NovelToon NovelToon
Dia Istri Pilihan Nenek

Dia Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Nikah muda
Popularitas:123.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gelora Hati

Halo semua. Saya penulis pemula.
Mohon dilike dan diberi masukan, supaya saya semangat menulis.

Saya tidak pernah pacaran, saya tidak tahu apa itu jatuh cinta. Yang jelas saya tahu, sekarang kamu istri saya. Itu berarti saya bertanggung jawab menjaga dan melindungi kamu.
- Gerald Alexandro Bramasta

Kamu ganteng tapi kamu begitu dingin. Aku tidak akan menaruh cinta di atas pernikahan ini.
- Gita Ayu Berlian

Cerita ini mengisahkan sepasang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas yang sama.
Mereka dinikahkan oleh nenek kandung Gerald yang sudah dianggap nenek sendiri oleh Gita. Nenek baik, begitu Gita menyebutnya. Nenek yang memberi namanya.

Akankah Gita bertahan dengan kesalahpahahamannya di awal pernikahan ini? Atau apakah nanti justru dia yang terlebih dahulu mencintai Gerald?

Selamat menikmati!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelora Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan dari Gerald.

Kehilangan nenek baik bukanlah hal yang mudah untuk Gita. Segala kenangan bersama sejak dia kecil pasti akan terukir indah di hatinya. Dia sangat terpukul dengan kenyataan ini. Jika ditarik mundur ingatan, akan didapati bagaimana mereka bercanda di rumah itu. Sesekali mereka akan bercerita serius namun tetap akan tertawa pada akhirnya.

Awalnya Gita sangat berat menerima pernikahan yang diminta oleh sosok yang istimewa baginya itu. Dia masih ingin fokus melanjutkan kuliahnya. Namun cintanya pada nenek membuatnya berkorban. Sebelumnya dia tidak mengenali sama sekali siapa Gerald yang akan menjadi suaminya. Namun waktu berjalan, seiring berhembusnya angin mereka berusaha untuk saling mengenal dan saling mengerti.

Gerald yang tidak banyak bicara lebih sering mendengarkan cerita istrinya. Gita selalu memaksa Gerald bercerita balik namun akan dibalas senyuman oleh Gerald. Menurut Gerald, waktu akan menyampaikan pribadinya dan seperti apa dia melanjutkan hidupnya.

6 bulan sudah berlalu, Gita telah menyelesaikan pendidikannya. Dia berhasil meraih predikat lulusan terbaik dari fakultas kedokteran. Gerald sangat bangga melihat pencapaian Gita. Dia salut pada istrinya yang selalu bekerja keras untuk impiannya. Gerald menjaga dan melindungi Gita sebagaimana yang dilakukan ayahnya pada bundanya. Dia tidak tahu bagaimana harus jatuh cinta, satu yang pasti dia tidak ingin Gita terluka.

Hingga usia pernikahan ke-tujuh bulan, mereka belum juga tidur satu kamar. Gerald sudah berjanji tidak akan menyentuhnya sebelum Gita lulus dari kampusnya. Dia tidak ingin membuat Gita patah semangat kalau harus hamil saat kuliah. Namun, secuek dan sedingin apapun Gerald, dia tetaplah laki-laki normal yang akan terangsang jika melihat penampilan berbeda dari perempuan.

Pernah suatu ketika dia tidak sengaja melihat Gita mengenakan handuk habis mandi. Gerald terpaksa masuk ke kamar Gita karna ponselnya tidak dijawab, suaranyapun tidak dibalas dari balik pintu. Saat itu mereka berdua terkejut dan diakhiri dengan permintaan maaf Gerald. Gerald merasa bersalah namun Gita dengan baik membalasnya. Dia menganggap itu hanyalah ketidaksengajaan. Tidak perlu dipermasalahkan, toh juga Gerald adalah suami sahnya.

