NovelToon NovelToon
TAKDIR YANG KU UBAH

TAKDIR YANG KU UBAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:55.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Respati

Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENOLONG PANGERAN HUANG.

Sedangkan Guang Manyue sendiri, gadis itu sudah sangat jauh dari tempat itu dengan kekuatan meringankan tubuhnya yang sudah cukup tinggi dia berlari cukup jauh dari tempat itu sebelum mereka datang. Sedangkan aura kekuatan dan kehidupannya, tanpa dia sadari, dilindungi oleh Ruang Dunia kecilnya. Karena itulah para Pria tadi tidak bisa mencium atau mengetahui keberadaannya atau jejak kehadirannya di tempat itu begitu juga saat dia berada di rumahnya, tidak ada seorangpun yang tahu kalau dia sudah bisa berkultivasi. Dan kekuatan yang dia miliki telah meningkat pesat .

Dan sekarang dengan kecepatan lari Guang Manyue kini sudah benar- benar menjauh dari tempat dia menemukan Raja Gingseng. Dia tidak pernah menyadari kalau tanaman yang dia temukan ada juga yang menginginkannya. Dan jika Dunia tahu kalau Raja Gingseng bersama dengannya, mungkin nyawa Guang Manyue sendiri taruhannya. Setelah cukup lama dia berlari, Dia baru menyadari ternyata arah yang dia tempuh bukan jalan yang dia lalui tadi pagi .

" Liuli. Sepertinya aku tersesat. Ini bukan jalan yang kita lalui tadi pagi. . " Ucap Guang Manyue sambil berhenti berlari . Guang Manyue melihat tempat di sekitar dia berdiri . Dan benar saja, Tempat itu bukan tempat yang dia lalui tadi pagi .

"Benar apa yang anda katakan tuan.. Ini bukan jalan yang kita lalui tadi . ". Jawab Liuli.

" Lalu bagaimana...? Apakah kita melanjutkan langkah kita..? " Tanya Guang Manyue .

" Tentu saja tuan.. Kita lanjut saja perjalan kita. Arah Ini juga arah menuju keluar..." Jawab Liuli.

" Baiklah kita lanjutkan...kita juga bisa mengambil tanaman di sepanjang jalan ini.." Dan Guang Manyue pun melanjutkan larinya. Kali ini dia berlari tidak terlalu cepat. Sesekali dia akan mengambil tanaman obat yang dia temukan. Namun tak berapa jauh dia melangkah , Samar- samar dia mendengar suara beradunya pedang . Seketika Guang Manyue menghentikan langkahnya.

" Li.. Sepertinya aku mendengar Pertarungan..? atau, Apakah aku hanya Berhalusinasi....?" Ucap Guang Manyue sambil mempertajam pendengarannya . Tiba-tiba Liuli sudah berada di pundaknya. Peri kecil itu dengan tenang duduk di atas pundak Guang Manyue.

" Benar tuan , anda bukan sedang berhalusinasi, tapi hamba jiga mendengar denting senjata beradu.. Suara itu memang suara pertarungan. Mungkin ada sekelompok orang yang sedang bertarung. jaraknya masih sangat jauh dari tempat ini Tuan .. " Jawab Liuli.

"Aku tahu... tapi siapa yang bertarung di tengah hutan gelap ini..? bukankah tidak ada orang yang berani masuk kedalam hutan ini...? " kata Guang Manyue.

" Kita lihat saja tuan, apa yang terjadi di sana .. dan siapa mereka..." Ajak Liuli penuh semangat.

"Kau ini... Bukankah nanti kita akan menunda waktu kita sampai di rumah.." Ucap Guang Manyue .

"Cuma sebentar saja Tuan...siapa tahu kita akan mendapatkan sesuatu di sana..." Ucap mahluk kecil itu membujuk.

"Baiklah kita pergi..." Ucap Guang Manyue tak berdaya. Sepertinya Peri kecilnya memiliki perasaan penasaran pada sesuatu hal.

Segera mereka berlari menuju Arah suara pertarungan tersebut. Ternyata benar kata Liuli, suara itu masih cukup jauh dari tempat mereka tadi berada.

" Ternyata kekuatan pendengaran Tuanku sudah semakin meningkat . Jarak sejauh ini, Dia sudah bisa mendengar dentingan pedang beradu. Aku saja harus memusatkan pikiran dulu sebelum mendengarnya .." Ucap Liuli dalam hati. Dan tak berapa lama mereka semakin mendekati suara pertarungan itu.

