DALAM TAHAP REVISI
Zeda Firdaus bertemu dengan seorang pria yang pernah ia tolong beberapa bulan lalu, pria yang bernama Gabriel Emerson itu mengaku sedang liburan di desa Firda. Kejadian demi kejadian membuat mereka sering bertemu dan menjadi dekat hingga keduanya harus berpisah di karenakan Gabriel yg harus kembali ke kota dan Firda melanjutkan pendidikannya ke pesantren.
Beberapa bulan kemudian Firda dan Gabriel kembali di pertemukan di Jakarta saat Firda datang kesana untuk menghadiri pernikahan kakak sepupunya.
Namun, di pertemuan mereka itu terjadi suatu hal yang membuat Firda harus terikat pernikahan dengan Gabriel yg sebenarnya adalah seorang Don Mafia.
Ig @SkySal98
Fb SkySal Alfaarr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25 - Maaf Yg Tertolak
Kakek nya Firda membawa kucing Firda keluar setelah kucing itu di beri makan cukup banyak, itu juga adalah kebiasaan Firda. Yg katanya, Ciu Ciu nya harus jogging dan terkena mentari pagi biar sehat, sang kakek pun melakukan apa yg Firda lakukan.
Saat keluar rumah, ia terkejut saat melihat dua orang pria asing dan berpenampilan sangat rapi sedanng berdiri di depan rumah nya. Namun salah satu dari pria itu tidak asing bagi nya.
"Ada yg bisa aku bantu?" tanya sang Kakek dan seketika pria pria itu mendongak.
"Halo, selamat pagi, Tuan. Nama ku Gabriel dan aku kesini untuk bertemu dengan Firda" ujar Gabriel dengan tegas. Walaupun begitu, Gabriel terlihat pucat dan lemah apa lagi kepala nya di peran.
"Baiklah, silahkan masuk. Kau terlihat sangat pucat, Nak" ujar sang kakek dan saat Gabriel melangkah masuk, tiba tiba kucing Firda berlari dan kemudian menjilati sepatu Gabriel. Gabriel pun membungkuk dan mengangkat kucing itu.
"Ada apa Ciu Ciu?" tanya Gabriel lembut sembari mengelus punggung Ciu Ciu yg mengerang lirih itu.
"Loh, Nak Gabriel tahu nama kucing ini Ciu Ciu? kenal dimana dengan Firda?" tanya sang kakek.
"Beberapa bulan yg lalu aku ke desa ini untuk liburan, Tante Aisyah dan Om Farhan sering membantu ku. Bahkan aku pernah makan siang di sini" jawab Gabriel sembari mengikuti sang kakek yg masuk.
"Oh begitu, pantas saja seperti tidak asing. Usia bukan hanya memakan waktu ku di dunia, tapi juga ingatan ku. Silahkan duduk" pinta sang kakek dengan suara parau nya "Aneh sekali, kucing Firda seperti nya menyukai mu. Padahal biasa nya tidak suka dengan orang asing"
"Ya, kami pernah berkenalan" jawab Gabriel teringat ia bahkan pernah bersalaman dengan Ciu Ciu.
"tunggu sebentar, aku akan mengambilkan teh hangat untuk kalian. Kalian terlihat pucat" ujar sang kakek.
"Tentu saja pucat, semalaman kami berdiri di luar" gerutu John setelah kakek pergi namun Gabriel enggan menanggapi.
Sementara sang kakek pergi ke dapur dan meminta istri nya menyajikan dua teh panas dan juga roti untuk tamu mereka.
"Pagi pagi begini sudah ada tamu? Ada keperluan apa?" tanya sang istri.
"Kata nya ingin bertemu Firda" jawab nya dan ia membantu sang istri menyiapkan teh panas.
"Firda? Pria dari kota?" gumam nenek Firda yg merasa aneh karena setahu nya Firda tidak punya teman pria apa lagi dari kota "Oh, mungkin pria yg waktu itu Aisyah bawa untuk makan siang di sini"
"Ya kata nya begitu. Biar aku bawa ini keluar dan tolong Ummi panggilkan Farhan supaya menemui tamu nya"
"Iya, Bi" jawab sang istri dan ia pun bergegas memanggil Farhan sementara suami nya menemui Gabriel dan John.
Kakek Firda menyajikan teh panas dan roti pada Gabriel dan John. Karena merasa lapar, John pun langsung melahap roti itu, sementara Gabriel hanya meneguk sedikit teh nya.
"Nak Gabriel tidak apa apa? Kenapa kepala nya di perban?" tanya sang kakek. Dan bukan nya menjawab pertanyaan sang kakek, Gabriel malah balik bertanya tentang Firda.
"Apa Firda baik baik saja? Dimana dia sekarang?"
"Dia..."
BUGGGHHHHh
Kakek Firda sangat terkejut karena tiba tiba Farhan datang dan langsung memberikan bogem mentah nya pada Gabriel. Bahkan sampai membuat Gabriel tersungkur dan Ciu Ciu terlepas dari pelukan Gabriel.
