Cahaya adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang memiliki masalah keluarga cukup besar, ia harus kehilangan ibunya lantaran sakit jantung saat mengetahui suami alias ayah Cahaya ternyata sudah menikah lagi dengan seorang wanita muda berumur 20 tahun bernama Calissa.
Cahaya sangat terpukul atas kepergian ibunya, gadis tomboy itu jadi lebih liar dan jarang berada di rumah.
Sedangkan Topan adalah seorang pria berusia 21 tahun yang saat ini sedang berkuliah, Topan merupakan anak dari keluarga ternama dan kaya raya maka dari itu ia memiliki hobi mewah yakni balapan mobil bahkan Topan mempunyai geng mobil namanya ‘Spider’.
Suatu hari Topan diputusin sama pacarnya yang bernama Bella, ia pun sempat patah hati dan temannya menyarankan ia untuk memakai aplikasi penjemput jodoh yang lagi viral.
Topan menggunakan nama samaran Badai dan akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari aplikasi itu yang bernama Senja alias Cahaya yang juga memakai aplikasi tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Hampir
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 25
...•...
...•...
Topan pun pulang dengan perasaan gundah gulana, ia menyusuri gelapnya malam bersama mobilnya. Tak seperti biasanya Topan seperti ini, ia menyesal karena sudah menjadikan orang lain sebagai bahan taruhan dan akhirnya ia malah kalah. Sudah seharusnya Topan tidak melakukan itu pada Bella, ia sangat bingung sekarang harus bagaimana menjelaskannya pada Bella.
TIIINNN...
Suara klakson panjang dari sebuah mobil di depannya membuat Topan kaget dan reflek menginjak rem secara mendadak, ia tersadar dari lamunannya beruntung tidak mengalami tabrakan dengan mobil dari arah lain itu.
"Heh, bawa mobil tuh yang bener!" bentak seorang pria pengendara mobil di seberangnya.
Topan pun membuka kaca mobilnya lalu membuka kacamata hitamnya, ia memberi gestur meminta maaf dengan senyuman tipis di bibirnya tanpa mengeluarkan suara. Setelahnya ia menutup kembali kaca mobil lalu menyandarkan kepalanya di jok mobil, ia merasa pusing sekali kali ini.
"Huh hampir aja gue nabrak, hadeh kalo gini terus gue takut makin gak fokus..." batin Topan memijat keningnya sendiri.
Akhirnya Topan memaksakan diri untuk menyetir kembali, namun ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar tak terjadi hal-hal seperti tadi lagi. Lagi-lagi pikirannya kembali kacau karena memikirkan Bella, ia takut kalau wanita itu akan membenci dirinya nanti.
Saat di tengah jalan, ponsel milik Topan berdering membuat pria itu harus melipir sejenak ke pinggir untuk mengangkat telpon tersebut. Wajah yang tadinya kusut dan lesu, tiba-tiba berubah jadi sumringah ketika melihat nama Cahaya di layar hp nya. Ia mengucek-ngucek mata memastikan apakah yang dilihatnya benar dan ia tidak sedang melamun.
"Ini seriusan? Si cewek ngeselin itu telpon gue? Tumbenan banget, jangan-jangan dia udah mulai jatuh cinta sama gue..." ujar Topan senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya.
Setelah puas tertawa akhirnya Topan mengangkat telepon dari Cahaya karena takut kalau terlalu lama nantinya gadis itu malah mematikan teleponnya.
📞"Halo, ada apa nih lu telpon gue? Biasanya juga kalo ditelpon marah-marah terus, lah ini tumben lu yang nelpon gue duluan... mulai cinta ya?" ujar Topan dengan penuh kepedean.
📞"Dih najis! Gue telpon lu mau kasih kabar kalo gue udah ada uang buat bayar hutang, kapan nih lu bisa ketemu sama gue?" ujar Cahaya.
📞"Ohh soal hutang, yaelah itu mah belakangan aja sih santai gausah buru-buru! Lagian lu emang dapet duit 5 juta darimana ha? Jangan-jangan nyolong ya lu di rumah orang??" ujar Topan.
📞"Heh sembarangan aja lu! Ini gue minjem uang dari temen gue, biar gue bisa bebas dari orang kayak lu! Udah cepetan kapan bisa ketemunya!" ujar Cahaya emosi.
📞"Lah? Jadi lu bayar hutang gue dari uang pinjaman? Kalo gitu caranya lu gak bakal bebas dari hutang, masa bayar hutang dengan cara ngutang lagi! Aneh lu celin!" ujar Topan.
📞"Hah? Nama gue Cahaya bukan celin!" ucap Cahaya menganga heran.
📞"Lebih pantes celin alias cewek ngeselin! Udah cocok banget dah tuh buat lu, bayar utang kok ngutang lagi! Pokoknya gue gak mau terima kecuali tuh duit hasil kerja keras lu sendiri, titik gak pake koma!" ujar Topan.
📞"Ish jangan ganti-ganti nama gue! Yaudah kalo gak mau terima mah, tapi utang gue sama lu udah lunas ya itungan nya!" ucap Cahaya.
📞"Lah? Aneh banget lu, celin! Lunas darimana nya? Ya belum lah, kan lu belum bayar celin!" ujar Topan.