Setelah beberapa saat kemudian, Mereka benar - benar sampai di tempat pertarungan , Guang Manyue melompat ke atas pohon yang agak tinggi dan besar . Hingga melindungi tubuhnya agar tidak terlihat orang yang sedang bertarung Dari tempat itu Guang Manyue bisa melihat jalannya pertarungan. Namun dia kaget melihat di tempat pertarungan , Ternyata Seorang Pria bertopeng perak berpakaian seperti Pangeran sedang bertarung dengan belasan orang yang berpakaian hitam. Di tempat itu juga sudah banyak mayat yang jatuh. Pria itu terlihat sudah kewalahan menghadapi para penyerang.

" Gila.. Apakah mereka tidak malu, satu orang melawan belasan orang... " Ucap Guang Manyue marah . Mereka melihat kalau Pria bertopeng itu terlihat benar-benar kewalahan menghadapi para penyerang .

" Tuan.. Bukankah itu Jendral agung kerajaan anda.. Dan hamba melihat racun di tubuhnya sepertinya kambuh.. Mungkin karena itu dia lemah menghadapi para penjahat . Benar - benar manusia tangguh. Dalam keadaan sakit dia masih mampu bertahan...." Ucap Liuli di pundak kanannya.

Mendengar itu, Guang Manyue mempertajam penglihatannya. Dan benar saja, Pria bertopeng itu Jendral agung kerajaan nya. Dan Pria itu terlihat seperti menahan rasa sakit. Melihat itu, Guang Manyue segera mengambil pedangnya . Dengan segera dia melompat masuk dalam pertarungan . Dan dalam sekejap saja dia sudah menumbangkan beberapa orang . Melihat seseorang ikut masuk dalam pertarungan, salah satu pengeroyok berteriak marah.

" Siapa kau.. Pergi dari sini jangan ikut campur urusan kami..! " Teriak salah satu pria berbaju hitam yang sedang bertarung mengeroyok Jendral Agung . Sepertinya Dia pimpin dari para penyerang .

" Tak perlu tahu siapa aku , Namaku tidak layak di ketahui manusia- manusia tak tahu diri seperti kalian. Lagi pula apakah Kalian tidak merasa malu , melawan satu orang saja menggunakan satu pasukan penjahat seperti kalian...?" Ucap Guang Manyue sambil melawan mereka. Dia berusaha mendekati sang Jendral Agung.

" Bukan urusanmu, jangan ikut campur urusan kami.. !" Teriak pria itu marah.

"Tidak Ikut campur urusan kalian..? He he.. Jika aku suka , memangnya kenapa.. ? " Ucap Guang Manyue dengan tenang . Dan dia telah merobohkan satu orang penyerang lagi . Bersamaan dengan sang Jendral yang juga telah merobohkan satu orang juga.

" Dasar bodoh.. Kalau kau memang ingin mati, baiklah akan aku kabulkan..! " Teriak Pria itu marah .

Sebenarnya kekuatan Mereka jauh lebih rendah dari kekuatan Pria bertopeng. Terlihat dari banyaknya penyerang yang menjadi sasaran pembunuhan dari pedangnya. Mungkin karena racun yang sedang kambuh di tambah penyerang yang tak henti datang, membuat Pria itu kewalahan dan terdesak . Dan Manyue juga melihat kalau sang Jendral Agung sudah mengalami banyak luka di tubuhnya . Sedangkan sang Jendral sendiri kaget melihat kedatangan wanita bertopeng yang menolong Dia . Apalagi saat Dia mendengar suara gadis itu.

(Dasar pria tak bermoral, mana bisa berpuluh orang melawan satu orang saja. Walaupun Jendral Agung memiliki kekuatan, tapi jika harus melawan mereka dalam keadaan kambuh seperti ini, itu namanya keterlaluan. Atau.. Jangan-jangan mereka tahu kalau penyakit sang Pangeran sedang kambuh. Dan mereka sengaja menyerangnya..? Mungkinkah ada penghianat di dalam rumah sang Jendral..) ucap Guang Manyue dalam hati.

Seketika Jendral Agung melihat sang penolong yang datang membantu dia. Terlihat gadis itu seperti orang yang tidak berbicara. Tapi kenapa Dia mendengar suaranya..? Dan Pangeran Huang tiba-tiba mengingat wanita bercadar di dalam restoran. Dan dia segera bisa menebak siapa gadis itu.

(Ternyata Dia.. Dari mana dia tahu kalau racun di dalam tubuhku kambuh ) ucap Sang Jendral dalam hati.

