Apa salahnya jika aku hanyalah seorang gadis dari keluarga yang tidak mampu, aku menjadi bahan hinaan hanya karena aku miskin.
Apakah salah jika aku ingin dicintai
Apakah salah jika aku ingin di kasihi
Aku menginginkan cinta tulus dari Seorang pria.
Aisyah Nirmala adalah namanya, hidup sebatang kara semenjak masih kecil.
dipaksa menjadi istri kontrak untuk 180 hari hari kedepan. di siksa di caci lalu di ceraikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aisyah yang berbeda
"Kalau wanita itu tidak cantik lebih paling baik kalian ganti dengan sekretaris ku ini, karena wajahnya bahkan lebih cantik daripada ada model yang kalian pakai!" seru Jonathan. terlihat sang fotografer sangat emosi saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Jonathan.
"Sombong sekali dia, bahkan wajah model ini lebih cantik 100 kali daripada sekretarisnya. lihat saja penampilan yang sudah tua masak di dibandingkan dengan gadis muda secantik itu." guman sang fotografer dalam hati sambil menatap sekretaris Jonathan dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Udah tua dandannya menor lagi." gerutu penata rias yang ada bersama dengan sang fotografer. kedua orang itu saling memandang satu sama lain. Bagaimana tidak seorang gadis yang berusia 21 tahun itu dibandingkan dengan wanita tua yang bersama dengan Jonathan.
"Tenanglah Tuan, kalau kau tidak percaya Lihatlah Gadis itu. dia bahkan sangat cantik tanpa make up sama sekali." jawab sang fotografer yang kemudian meninggalkan Jonathan.
Pria itu sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh sang fotografer. Bagaimana tidak, sekretarisnya yang begitu cantik di hina di depan matanya.
"Memangnya secantik apa wajah Gadis itu, hingga dia berani menghina aku." guman sekretaris Jonathan yang tidak terima dihina oleh sang fotografer.
"Aku akan melihat model itu terlebih dahulu, kau Lihatlah di sekeliling. kalau ada sesuatu segera laporkan padaku!" seru Jonathan kepada sekretarisnya.
Langkah kaki Jonathan terus melaju ke tempat model yang dikatakan oleh sang fotografer.
"Secantik apa dia, hingga fotografer itu berani memujinya. padahal setiap kali model yang dipakai untuk kosmetik itu wajahnya selalu seperti itu-itu saja." guman Jonathan sambil melangkahkan kakinya Ke tempat pemotretan.
seorang gadis dengan tubuh yang begitu seksi dengan balutan gaun berwarna pink.
Terlihat Jonathan menatap model itu, rambutnya begitu panjang sampai di pinggang, tingginya mungkin hanya sekitar 160 cm. namun wanita itu begitu pandai saat memutar tubuhnya.
Sesaat kemudian saat Gadis itu tersenyum tatapan mata Jonathan begitu terkejut, Bagaimana tidak gadis yang hampir 2 tahun ini telah pergi darinya tiba-tiba kini sudah berada di depan matanya.
"Kikan." ucap Jonathan yang melihatkan mendatangi seorang wanita yang menjadi model dari produk make up terbarunya.
Saat pria itu mengatakan nama temannya itu, ternyata model itu menatap wajah Kikan. Jonathan sangat terkejut di sana dia melihat sosok Aisyah yang menjadi model kosmetik perusahaannya.
Deg..
Deg..
"Aisyah." ucap Jonathan yang melihat wajah Aisyah ketika berbicara dengan Kikan.
Jantung Jonathan berdebar tidak karuan, ketika dia menatap wajah gadis yang begitu dia cari selama 2 tahun ini.
Entah ke mana Aisyah pergi, namun sekarang di depan matanya Aisyah telah berubah. bahkan Gadis itu sekarang menjadi model salah satu produk kecantikan yang dimiliki oleh Jonathan.
Langkah kaki Jonathan langsung maju ketika dia melihat Aisyah bersama Kikan. baru dua langkah pria itu hendak maju ke tempat Aisyah, terlihat di sana Dokter Mahfudz sudah mendatangi Aisyah. seorang pria yang selama ini dia ketahui sebagai saudaranya dari istri kedua ayahnya.
Langkah kaki Jonathan langsung terhenti ketika melihat Mahfud mendekati Aisyah. pria itu tersenyum sembari mengelus rambut Aisyah, entah apa yang terjadi.. tiba-tiba jantung Jonathan seketika terhenti saat melihat hal itu.
Tatapan mata Jonathan terus menatap Aisyah yang bersama dengan Jonathan dan Kikan.
"Apakah mungkin pria itu yang membawa Aisyah selama ini, brengsek Aku tidak pernah mengira kalau dia adalah pria brengsek. dia dan saudaranya itu sama-sama tidak tahu diri!" seru Jonathan dalam hati saat melihat Mahfud bersama dengan Aisyah.
Saat langkah kaki Jonathan terhenti, salah satu rekan bisnis Jonathan yang mempunyai perusahaan itu langsung menepuk Jonathan dan menyeretnya untuk berkenalan dengan modelnya itu.
Dokter Mahfud sangat terkejut karena Jonathan adalah pemilik kosmetik itu, namun sebenarnya mereka tidak harus terkejut karena Kikan dan Aisyah sudah tahu. yang belum tahu adalah Dokter Mahfud, pria itu menatap saudara tirinya dengan Tatapan yang begitu tidak suka.
Dia takut kehilangan Aisyah, dia takut Aisyah akan kembali ke pelukan Jonathan. nafasnya tiba-tiba terasa tercekat di leher saat melihat Jonathan berada di depan matanya.
"Hai Kikan, Aisyah. perkenalkan dia adalah rekan bisnis ku juga partner di perusahaan ini!" seru pak Dion pemilik perusahaan.
Aisyah dan Kikan memandang Jonathan, kedua wanita itu hanya tersenyum sembari menjabat tangan Jonathan. tidak ada luka ataupun sakit hati pada wajah Aisyah, mungkin Wanita itu sudah melupakan Jonathan.. Entahlah Karena hati tidak bisa ditebak.
Tatapan mata Aisyah menatap Mahfud yang sedari tadi mengalihkan pandangannya, ketika menatap Jonathan. Aisyah tahu mungkin mahfud begitu tidak tenang saat melihat Jonathan.
"Oh ya pak Dion, Maaf ya.. saya harus pergi karena kekasih saya sudah menunggu dari tadi." ucap Aisyah.
Deg...
Mahfud menatap Aisyah, pria itu tidak akan pernah mengira kalau dirinya akan diakui oleh Aisyah sebagai kekasihnya di depan Jonathan dan yang lain.
Deg..
Jonathan sangat terkejut saat dia mendengar kata kekasih yang keluar dari mulut Aisyah. dengan lantangnya wanita itu mengatakan Mahfud adalah kekasihnya, hati Jonathan merasa meradang saat dia mendengar kata itu dari Aisyah,
Sedangkan Kikan.. tentu saja wanita itu tersenyum, dia ingin segera memberitahukan kabar ini kepada sang suami. pasti suaminya akan membeli begitu banyak kembang api untuk merayakan meletusnya hati Jonathan saat melihat dokter Mahfudz saudara tirinya itu bersama Aisyah.
"Kebakaran kebakaran loh, sekalian tak kasih bensin biar kau seperti dapur yang kebakaran saat memasak." guman Kikan dalam hati saat melihat ekspresi Jonathan saat mendengar kata-kata Aisyah.
** bersambung **