Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01
Suara dentingan wajan yang beradu dengan sutil terdengar begitu nyaring, itu arti nya Naila sedang sibuk memasak sarapan untuk semua orang.
Dia adalah Naila Maharani, seorang istri dan juga menantu di rumah ini. Naila tinggal bersama suami nya, Rivan dan juga keluarga suami nya di rumah ini. Rumah milik Naila sebelum menikah dengan Rivan.
"Naila, Aira pup, cepat kamu bersihkan!" Terdengar teriakan Yuni dari dalam kamar nya.
"Sebentar mbak, masih nanggung nih!" Jawab Naila dari dapur.
Naila berniat menyelesaikan masakan nya terlebih dahulu, sebentar lagi juga selesai.
"Naila, kamu budek ya? Di panggil dari tadi gak datang- datang!" Bentak Yuni yang baru saja muncul dari ruang keluarga.
"Sebentar lagi mbak, aku selesaikan masakan ku dulu!" Jawab Naila dengan lembut.
"Banyak alasan kamu, buruan bersihkan pup nya Aira. Dia udah gak nyaman, aku tidak tahan bau nya!" Perintah Yuni lagi.
Naila yang tidak mau mendengar ocehan Yuni, akhir nya memilih meninggal kan masakan nya dan pergi ke kamar nya Yuni.
Yuni adalah kakak nya Rivan, dia dan suami nya juga tinggal di rumah ini. Walaupun dia sudah menikah, dia dan suami nya juga bekerja. Tapi Yuni tidak mau tinggal di sendiri, dia juga tinggal di sini bersama orang tua nya.
"Sayang, ayo kita bersihkan dulu!" Bujuk Naila.
Aira adalah anak nya Yuni, saat ini usia nya sudah 2 tahun. Aira di urus oleh Naila saat Yuni dan suami nya pergi bekerja. Naila membawa bocah itu ke kamar mandi, dia langsung membersihkan tubuh Aira dan membuang diapers nya.
"Kita ganti baju dulu yuk, sekalian pake bedak lagi biar harum!" Ucap Naila sambil menggendong tubuh mungil Aira.
Naila langsung mengganti pakaian nya Aira, lalu tidak lupa dia juga memakai kan bedak pada tubuh bocah itu agar tetap harum.
"Naila, sarapan nya mana?" Belum lah selesai Naila mengurusi Aira, teriakan bu Rima sudah terdengar.
"Sebentar bu!" Jawab Naila sambil berjalan keluar membawa Aira.
"Kamu gimana sih? Gak berusaha banget jadi istri, nyiapin sarapan aja lama banget!" Omel bu Rima.
Semua orang sudah berada di meja makan saat ini, Rivan, Yuni dan suami nya, serta kedua orang tua Rivan pun sudah berada di sana.
Naila langsung memindahkan masakan nya tadi ke dalam wadah, lalu menyusun nya di atas meja di hadapan mereka semua. Tidak ada suara lagi, semua orang mulai menikmati sarapan nya masing - masing.
"Mas, aku ikut ya liburan kali ini!" Naila berkata di sela sarapan mereka.
"Tidak bisa Naila, kau di rumah saja. Uang ku tidak cukup jika kau ikut!" Dengan cepat Rivan menolak keinginan Naila.
Pagi ini Rivan dan seluruh keluarga nya akan pergi ke pulau Bali, mereka akan menghabiskan liburan akhir tahun mereka di sana. Sudah menjadi kebiasaan keluarga ini, sejak 3 tahun belakangan ini mereka menghabiskan liburan tahun baru di pulau Bali.
"Naila, kalau kau pergi juga, lalu siapa yang menjaga rumah? Kau tetap di rumah saja, jaga rumah!" Bu Rima berkata dengan ketus pada menantu nya.
"Buat apa kamu ikut liburan, toh kamu kan cuma di rumah saja. Liburan itu untuk orang yang bekerja!" Yuni juga ikut berkata dengan kasar.