📞"Ish berhenti panggil gue celin! Yaudah ah gue males lama-lama telponan sama lu!" ucap Cahaya kesal kemudian mematikan teleponnya.
Topan pun langsung tersenyum tipis memandangi layar ponselnya, entah mengapa suasana hatinya mendadak berubah setelah menerima telpon dari Cahaya. Padahal selama telponan tadi, mereka selalu ribut dan tidak ada percakapan yang romantis.
"Gue kenapa sih? Gak mungkin gue suka sama cewek ngeselin kayak gitu!" batin Topan.
...•••...
Disisi lain, setelah menutup telponnya Cahaya langsung membanting ponselnya begitu saja ke atas ranjang karena merasa kesal. Ia duduk di pinggir kasurnya dengan nafas memburu, namun tiba-tiba ia malah tersenyum sekilas saat mengingat momen telponan tadi bersama Topan.
"Nyebelin banget tuh cowok, pake segala ganti-ganti nama gue! Udah gitu dia gak mau terima uang gue, padahal kan gue sengaja pinjam uang biar bisa cepat lepas dari cowok nyebelin kayak dia!" batin Cahaya.
Lagi-lagi Cahaya tanpa sengaja membayangkan wajah Topan sambil tersenyum, namun dengan cepat ia menghilang pikirannya itu dan berusaha untuk tidak melakukan itu lagi.
"Ish gue kenapa sih? Ayolah ngapain coba gue malah bayangin muka si cowok songong itu? Pokoknya gue harus cari cara lain buat bayar utang gue ke si Topan, gimanapun juga gue harus cepet-cepet bebas dari dia! Udah males banget gue berurusan sama dia lagi, tapi gimana ya?" batin Cahaya kebingungan.
Tiba-tiba Cahaya mendengar suara mobil datang ke dalam rumahnya, ia pun penasaran lalu melihat melalui jendela untuk memastikan mobil siapakah yang datang itu. Rupanya itu adalah mobil papanya yang baru pulang dari kantor, akhirnya Cahaya memiliki ide untuk membantu papanya kerja supaya ia bisa mendapat upah dan uangnya akan ia gunakan untuk membayar hutang nantinya.
Cahaya pun keluar dari kamarnya untuk menemui papanya di bawah, ia melupakan sejenak kebenciannya demi mendapatkan uang untuk membayar hutang-hutangnya pada Topan. Namun, langkahnya terhenti di tangga saat ia melihat Calissa sudah menghampiri papanya lebih dulu.
"Ish tuh cewek murahan kegatelan banget sih! Pake sok-sokan perhatian segala sama papa, padahal mah dia cuma ngincer harta papa doang! Males banget gue kalo harus berurusan sama dia lagi, besok aja deh gue coba ngomong sama papanya..." batin Cahaya memasang muka malas.
Ya akhirnya Cahaya tidak jadi menemui papanya karena ada Calissa disana, mau gimanapun juga ia malas kalau harus berurusan dengan mama mudanya yang menjadi penyebab meninggalnya sang mamanya. Cahaya pun kembali ke kamarnya lalu menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
Sementara itu, Calissa membantu suaminya melepaskan jas serta dasinya. Hendra pun langsung sumringah melihat istrinya dengan sigap mendatanginya begitu sampai di rumah, ia mengecup kening Calissa dengan lembut.
"Udah selesai mas kerjaannya?" tanya Calissa tersenyum sambil mencium tangan suaminya.
"Iya, capek banget nih!" jawab Hendra.
"Ohh, yaudah mas mau apa tinggal bilang aja!" ucap Calissa coba memberi perhatian pada Hendra.
"Gak ada kok, nanti aja di kamar aku kasih tau kamu!" ucap Hendra tersenyum genit.
"Ya, oke! Oh ya mas udah makan belum?" ucap Calissa.
"Udah kok, kamu sendiri gimana? Akur-akur aja kan di rumah berdua sama Cahaya, anak itu gak bikin masalah lagi kan sama kamu?" ucap Hendra.
"Tenang aja, mas! Cahaya itu kan anak baik, dia gak mungkin lah ngelakuin hal yang gak bener!" ucap Calissa.
"Syukurlah, yaudah kita langsung ke kamar aja! Aku lagi kesal banget nih butuh hiburan dari kamu!" ucap Hendra merangkul pinggang sang istri.
"Loh emang kamu kenapa, mas?" tanya Calissa.
"Tadi di jalan pulang, ada pemuda pake mobil sport jalannya ugal-ugalan hampir aja nabrak mobil aku! Udah gitu dia gak minta maaf, cuma ngeliatin gitu aja ke arah supirku! Aku rasa dia mabok sih!" jawab Hendra.
"Yaudah sabar aja, mas! Kamu kan tau sendiri anak muda jaman sekarang tuh kayak gimana, mereka banyak yang gak punya sopan santun!" ucap Calissa menenangkan suaminya.
Mereka berdua pun jalan berdampingan menuju kamar dengan Calissa membawa serta jas sang suami di tangannya, wajahnya memang tersenyum namun hatinya merasa beda.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
Aku mampir ya..
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
biar papa nya nyesel dan mengabaikan anak nya
aku gemes banget klo soal selingkuh