NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Dia?

​Pintu Range Rover hitam ber-kaca gelap itu tertutup dengan dentuman halus yang kedap suara. Yoona duduk bersandar di jok kulit, menyilangkan kakinya yang dibungkus celana jeans RE/DONE dan sepatu Louboutin. Di balik kacamata hitamnya, matanya menatap tajam ke arah kaca spion, memperhatikan sosok tegap Kakashi yang melangkah tenang menyeberangi jalanan sepi menuju gedung tua di seberang kampus.

​Yoona tahu betul apa yang akan terjadi. Dia tidak perlu bertanya, dan dia tidak perlu khawatir. Bagi Yoona, siapapun yang berani mengusik ketenangannya di luar sana, hanyalah mangsa empuk bagi iblis Yakuza yang menjadi pengawal pribadinya.

​Langkah kaki Kakashi tidak bersuara sama sekali saat melangkah masuk ke dalam lantai dua gedung tua yang terbengkalai. Udara di dalam ruangan itu berdebu, berbau semen basah dan kelembapan.

​Di sudut ruangan dekat jendela, seorang pria berkemeja lusuh sedang terburu-buru merapikan kamera dengan lensa tele super panjang. Pria itu adalah informan yang disewa klan musuh dari Yokohama untuk memotret wajah Yoona.

​"Sudah selesai mengambil gambarnya?"

​Suara berat dan dingin yang bergema tepat di belakang tengkuk sang informan membuat darah pria itu mendadak membeku. Sebelum dia sempat berbalik atau mencabut pisau di saku celananya, cengkeraman tangan Kakashi yang dilapisi sarung tangan kulit sudah membekuk lehernya dari belakang.

​KREK.

​Tanpa banyak bicara, tanpa drama, dan tanpa ketakutan, Kakashi mematahkan leher pria itu dengan satu gerakan kilat yang sangat presisi. Tubuh informan itu ambruk tanpa nyawa ke atas lantai beton.

​Kakashi mengambil kamera mahal milik pria tersebut, menarik kartu memori di dalamnya, lalu menghancurkannya hingga menjadi serbuk plastik di dalam genggaman tangannya. Dengan tenang, Kakashi menyalakan alat komunikasinya.

​"Pembersih. Lantai dua gedung tua seberang gerbang barat. Musnahkan tubuh dan peralatan foto pria ini sampai tak tersisa," perintah Kakashi dingin melalui earpiece.

​"Dimengerti, Kakashi-san."

​Hanya butuh waktu kurang dari tiga menit bagi sang eksekutor nomor satu Uchiha untuk menuntaskan ancaman tersebut. Kakashi merapikan kemeja dan jas hitamnya, memastikan tidak ada setetes pun noda darah yang menempel pada pakaian mewahnya, lalu melangkah kembali ke Range Rover tempat sang putri menunggunya.

​Saat pintu mobil dibukakan, Kakashi menyunggingkan senyum tipis di balik maskernya. Aura membunuh yang tadi memancar pekat dari tubuhnya luntur total, berganti menjadi tatapan hangat yang protektif.

​"Maaf membuatmu menunggu lama, Nuna," ucap Kakashi lembut sambil masuk ke kursi pengemudi.

​Yoona menurunkan sedikit kacamata hitamnya, menatap Kakashi dari sudut mata. "Sudah selesai berburu tikusnya?"

​"Sudah, Nuna. Tidak ada lagi yang akan mengganggu harimu," sahut Kakashi tenang sambil memutar kemudi.

​Yoona menghela napas panjang, bersandar santai ke belakang.

"Aku muak dengan bazzar kampus yang bising itu. Kakashi, aku tidak mau langsung pulang ke rumah utama. Antarkan aku jalan-jalan ke distrik Ginza. Aku mau shopping untuk membuang rasa kesal."

​"Tentu, Nuna. Apapun yang kamu mau."

​Sore itu, distrik belanja mewah Ginza menjadi saksi bagaimana Yoona melampiaskan penatnya. Memasuki butik-butik kelas atas seperti Chanel, Balenciaga, dan Gentle Monster, Yoona melangkah bagaikan ratu jalanan Tokyo. Tanpa banyak berpikir, jemari lentiknya menunjuk tas, pakaian limited edition, hingga perhiasan mahal yang langsung diselesaikan dengan gesekan black card.

​Kakashi berjalan setia dua langkah di belakangnya. Tangan besarnya yang kekar sibuk menjinjing belasan tas belanjaan mahal milik Yoona. Setiap kali pria asing atau pengunjung toko melirik Yoona dengan tatapan kagum, Kakashi akan memberikan tatapan dingin dari balik maskernya yang sanggup membuat orang-orang itu langsung membuang muka karena takut.

