NovelToon NovelToon
Mahkota Kedua Adelia

Mahkota Kedua Adelia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Selama 15 tahun, Adelia Zuri Latisha mengabdi penuh sebagai istri, melepas karier dan tampil sederhana demi menghemat pengeluaran keluarga. Namun, pengorbanannya dibalas pengkhianatan menyakitkan. Sang suami, Arkananta Ethan Pradana, berselingkuh dengan Clara Selvania, rekan kerjanya yang muda dan menawan. Arkananta menceraikan dan mengusir Adelia tanpa harta sedikit pun, mencapnya "ketinggalan zaman" dan tidak selevel lagi. Dihina oleh mantan mertua, Adelia menolak terpuruk. Mengandalkan keahlian menjahitnya di masa muda, ia bangkit merintis bisnis hingga bertransformasi menjadi pemilik butik ternama yang anggun dan berwibawa. Saat roda berputar, Arkananta bangkrut akibat ulah Clara yang boros. Ketika sang mantan suami datang bersimpuh memohon rujuk, ia harus menelan pil pahit. Adelia telah menemukan kebahagiaan sejati bersama pria mapan lain yang jauh lebih menghargainya, sementara karma instan bersiap meruntuhkan kesombongan mantan mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Faris

"Ayo,Del ikut saya sebentar. Ada tempat tenang yang ingin saya tunjukkan," ujar Faris lembut seraya membukakan pintu mobilnya di tepi kawasan taman kota yang dipenuhi lampu-lampu gantung temaram dan Kunang Kunang yang indah.

Adelia menoleh ragu sejenak, namun sorot mata hangat pria di hadapannya meluluhkan keraguan itu. Ia mengangguk pelan dan melangkah turun.

Malam itu, Faris membawa Adelia ke taman bunga mawar putih di sudut kota yang sepi dari hiruk-pikuk kendaraan. Di bawah pendar cahaya lampu taman yang lembut, Faris menghentikan langkahnya di dekat bangku kayu panjang, lalu menoleh menatap wanita di sampingnya dengan napas tertahan.

"Adelia," panggil Faris dengan suara berat yang terdengar begitu tulus dan rapuh.

Adelia menoleh, mendapati manik mata pria itu menyiratkan kejujuran mutlak yang membuat dadanya berdegup kencang. "Iya, Pak Faris... ada apa?"

"Jangan panggil saya Pak Faris lagi, setidaknya untuk malam ini," ucap Faris pelan, tersenyum tipis. Pria itu menarik napas panjang sebelum mengungkapkan perasaannya secara jujur.

"Sejak pertama kali saya melihatmu berdiri tegak di tengah kehancuran hidupmu, ada sesuatu di dalam diri saya yang terpanggil. Saya jatuh hati pada ketegaranmu, pada caramu melindungi anak-anakmu, dan pada caramu bangkit tanpa mengeluh."

Adelia terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak tercekat. Ia tidak menyangka pria mapan dan berwibawa seperti Faris menyimpan perasaan sedalam itu kepadanya.

"Tapi... saya hanya seorang wanita janda dengan dua anak yang membawa banyak luka masa lalu,Pak," bisik Adelia lirih, menundukkan pandangannya karena merasa tidak pantas.

Faris menggeleng tegas. Pria itu maju satu langkah, meraih jemari Adelia yang dingin dengan kehangatan telapak tangannya. Faris menyatakan tidak peduli dengan status janda Adelia dan ingin menjaganya selamanya.

"Saya tidak peduli dengan statusmu atau masa lalumu, Adelia," kata Faris sungguh-sungguh, manik matanya menatap lurus penuh keyakinan. "Bagi saya, kamu adalah perempuan paling berharga yang pernah saya temui. Saya ingin ada di sampingmu, membersamai langkahmu, dan menjaga kamu serta anak-anakmu selamanya."

Mendengar janji tulus itu, pertahanan diri Adelia yang selama bertahun-tahun dibangun dari rasa sakit seketika runtuh.