Dengan Lincah Guang Manyue membantu Jendral Agung melawan para penjahat . Sambil berusaha mendekati sang Jendral. Dan dia berhasil. Setelah mereka bertarung berdekatan, Guang Manyue mengambil sesuatu dari lengan bajunya.

"Yang Mulia...tolong minum pil ini. Agar anda tidak tumbang..." Ucap Guang Manyun sambil menyerahkan dua pil ramuan. Salah satunya adalah pil pembeku darah. Guang Manyue melihat kalau banyak darah mengalir dari Tubuh pria kuat itu. Dan tanpa ragu Pangeran Huang menerima dan langsung memasukkan dua pil tersebut kedalam Mulutnya. Dan Dia merasakan aliran hangat mengalir dalam tubuhnya adat pil mulai mencair . Aliran hangat itu, mengurangi rasa sakit karena racunnya. Sekilas Dia melirik pada Wanita yang sedang bertarung di dekatnya .

Dengan mendapatkan pertolongan dari Guang Manyue, dan juga kekuatannya sedikit membaik, akhirnya sedikit demi sedikit penyerang mulai berkurang . Dari belasan orang, kini tinggal Empat orang saja yang melawan mereka . Dan saat sang pemimpin jatuh terkapar tak bernyawa di tangan sang Jendral, ketiga anak buahnya segera ingin lari. Namun pedang di tangan Guang Manyue dan Sang Pangeran tak memberi kesempatan pada mereka , pedang keduanya mengakhiri hidup mereka . Setelah para penyerang mati semua, terlihat tubuh Pangeran Huang Jatuh.

" Jendral...! " Seru Guang Manyue kaget. Dia segera berlari mendekati Sang Jendral. Dan saat tangan Guang Manyue menyentuh Tubuh Pangeran Huang, terlihat dia kaget. Tubuh itu terasa sangat dingin . Dan saat tangan Guang Manyue memeriksa denyut nadinya, Dia merasa tubuhnya ikut membeku. Tubuh Pangeran Wang yang dingin seperti batangan Es yang membekukan tubuhnya.

"

( Racun dingin ini benar-benar jahat sekali. Namun Pria ini masih mampu sadarkan diri. Walaupun tubuhnya terlihat kesakitan dan lemah. ") Ucap Guang Manyue dalam hati . Segera Guang Manyue mengambil air suci dan meneteskan sedikit darahnya kedalam air Suci. Mata terpejam Jendral Huang membuat aura dinginnya agak menurun

" Maaf Yang Mulia.. Hamba akan memapah kepala anda agar bisa meminum ramuan yang hamba miliki... " Ucap Guang Manyue perlahan . Agar Sang Pangeran tidak curiga dan marah. Dia menambahkan.

" Ini bukan racun Yang Mulia.. Air ini akan sedikit mengurangi racun di tubuh anda.. " Ucap Guang Manyue. Dia lalu mengangkat sedikit Kepala Pangeran Huang . Dan meminumkan air di dalam botol Giok miliknya.

(Semoga air suci dan darahku bisa sedikit menawarkan racun dingin di dalam tubuhnya) ucap Guang Manyue di dalam hatinya.

Tentu saja ucapannya terdengar oleh Pangeran Huang . Karena itulah Pangeran Huang tidak menolak. Setelah meminumkan air suci, Guang Manyue membantu Pangeran Huang duduk. Pangeran Huang merasakan Aliran panas mengalir dalam tubuhnya. Membuat rasa dingin di dalam tubuhnya perlahan mengurang. Perlahan dia membuka matanya. Dia melihat wajah bertopeng di dekatnya.

"Yang Mulia...apakah anda bisa berdiri dan berjalan sedikit...hamba akan membantu anda berjalan. kita duduk di bawah pohon agar anda bisa bersandar..." Ucap Guang Manyue .

Terlihat anggukan kepala Sang Pangeran. Dengan segera Guang Manyue membantu Pangeran Huang berdiri dan memapah tubuh besarnya berjalan kearah pohon yang tidak jauh dari tempat mereka. Setelah mendudukkan kembali sang Pangeran , Guang Manyue segera mengambil jarum akupuntur nya .

"Maaf Yang Mulia...hamba akan melakukan akupuntur untuk anda agar anda bisa kembali ke istana anda..." Ucap Guang Manyue .

"Lakukan saja..." Ucap Pangeran Huang Perlahan sambil menatap wajah bertopeng di dekatnya.

