NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:290.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Suatu hari, matahari terasa jauh lebih terik dari biasanya. Cahaya menyengat jatuh lurus ke jalanan yang tampak berkilau karena panas. Udara terasa berat, membuat napas sedikit sesak dan tubuh cepat lelah, bahkan untuk sekadar berdiri terlalu lama. Di dalam rumah, suasana tetap hening, tetapi bukan ketenangan yang terasa, melainkan kesunyian yang menekan. 

“Kemuning!” suara Bu Ratih memanggil dari ruang tengah dengan nada tajam seperti biasa.

Kemuning yang sedang merapikan dapur langsung berhenti dan menjawab pelan, “Iya, Bu?” 

Bu Ratih tanpa basa-basi berkata, “Belikan Ibu buah-buahan. Ibu mau rujak. Panas begini enaknya makan yang segar.” Itu bukan permintaan, melainkan perintah. 

“Iya, Bu,” jawab Kemuning singkat tanpa bertanya apa pun. Ia segera mengambil dompetnya, jemarinya bergerak pelan seolah kehilangan tenaga. 

Kemuning merasa langkahnya berat saat keluar rumah, tidak seperti biasanya. Kepala dia masih dipenuhi pikiran, dan dadanya masih sesak oleh perasaan yang belum reda sejak kemarin. Namun, seperti hari-hari sebelumnya dia tetap berjalan, menjalani semuanya aktivitas tanpa suara dan tanpa perlawanan.

Di luar, jalanan cukup ramai. Kendaraan lalu lalang tanpa henti, suara klakson bersahutan, bercampur dengan teriakan pedagang di pinggir jalan. Panas matahari menyengat kulit, membuat keringat mulai muncul di pelipis. Kemuning berdiri di tepi jalan, matanya melihat ke kanan lalu ke kiri, seolah memastikan keadaan aman. 

Sebenarnya pikiran Kemuning tidak berada di sana. Ingatannya kembali ke kejadian kemarin. 

Dalam detik yang terasa begitu lambat, dari arah kanan sebuah motor melaju kencang. Suara mesinnya meraung keras, mendekat dengan cepat.

 

“WOI! AWAS!” teriak seseorang dengan panik.

Kemuning menoleh, matanya langsung melebar. Dia ingin mundur, ingin menghindar, tetapi tubuhnya membeku. Kakinya tidak bergerak, seolah terkunci di tempat. Dan dalam sepersekian detik itu, benturan keras terjadi. 

“BRAK!” 

Suara menggema, tubuh Kemuning terpental dan jatuh menghantam aspal. Rasa sakit langsung menjalar ke seluruh tubuhnya, tajam dan menghantam tanpa ampun. Kepalanya berputar, pandangannya kabur. 

Suara orang-orang di sekitarnya terdengar samar, seperti datang dari tempat yang sangat jauh. Ada yang berteriak, ada yang berlari mendekat, tetapi semuanya perlahan menghilang dari jangkauannya.

Dunia di sekelilingnya seperti berputar tanpa arah. Langit yang tadi begitu terang perlahan memudar di matanya. Dalam detik-detik terakhir sebelum semuanya menjadi gelap, satu pikiran lirih melintas di benak Kemuning yang rapuh dan penuh luka. “Kenapa hidupku seperti ini?” 

Air matanya mengalir tanpa Kemuning sadari. Lalu perlahan, semuanya menghilang dan gelap sepenuhnya. 

Sementara itu, Aryasatya, orang yang menabrak Kemuning, diam mematung dengan tubuh gemetar karena ketakutan. “Tidak! Ku mohon jangan mati,” ucapnya lirih.

“Tolong, bawa korban ke rumah sakit!” pinta seorang pria paruh baya yang kini berjongkok di dekat Kemuning.

“Hey, itu pelakunya!” teriak orang-orang sambil menunjuk pengendara motor yang memakai seragam sekolah.

”Kamu yang sudah menabrak, harus bertanggung jawab," kata pria paruh baya itu kepada Aryasatya.

Di rumah sakit, suasana terasa dingin dan menegangkan. Bau obat-obatan menusuk hidung. Aryasatya mondar-mandir di depan ruang IGD, kakinya tidak bisa diam. Sesekali ia mengacak rambutnya sendiri, wajahnya penuh penyesalan.

“Gimana ini? Gimana kalau dia kenapa-kenapa?” gumam pemuda itu pelan.

Tangan Aryasatya gemetar saat meraih ponsel. Dia langsung menekan nomor yang paling dia percaya. “Kakak.”

Suara di seberang terdengar tenang. “Ya, ada apa Arya? Kenapa kamu belum pulang ke rumah?”