​Bagi Kakashi, melihat Yoona puas menghabiskan uang dan memamerkan gaya badass-nya adalah pemandangan paling indah setelah pertumpahan darah yang baru saja dia selesaikan.

​Malam makin larut ketika mereka berdua akhirnya tiba kembali di kediaman utama klan Uchiha di Tokyo. Suasana rumah tradisional itu sangat hening. Sang Patriark dan para Tuan Muda belum pulang dari urusan klan masing-masing, memberikan kebebasan mutlak bagi Yoona dan Kakashi.

​Yoona langsung melangkah menuju kamar pribadinya. Dia melepas blus putih anggun, celana jeans, serta sepatu hak Louboutin-nya yang melelahkan. Setelah membersihkan diri dan membiarkan rambut hitam panjangnya terurai alami, Yoona mengganti pakaiannya dengan gaya chill-streetwear yang sangat nyaman.

​Yoona mengenakan sleeveless bodysuit warna biru muda lembut (baby blue) dari Adidas yang melekat pas membungkus lekuk tubuh bagian atasnya. Atasan itu dipadukan dengan celana tracksuit bottoms warna hitam bergaris tiga putih yang sengaja dipakai agak meluncur melorot di pinggulnya, memperlihatkan sedikit potongan high-cut dari bodysuit-nya yang sangat seksi dan trendy.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Yoona merebahkan tubuhnya di atas karpet bulu empuk kamarnya, di antara deretan rak kaca berlampu LED yang memajang koleksi figur animenya.

​TOK. TOK.

​Suara ketukan pintu yang halus terdengar. Pintu geser kayu terkuak pelan, memperlihatkan Kakashi yang melangkah masuk. Pria berusia 30 tahun itu telah melepas jas resminya, menyisakan kemeja hitam yang lengannya digulung rapi hingga siku, memperlihatkan tatanan tato Yakuza (Irezumi) di kulit lengannya.

​Di kedua tangan Kakashi, terangkat sebuah meja kayu berkaki pendek lengkap dengan nampan berisi hidangan malam yang aromanya begitu menggugah selera.

​Yoona langsung menegakkan tubuhnya, matanya yang biasa dingin seketika berbinar terang. "Kakashi? Ini apa?"

​Kakashi tersenyum lembut di balik maskernya, menurunkan meja kayu itu tepat di depan Yoona. "Hadiah kecil karena kamu sudah sabar menghadiri acara kampus yang membosankan hari ini, Nuna."

​Di atas meja kayu itu, tersaji makan malam mewah bernuansa Jepang tradisional yang sangat menggoda. Ada mangkuk keramik besar berisi Kaisendon premium—nasi hangat yang ditutupi irisan tebal daging salmon segar yang berkilau, tuna merah (maguro), minced tuna, serta kuning telur mentah yang gurih di tengahnya dengan sedikit cocolan wasabi segar. Di sampingnya, tersaji Unadon—mangkuk belut panggang (unagi) berbalut saus manis gurih berkilau yang dibakar sempurna di atas arang.

Tentu saja, sama sekali tidak ada babi atau udang di dalam menu tersebut. Di sudut nampan, ada satu botol sake beras kualitas terbaik bersanding dengan mangkuk sup miso hangat khusus untuk Kakashi.

REFERENSI MAKANAN cr. Pinterest

​"Kamu... menyiapkan semua ini sendiri?" tanya Yoona takjub, mendongak menatap Kakashi.

​"Saya menyuruh koki khusus langganan Uchiha untuk mengirimkannya langsung dari Ginza," sahut Kakashi pelan.

Dia ikut duduk bersimpuh di atas lantai tepat di sebelah Yoona. "Ayo makan, Nuna. Kamu pasti lapar setelah seharian beraktivitas."

​Topeng badass dan gaya dingin Yoona runtuh sepenuhnya. Tanpa ragu, Yoona bergeser mendekat, merapatkan tubuhnya hingga bahu mereka bersentuhan. Dia mengambil sumpit kayu, mengambil sepotong daging salmon tebal yang sudah dicelupkan ke kuning telur, lalu mengarahkannya ke depan wajah Kakashi.

​"Suapan pertama buat kamu dulu," bisik Yoona dengan nada suara yang berubah total—sangat manja, lembut, dan penuh bujukan.

​Kakashi menahan napas sejenak. Pria matang itu perlahan menurunkan kain penutup wajahnya hingga ke bawah dagu, memperlihatkan rahang tegas, bibir tipis, serta garis raut wajahnya yang sangat tampan namun jarang diperlihatkan pada dunia. Kakashi menerima suapan dari Yoona, mengunyahnya pelan sambil menatap dalam-dalam ke manik mata gadis di depannya.