"Bertahan sebentar Yang Mulia..." ucap Guang Manyue. Dengan cepat Guang Manyue menusukkan beberapa jarum akupuntur di kepala dan dada sang Pangeran. Tak lama Pangeran memuntahkan darah hitam dari mulutnya. Setelah mencabut jarum akupuntur nya, Guang Manyue mengambil botol kecil yang berisi pil berwarna merah dari lengan bajunya. Serta air suci yang dia beri darahnya kembali (tanpa setahu sang Pangeran)dan mengulurkan benda itu pada sang Pangeran.

"Minum ini dulu yang Mulia .. " Ucap Guang Manyue. Dengan patuh dan tanpa perasaan Curiga, Pria dingin itu mengambil pil dan botol air suci dari tangan Guang Manyue. Lalu meminumnya.

" Yang Mulia bisa menggunakan kekuatan anda untuk memurnikan dan mengalirkan kekuatan dari ramuan hamba keseluruh tubuh. Ramuan itu bisa menetralkan salah satu racun yang ada di tubuh anda serta menekan racun yang lain agar tidak semakin meluas di tubuh anda .. Entah bagaimana tubuh yang Mulia memiliki banyak racun.." Ucap Guang Manyue. Sang Pangeran hanya menatap wanita di depannya dengan diam. Setelah diam sesaat Guang Manyue berkata.

"Hamba akan membantu anda memurnikan ramuan tadi.." Setelah membantu Pangeran duduk , dia sendiri segera duduk lotus di belakang sang Pangeran. Lalu menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya. Dan Pangeran juga segera memurnikan kekuatan dari pil yang tadi dia minum. Dan mengerahkan kekuatannya untuk mengalirkan kekuatan dari pil yang baru dia minum ke seluruh tubuhnya. Perlahan rasa sakit di tubuhnya menghilang.

Tepat pada saat itu, Tiga Pria datang dengan wajah cemas. Dan Guang Manyue yang merasakan kedatangan orang - orang tersebut, segera membuka matanya.

" Yang Mulia...! " Seru mereka bersamaan. Melihat kedatangan mereka, segera Guang Manyue berdiri.

" Yang Mulia telah lepas dari siksaan racun. Tapi jangan lega dulu, aku hanya bisa menghancurkan salah satu racun di tubuh Yang Mulia . Sedangkan racun dingin dan panas di tubuh yang Mulia masih butuh penawar lain. Untuk membuat penawarnya, hamba masih membutuhkan beberapa bahan ramuan langka untuk membuat penawarnya . Dan karena bawahan anda sudah datang, saya bisa pergi. Lebih baik segera pergi, takutnya mereka akan datang kembali. Sedangkan tubuh anda masih lemah , dan juga membutuhkan istirahat yang banyak . Maaf hamba harus pergi. Selamat tinggal yang Mulia...." Ucap Guang Manyue yang langsung melompat pergi.

" Tunggu... Siapa namamu . " Ucap sang Pangeran.

" Tak perlu tahu siapa hamba yang Mulia, hamba hanya Rakyat rendahan yang ingin menolong anda . Jika hamba sudah bisa membuat penawar racun anda, hamba akan datang ke istana yang Mulia.. " Ucap Guang Manyue sambil berlari menjauh. Suaranya menggema di dalam hutan Gelap. Ketiga pria yang baru datang hanya bisa tertegun melihat interaksi junjungan mereka yang tak biasa. Siapa yang tidak tahu Pangeran Huang Mereka. Jangankan sampai berdekatan seperti tadi dengan seorang wanita . jika ada wanita yang berani mendekati dia , nyawa lah taruhannya. Seperti pernah terjadi beberapa tahun lalu. Ada seorang Putri Menteri yang dengan cara nekad mendekati Pangeran Huang dalam pesta jamuan , gadis itu pura-pura terjatuh ke arah sang Pangeran yang sedang berjalan masuk. Bukannya di tolong dan masuk dalam pelukan Pangeran, gadis itu malah terlempar dan jatuh menghantam sebuah pohon. Muntah darah dan mati seketika. Tentu saja masakan itu menghebohkan istana. Sejak saat itulah tidak ada wanita yang berani mendekati Pangeran Huang. Ketiga pengawal Pangeran Huang sadar saat Guang Manyue pergi dari tempat itu.

" Apakah kami harus mengejar Dia Yang Mulia.." Ucap Salah satu bawahannya.

" Tidak usah.. Bukankah kita sudah tahu siapa dia..kita pergi saja..." Jawab Sang Pangeran .

