Demi membantu sang ayah Samara rela menikah dengan Edric, CEO muda yang terkenal sangat kejam.
Suaminya tak pernah menganggap Samara ada. Hari-hari rumah tangganya penuh dengan isak-tangis.
Bagaimana kelanjutan hubungan diantara keduanya?
Akankah Samara bertahan atau memutuskan pergi?
Bagaimana dengan Edric?
Apakah dia akan mati-matian mengejar cinta istrinya kembali?
Saksikan berbagai kejutan dalam kisah mereka hanya di Noveltoon.
#Silahkan jika anda ingin promosi novel anda di page saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♡SanitaComel♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Kedua Dominique
Pagi hari itu tidak ada yang sarapan dirumah,, semua orang berangkat pagi-pagi sekali.
Setelah Edric berangkat ke kantor, Samara pun melajukan mobilnya membelah jalanan kota,, menuju ke toko butik miliknya.
Samara menikmati perjalanan pagi yang sejuk, sesekali dia menghirup udara segar di pagi itu sangat menyejukkan.
*tadinya aku ingin meminta izin pulang kerumah untuk menemui daddy dan mommy,, tapi sepertinya suasana dirumah sedang tidak bagus,, aku takut Edric tidak mengizinkan ku untuk pergi* Samara pun mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Edric
Tiba tiba ponselnya bunyi menerima notifikasi.
Samara menatap ponselnya,, matanya membulat saat tau jika Ray mengirim pesan padanya,, Maju mundur samara ingin membaca isi pesannya dan akhirnya dia membuka pesan dari Ray.
💬 Ray :
Temui aku di Blue Watermall,, Pukul 3 sore.
Ada yang ingin ku bicarakan 💬
Samara terheran membaca pesan dari Ray.
*kenapa dia ingin bertemu denganku secara tiba tiba,, ini terasa aneh*
Samara pun melanjutkan perjalanannya ke butik miliknya.
...****************...
Di jalan raya David melajukan mobilnya,, sesekali dia melirik Alishka melalui kaca, terlihat Alishka tersenyum menatap jalanan kota.
*aku ingin senyum itu selalu ada di wajahmu nona,, aku akan selalu merindukan senyuman itu* David tersenyum memandang Alishka dari balik kaca.
Mobil pun telah sampai di halaman Gedung Alliance Michael, Edric keluar dari mobilnya bersama Alishka,, beberapa pegawai yang melihat pun langsung bergosip.
🗣 *"Lihat itu, itukan Alishka pegawai kantor sini kok bisa ya dia bareng sama Tuan Edric,, ada hubungan apa di antara mereka" Seorang pegawai wanita berbisik kepada temannya.
"Iya kau benar itu Alishka,, aku dengar sih tuan Edric punya adik perempuan, apa jangan-jangan dia itu adiknya tuan Edric" Salah seorang pegawai pria pun memberi respon pada teman wanitanya.
"Ahh, tidak mungkin,, Bisa jadi dia itu sengaja dekati tuan Edric biar naik jabatan,, dia licik sekali" Sepertinya pegawai wanita itu salah mengartikan apa yang di lihatnya
"Sstt !! sudah-sudah, jangan ikut campur urusan orang, kalau tuan Edric dengar kita bisa kena masalah besar,, biarkan saja, lagian tidak penting juga" Pegawai pria itu memperingatkan teman wanitanya*.
David yang melewati para pegawai tersebut, dapat mendengar pembicaraan mereka,, David pun memberikan tatapan yang sinis kepada kedua pegawai tersebut,
Seperti ingin mengatakan "Hati-hati dengan ucapan kalian wahai netizen zulid,, salah bicara kalian bisa tamat"
Seperti itu lah kira-kira arti dari tatapan mata David.
Kedua pegawai itu pun langsung menundukkan wajahnya tak berani menatap mata David.
Alishka yang memperhatikan David pun heran.
"Kenapa kau menatap mereka seperti itu? apa yang salah dengan mereka"
Alishka sekilas berbalik melihat dua orang yang di tatap David.
"Tidak ada nona"
David hanya berjalan menatap ke depan,, Edric sudah masuk ke dalam lift, David mengikutinya, namun tidak dengan Alishka.
"Hey, kau mau kemana? kenapa tidak ikut masuk"
Edric yang melihat adiknya masih di luar pintu lift pun bertanya.
"Umm, aku lapar kak,, tadi dirumah aku tidak sarapan"
Alishka memegang perutnya karena terasa sakit.
"Ya sudah,, kau libur saja hari ini,, jangan lupa makan ya"
Edric mengusap kepala adiknya lalu masuk kembali ke dalam lift, Edric menatap David yang terus memandang ke arah Alishka.
"Dav, pergilah,, aku ingin kau menemani Alishka hari ini"
David yang mendengar perintah Edric pun sangat senang.