​"Bagaimana? Enak?" tanya Yoona antusias.

​"Sangat enak, Nuna," jawab Kakashi pelan, suaranya yang berat membuai pendengaran Yoona.

​Yoona tersenyum manis—sebuah senyuman tulus tanpa beban yang cuma berhak dilihat oleh Kakashi seorang. Yoona mulai menyantap Kaisendon mewahnya dengan gembira, sesekali mengeluh manja kalau potongan dagingnya terlalu besar atau meminta Kakashi mengelap sudut bibirnya.

​Setelah makanan di meja berkurang, Yoona menyandarkan punggungnya di dada tegap Kakashi. Dia membiarkan tangan kokoh Kakashi melingkar hangat di pinggangnya dari belakang. Aroma harum kayu sandalwood dan maskulin dari tubuh Kakashi menyelimuti Yoona, memberikan rasa aman yang tak tergantikan oleh apapun di dunia ini.

​Yoona memainkan jemari besar Kakashi yang dipenuhi ukiran tato hitam-merah. Dia mengelus punggung tangan pria itu pelan dengan ibu jarinya.

​"Kakashi..." panggil Yoona pelan, suaranya terdengar lembut memecah keheningan kamar.

​"Ya, Nuna?" Kakashi menundukkan kepalanya sedikit, menyandarkan dagunya di bahu mulus Yoona yang terbuka akibat pakaian bodysuit-nya.

​"Sebenarnya... kamu itu siapa?" tanya Yoona pelan. Tatapan matanya menerawang menatap jajaran figur anime di depannya. "Maksudku... sebelum kamu menjadi pengawal pribadiku. Kenapa pria sehebat dan semematikan kamu rela menghabiskan seluruh hidupmu cuma buat menjaga cewek terbuang sepertiku?"

​Pertanyaan itu membuat jemari Kakashi di pinggang Yoona sempat menegang sebentar. Keheningan yang cukup panjang membentang di antara mereka.

​Kakashi menghela napas pelan. Hembusan napas hangatnya menerpa leher jenjang Yoona, membuat gadis itu sedikit merinding. Tangan Kakashi makin erat memeluk pinggang Yoona, seolah takut gadis itu akan hilang jika dia melepaskannya.

​"Saya bukan siapa-siapa tanpa kamu, Nuna," bisik Kakashi dengan suara yang sangat dalam, sarat akan pengabdian dan kepemilikan yang intens. "Bagi Ayahmu atau klan ini, kamu mungkin dianggap sebagai 'kartu truf' yang harus disembunyikan. Tapi bagi saya... kamu adalah satu-satunya alasan kenapa tangan saya yang kotor oleh darah ini masih pantas menggenggam kehidupan."

​Yoona memutar tubuhnya sedikit dalam pelukan Kakashi, mendongak untuk menatap mata pria berusia 30 tahun itu dari jarak yang sangat dekat.

​"Kamu tidak pernah merasa terkekang harus berada di sampingku terus?" gumam Yoona, menempelkan telapak tangannya di pipi Kakashi yang tegas. "Kamu bisa punya kehidupan sendiri di luar sana, Kakashi. Tapi kamu selalu di sini... memanjakanku, melindungiku, membunuh siapapun yang mengancamku."

​Kakashi menyandarkan pipinya pada telapak tangan lembut Yoona, memejamkan mata sejenak menikmati kehangatan sentuhan gadis itu.

​"Dunia di luar sana tidak ada artinya buat saya, Nuna," jawab Kakashi tegas saat membuka matanya kembali. Kilatan mata Kakashi begitu tajam dan penuh obsesi protektif. "Tugas saya, hidup saya, dan seluruh jiwa saya sudah disumpahkan untukmu. Sejak pertama kali saya melihatmu di rumah ini saat kita masih kecil... saya tahu, saya tidak akan pernah pergi ke mana-mana."

​Yoona menahan napasnya. Dinding hati Antartika-nya meleleh sepenuhnya. Di balik status hubungan mereka yang secara resmi hanya sebatas "pengawal dan nona muda", ada ikatan yang jauh lebih dalam, lebih gelap, dan lebih sakral daripada sekadar kata-kata cinta biasa.

​Yoona memajukan wajahnya, menyandarkan dahinya di dahi Kakashi.

"Jangan pernah berani meninggalkanku, Kakashi. Kalau kamu hilang... aku tidak tahu harus jadi apa di rumah dingin ini."

​"Saya jamin dengan nyawa saya sendiri, Nuna..." bisik Kakashi pelan sebelum mengecup bibir Yoona dengan sangat lembut dan lama—sebuah ciuman manis yang sarat akan janji perlindungan abadi di tengah kegelapan dunia Yakuza.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!