“Kak, a-ku nab-rak orang.” Suara Aryasatya bergetar hebat. “Sekarang lagi di rumah sakit. Aku nggak tahu harus gimana?”

Hening beberapa detik.

“Kamu ada di rumah sakit mana?”

Tidak lama kemudian, seorang pria datang dengan langkah cepat namun terukur. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya tajam. Kemeja yang dikenakan rapi, berbeda jauh dengan Aryasatya yang masih berantakan.

Orang itu adalah Arkatama, kakak dari Aryasatya. Dia langsung menghampiri adiknya. “Kamu nggak apa-apa?”

Aryasatya menggeleng cepat. “Aku nggak kenapa-kenapa, Kak, tapi dia ....” Suara Aryasatya tercekat. “Dia nggak sadar.”

Arkatama menepuk bahu adiknya pelan. “Tenang. Kita akan tanggung jawab.”

Kain gorden pembatas pasien, terbuka. Seorang perawat keluar. “Keluarga pasien?” tanyanya.

Aryasatya langsung menoleh. “Sa-saya ....”

Arkatama maju selangkah. “Kami yang mengantar. Bagaimana kondisinya?”

“Pasien masih tidak sadarkan diri. Ada benturan di kepala dan beberapa luka luar. Kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan.”

Arkatama mengangguk. “Lakukan yang terbaik. Semua biaya saya tanggung.”

Perawat itu mengangguk, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

Aryasatya menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca. “Kak, aku takut dia kenapa-kenapa.”

Arkatama menatap lurus ke depan. “Takut itu wajar. Tapi sekarang bukan waktunya panik. Kita pastikan dia selamat dulu.”

Beberapa jam kemudian, Kemuning akhirnya dipindahkan ke ruang rawat. Tubuhnya terbaring lemah, wajahnya pucat, dengan perban di kepala. Tangannya terpasang infus.

Arkatama berdiri di samping tempat tidur, memperhatikan dengan tenang. Sementara Aryasatya duduk di kursi, menunduk, tidak berani menatap.

“Kak, aku benar-benar nggak sengaja,” ucap pemuda itu lirih.

Arkatama tidak langsung menjawab. Matanya masih tertuju pada Kemuning. “Aku tahu,” akhirnya ia berkata pelan. “Makanya kita tanggung jawab sampai dia pulih.”

Keesokan harinya, dokter datang untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Beberapa perawat ikut serta, membawa berkas dan alat medis. Arkatama berdiri di samping, mendengarkan dengan serius.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh,” kata dokter itu sambil membuka hasil laporan. “Untuk kondisi luka akibat kecelakaan, tidak ada yang terlalu fatal. Pasien hanya perlu istirahat dan observasi beberapa hari.”

Aryasatya menghela napas lega.

Rupanya dokter itu belum selesai menjelaskan kondisi Kemuning. “Namun, ada hal lain yang kami temukan.”

Arkatama sedikit mengernyit. “Apa itu, Dok?”

Dokter itu terlihat ragu sejenak, lalu melanjutkan dengan hati-hati. “Dalam hasil pemeriksaan, kami menemukan adanya sisa komponen anti-ovulasi dalam tubuh pasien.”

Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi.

Arkatama menatap tajam. “Maksudnya?”

“Zat ini biasanya digunakan untuk menghambat ovulasi. Dan dari kondisinya, sepertinya sudah berada cukup lama di dalam tubuh pasien.”

Aryasatya mengerutkan kening, tidak begitu mengerti. “Itu artinya ...?”

Dokter menarik napas pelan. “Kemungkinan besar, inilah penyebab pasien kesulitan untuk hamil.”

Saat itu juga, kelopak mata Kemuning bergerak pelan. Dia mulai sadar. Pandangan matanya masih kabur, tetapi suara-suara di sekitarnya mulai masuk sedikit demi sedikit.

Kata-kata dokter barusan seperti pecahan kaca yang jatuh satu per satu ke dalam kesadarannya. Mata Kemuning terbuka perlahan. Yang pertama kali dia lihat adalah langit-langit putih rumah sakit terlihat samar di atasnya. Napasnya terasa berat.

“A-aku di mana?” tanya Kemuning lirih, hampir tidak terdengar.

Arkatama langsung menoleh. “Anda sudah sadar?”

Kemuning tidak langsung menjawab. Matanya bergerak pelan, mencoba memahami keadaan. “Dok,” panggilnya serak. “Apa yang barusan Anda katakan?”

Dokter itu tampak ragu, tetapi akhirnya menjelaskan dengan lebih pelan, “Kami menemukan zat yang menghambat ovulasi di dalam tubuh Anda. Kemungkinan itu sudah lama dan bisa menjadi penyebab Anda belum hamil.”

