Update kalo ingat.
NOTE : CERITA INI BIKIN NGAKAK SALTO-SALTO
Sekuel Mendadak Menikah (Sean & Mauren)
"Roseline, ku perintahkan kau untuk menjadi pacarku!" ucap Navier Alister.
Roseline yang baru saja menjadi sekertaris Tuan Muda Navier hanya terheran. Orang aneh dan idiot seperti Navier menyuruh untuk menjadi pacarnya.
"Tuan muda Navier yang tampan tapi somplak mengajakku berpacaran?" gumam Roseline.
Roseline mundur perlahan ketika Tuan Muda Navier mendekatinya, perlahan lahan semakin dekat, semakin dekat. "Ku tunggu jawabanmu malam ini," ucap Navier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 : Ikrar
Malam kemarin,
Ali melihat sang ayah masuk ke apartemen Angelica, dia penasaran dan ingin mencari tahu tetapi Jackson mencegahnya.
"Tolong jangan membuat Ayah merasa bersalah atas perceraiannya. Dia berusaha untuk membuat ibumu kembali hanya karena memikirkanmu saja. Tapi lihatlah ibumu tidak memperdulikannya tetapi ayah masih tetap berusaha. Jika ayah sedang dekat dengan wanita lain maka dukunglah, setidaknya dia bisa sebentar saja melupakan ibumu yang tidak tahu diri itu," ucap Jackson.
Ali bersandar pada tembok, walaupun dia mendukung apa yang dilakukan ayahnya tetapi tetap saja perceraian kedua orang tuanya membuatnya frustasi. Jackson menepuk bahu Ali, walau mereka berbeda ibu tetapi mereka tetap satu ayah dan bisa disebut saudara kandung. Kehidupan Jackson lebih pahit dari Ali walaupun begitu dia tidak pernah iri dengan adiknya itu.
Ali memutuskan untuk masuk ke kamar, dia duduk dilantai samping tempat tidur. Pikirannya begitu kacau tetapi dia berusaha tegar. Perceraian kedua orang tuanya tepat didepan mata, dia hanya bisa berdoa untuk kebaikan kedua orang tuanya.
Satu jam kemudian, Ali masih terduduk dilantai. Bulir air matanya masih menetes dan saat itu juga Kim datang untuk melihat apakah putra tercintanya sudah tidur atau belum. Kim mendapati putranya sedang duduk membelakanginya. Dia langsung menghampirinya.
"Ali, kenapa kau menangis?" tanya Kim.
Ali mengusap air matanya lalu tersenyum. "Ayah dari mana? Aku belum makan dan ingin makan masakan ayah."
"Oke, biar ayah masak untukmu," jawab Kim sambil berdiri tetapi putranya memegangi bahunya.
"Tolong jangan memaksakan diri ayah untuk membuat Mama kembali. Aku tahu jika ayah sudah tidak mencintai mama lagi setelah mama berselingkuh satu tahun ini. Lepaskan, mama! Aku akan bahagia jika ayah juga menemukan pasangan juga."
Kim tersenyum, dia mengusap air mata Ali. Dia memeluknya dengan erat. Kesedihan Ali juga kesedihannya, kebahagiaan Ali juga kebahagiaannya. Diusianya yang sudah tidak muda lagi dengan adanya perceraian membuatnya begitu rapuh tetapi anak-anaknya sudah mengatakan untuk melepaskan Sera saja daripada menyiksa diri.
"Dari kemarin kau dan Jeje menyuruh ayah mencari pasangan sedangkan kalian masih menyendiri saja," ucap Kim.
Ali tersenyum. "Jika saatnya tiba aku akan membawa wanita yang ku cintai untuk berjumpa dengan ayah tapi sekarang ini aku belum siap."
Flashback selesai.
"Apakah saudara bersedia meresmikan perkawinan ini sungguh dengan ikhlas hati?"
"Ya, saya bersungguh," jawab Kim.
"Bersediakah saudara mengasihi dan menghormati istri saudara sepanjang hidup?"
"Ya, saya bersedia," jawab Kim.
"Bersediakah saudara menjadi bapa yang baik bagi anak-anak akan yang dipercayakan Tuhan kepada saudara, dan mendidik mereka menjadi orang Katolik yang setia?"
"Ya, saya bersedia," jawab Kim.
Kemudian pastor menanyai pengantin wanita.
"Apakah saudari meresmikan perkawinan ini sungguh dengan ikhlas hati?"
"Ya, saya bersungguh," jawab Angelica.
"Bersediakah saudari mengasihi dan menghormati suami saudara sepanjang hidup?"
"Ya, saya bersedia," jawab Angelica.
"Bersediakah saudari menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara, dan mendidik mereka menjadi orang Katolik yang setia?"
"Ya, saya bersedia," jawab Angelica.