Tidak hanya itu, Gerald juga akhirnya mengetahui kalau Gita dan Bimo hanyalah sepasang sahabat sejak mahasiswa baru. Gerald sedikit lega mendengar itu namun di lain sisi dia tetap waspada pada laki-laki yang satu itu. Sering kali Gerald melihat Bimo terlalu dekat dengan Gita. Terlihat jelas kalau Bimo memang mencintai istrinya itu.

Gerald ingin sekali memperkenalkan dirinya pada Bimo sebagai suami Gita agar Bimo tau membatasi dirinya dari perempuan yang sudah bersuami. Namun hal itu dicegah oleh Gita, menurut Gita akan ada momen yang pas untuk memberitahukan status yang sebenarnya pada semua orang termasuk teman-temannya. Gerald mengiyakan, dia tidak ingin Gita terbebani di saat saat terakhir menyusun skripsinya kala itu.

Berbeda dengan Gita, Gerald sedang melaksanakan magang di salah satu PLN di Bandung. Kelulusan dalam 3.5 tahun yang telah dicapai istrinya itu membuatnya terpacu ingin segera menyusul. Banyak yang mengatakan anak teknik akan lama lulus namun dia percaya sedikit lagi lebih serius meluangkan waktu untuk belajar di tengah kesibukannya mengurus bisnis dan bermain bola.

Malam ini Gita pulang lebih lama. Koas yang dia jalani memang sangat menguras tenaga. Banyak dokter senior yang menaruh kepercayaan padanya. Sesekali dia akan didampingi namun dia lebih sering sendiri memeriksa pasien. Gita yang bijak dan mudah mengerti membuat dokter yakin untuk melepasnya.

Dia sangat mencintai pekerjaannya ini namun tidak bisa dipungkiri dia memang kelelahan.

" Gerald belum pulang juga ya pak ? ", Gita memasuki mobil yang sudah menunggunya di parkiran Rumah Sakit. Bukan melihat suaminya, Pak Wawan lah yang duduk di kursi pengemudi. Gita memurungkan wajahnya, sudah 2 minggu dia tidak melihat suaminya itu. Pertandingan sepak bola di Makassar membuatnya harus menginap disana cukup lama.

" Belum non ", Pak Wawan menilik wajah majikannya itu dari kaca yang ada di depannya. Terlihat jelas wajah lesu disana. Dalam hati Pak Wawan tersenyum kegirangan. Kok aku malah kasian toh. Tapi gpp nanti di rumah bakalan senang juga kan. Sabarlah sedikit lagi non Git, Den Alex sedang membuat kejutan untuk anda.

" Selamat malam non, makanan sudah saya siapkan di kamar anda ", Bu Nina menyapa Gita yang baru saja memasuki rumah mewah itu.

Gita menaikkan alisnya, sedikit kebingungan kenapa makanan dibawa ke kamarnya. Dia terbiasa makan bersama dengan mereka semua di lantai bawah. Apalagi saat saat Gerald bepergian ke luar kota, mereka akan lebih sering berkumpul bersama.

Seakan tau maksud pandangan majikannya, Bu Nina kembali mengeluarkan suara. " Maaf nona, sekarang sudah jam 8, saya pikir nona tidak harus turun lagi untuk menyantap makan malam. Saya sendiri yang akan membawa piring kotor ke bawah setelah selesai ".

Gita tersenyum mendengar penjelasan Bu Nina. Dia selalu merasa dicintai oleh tukang masaknya itu.

" Baik ibu Nina yang baik hatiiii, aku naik dulu ya ", Gita menaiki lift dengan senang.

Segera membuka pintu kamarnya, Gita begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Kamar yang didekorasi dengan warna hijau kesukaannya. Matanya langsung tertuju dengan tulisan " SELAMAT ULANG TAHUN ISTRI " dengan bunga tulip yang besar disenderkan di dinding namun tetap indah karna hiasan tambahan di sekelilingnya.

Gita terpukau dengan semuanya, dia bahkan lupa hari ini ulang tahunnya. Spontan dia meneteskan air mata.