Dunia Kemuning seakan berhenti. Matanya membelalak dan napasnya tercekat. Semua suara di sekitarnya mendadak menghilang. Yang tersisa hanya satu kalimat yang terus bergema di kepalanya, “Penyebab Anda belum hamil.”

1
zahrahaifa
bener arka mending ngejauh daripada kena getahnye si mantan sableng cari aman aja biarin aje yg onoh mencak2
mimief
tapi emang laki laki yg bener tu kaya gini.
selalu bisa memberikan garis yg jelas buat mantan.
karena dengan kata kasihan itu gerbang pertama yg bikin semuaa jadi abu abu
keren si kamu ar,aku suka gayamu 😍
Sri Widiyarti
kebiasaan di novel kenapa mantan selalu kembali dengan tidak tahu malunya 🤦🤦🤦
Mundri Astuti
bagus arka jangan biarkan masa lalu kembali merecoki keluarga kamu yg skrg, kemuning mau menerima Arya itu poin pentingnya arka, sehingga bisa harmonis, masa lalumu tdk bisa kehadiran Arya di rmh tanggamu yg dulu
Jetva
keren..
Jetva
SUDAH BENAR ARKA RAK TANGANI KASUS TAMARA...DIPERSIDANGAN BISA SAZA MOMEN ITU DIPAKAI UTK MENGHUJAT BALIK TAMARA N ARKA..SECARA RAMLI DULU SELINGKUH DGN TAMARA..BISA SAZA ADA TUDUHAN TAMARA BALIK LAGI AMA ARKA ATW ARKA PEGANG KASUS TAMARA AGAR BERCERAI DR RAMLI AGAR BS KEMBALI BERSAMA TAMARA..........ARKA OTAKNYA SEHAT...TAMARA KAYAKNYA GA TAU DIRI...
Fyrly
Benar Arka tegas tidak mau menjadi pengacara Tamara biar meminimalkan dampak buruk bagi rumah tangganya, sepertinya Tamara mau memanfaatkan perceraiannya untuk mendekati Arka lagi
Lee Mba Young
Bagus Arka kl bisa teges gk berhub dng masalalu. krn nnti kl sidang a lot mereka bertemu tiap Hari pa gk cinlok lagi 🤣 palagi pernh berhub 😄. inget rasa lah...
gina altira
Sudah bener Arka jgn mau terlibat dengan masa lalu. Ada kemuning dan Ziya yg harus kamu lindungi,
Zhang Wuyang (张五阳)
jadian dong pliss kalau gak jadian ku jodohin sama walid
🌸 Sunshine 🌸: Enggak pernah nonton, Kak. Tahu Walid karena rame aja di grup sama cuplikannya di tiktok.
total 3 replies
Eonnie Nurul
laki2 ya gitu harus tegas kalau masih bisa jangan berhubungan dengan mantan dan lebih tepat nya buanglah mantan pada tempatnya 🤪
Sri Supriatin
Semoga tercapai beli HP barunya Thor, sy bc marathon nich 🤭💪💪💪
Vie
sama2 pernah merasakan hati yang hancur dan sekarang sama2 saling menyembuhkan dengan kekuatan cinta mereka berdua.... luka tidak akan pernah bisa hilang sepenuhnya, selalu meninggalkan bekas walau itu hanya samar,, dan itu akan tersimpan sangan jauh dan dalam di hati yang terdalam, tapi tidak sepenuhnya bisa ditutupi......
Sri Supriatin
Sedih bcnya Thor, pengalaman anak itu diurus n dioerhatiiin lebih meresap dan berbakti drpd dicerewetin... Tapj tergantung juga sy g. Bisa bandingin Karena cuma dititipin satu anak laki2... Alhamdullilah putraku sampe skrng buat ibunya bersyukur 🙏🙏🙏
Ma Em
Tamara penyesalanmu sdh terlambat , semoga saja Arkatama tdk akan kembali lagi pada Tamara setelah mendengar bahwa Tamara menyesal .
Ita rahmawati
nah kalo kamu beneran menyadari kesalahanmu Tamara harusnya kamu menjauh dari arkatama yg udh bahagia bknnya malah mendekat mepet LG 🤦
sengaja kamu ya jgn2 ada udang di balik batu 🤣
Retno Harningsih
up
Sugiharti Rusli
karena baik Arka dan Kemuning sama" korban pengkhianatan mantan pasangan nya, semoga mereka bisa saling menguatkan yah dalam mengarungi rumah tangganya,,,
Sugiharti Rusli
yah semua memang berasal dari kebodohan dan sifat egois seseorang yang mencari kesenangan dengan orang lain,,,
Sugiharti Rusli
makanya konsen Arkatama dalam membela seorang istri yang dikhianati dan disakiti karena ibu dan dirinya sendiri jadi korban yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!