I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25# Far, cerita ya..
Sedih, kesal, kecewa dan sakit hati. Itulah yang dirasakan oleh Nia saat ini. Nia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Menelpon Bobby pun bukanlah jalan keluarnya saat ini. Sudah dipastikan Nia akan emosi dan Bobby menjadi sasaran emosi Nia.
Nia sangat menghindari hal itu, mengingat mereka baru saja berbaikan dan berusaha untuk saling percaya dan mendukung. Nia tidak ingin melontarkan kekesalannya saat berbicara dengan Bobby. Jalan satu-satunya untuk membuat dia tenang adalah Farah. Hanya Farah yang dewasa dan pandai menyimpan rahasia rumah tangga Nia dan Bobby.
Nia menghentikan mobilnya di halaman rumah Farah saat seorang satpam membukakan gerbang untuk nya. Dengan berurai air mata, Nia menekan tombol bell yang berada di samping pintu rumah Farah.
Tak lama kemudian, Farah membukakan pintu untuk Nia. Farah yang melihat Nia menangis langsung menyambut pelukan Nia. Nia menangis hingga tubuh nya terguncang. Nia benar-benar merasakan luka yang luar biasa di hatinya.
"Nia, ada apa? Lu berantem lagi sama Bobby?" Tanya Farah dengan suaranya yang lembut.
Nia masih shock dia terus menangis hingga Farah harus bersabar menunggu sahabat nya itu sedikit tenang.
Farah mempersilahkan Nia untuk duduk di sofa, sementara Farah mengambilkan Nia segelas teh hangat, untuk menenangkan Nia yang tampak sangat terpukul.
Butuh beberapa puluh menit untuk menenangkan Nia. Kini Nia sedang berdiam diri dengan gelas teh di tangan nya. Farah belum berani untuk berbicara dengan Nia. Ia masih menunggu Nia untuk menceritakan apa yang sedang ia alami saat ini.
Beberapa menit kemudian, Nia pun mulai menghapus air matanya dan menatap Farah dengan matanya yang sembab.
"Far, Kakak ipar lu baru saja ketemuan sama gue." Ucap Nia.
"Yessy?" Tanya Farah dengan wajah serius.
Nia menganggukkan kepalanya dan lalu menunduk.
"Astaga apa lagi sih si Yessy ini!" Gumam Farah.
Lalu, ia kembali menatap Nia.
"Lu diapain Nia sama mertua lu?" Tanya Farah.
Nia mengigit bibirnya dan menatap Farah dengan seksama. Lalu, Nia menceritakan apa saja yang telah di ucapkan Yessy kepadanya.
Sepanjang Nia bercerita, Farah terus menatap mata Nia yang sembab. Terlihat jelas sekali luka yang sedang Nia rasakan. Terlebih, kata-kata Yessy yang terdengar sangat menyakitkan.
"Bobby gak tahu masalah ini?" Tanya Farah. Saat Nia selesai menceritakan kejadian yang telah ia alami di restoran mewah itu.
"Gimana mau tahu, Bobby kan lagi ke Surabaya. Jadi ceritanya, Mama nya Bobby tadi pagi menghubungi Bobby. menyuruh Bobby untuk ke Surabaya hari ini juga dengan segera. Awalnya Bobby gak mau pergi, cuma gue bujuk agar Bobby mau menemui Mama nya. Sudah 3 tahun Far, kasihan juga bila Bobby tidak bertemu keluarga nya selama itu." Cerita Nia.
"Terus?" Tanya Farah.
"Ya, kita buru-buru pulang kerumah, dan Bobby mengambil penerbangan sore ini. Jadi sekarang Bobby sudah ada di Surabaya." Ucap Nia.
"Maksudnya apa coba si Yessy ini." Ucap Farah dengan wajah kesal nya. Lalu, Farah meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Yessy.
"Eh lu mau telepon siapa?" Tanya Nia.
"Wewe gombel!" Ucap Farah sambil terus berusaha menghubungi Yessy.
"Jangan Far." Cegah Nia.
"Kenapa? gue mau labrak tuh orang. Dulu dia gak mau tahu dengan Bobby, sekarang dia gak mau tahu dengan cucu nya. Eh tiba-tiba nyuruh lu ninggalin Bobby dan mau ngambil anak-anak lu. Maksud nya apa? gue mau nanya nih." Ucap Farah dengan emosi.
"Sudahlah Far, lu kan adik iparnya. Gak enak Far." Nia tetap berusaha mencegah Farah.
"Gak mau tahu sih gue, kalau salah ya salah. Pengen gue maki-maki nih dia!" Ucap Farah lagi.
"Far please." Nia memohon.