Gerald muncul dari balik pintu, mendapati Gita yang baru saja berlutut di lantai kamarnya. Dia menangis bahagia, mengucap syukur dengan siapapun yang mempersiapkan semuanya.

Gerald mengulurkan tangannya di depan wajah Gita, dia yang tertunduk langsung menatap wajah si pemilik tangan itu. Dia seperti tidak percaya, bagaimana bisa suaminya ada di ruangan itu bersamanya.

" Ini kamu Ger? Kamu Ger? ", Gita memegangi wajah suaminya itu dengan terharu. Berharap ini bukan mimpi. Gerald mengangguk seraya memandangi wajah Gita dengan tersenyum lepas. Sesuatu yang sangat jarang dilakukannya. " Iya ini saya Git. ", Gerald memegang tangan istrinya yang sedari tadi menempel di pipinya. Segera Gita memeluknya dengan erat, dia begitu merindukan Gerald.

Gerald membalas pelukan itu, " Selamat ulang tahun Gita, terimakasih sudah selalu bersama dengan saya ", bisiknya di telinga Gita. Gita masih menangis di balik tubuh Gerald yang tinggi. Gerak tubuhnya hanya mengangguk, dia masih saja memeluk Gerald. " Kalau lama begini saya bisa meminta hak saya malam ini Git ", goda Gerald pada istrinya yang asik melingkarkan tangannya.

Gita mendengarnya seperti sebuah ancaman yang seram, refleks dia melepas tubuhnya. Gerald tertawa kegirangan karna berhasil mengerjai istrinya itu. Wajah Gita memerah seketika, dia masih belum siap untuk ancaman itu. " Saya becanda, tidak akan kalau kamu belum siap. Sehat selalu Git ", Gerald mencium kening Gita dengan penuh cinta.

" Aku mau minta hadiah ", seru Gita tiba-tiba.

Gerald kembali tersenyum pertanda dia setuju dengan perkataan Gita. " Aku mau di hari ulang tahunku ini, kau menceritakan tentang dirimu dan hidupmu. Aku mau tau ", Gita mengucapkannya dengan lantang. Gerald tertawa mendengarnya. Nona Bramasta, bukannya meminta barang mewah malah meminta saya bercerita , dia tidak habis pikir dengan permintaan istrinya itu.

Namun dia lebih tidak tega melihat wajah memohon dari istrinya. Baiklah entah bagaimanapun jadinya nanti, dia akan berusaha mampu bercerita, ini permintaan istrinya. Dia ingin memberikan hadiah terbaik. Ini kali pertama mereka merayakannya bersama.

1
Yeni Anggraini
bagus
Maryati Horti
mulai bucin
Ika Indayani
kok maceeet
Ika Indayani
lanjutkannya mna
Diana Puntian
hahaha asyiknya ultah barengan.... lanjutkan thorrr
Srilestari Srilestari
smngt thor
Netty Ellyana M Tobing
berulang -ulang su baca, novel ini, nyata banget, kpn dilanjutkan thor, udh sethn Thot, apakah Thor sehat,
Netty Ellyana M Tobing
bacanya selalu, selalu, takut sy td kebagian ceritanya, ayo Thor, semangat, tulisan mu, sederhana, kpn di lanjutkan. misyou Thor.
Netty Ellyana M Tobing
knp tdk dilanjutkan thor
aurora
lanjut thor
Author SUPERSTAR
Semangat thor lanjutnya, ditungguin readernya...
Lina Supriyadi
lanjut
Neng Win
kpn lanjutannya ?jngan lama"!
Baki Wahi
Lanjutkan
Netty Ellyana M Tobing
kpn ya dilanjut nya,
Ibnatus Sakdiyah
wau keren ceritanya
Bunga Syakila
😆😆😆😆
Bunga Syakila
menyimak
putr!
lanjut dong kak
Nita
lanjut up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!