menanti jodoh yang terbaik adalah impian semua orang,sebab itu pernahi diri karena jodoh mu cerminan dirimu.
tapi bagaimana bila dirimu sudah berakhlak sesuai syariat tapi ternyata jodoh mu tak sesuai harapan mu.
inilah kisah dari seorang gadis bernama vilara,gadis berhijab yang sedang menunggu jodoh dunia akhirat nya,
vilara dihadapkan oleh dua pilihan pemuda yang mencintai vilara dengan cara berbeda.
"umi andai vii tidak menikah dengan seorang santri atau anak ustadz apa ilmu yang selama vii dapat tidak bermanfaat",tanya vilara
"tidak nak,karena itu lah perjuangan sesungguhnya bagi mu,untuk menuntun seorang kejalan yang benar dengan ilmu mu,jalan yang diridhoi allah".ucap umi menasehati vilara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hardiantomy Corro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
"Assalammualaikum,abah umi".ucap tamu.
"Waalaikumsalam".jawab serentak.
Tamu tersebut langsung memeluk serta mencium punggung tangan abah dan umi,sedang Vii bergantian mencium punggung tangan sang tamu.
"Dek Vii sudah datang,dari kapan?".tanya Gus Wildan putra kedua abah dan umi.
"Baru datang juga gus".jawab Vii
"Kalau begitu Vilara pamit mau ke asrama dulu umi,abah,gus dan ning(sebutan untuk putri atau menantu perempuan pengasuh ponpes)'',Pamit Vii yang tak mau menggangu kebersamaan keluarga ndalem.
"Kok buru-buru Vii,ngobrol sama mbak aja belum".ucap ning Miftah
"Maaf ning,Vii udah dari tadi disini ninggalin temen Vii sendirian diasrama".ujar Vii
"Vii,tapi besok harus ngobrol sama mbak ya".ucap ning Miftah.
"Insha allah Ning".ucap Vii sambil beranjak meninggalkan kelurga ndalem.
Saat berjalan Vii mengaktifkan hp nya.disana banyak pesan,salah satu nya dari Putri.
putri
Mbak tadi mas Ali nyariin mbak Vii diwarung bakso.
Vii hanya membaca tanpa membalas pesan.
Vii berjalan kearah asrama putri sambil menunduk membaca semua pesan.
Bruuukkk
Vii menabrak seorang ibu-ibu.
"Maaf bu,"ucap Vii dengan segera membantu ibu tersebut yang jatuh.
"Iya enggak apa-apa,ibu juga tadi keburu-buru,"ucap ibu itu
"Sekali lagi maaf ya bu,ada yang luka tidak bu".ucap Vii khawatir
"Sudah nak,alhamdulilah tidak ada nak",ucap ibu itu agar Vii tidak khawatir
"Anak ini santri apa pengunjung pengajian?",tanya ibu untuk mengalihkan ke khawatiran Vii
"Saya alumni ponpes ini,kalau boleh tau ibu mau ke rumah abah dan ya?'',tebak Vii
"Iya nak,kira-kira beliau ada tidak ya?",tanya ibu tersebut
"Ada kok ibu..."ucap Vii
"Saya ibu khodijah,kalau anak ini?"...tanya bu Khodijah
"Saya Vilara bu".sambil mencium punggung tangan ibu Khodijah.
"Kalau begitu ibu pamit dulu".ucap ibu Khodijah dengan senyum.
"Iya".ucap Vii
Vii pun berjalan kembali,saat sudah sampai diasrama sudah banyak sekali yang hadir dari wali santri hingga alumni yang dari daerah jauh pun sudah datang.
Vii tegur sapa dengan alumni yang dikenal,saat sedang menuju kearah mbak Sanah dari belakang.
Grreeeeppp
Seseorang memeluk Vilara dari belakang.
"Mbaaaakkk Viii".ucap Ulfa.
Vii berbalik dan membalas pelukan Ulfa.
"Mbak Vii jahat enggak pernah ngasih kabar ke aku ya".ucap Ulfa dengan cemberut
"Mbak Vii lupa mbak Ul".ucap Vii gemas sambil mencubit pipi Ulfa.
"Mbak Sanaaaaahhh kangen".ucap Ulfa yang berlari saat melihat Sanah.
"Mbak Vii,tolong ini anak siapa yang lepas".ucap Sanah kala dipeluk erat oleh Ulfa.
"Kalian berdua ini selalu jahat sama aku".ucap Ulfa
"Walaupun kami jahat tapi ngangenin kaaan".ucap Vii
Hanya dibalas anggukan oleh Ulfa kemudian mereka bertiga bercerita,bersendagurau untuk melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.
"Eeehh mbak Vii katanya kak Rinan dateng juga ya".ucap Ulfa
"Iya".ucap Sanah sedang Vii hanya tersenyum.
"Masih ganteng enggak kak Rinan nya?".tanya Ulfa
"Masih kok".ucap Sanah
"Kenapa yang jawab mbak Sanah terus,bukan nya mbak Vii pacar nya kak Rinan ya".ujar Ulfa
Uhuuukk uhuukk
"Bukan mbak Ulfa".ujar Vilara karena takut nanti ada yang dengar dan salah paham.