Air mata hangat menetes perlahan di pipinya, bukan karena sedih, melainkan karena ia akhirnya menemukan seseorang yang menghargai keberadaannya secara utuh.

Namun, bayangan luka pengkhianatan masa lalu dari Arkananta masih menyisakan ketakutan mendalam di relung hatinya. Adelia menarik napas gemetar, perlahan menarik tangannya dari genggaman Rayhan.

"Faris.. terima kasih banyak atas semua ketulusan dan perasaan yang kamu berikan," ucap Adelia dengan suara bergetar halus menahan sesak di dadanya.

"Tapi... biarkan aku meminta waktu. Trauma masa lalu itu masih menyisa di relung hatiku. Aku takut salah melangkah lagi, aku takut jatuh di lubang yang sama."

Faris tidak marah atau mendesak. Pria itu justru tersenyum penuh pemahaman, sebuah senyuman sabar yang menenangkan jiwa Adelia yang sedang gelisah.

"Aku mengerti, Adelia," jawab Faris lembut, mengangkat tangannya untuk menghapus sisa air mata di pipi wanita itu dengan sangat hati-hati.

"Aku nggak akan menuntut jawaban sekarang. Aku berjanji akan menunggu sampai hati mu benar-benar siap dan terbuka untukku."

Adelia mendongak, menatap pria di hadapannya dengan rasa syukur yang teramat sangat. Di tengah badai hidup yang melelahkan, kehadiran Faris adalah dermaga tenang yang ia butuhkan.

Sejak malam itu, hubungan mereka makin dekat dan dipenuhi rasa saling menghormati satu sama lain.

1
sunaryati jarum
Mantaaap /Good//Good//Good/
sunaryati jarum
Enak saja minta rujuk, setelah melihat Adel sukses coba jika tidak sukses apa minta rujuk
sunaryati jarum
Rasain Arkananta
sunaryati jarum
, Clara dasar orang iri sudah dalam sel ,masih tidak merasa salah
sunaryati jarum
Semoga toko barumu juga banjir pelanggan,Adel.Heran emak yang jalang itu Clara kok neriakin orang lain, sebagai jalang
sunaryati jarum
Memangnya apa yang kau berikan pada istri dan anak -anakmu Arkananta.Mereka kamu usir, anakmu kamu menggelar pesta.Setelah kamu jatuh baru ingat mereka
sunaryati jarum
Selamat menempati rumah barumu Adel
falea sezi
laki g tau diri🤣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Selamat Adelia pemeran busana kamu sukses
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 itu wanita pilihan kamu, Arkananta.Wanita yang kau puja hingga menelantarkan anak istrimu,bahkan saat putramu dirawat di rumah sakit kamu malah pesta dengan selingkuhan kamu itu.Terima dan nikmati hasil keputusan kamu.
sunaryati jarum
Sudah punya anak remaja tapi Yuri masih muda dan cantik,mungkin dulu nikah muda ,ya.
sunaryati jarum
Istrimu Clara yang kau bela mati- matian itu yang menjual ke perusahaan lain demi gaya hidupnya.
sunaryati jarum
Walau bertolak belakang dari kemanusiaan tindakan kalian sudah benar.Apalagi masih mengungkit tentang balas budi.Istri dan anak itu wajar di rumah suami harus bukan hutang budi.
sunaryati jarum
Selamat Yuri semoga makin berkembang
sunaryati jarum
Sifat iri dengki yang direalisasikan dengan merusak barang milik orang lain harus diganti berlipat ganda.
Semoga usaha butik semakin berkembang dengan dukungan Pak Faris ,Adel
ginevra
kamu ngak ingat ya habis bentak2 anak-anak kamu dan memperlakukan ibunya kasar di depan matanya. begitukah kamu masih mau dipanggil ayah?
Pencari Cerita
baru sebulan udh berasa kan Arkan, udh bagus adelia yang setia.malah cari mafia😄
iorlif
bakalan cepat nih cerai mereka, terus menyesal arkananta menyesal karena menceraikan Adelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!