novel ini sedang direvisi.
Menceritakan kisah Nana yang tumbuh di tengah keluarga yang berantakan.
Membuatnya hidup tanpa aturan, menjadi gadis yang liar mencari kebahagian.
Namun, suatu hari Nana harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki Ibu tiri. Siapa sangka Nana yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, kini mendapatkannya dari wanita simpanan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INGIN SENDIRI DULU
Brian sedang duduk di kursi santai yang tersedia di balkon, dirinya sedang meratapi nasibnya.
Brian menginginkan Amara, namun Brian juga kecewa pada Amara yang pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan Brian.
"Kamu dimana sayang?" lirih Brian, matanya menatap bintang-bintang dilangit.
"Apakah aku serakah kalau aku ingin menjaga dua wanita? Ck, bagaimana dua kalau Amara saja sudah tak mau bersamaku lagi, tapi aku masih harus bertemu dengannya. Banyak yang ingin aku katakan padanya,"
Brian juga merasa kalau dirinya tidak tegas sebagai laki-laki, apa mungkin karena masih ada cinta untuk Melinda sehingga dirinya selalu menuruti kemauan Melinda yang meminta ditemani dan ini syarat terakhir agar Melinda mau bercerai yaitu Brian harus menunggu sampai Melinda melahirkan.
Melinda meminta pada Brian untuk kembali kerumah karena Melinda mengatakan kalau dirinya yang sedang sakit sangat berbahaya untuk mengandung.
Brian mendengar Melinda memanggil namanya, Brian pun masuk kedalam ternyata Melinda meminta Apartemen Brian yang bersama Amara.
"TIDAK," ucap Brian dengan tegas.
"Bagaimana mungkin aku akan memberikan Apartemen itu, itu adalah milik Amara. Aku membelinya untuknya," batin Brian.
Melinda bergelayut manja dilengan Brian terus merengek dan mengatakan kalau itu keinginan bayi yang ada didalam rahimnya.
"Jangan memfitnah bayi yang bahkan belum ada bentuknya," ucap Brian.
Lalu Brian melepaskan tangan Melinda dari lengannya dan pergi entah kemana.
Brian merasa muak dengan Melinda, karena Melinda juga Amara menjadi pergi, hidup Brian kembali seperti diawal saat belum bertemu dengan Amara. Sekarang Amara adalah jantung hatinya.
Brian keluar dari rumah ingin melanjutkan untuk mencari Amara.
Brian putus asa entah harus mencari kemana lagi, otaknya tak mampu berfikir selain memikirkan Amara, Amara dan Amara.
___________
Di tempat Amara, Lian sedang menolak suapan terakhir pizza toping mangga yang Lian bawakan.
"Gila lo, lo yang minta tapi kenapa harus gue yang makan," gerutu Lian.
"Lo kelamaan tadi makanya gue udah nggak pengen lagi, tapi makasih yaa gue jadi bisa liat bentuk pizza toping manisan mangga," ucap Amara dengan entengnya.
"Udah malem gue balik ya, gue takut dikawinin disini kan ngeri gue dikawinin sama cewe kaya lo," ledek Lian.
Mendengar kedekan Lian membuat Amara berlari keluar dari kamarnya.
Amara mengingat kejadian bagaimana dirinya harus menikah dengan Brian.
Sedangkan Lian, dirinya merasa bingung dengan Amara yang sebentar happy sebentar ngambek dan sekarang Amara seperti sangat marah dengan ucapan Lian.
Padahal niat Lian hanya bergurau, Lian mengejar Amara dan hampir menabrak wanita seksi yang tadi pagi membawakan minuman dingin untuk Amara.
"Haiiii ganteng, mau kutemani malam ini? jangan disini yuk diluar aja," ucapnya dengan suara manja yang dibuat-buat.
Tidak menjawab tetapi Lian bergidik ngeri dan pergi meninggalkan wanita itu.
Lian mengejar Amara dan berhasil meraih lengannya. Lian membawa Amara kedalam pelukannya, untuk sesaat Amara tidak menolak.
Dan disaat itu pula Brian melintas dijalan yang sama sehingga Brian dapat melihat Lian yang sedang memeluk seorang wanita.
Brian tak dapat melihat wajah wanita itu karna wajahnya sembunyi didalam dada Lian.
"Wah anak itu udah ngerti cinta-cintaan harusnya lulus dulu," gerutu Brian.
Brian terus melajukan mobilnya karena Brian merasa tak perlu ikut campur dengan urusan Lian.
Kembali pada Amara dan Lian, Amara kemudian mendorong Lian agar sedikit menjauh darinya.