"Tapi kalau mbak Vii sama kak Rinan cocok lho".ucap Ulfa sekena nya.
"Mbak Vii itu cocok nya sama bang Furqon".ucap Sanah.
"Bang Furqon??".tanya Ulfa.
"Bukan nya itu nama kakak mbak Sanah ya,"sambung Ulfa
"Iya,sekarang juga ikut kesini kok,"ucap Sanah
"Ganteng enggak mbak?".tanya Ulfa
"Mbak Ul ini,yang ditanyain gantengnya terus".ucap Vii
"Ciee mbak Vii cemburu ya",ujar Ulfa sambil menyenggol bahu Vii
"Bukan cemburu mbak,harus nya yang ditanya kabar gitu".jelas Vii
"Udah lah sesama jomblo enggak boleh ribut".ucap Sanah
"Situ juga jomblo kalee".ucap Vii dan Ulfa bersamaan.
"Aku tuh udah dikhitbah ya".ucap Sanah bangga.
"Tapi belum SAH".ucap Vii
"Jadi masih sama spisies jomblo".timpal Ulfa
Mereka pun tertawa bersama.bercerita hingga waktu berjalan dengan cepat,sore berganti malam.
Malam ini Vilara dan Sanah mengikuti acara reuni alumni,dari mulai sambutan hingga acara inti di ikuti.acara nya berjalan khidmat dan kekeluargaan.
Saat sedang menikmati jamuan yang telah di siapkan panitia,Vilara mendapat bisikan dari seorang santri wati.
Vii pun mengangguk.
"Mbak Sanah,Vii tinggal dulu sebentar ya".pamit Vii
"Mau kemana mbak?".tanya Sanah
"Aku dipanggil gus Mus".bisik Vii ke Hasanah
Sanah hanya mengangguk,mengiyakan maksud Vilara.
Vilara pun mengikuti santriwati tersebut,kekediamannya gus Mus putra pertama abah dan umi.
"Mbak Vii masuk pintu samping saja karena ning Alin sudah menunggu".ucap Santriwati.
"Terimakasih ya mbak".ucap Vilara.
"Saya pamit mbak Vii,assalammualaikum".ucap Santriwati
"Waalaikumsalam".jawab Vii
Saat akan mengetuk pintu,pintu sudah terbuka menampilkan sosok ning Alin yang cantik dan anggun dengan gamis berwarna merah bermotif abstrak dipadukan dengan hijab warna senada.
"Assalamualaikum Ning".ucap Vii
"Waalaikumsalam mbak Vii".ucap ning Alin dan memeluk Vilara.
"Mari masuk".ucap ning Alin saat sudah melepas pelukan
"Iya ning".ucap Vii
"Mbak Vii bagaimana kabar nya?".tanya ning Alin.
"Alhamdulilah baik ning,ning Alin dan keluarga baik juga kan".ujar Vilara.
"Alhamdulilah baik semua,kenapa mbak Vii tidak kesini bareng keluarga mbak tadi?",tanya ning Alin.
"Soal nya tadi masih ada keperluan dengan abah dan umi ning".ucap Vii
Eheemmm
Suara deheman membuat ning Alin dan Vilara menoleh.
"Vilara sudah disini".ucap gus Mus
"Iya gus".ucap Vii dan mencium punggung tangan gus Mus tanda tagdim
"Mbak Vii tolong buatkan teh seduh empat ya".ucap gus Mus.
"Baik gus"ucap Vii dan menuju kedapur.
Vii mulai meracik teh,saat sedang mengaduk teh,Vii berpikir kenapa harus dia yang membuat teh,kan banyak juga santri ndalem.
''Apa buatan santri sini enggak enak ya'',pikir Vii
''Tapi ini teh celupkan hanya diseduh dengan air panas dikasih gula jadi dech'',gumam Vii sambil mengaduk.
Setelah jadi Vii menuju ruang tamu gus Mus dan ning Alin.Vii mengantarkan minuman layaknya dia menjadi santri dulu.berjalan menggunakan lutut dan menundukan kepala.
Vii meletakan teh tersebut di meja
"Ini adik kami nama nya Vilara yang kami ceritakan tadi".ucap gus Mus kepada tamu nya.
Deg
Vii yang mendengar menunduk lemas.
''Cobaan apalagi ini'',batin Vii
"Duduk sini mbak Vii".ucap ning Alin.
Vii pun pasrah duduk disebelah ning Alin.masih dengan perasaan yang campur aduk karena Vii merasa semua orang yang ada diruangan itu memperhatikannya.
''Harus bisa kabur ini'',pikir Vii.
"Manis".ucap seorang pria paruh baya.
''Asstagfirulloh,apa jangan-jangan bapak ini mau cari istri'',batin Vii,masih tetap menunduk
"Nak Vilara"...
Deg
''Suara wanita,apa jangan-jangan istrinya meminta dia untuk jadi madu nya'',batin Vii yang mulai resah,ingin sekali dia menghilang bagaikan jin lampu Aladin.
kalo anak paman ato bibi itu sepupu Thor bukan keponakan, kalo keponakan, bibi ato paman ke anak saudaranya