Farah menatap Nia dengan seksama dan menaruh ponselnya di meja. Lalu, ia memeluk Nia dengan erat.
"Lu yang sabar ya Nia." Ucap Farah sambil mengusap-usap punggung Nia.
"Iya Far, gue cuma butuh teman sih sebenarnya. Dari pada gue nangis di depan Bapak dan Emak gue. Terus gue ceritain tentang mertua gue sendiri, kan lu tau sendiri Emak orang nya gimana." Ucap Nia.
"Iya Emak sumbu pendek, sama kayak elu Nia." Ucap Farah.
"Apa?" Tanya Nia.
"Iya, Emak sumbu pendek sama kayak elu." Farah mengulang kata-kata nya.
"Far! Gue anak nya! lu kok jelek-jelekin Emak gue!" Ucap Nia sambil melotot kepada Farah.
Farah tertawa melihat ekspresi Nia yang tampak kesal kepadanya.
Begitulah Farah, ia tetap bisa tertawa lepas saat masalah sedang hinggap di benak nya. Sangat berbeda dengan Nia, Nia harus melepaskan semua apa yang ia rasa. Bila ia bersedih, ia pun tak dapat menyembunyikan kesedihan di wajah nya. Sedangkan Farah, semua orang hampir tidak tahu bila Farah sedang mempunyai masalah di dalam rumah tangganya.
"Eh kok sepi sih? si Fajar mana?" Tanya Nia.
"Fa-Fajar........." Belum selesai Farah melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja Nia terperanjat saat mengingat sesuatu.
"Far!" Panggil Nia.
"Astaga apaan sih? bikin kaget tahu gak lu!" Ucap Farah sambil mengusap dadanya, karena terkejut saat Nia tiba-tiba berseru memanggil namanya.
Nia menelan salivanya dan menatap Farah dengan seksama.
"Ngomong gak ya?" Gumam Nia di dalam hati.
"Apaan woiii !"
Nia mengeryitkan dahinya mempertimbangkan apa yang akan ia ucapkan kepada Farah.
"Apaan?" Desak Farah.
"Hmmm, Queen sama Athar mana?" Tanya Nia dengan wajah nya yang kikuk.
"Itu, hmmm." Farah menghentikan ucapannya, lalu ia menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil.
"Far, lu kenapa?" Tanya Nia.
Farah mengangkat wajahnya dan menatap Nia dengan wajah yang ceria.
"Tidak apa-apa kok, kenapa?" Tanya Farah.
Nia menatap wajah Farah dengan seksama. Jangan panggil namanya Nia, bila Nia tidak bisa membaca ekspresi wajah seseorang atau mengungkapkan semua kecurangan dan kepalsuan.
Nia menyipitkan matanya saat menatap Farah.
"Gini saja deh, gue lagi buka jasa curhat. Lu mau curhat kaga?" Tanya Nia.
Farah tertawa geli saat mendengar ucapan Nia.
"Serius gue Far, cukup lu bayar pakai cemilan dan ketoprak aja." Ucap Nia dengan wajah kocak nya.
"Lu kepo ya?" Tanya Farah.
"Iya Far." Ucap Nia sambil tersenyum konyol.
"Lu saja dalam masalah, ngapain gue menambahkan beban lu Nia." Ucap Farah.
Nia terdiam dan menatap Farah dengan seksama. Kini Nia cukup paham, bila Farah sedang dalam masalah yang cukup serius.
"Far, anak-anak lu mana?" Tanya Nia lagi.
"Athar ada lagi tidur." Ucap Farah.
"Kalau Queen?" Tanya Nia.
Farah kembali menundukkan wajahnya. Lalu, ia menghela napas berat.
"Queen di bawa Ayah nya." Ucap Farah sambil tersenyum getir.
"Hah?" Ucap Nia. Nia tidak menyangka bila Queen bisa di bawa oleh Gunawan.
"Gak, gak di paksa kok. Queen mau sendiri. Dia yang meminta Ayahnya datang." Ucap Farah dengan wajah yang murung.
"Kok bisa?" Tanya Nia dengan wajah yang khawatir.
"Panjang ceritanya Nia." Ucap Farah.
"Mau panjang sampe besok pagi juga ayo dah, gue dengerin Far. Cerita ya, biar lu lega." Ucap Nia.
Farah tersenyum menatap Nia. Lalu, ia tertawa kecil dan perlahan tawa itu pun berubah menjadi tangisan. Tangisan luka yang yang tak pernah terbayangkan oleh Farah.
"Far, cerita ya.., biar lega." Ucap Nia sambil memeluk Farah.
Farah, wanita kuat itu kini menangis pilu.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen