Berawal dari sebuah kemalangan yang menimpa anak kecil berumur tujuh tahun yang harus hidup sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ketika sebuah keberuntungan membuatnya datang ke panti asuhan dan melanjutkan pendidikan.
Ketika Arjuna yang dari umur tujuh tahun sudah menerima kepedihan dan bukan Kasih sayang berlimpah membuatnya menjadi sosok yang dingin dan disegani terutama para wanita.
Semuanya dimulai dari masa remaja Arjuna hingga menginjak masa dewasa. Dan sosok lain yang membuatnya berubah dari Arjuna biasa menjadi Arjuna yang memiliki segalanya.
Hingga perjalannya terus berlanjut dengan pertemuan tak terduga dan tragedi dalam setiap langkahnya menunjukan jati dirinya di depan publik.
Arjuna harus melewati beberapa hal untuk membuktikan dirinya pantas atau tidaknya sebagai seorang pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di lift.
Arya yang sadar akan keanehan rumah Alika seketika meminta anak buahnya memeriksa semua tempat dan saat Arya kedatangan seseorang di ruangannya dan membisikkan sesuatu.
Arya langsung berjalan keluar ruangannya dan memeriksa tempat itu.
"Akh.. sial, cari diamana alat itu dan serahkan padaku," ucap Arya dengan menggeram marah.
Arya pergi dari tempatnya seketika itu anak buahnya menemukannya dan terjatuh ternyata.
Rasanya jantung Arya mau copot itu adalah alat sadap suara dan kamera cctv yang ada didekatnya waktu Client Alika bicara dengannya dan termasuk bukti yang lumayan bisa membuatnya di tangkap atas perencanaan pembunuhan berencana.
Arya mengambilnya kasar dari tangan anak buahnya dan pergi dari sana.
Tanpa sadar seseorang dengan santainya duduk makan apel di kursi taman membelakangi Arya yang kalut dan anak buahnya yang ketakutan.
Arjuna sudah kembali lagi setelah menyalin semua hal yang ia dapatkan dan sebentar lagi data-data itu akan terungkap.
Saat akan keluar dari ruko itu Juna dan Noe berjalan santai dengan tawa sambil mengarah keluar gang kecil dan bau sampah.
Tiba-tiba sebuah tanganendorong keduanya sampai jatuh terduduk.
"Kalian baru saja mendapatkan sesuatu bukan, berikan apa yang kalian dapatkan dan kalian akan selamat," ucap orang itu Noe menatap Juna yang terkekeh miringkan kepala.
"Aisssz... benarkan, sayang aku tak percaya ucapan anda, Tuan."
Tiga orang di hadapan mereka mengepalkan tangannya dan langsung menghajar Juna dan Noe seketika itu perkelahian lebih dari tiga puluh menit berakhir dengan Noe sedikit luka lebab dan Juna bersih tapi, tiga orang itu terkapar begitu saja.
Saat bersamaan mereka menoleh Leo dan dua temannya datang dengan pakaian biasa serba hitam topi dan masker Leo membuka masker di hadapan Juna.
"Kalian pergilah biar ini jadi urusan kami." Juna menatap dan Noe mengangguk.
Noe menarik bahu Juna untuk pergi.
Saat yang sama itulah Juna baru kembali dan melihat semuanya sedang mencari sesuatu, beruntung Juna sudah memasangnya lagi dan tak ada yang berubah.
***
"Tidak ada yang berubah." Arya bergumam sendiri menatap rekaman suara yang terjeda dilayar leptopnya dengan gambar gerafik tak beraturan.
Juna bersiap di pagi ini ia akan menjadi sopir neneknya dan akan menjadi pengawal Neneknya bersamaan dengan Noe.
Arya tiba-tiba ada urusan mendadak dan yang menggantikan tugas Arya adalah Noe dan Juna hanya sebatas pengawal saja.
Di dalam perjalanan menuju kantor tak banyak yang bicara sampai akhirnya berhanti di kantor dan Juna segera memarkirkan mobilnya lalu pergi ke ruangan Omanya.
Begitu Juna melangkah masuk kedalam lift di besmet. Seorang lelaki wajah sangar dengan pakaian formal ikut masuk dengannya juga seorang wanita dengan wajah cantik dan tato di jari tangannya.
Tanpa mereka sadar diam-diam Juna memperhatikan mereka.
Serasa di perhatikan lirikan kecil dari wanita didepan Juna seketika membuat lelaki sangar itu menatap garang Juna.
" Minggirlah bocah." Suaranya agak meninggi. Juna tetap diam dan menekan tombol pintu lift tertutup.
Seketika tangan wanita itu menahan salah satu pintu lift dan masuk.
Juna mundur kebelakang tepatnya di sudut lift belakang pria sangar badan tinggi besar tapi, tak lebih tinggi dari Juna.
"Setidaknya kalian langsung masuk saja bukan malah menunggu amukan nya," ucap wanita itu pada pria di sebelahnya. Malah mendengus menyepelekan.
Si Wanita angsung tersulut emosi.
Pria bertubuh besar itu langsung menerima tendangan di tulang kering dengan membabi buta tapi, tidak membuat Juna terganggu dan malah tak menonton adegan itu.
Arjuna menunggu lantainya seketika melihat orang ini tak turun juga Juna siaga di posisi berdirinya.
Tiba-tiba lift berhenti dan anjlok seperti mancoba bergerak tapi, tidak bisa dan membuat didalam lift tergoncang.
Suara pisau lipat.
Juna melihat itu seketika menatap tajam wanita itu.
Dua lawan satu Juna berusaha berkelahi sendirian di dalam lift sampai akhirnya sedikit robekan di pelipis kecil tapi, mampu membuat darahnya keluar agak banyak.
Lelah menyerang pria itu makin marah,
Arjuna hanya tersenyum aneh, sejak tadi Arjuna hanya menangkis dan menghindar.
"Anak payah kau." teriak orang itu dan kembali menyerang namun, kalah cepat dari tendangan Arjuna. Hingga tumbang seketika.
Lalu beberapa menit kemudian lift kembali berjalan dan membuka pintu seketika Noe membulatkan matanya yang tadinya niatnya mau menjemput Juna karena lama malah tidak jadi.
Telponnya yang kebetulan menelpon Leo berhenti.
Loe merasa tak ada suara seketika memanggil manggil Noe sampai Noe terkejut dan menatap telpon juga Juna.
"A.. a.. yaa.. Bang, Dua orang cowok cewek tato di lift ruangan Oma," ucap Noe seketika Leo mengumpat dan mematikan sambungan telpon Noe sepihak lalu menelpon seseorang.
"Bereskan mereka." Sesingkat mungkin Leo menghubungi seseorang hanya untuk menelpon dan mengatakan itu saat Juna melangkah keluar tak lama Empat orang datang membawa dua kursi roda.
"Tuan muda." Sapa mereka salah satunya membungkuk dan Juna mengangguk menepuk pundaknya.
bingung deh ..
Gio di bab sebelumnya d critakan mati krn membantu pamannya mc dr tembak menembak.. ga bisa di tolong lagi krn banyak peluru di punggungnya…dan Arjuna meneeima flashdisk dr Gio lewat Brahma. disaat berbarengan di rumah sakit.
dan ep sebelum itu, ibunya gio udah mati juga atas suruhan Romano di apartemen Gio, dan di buat seolah2 itu adalah perbuatan Arjuna.
eeeee bab sebelum ini , Gio dan ibunya di selamatin Arjuna? setelah Arjuna menerima foto2 mrk bersamaan dg kotak berisi bangkai tikus..
thor..
apa Gio , ibunya dan bapaknya (Arya) hidup kembali??
eeee… bingung yg baca thor
😏😕😏