Setelah pembacaan janji pernikahan tersebut, pastor akan mensahkan mereka menjadi pasangan suami isteri lalu mengucapkan "Apa yang dipersatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan oleh manusia".
Kim tersadar dari lamunannya, ia melihat Angelica yang memperhatikan wajahnya dengan heran. Ikrar pernikahan sudah dilaksanakan beberapa menit yang lalu dan kini mereka sudah menjadi pasangan suami istri. Jackson yang sebagai saksi hanya bisa tersenyum melihat ayahnya bahagia. Pernikahan dadakan tanpa di hadiri siapapun ini terlihat sakral.
"Bagaimana? Mau melanjutkan perjalanan? Waktu kita sudah tidak banyak. Mafia itu semakin bergerak menjauh," ucap Jackson.
"Kami berganti baju dulu," jawab Kim.
Kim menggandeng tangan Angelica lalu masuk ke kamar mandi dan membantu Angelica melepas gaunnya. Kim lalu memberikan baju milik wanita bule itu. Angelica memakai bajunya kembali dan Kim juga berganti pakaian.
Setelah selesai, mereka pergi dari gereja tersebut dan sebelumnya berterima kasih kepada pastor yang membantu dalam proses pernikahan mereka.
Mereka lalu naik ke mobil, Jackson tertawa karena seolah sedang menyetir mobil untuk pengantin baru.
"Oh ya, aku sudah mengirimkan video dan foto kepada Ali. Dia terlihat senang," ucap Jackson.
"Benarkah? Bagaimana dengan Dale? Ayah merasa tidak enak karena tidak datang ke pernikahannya siang ini."
Jackson mengangkat kedua bahunya, dia memang tidak terlalu dekat dengan Daleon. Angelica begitu bahagia karena Kim sudah resmi menjadi suaminya, entah itu terpaksa atau tidak itu urusan belakangan yang terpenting dia harus memikirkan bagaimana caranya supaya Kim mencintainya.
"Lica, sementara ini aku tidak bisa membuat pesta pernikahan. Maafkan, aku!" ucap Kim.
"Tidak apa-apa, my dear. Seperti ini saja aku sudah senang."
My dear? Batin Kim.
(My dear : sayangku)
Kim merangkul Angelica lalu mengecup pucuk keningnya. Gadis yang 20 tahun jauh lebih muda darinya sekarang menjadi istrinya. Kim tidak serta merta memanfaatkan Angelica tetapi dia juga tidak munafik jika memang menyukai Angelica.
***
Kedua calon pengantin sudah berada didepan penghulu. Sean siap menjadi wali dari Seina karena sampai sekarang ayah kandung Seina tidak ditemukan bahkan beliau juga tidak memiliki sanak saudara.
"Saya nikahkan engkau, Daleon Putra Arse Adinata bin Arsean William dengan Arseina Sheren Putri Adinata binti Dimas Prasetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta uang tunai sebesar 50 juta dibayar tunai."
Daleon lalu mengambil nafas panjang lalu mengucapkan dengan satu tarikan nafas.
"Saya terima nikahnya Daleon Putra Arse Adinata bin Arsean William dengan Arseina Sheren Putri Adinata binti Dimas Prasetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta uang tunai sebesar 50 juta dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"SAAAAAH"
Daleon lalu memasangkan cincin pada jari manis Seina dan begitu pula sebaliknya. Seina lalu mencium tangan Daleon yang kini sudah menjadi suami sahnya. Setelah itu mereka menandatangi buku nikah dan berfoto sambil membawa buku itu.
"Jadi yang menjadi pertanyaanku menantu Papa yang mana?" ucap Navier berbisik kepada Sean.
"Sudahlah, papa juga pusing. Keduanya dari bayi sudah papa rawat. Dunia ini terlalu sempit bahkan mereka yang sedari kecil bersama menjadi jodoh," jawab Sean.
Navier lalu melihat jam tangannya, dia harus kembali ke kantor. Setelah memberikan selamat kepada kedua kakaknya dia bersama Ali memutuskan untuk kembali ke kantor.
"Selamat ya bro, sis! Kadoku nanti malam saja. Aku harus kembali ke kantor," ucap Navier.
"Cepatlah pulang, Navi! Nanti malam kita karaoke bersama," jawab Seina sambil menepuk bahu Navier.
Navier lalu memandang Daleon. Dia hanya tersenyum tipis lalu membalikkan. badan lalu keluar dari ruang KUA tersebut.
Didalam mobil, Ali menyetir sambil melamun. Dia ingin sekali menghadiri pernikahan ayahnya tetapi ayahnya melarangnya.
"Ali, kenapa? Ada masalah?" tanya Navier.
Ali menggelengkan kepala. "Melihat orang terdekat kita bahagia pasti kita akan ikut bahagia."
navier panggil darsen = darman
navi dan darsen sama2 lucu...