Pak Jamal, suami nya bu Rima hanya diam saja, begitu pun dengan Alan suami nya Yuni. Mereka berdua hanya diam saja, saat istri mereka menghina dan mencari Naila.
Hati Naila sakit dan kecewa mendengar ucapan ipar dan mertua nya, sedangkan Rivan dia malah mendukung keluarga nya. Sekali saja dia tidak pernah membela Naila di hadapan keluarga nya.
"Tapi mas, ini sudah ketiga kali nya kalian berlibur ke pulau Bali dan tidak mengajak ku!" Protes Naila.
"Ibu dan mbak Yuni benar, Naila. Kamu di rumah saja, jaga rumah. Jika kau ikut liburan bersama kami, lalu siapa yang akan menjaga rumah. Aku tidak mau saat pulang nanti rumah dalam keadaan kotor dan tidak ada makanan di rumah!" Kembali Rivan berkata.
Naila menahan air mata nya agar tidak jatuh di hadapan suami nya dan juga keluarga nya, Naila ingin sekali melawan mereka semua. Tapi sebisa mungkin dia meredam semua emosi nya.
"Sebaik nya kita berangkat saja, takut nya ketinggalan pesawat nanti nya!" Bu Rima berkata.
"Iya, ayo bu!" Yuni setuju dengan ucapan ibu nya.
"Naila, jangan lupa kamu bereskan rumah. Jangan keluyuran selama kami tidak ada di rumah, dan kunci pintu rumah. Takut nya ada maling yang masuk!" Bu Rima mengingat kan Naila.
"Baik bu!" Jawab Naila sambil mengangguk kan kepala nya.
Mereka semua langsung berangkat ke bandara, dengan menggunakan taksi online. Bu Rima sangat bahagia, karena ini adalah liburan ke tiga kali nya untuk mereka di pulau Bali. Sudah 3 tahun berturut- turut mereka menyambut malam pergantian tahun di Pulau Dewata.
Setelah Rivan dan keluarga nya berangkat, Naila langsung membereskan meja makan dan mencuci semua peralatan makan mereka yang kotor. Setelah menyelesaikan semua nya, Naila langsung berlari masuk ke dalam kamar nya. Dia menangis tersedu sambil menelungkup kan wajah nya dia atas bantal.
"Tega sekali kau mas, kau mengajak seluruh keluarga mu berlibur setiap akhir tahun. Tapi aku, tidak pernah sekalipun kau mengajak ku!" Nadila berkata sambil menangis.
Cukup lama Nadila menangis, setelah hampir setengah jam dia merasa lebih tenang. Nadila mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru kamar nya, 3 tahun dia hidup bersama Rivan di kamar ini.
"Tiga tahun aku menemani mu mas, aku menutupi semua kekurangan mu. Tapi ini balasan nya, kau memang egois mas!" Naila menghapus sisa air mata nya.
Naila membuka lemari pakaian milik Rivan, dia sana semua pakaian Rivan tampak bagus dan tersusun rapi. Semua nya tampak baru, sedang kan pakaian nya sendiri jauh dari kata layak.
"Tiga tahun menikah, kau hanya satu kali membelikan aku baju mas. Itu pun hanya baju murah, sedangkan untuk keluarga mu semua nya baju mahal!"
"Kau hanya memberi ku uang belanja sebanyak 3 juta perbulan, dan itu pun untuk makan 6 orang dewasa di rumah ini. Kau sendiri tahu, bahwa uang itu tidak cukup. Bahkan kau tidak pernah mau tahu, dari mana aku menutupi semua kekurangan nya, mas. Tapi batas kesabaran ku sudah habis, Mas. Aku tidak mau lagi menjadi budak keluarga mu!" Naila berkata sambil menghapus sisa air mata di pipi nya.
Kini Naila menyadari betapa bodoh nya diri nya selama ini, dan kini dia mulai bangkit. Naila akan membalas semua perbuatan Rivan dan keluarga nya, saat mereka pulang nanti.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....