"Farhan... Apa yg kamu lakukan?" teriak sang kakek dengan suara parau nya. Ia segera berdiri dan menarik Farhan menjauh dari Gabriel karena Farhan masih ingin menyerang Gabriel,
John pun bersiap siaga melindungi Gabriel.
"Berani nya kamu menginjakan kaki ke rumah ini!" teriak Farhan marah bahkan ia berusaha kembali menyerang Gabriel namun sang kakek berusaha menahan nya.
"Farhan, ada apa?" tanya sang kakek yg berusaha sekuat tenaga menahan Farhan. Seandainya itu bukan ayah mertua nya yg sudah tua renta, Farhan pasti sudah dengan mudah melepaskan diri dengan cara mendorong ayah mertua nya itu namun Farhan tidak melakukan hal itu.
Ingin sekali rasanya Farhan memberi tahu apa yg sebenarnya terjadi namun ia tak ingin menghancurkan perasaan keluarga besarnya. Tak ada yg boleh tahu hal ini.
"Tidak ada apa apa, Abi. Hanya... Hanya ada..."
"Bicaralah, selesaikan masalah kalian baik baik" tegas sang kakek dan ia pun melepaskan tangan nya yg sejak tadi menahan Farhan, setelah itu sang kakek pun pergi meninggalkan ketiga pria itu di ruang tamu. Sementara ia berjalan dengan langkah pelan nya menuju kamar Firda.
Tanpa mengetuk pintu, kakek langsung membuka pintu kamar Firda dan mendapati Aisyah yg sedang mengkompres Firda saat ini.
"Apa Firda sakit?" tanya kakek Firda dan kedatangan tiba tiba nya itu cukup mengagetkan Aisyah yg saat ini sedang merawat putri nya sembari menangis.
"Demam, Bi" jawab Aisyah lirih sembari menghapus air mata nya dan berusaha menyembunyikan kesedihan nya.
Sang kakek menyentuh pipi Firda dengan pungungug jari jemari nya, memeriksa suhu tubuh Firda yg memang terasa panas.
"Sudah di beri obat? Sebaiknya panggil Dokter, bukankah dari kemarin aku meminta mu memanggil Dokter, Aisyah?" tegur sang kakek sementara Aisyah hanya bisa menunduk dan berusaha menahan air matanya.
"Biar aku saja yg memanggil Dokter. Ada apa dengan orang orang rumah ini" gumam sang kakek sembari berjalan keluar dari kamar Firda.
Aisyah kembali meneteskan air mata saat ayah nya pergi, ia membelai pipi putri nya dengan lembut sementara Firda sedang tertidur saat ini setelah Aisyah memaksa nya minum obat tadi.
Sementara di ruang tamu, Farhan menatap Gabriel seolah ia ingin memusnahkan Gabriel saat ini juga. Namun Farhan masih memikirkan anggota keluarga nya yg lain, meskipun tadi ia sempat tidak bisa mengontrol emosi nya saat melihat Gabriel.
"Aku benar benar tidak menyangka kamu setega itu pada Firda, gadis polos itu sudah sering sekali menolong mu dengan begitu tulus. Dan ini balasan mu?" desis Farhan marah, sekuat tenaga ia berusaha mengontrol jiwa nya yg terbakar amarah.
"Om, aku tidak sengaja melakukan nya. Aku bersumpah demi ibu ku" tegas Gabriel dengan suara bergetar namun Farhan tak ingin mendengar alasan apapun.
"Keluar dari rumah ini, dan jangan pernah muncul di hadapan kami lagi!!!" tegas Farhan sembil berdiri tegak.
"Om, saya datang untuk meminta maaf dan bertanggung jawab. Saya... Saya akan menikahi Firda" tukas Gabriel yakin namun itu malah membuat Farhan tersenyum sinis.
"Menikah kamu bilang? Ayah mana yg mau anak nya menikah dengan pemerkosa, huh?" geram Farhan dan mendengar julukan rendah itu hati Gabriel semakin sakit.
"Saya... Saya tidak bermaksud memperkosa nya, Om. Saat itu saya dalam keadaan yg tidak sadar"
"Sadar atau tidak, pelecehan tetap pelecehan" tegas Farhan dingin "Sebaiknya pergi atau aku akan menyeret kalian pergi dari sini"
"Saya mohon, berikan saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya" rengek Gabriel namun malah membuat emosi Farhan semakin memuncak.
"Bagaimana cara mu memperbaiki nya, huh? Masa depan nya bisa hancur, harga diri nya hancur, perasaan nya hancur, bahkan hidup nya yg selama sini selalu ceria, juga hancur. Lalu bagaimana kamu akan memperbaiki nya? Kamu fikir dia juga mau menikahi pria yg melecehkan seorang gadis yg selama ini sudah sangat baik? Jika kamu berlaku begitu buruk pada gadis asing, lalu seburuk apa kamu akan memperlakukan istri mu sendiri? "
Firda ke mode jengkelin..
Klo sudah...
Muntah kok Terus lari ke hamidun?
Ga perlu ke dokter da alat namanya test pack, bener2 Dah waktu da pembagian otak di kelurahan absen x...