"Tentu tuan,, saya akan selalu berada di samping nona Alishka"
Tanpa meminta izin dari Edric,, David langsung mengejar Alishka yang sudah lebih dulu berlalu.
*kenapa dia begitu bersemangat,, apakah dia berlari* Edric menatap ke arah David pergi, sangat heran dengan tingkah David hari ini.
Alishka sedang berjalan menuju gerbang kantor,, Saat itu Arthur pun mengendari sepeda motornya masuk ke gerbang kantor,, mereka akhirnya saling bertemu di pintu gerbang.
"Ehh ehh !"
Arthur pun berhenti karena hampir menabrak Alishka,, Alishka pun yang terkejut langsung menatap sang pengendara motor.
"Heh, anak baru ternyata kau"
Alishka menunjuk ke arah Arthur.
"Ehh, nona manis,, maafkan aku ya, aku tidak melihat kalau kau berjalan ke luar"
Arthur mengatupkan kedua tangannya.
"Wah wah, jam segini kau baru datang,, hebat sekali kau sudah berani mengalahkan bos"
Alishka tepuk tangan meledek Arthur.
"Iya bener,, aku terlambat datang ya hehe" Jawab Arthur sedikit tertawa
"Ya sudah,, aku duluan ya, dah anak baru"
Alishka masih satu langkah, tapi di hentikan Arthur.
"Ehh, tunggu .. kau mau kemana nona manis? apa tidak masuk kerja" Arthur tersenyum
"Tidak, aku sudah minta izin pada atasan hari ini aku libur,, dan ya aku sedang butuh hiburan" Wajah Alishka berubah sendu
"Sudahlah,, kau masuk sana" Lanjut Alishka
"Tunggu, kau mau pergi kemana" Arthur kembali bertanya
"Umm,, entah lah kemana saja yang penting happy" Alishka tersenyum
"Ayo naik,, biar ku temani" Arthur menepuk bagian belakang motornya, menyuruh Alishka untuk duduk di atas motornya
Alishka menaikan alisnya sedikit heran
"He anak baru,, kau bisa bolos kerja kalau menemani ku"
"Itu tidak masalah, lagian aku juga sudah telat masuk kerja... kau butuh hiburan kan,, ayo naik, biar ku tunjukkan tempat hiburan padamu nona manis"
Alishka terkekeh mendengar Arthur memanggilnya nona manis.
"Baiklah,, berhubung kau memaksa boleh juga, haha"
Sedari pagi Alishka hanya diam, Baru ini dia tertawa berkat Arthur.
Alishka pun naik ke motor Arthur, Sepeda motor sport bewarna hitam.
Ya seperti itu lah gambaran sepeda motor milik Arthur.
Arthur pun membonceng gadis paling manis yang pernah dia temui selama hidupnya,, sungguh hatinya sangat senang, bisa jalan dengan gadis pujaan hatinya,, sepertinya Arthur semakin menyukai Alishka.
"Pegangan dengan erat nona manis,, aku ingin mengebut" Kata Arthur.
"Hei, jangan kencang-kencang,, Kalau mau mati sendiri saja" Alishka memukul bahu Arthur
Arthur melajukan sepeda motornya menuju jalanan kota London,, namun Alishka sempat menatap kaca spion, dia bisa melihat David berdiri di belakang mereka sebelumnya.
**D*avid, sejak kapan dia ada di situ,, ahh, aku sudah terlanjur menerima ajakan Arthur* Alishka pun menghela nafasnya
David yang sedari tadi memperhatikan Alishka dari belakang pun mengepalkan tangannya menahan rasa cemburu.
*satu pria belum selesai,, sudah ada pria lain lagi,, kenapa sangat sulit untuk menggapai mu nona,, begitu banyak saingan untuk mendapatkan mu*
Wajah David pun menjadi murung,, dia kembali masuk ke dalam kantor Edric.
...****************...
Waktu menunjukkan pukul 3 sore,, Samara masih berada di butiknya, dia sangat bingung dan bimbang.
Setelah menerima pesan dari Ray, Samara menjadi tidak fokus.
"Excuse me"
Suara wanita membuyarkan lamunan Samara,, sepertinya ada pengunjung yang datang ke butik, Samara langsung keluar menyapa wanita tersebut.
Terlihat wanita itu masih melihat gaun-gaun yang ada di butik Samara.
"Yes can I help you" Sapa Samara
Mendengar suara Samara wanita itu pun langsung berbalik.
"Kau ! apa kau pemilik butik ini"
Samara sangat terkejut ternyata Dominique yang mengunjungi butiknya.
*bagaimana ini? apa dia mengenali aku* Samara mulai panik melihat wanita itu, tangannya mulai bergetar.
"I..i..ya sa..ya pemiliknya" Jawab Samara terbata bata
"Benarkah? apa aku mengenal mu, wajah mu seperti tidak asing" Dominique mengamati wajah Samara sedang menyelidik
"Tidak nona,, saya tidak kenal anda"
Samara berusaha agar Dominique tidak bisa mengingatnya, sungguh dia sangat takut dengan wanita itu.