" Baik yang Mulia... " Ucap Mereka serempak .

Segera mereka pergi dari tempat itu. Di dalam perjalanan kembali ke istananya, Pangeran Huang selalu terbayang wajah bertopeng Guang Manyue. Saat mereka tadi berdekatan, pangeran Huang bisa mencium harum bunga mawar dari tubuh gadis itu . Dan saat wajah kecil itu begitu dekat dengan wajahnya saat dia melakukan pengobatan, Pangeran Huang masih bisa melihat bening dan indahnya mata biru kehitaman milik gadis itu . dan bibirnya yang merah merona . tanpa sadar membuat jantungnya berdetak dengan kencang .

"Apa yang terjadi denganku.. Kenapa jantungku berdebar hanya mengingat wajahnya gadis itu . Mengapa tubuhku seakan tidak ada penolakan saat Dia memegang dan membantuku berjalan dan Duduk. Malah aku merasa aliran hangat mengalir dalam tubuhku saat tangan dan tubuhnya menyentuh tubuhku . Aku tidak pernah mengalami kejadian ini seperti pada gadis yang lain. Aku penasaran dengan wajah di balik topeng itu. " Ucap Pangeran Huang dalam hati.

@@##

Sedangkan Guang Manyue sendiri, kini telah berada di pinggiran hutan. Walaupun tempat itu masih sedikit mendapatkan cahaya matahari. Apalagi hari sudah semakin sore. Tapi dia tahu kalau mereka telah berada di pinggiran hutan lain. Tak lama kemudian, Guang Manyue telah keluar dari hutan gelap tersebut. Segera Dia mengeluarkan Xiao Hong dari dalam ruang Dunia kecil. Dan tak lama terlihat Guang Manyue membawa kudanya pergi dari Hutan Gelap.

Ketika Dia sampai di rumah kediaman Jendral Feng, ternyata hari sudah menjelang malam . cahaya lentera sudah menyinari rumah kediaman Jendral Feng. Dengan lincah Guang Manyue kembali ke kediamannya setelah memasukkan Xiao Hong kedalam ruang Dunia kecilnya serta mengganti topeng dengan cadar. Saat Guang Manyue masuk ke halaman kediaman Anggrek, terlihat Ansi sudah menunggu kedatangannya. Melihat kedatangan Guang Manyue, gadis itu buru- buru mendekat.

" Nona Yueyue, kau sudah datang... " Serunya dengan nafas lega.

" Nona Yueyue... " Kedua pelayan yang lain juga mendekat dengan wajah gembira melihat dia sudah datang.

,,,

" Ada apa..? Apa ada yang mencari ku. ?"Tanya Guang Manyue sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.

" Tidak ada Nona... " Jawab Ansi.

" Hanya pelayan dari kediaman Nona Li Nan yang terlihat masih mengawasi rumah kita.. " Jawab Juya.

"Biarkan saja.. Selama mereka tidak mengusik kita, biarkan saja mereka melakukannya. " Ucap Guang Manyue.

" Kami mengerti .. " Jawab ketiganya serempak.

"Siapkan air mandi untukku.. " Ucap Guang Manyue sambil melangkah masuk kedalam rumah .

" Baik Nona..." Ucap juya dan Yi An bersamaan . Sedangkan Ansi segera berjalan kedapur untuk menyiapkan makanan bagi sang Nona. Liuli yang ada di pundak Guang Manyue memperhatikan ketiga pelayan tersebut.

" Nona.. Ketiga pelayan anda ini berhati baik. Sepertinya mereka sangat menghormati anda.." Ucap Liuli.

"Aku tahu itu Li. Mungkin ini hadiah dewa padaku, atau kehidupanku dulu di nilai baik, hingga aku mendapatkan mereka menjadi pelayan ku. Terutama kau dan Dunia kecil kita.." Ucap Guang Manyue.

"Dan aku berencana mengajari mereka ilmu beladiri, untuk menjaga mereka..." lanjut Guang Manyue .

"Itu rencana yang sangat bagus Nona.. Selain untuk kekuatan mereka, Mereka juga bisa menjadi pengawal anda..." Ucap Liuli. Mereka masuk kedalam kamar Guang Manyue.

Dan Tak berapa lama, Juya memberitahu kalau air untuk mandi telah tersedia . Segera Guang Manyue berjalan ke kamar mandi. Setelah mandi dan makan malam, Guang Manyue meminta para pelayannya kembali ke kamar mereka sendiri.

