely secara paksa waktu itu, Davino tidak pernah menyentuh wanita lain. Bukan karena dia tidak ingin, buktinya dia minta disediakan gadis waktu itu pada Haizel dan juga selama sebulan ini, dia mencoba menerima wanita yang dengan sukarela tidur dengannya. Tapi entah kenapa dia tidak bisa melakukan itu, semua tentang Emely tiba - tiba muncul menggantikan siapa saja yang menjadi lawannya ketika berada diatas ranjang dan alhasil wanita - wanita tersebut harus menerima kekecewaan karena pada akhirnya Davino tidak menyentuh mereka.

"Aku tersiksa. " Gumamnya pelan namun masih bisa didengar Emely. Emely tidak menanyakan, kali ini dia bersumpah tidak akan mengeluarkan sepatah katapun yang bisa membuat laki - laki itu tersinggung. Memilih diam dan pura - pura tidur adalah jalan terbaik, menurutnya.

Setelah dirasanya Emely sudah tertidur, Davino mencium dengan lembut bahu gadis itu. " Parfum rasa stroberi. " Gumamnya lagi.

" Aku merindukanmu. " Emely seketika membuka matanya, mendengar ucapan Davino barusan. Walaupun ucapan itu hanya seperti bisikan nyamuk, namun Emely jelas - jelas mendengarnya. Emely hanya membuka matanya, namun tidak membuat pergerakan karena dia tahu laki - laki itu belum tidur. Tapi tunggu, apakah laki - laki itu benar - benar akan tidur dengannya sampai pagi? Bagaimana jika ibunya atau Eduar memaksa masuk kedalam kamarnya? Mendapati seorang pria tidur seranjang dengannya. Oh Tuhan Emely tidak bisa membayangkan bagaimana terlukanya sang ibu.

" Kau mengacaukan hidupku. " Ucap Davino lagi. Sebenarnya apa sih maunya pria ini, tadi bilang rindu sekarang bilang mengacaukan hidupnya.

Sebelum mengenal Emely, semua hal yang pernah diucapkan Davino dilanggarnya. Sebagai contoh jika dia pernah tidur dengan satu wanita, maka tidak ada kesempatan kedua untuk wanita itu bermimpi bisa menghabiskan malam diranjang bersama Davino. Bahasa gaulnya hanya satu kali pakai. Namun bersama Emely, dia bahkan melakukannya tiga kali. Itupun dia yang jadi sih pemaksa.

Contoh lainnya dia tidak pernah ingat nama dan tidak perduli dengan gadis yang pernah menghabiskan malam panjang dengannya. Tapi Emely dia bahkan ingat nama belakangnya. Dia perduli, buktinya dia tidak rela Emely dibeli pria lain waktu di pelelangan wanita. Bahkan dia membayar dengan sangat mahal, agar orang - orang disitu tahu betapa berharganya gadis itu. Dia perduli sehingga dia menghajar pria yang berniat kurang ajar pada Emely di Bar milik kak Boy. Seharusnya dia menghajar dirinya sendiri bukan? Karena dia yang lebih brengsek.

Itulah mengapa Davino mengatakan bahwa Emely mengacaukan hidupnya.

***

" Mel, bangun nak. Kita sarapan bersama. " Suara Ibu Emely, membuat Emely bangun dan panik sendiri.

1
ArSsyad Adike Asha
ku kira udah and tenyata masih gantung
Intan Mahardika Lintangkawuryan
kangen sekali sama kisah Davi n emely, baru bisa mampir 😍😍😍
Jeni Safitri
Inilah kadang" penyakit di cari"
Jeni Safitri
Emily seharusnya kamu tau diri juga dong rayhankan sdh tau kamu tidur sama laki" lain mau apapun alasanya kalau diantidak terima kamu hatus ikhlas emily
Ainieee
semngatt thor
Nur Latifah
lanjut Thor semangat
Asyatun 1
lanjut
Nur Latifah
karya nya bagus, gaya bahasa sederhana dan mudah dimengerti
Nur Latifah
Thor lanjut dong ceritanya udah berapa tahun ni, kan bapaknya Davi lagi mencari adik perempuannya, terus pak Arlan belum balas dendam ke davino sama tambahin lg konflik dgn bumbu cemburu nya Thor,,,ayok dong Thor semangat aku sampe rela bolak balik ke app ini cuma buat nungguin kelanjutannya aku penggemar setia kamu loh sayang kan cerita nya kalau di gantung
Ara: Sabar bentar lagi. udah tnggal mau nyalin
total 3 replies
Ara
hahaha lama
Dwi Laras Anggreni
Luar biasa
Ivana Monica
dr awal sampe akhir bagus ceritanya...
MJ mita
Lanjutannya donk
Widi Widurai
jiah musuh dlm selimut wkwkkw
Muhammad Raihan Safutra
Luar biasa
Sapna Anah
Thor kapan ya emely ketemu kakek neneknya atau pamanya/Proud/
Ara: bentar lagi kyaknya 😆
total 1 replies
Sapna Anah
Thor kapan davino menikahi emely
Sapna Anah
jdi tambah gregetan sama davino walaupun awal"pertemuannya menyskitkan TPI lama" menyenangkan lanjut Thor,,,dan semoga sehat slalu
Sapna Anah
truslah berjuang davino saya doakan kamu berjodoh dngn emely
anisa
thor jangan buat pemeran utamanya sensara gak ketulungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!