Mencium wangi parfum Lian membuat Amara teringat pada Brian, wangi yang sama sehingga Amara semakin sakit karena merindukan Brian.
"Lo kenapa? Gue cuma bercanda aja kok, lagian kalau disuruh nikah sama lo mana mungkin gue nolak, lo cantik dan apa adanya," ucap Lian.
Amara menggelengkan kepalanya, Amara juga merasa bingung pada dirinya yang tak dapat mengontrol emosinya.
Mungkin karena sedang bad mood dan keadaan Amara yang sedang sedih sehingga membuat Amara menjadi seperti ini, begitulah pikir Amara.
Amara hanya bisa menangis sesenggukan tak mampu untuk mengatakan apapun pada Lian.
Amara sakit mengingat Brian, dan Lian harus mengingatkan kejadian saat digerebek. Sangat menusuk hati Amara.
"Om, apakah Om terpaksa menikahi Amara karena kita digerebek?" Amara bicara dalam hati dengan kepala yang menunduk.
Kemudian Lian menangkup wajah Amara, "Kalau mau cerita...cerita aja nggak papa gue siap mendengarkan," ucap Lian.
Amara menurunkan tangan Lian dari wajahnya dan meminta Lian untuk pulang, Amara juga meminta pada Lian untuk jangan terlalu sering menemui Amara.
"Gue ingin sendiri dulu," itulah alasan Amara.
"Eheemm eheemm," suara wanita seksi yang berjalan melewati Amara dan Lian.
Amara dan Lian melihat kearahnya dan dia pergi entah kemana, dirinya dijemput oleh bapak ojol. "Bye bye," ucap wanita itu pada Lian dan Amara yang masih menatapnya.
Setelah itu Lian pamit dan akan menuruti semua keinginan Amara, tetapi Lian tidak janji karena Lian akan merasa kesepian kalau tidak mengganggu Amara.
________________
Seorang gadis cantik sedang membeli nasi goreng dan tiba-tiba lengannya ditarik oleh seorang pria.
Pria itu adalah Brian, Brian melihat Tara sedang berdiri didekat gerobak nasi goreng.
"Aduuuhhh," gerutu Tara sipemilik lengan tersebut.
"Kamu pasti tau kan dimana keberadaan Mara,?" tanya Brian.
"Enggak, kalaupun tau mana mungkin gue ngasih tau sama situ," ucap Tara.
Saat Tara sedang berdebat dengan Brian abang nasi goreng mengeluarkan suaranya, "Ini neng?" ucapnya.
Tara mengambil bungkus nasi goreng tersebut dan mengatakan kalau Brianlah yang akan membayarnya.
"Ck, dasar anak ini," gerutu Brian.
Kemudian Brian mengeluarkan selembar uang kertas berwana biru dari dompetnya untuk abang nasi goreng tersebut.
"Ambil saja kembaliannya," ucap Brian.
Kemudian Brian pergi meninggalkan Abang nasi goreng tersebut, Brian membuntuti Tara.
"Jadi disitu dia tinggal," gumam Brian.
Setelah itu Brian mengirim gambar pada Egi, Meminta Egi untuk menyelidikinya.
Brian mengirim foto Amara dan Tara, Brian juga memberi alamat dimana Tara tinggal.
______________
Pagi di rumah Ratna, Lian dan Ratna sedang makan bersama di meja makan.
Ratna meminta pada Lian untuk kuliah dan mengurus kantor. Ratna ingin Lian menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Lian pun menurut, demi kebaikan dirinya dan perusahaan orang tuanya.
Lebih lagi Lian ingin menjadi anak yang berbakti entah apa yang merasuki Lian.
Setelah bersiap Ratna mengajak Lian ke makam papahnya lebih dulu.
Karena itu memang rutinitas Ratna sebelum pergi kekantor.
Dan, sesampainya di makam Ratna dan Lian sama-sama terkejut saat melihat seseorang yang terbaring di samping makam.
Ratna mendekat dan meminta Lian untuk membalik badan pria tersebut, setelah itu Ratna semakin terkejut karena pria itu adalah anaknya, Brian.
Wah kok bisa tiba-tiba Brian terbaring dimakam?.
Bersambung....
Terimaksih sudah membaca.
Yuk terus dukung karya author dengan like love dan votenya ya kak.
Happy reading....
soalnya ini kenapa tiba2 si nana meninggal? trus melinda sakit? sama amara berhubungan sma brian? dan brian tiba2 udah cerai sma melinda?
ini apa gue yang ngelengkah2 bacanya apa gimna sii😭
tapi perasaan gue liat ulang kagak salah bacanya🥲