" Beristirahatlah kalian, tak usah menjagaku. Aku ingin segera istirahat . Jika ada yang mencariku, selain saudara dan dan ibu, katakan aku sudah istirahat dan tak ingin di ganggu.." Ucap Guang Manyue.

" Baik Nona... "Segera mereka keluar dan menutup pintu kamar sang Nona.

Setelah melihat kepergian mereka semua, Guang Manyue terdiam di depan Jendela kamarnya. Menatap kegelapan malam dalam Diam. Dia menatap langit yang terlihat penuh bintang. Melihat keadaan malam yang penuh bintang, entah kenapa perasaan Sunyi melanda hatinya. Dan Dia ingat dengan keluarga di Jaman modern nya .

" Pa, Ma..Apa kabar kalian di sana.. ? Apakah kalian baik- baik saja...? Apakah kalian masih mengingatku...? Kakak.. Kau pasti sekarang gembira. Tidak ada yang mengganggumu dengan segala kelakuan iseng ku kan .? Tidak ada yang akan membuatmu marah lagi.. Tidak akan ada yang memintamu membelikan ini itu. Apakah kau senang kak..? apakah kakak sudah menikah ...? " Terlihat air mata mengalir di pipinya .

"Dan kakek Li.. Yue Yue rindu kakek...Yue Yue Rindu omelan kakek karena Yue Yue malas belajar ilmu pengobatan kuno . Apakah kakek tahu.. Guang Yue sekarang malah berlatih keras tentang ilmu pengobatan Kuno.. Juga Kultivasi yang tidak dj lakukan di tempat kita. Pasti kalian semua mengira aku berada di surga atau neraka kan..? Tapi ternyata tidak ...aku tidak berada di kedua tempat itu. Kalian tak akan percaya kalau aku sekarang berada di Dunia novel yang sering aku baca..Dunia yang tak pernah aku bayangkan sama sekali Kek.. Dunia yang membuatku berubah. Tapi kek.. Sepertinya tempat ini tak terlalu buruk untuk aku tempati. Maafkan aku Pa, Ma, Kakak... Terutama Kakek Li.. Aku sering membuat kalian marah dan kesal.. Aku sering membuat kalian hanya bisa mengelus dada. Tapi aku tahu kalau kalian sangat menyayangi aku..." Ucap Guang Manyue dalam hati sambil menatap bintang di atas langit.

Maaf sampai di sini dulu ceritanya. Aku lanjut pada episode selanjutnya.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
pokoknya selalu yg terbaik ceritanya kak🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Wwaahh bakal jadi rebutan duo pangeran nih Manyeu 🤣😅🤭
Faizah Muzdalifah
Ditunggu double upnya Kak Res 🙏🙏💪💪💪
Dwi Setyaningrum
ahh so sweett pangeran..😁
@Mita🥰
yeee calon istri 🥰🥰🥰
Mommy Ayu
waaaa.... rupanya pangeran Huang sudah menjatuhkan pilihan hatinya pada Manyue. semakin seru nih ceritanya.
ayo lanjut up lagi Thor..... untuk menambah semangat updatenya aku kirim secangkir kopi nih ...semangat ya thor...... 💪💪
Sekar
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Mydar Diamond
💪 upnya thor moga sihat selalu ya
Kusii Yaati
kak Resti tidak bisakah sehari update 2 bab gitu 🤗
Sribundanya Gifran
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Puas kali si kake klp guru Wang abis dimarahin cucu na 😅
keyza formoza
Thor KPN double up lagi
Rosalinda Yo_2
pengumuman itu harus...biar jelas dan semua orang tau....
mari kita liat bagaimana nanti mukanya si anak angkat...🤭🤭🤭🤭
Rosalinda Yo_2
seru Thor 🙏
terimakasih sudah kembali menulis 🥰🥰🥰
@Mita🥰
setuju aku sama pendapat kakek 😍😍😍
Mommy Ayu
kakek fang benar ... memang harus di umumkan tuh siapa sebenarnya Manyue. biar fang Li dan teman temannya tidak semena mena lagi.
ayo lanjut up lagi Thor..... semangat ya 💪💪.... secangkir kopi untukmu
Dwi Setyaningrum
ya perlu pengakuan itu Guang manyue jd ga dibully terus sama fei li nan biar masyarakat juga tau siapa yg anak kandung siapa yg anak angkat..
Sekar
seru💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor
Mydar Diamond
lanjuutt upnya thor 💪 ya
Sekar
😍😍😍😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!