*ya tuhan, kenapa kau mengirim wanita ini ke padaku,, dia menakutkan sekali, tatapannya seperti ingin membunuh ku*
Samara mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Anda ingin gaun yang mana nona,, silahkan, ini gaun terbaru yang saya rancang" Samara menawarkan gaun yang baru saja di buat olehnya
Namun Dominique tidak berhenti menatapnya.
"Apa kau...." Dominique belum selesai bicara Thalia datang
"Domi, aku mencari mu dari tadi,, ternyata kau disini? apa yang kau lakukan" Thalia bertanya
Dominique pun teralihkan sebelum mengenali Samara.
"Ya aku melihat butik ini ,, jadi aku ingin membeli gaun yang ada disini, kau lihatlah semua gaunnya bagus,, warnanya juga cantik, modelnya juga kekinian" Dominique menunjuk semua gaun yang ada di butik Samara
"Hey, tadi kau menawarkan gaun rancangan baru mu kan,, bantu aku mencobanya" Dominique meminta Samara untuk membantunya mencoba gaun
"Mari saya antarkan ke ruang ganti"
Samara memandu Dominique sampai ke ruang ganti dan membantunya memasang gaun tersebut sampai selesai.
"Bagaimana Lia? bagus bukan" Dominique meminta pendapat Thalia
"Waw, ini sih luar biasa Domi,, Kau terlihat sangat cantik" Thalia mengacungkan jempolnya
"Benar kan yang ku katakan,, Butik mu tidak mewah, tapi semua gaun mu sangat indah"
Dominique tersenyum menatap Samara, sepertinya Dominique tidak ingat dengan Samara.
"Aku suka dengan hasil rancangan mu, ini sangat bagus,,, apa kau bisa buatkan satu gaun lagi untukku" Lanjut Dominique.
"Tentu, saya pasti akan membuatnya nona,, tinggalkan saja nomor ponsel anda, saya akan menghubungi anda jika sudah selesai"
Samara tersenyum lalu memberikan buku kumpulan nomor pelanggan, Dominique pun mencatat nomornya sesuai keinginan samara.
"Wah Domi, apa kau akan pakai gaun ini untuk acara perfomance" Tanya Thalia, yang masih memandang gaun yang melekat di tubuh Dominique
"Tidak, aku akan pakai gaun ini saat bertemu Alvaro,, aku menyuruhnya datang malam ini" Dominique tersenyum
"Hmm, kau pasti sangat merindukannya" Thalia pun tersenyum menatap sahabatnya itu
Deg
Samara yang mendengar nama Alvaro di sebut, pun langsung terkejut dan terdiam.
*tidak, tidak mungkin,, ku harap itu bukan pria yang sama* Samara berusaha menepis semua hal yang ada di pikirannya
Dominique pun sudah mengganti pakaiannya kembali,, lalu berjalan ke arah Samara.
"Aku ambil yang ini,, Kau bisa menerima pembayaran melalui transfer kan,, berikan nomor rekening mu, akan ku transfer sekarang"
Samara pun memberikan nomor rekeningnya,, setelah itu memberikan gaun yang sudah di kemas kepada Dominique.
"Sudah, aku akan transfer sekali lagi,, jika gaunnya sudah selesai" Dominique menunjukkan bukti transaksi dari ponselnya.
"Terimakasih nona,, saya akan menghubungi anda"
Samara tersenyum lalu mengantarkan Dominique sampai depan pintu keluar.
"Terimakasih atas kunjungannya nona,, semoga hari anda menyenangkan"
Sekali lagi Samara tersenyum dan dibalas senyuman juga oleh Domi dan Thalia, setelah itu mereka berlalu meninggalkan butik Samara.
Samara menatap ke arah Dominique pergi.
*huff, untung saja dia tidak ingat ,, tapi nanti aku harus bertemu dengannya lagi,, aku juga tidak bisa menolak pesanan itu sama saja menolak rezeki,, terserahlah, lagi pula dia juga tidak ingat*
Drett Drett
Samara terkejut dengan getaran ponselnya, Samara terbelalak ternyata itu pesan dari Ray.
💬 Ray :
Aku sudah menunggumu di Blue Watermall sekarang💬
Samara menghela nafas dengan berat.
*apa aku temui saja dia? apa yang ingin dia bicarakan sebenarnya*
Samara ragu-ragu untuk menemui Ray, Dia sedikit bimbang.
Bersambung...
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
coba saja di kasih biar para pembaca yang gak faham artinya, jadi ngerti mereka ngomongin apa🤗tolong di perbaiki yah thor
Thor kasih terjemahan kalo ada bahasa Inggris nya,aku ngk mengerti🤦🏻♀️ apa yang di omongin