Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencintai Ara
" Kok.Mbak ngomongnya gitu ya?Gak maksud saya adalah kalian gak terlihat mesra.Apa kalian memang ada sesuatu rahasia.Karena menikah?"
" Saya dan suami saya saling mencintai kok.Dan orang-orang yang merasa ingin memisahkan kami,itu tidak akan bisa."
" Sudah itu saja yang saya sampaikan.Tidak membuatnya marah."Wanita itu masih mengengam ponsel di telinganya.
" Baiklah.Terima kasih sudah memata-matainya.Nanti soal uang,kau bisa langsung meminta rekening pada asistenku."
" Baik Pak Dirga."Wanita itu
mengakhiri teleponya.Begitu juga Dirga.
Dirga didalam mobil tengah menyetir,melettakan benda kecil berbentuk pipih itu ke kotak yang sudah ada di mobil.Dia kembali memfokuskan jalanan yang ada didepanya.
" Aku tidak menyangka.Dia tidak menghancurkan citraku dibanyak orang.Kini aku percaya.Dia memang wanita yang baik."
Dirga bergumam sembari berfokus menyetir saat menjalankan mobilnya.Dia terseyum-seyum sendiri.Saat bersama dengan Ara.
Ara yang telah selesai menukar pakaianya.
Segera kembali ke tempat dia duduk tadi di bangku rias.Kini perias wajahnya itu sudah tidak ada diruang tersebut.Ara berjalan menuju pintu.Membukanya dan mencari wanita tukang rias wajah itu.
" Kemana.Mbak itu?Habis ganti baju,ngapain lagi dong?"Ara bergumam.
" Mbak."Wanita itu muncul dibilik belakang Ara.
" Eh.Mbak saya cari tadi.Mbak kemana saja?"Ara kebinggungan sendiri.
" Oh.Saya habis ke toilet.Mbak sudah selesai?"
Wanita itu mengalihkan topik agar Ara tidak mengetahui tentang apa yang baru saja dia lakukan.
" Iya.Saya sudah selesai.Lalu apa yang saya lakukan lagi Mbak?"Ara berjalan disamping wanita ini.
" Sudah Mbak.Semuanya sudah selesai,Mbak tinggal menunggu seseorang yang akan menjemput Mbak."
Seseorang?
" Seseorang itu siapa Mbak?"Ara berhenti melangkah.
" Nanti Mbak juga tahu.Saya ada urusan lagi Mbak.Mbak bisa ke ruangan sendiriankan?"
Wanita itu memang tidak bisa lama-lama.
" Oh ya.Bisa kok,terima kasih ya Mbak."Ara terseyum lalu kembali keruang yang saat tadi.
" Sama-sama,"Setelah wanita itu dan Ara pergi.
Ara kembali membuka dan menutup pintu dan masuk kedalam ruangan.Dia duduk disofa,sesekali dua kali dia berkaca di depan cermin.Dia merasa wajahnya sangat feminim.Biasanya gayanya hanya perempuan biasa.Dia tidak menyangka akan sebagus ini.Setelah bercemin,Ara meraih ponselnya yang baru dia letakkan tadi didalam tas,diatas
meja rias.Dia duduk di sofa menghidupkan ponselnya.Melihat obrolan disuatu pesan.
" Ara bagaimana keadaanmu?"Stella di dalam obrolan pesan 1, minggu lalu.
Waduh.Aku lupa membaca pesan sahabatku sendiri.Apa dia tahu aku kritis dirumah sakit.Bahkan dia tidak menjengukku.
" Maaf ya.Aku baru aktif,bahkan aku sedang sibuk.Dan banyak kegiatan yang harus ku urus."Ara membalas pesan stella.
" Oh tidak apa-apa.Aku baru keluar dari pekerjaanku."Stella membalas pesan Ara baru-baru ini.
" Kok bisa keluar dari pekerjaan itu?"Ara terperanjak kaget.
" Aku sudah tidak tahan lagi.Bekerja disana,oh ya.Aku melamar pekerjaan di Nuel Grup."
Apa?Bukanya Nuel Grup itu perusahaan Mas Dirga.
*Memang benar.Saya adalah pemilik perusahaan Nuel.*Itulah yang terbayang-bayang di pikiran Ara yang masih tergiang di kepalanya.
" Ara aku lihat kamu dimedia sosial.Kamu sedang bersama dengan Dirga Arbian.Kamu beruntung loh.Aku adalah pengemarnya yang termaksud."
" Hahaha.Iya,sebenarnya..."Ara tidak bisa melanjutkan kalimatnya di pesan.
" Aku mengerti.Aku juga sudah tahu berita itu.Pasti ini bukan kehendakmu untuk menikah denganya.Walau dia aktor sekalipun,dia juga manusia yang bukan kamu cintaikan?"
" Iya.Aku tidak pernah menginginkan menikah denganya.Hanya karena dipaksa menikah dengan Ibu."
" Iya.Aku turut berduka cinta atas kematian Ibu Ella.Maafkan aku yang baru mengabarkan ini semua.Kamu patut membenciku."
" Tidak akan.Aku tahu kamu lebih sibuk dariku.Kapan-kapan kerumahku ya!"
"Iya.Siap,aku bahkan baru tahu kalau kamu kritis dirumah sakit.Waktu itu aku kerumah sakit.Masih bisa bertemu dengan Bu Ella."
" Oh ya?"Ara sudah tidak bisa membalas pesan lagi.
" Iya,Baiklah.Aku pulang dulu ya!Kabarkan aku jika kamu membutuhkanku."
" Baiklah."Ara mengakhiri balas pesan itu,tidak ada pesan lagi selain Atta dan Stella.
Merasa membosankan untuk hidup di dunia ini.Hari ini tidak ada rencana dan kegiatan,Oh ya.Bagaimana ya,tentang pekerjaanku yang sekarang? Aku malu, aku yang keluar masuk
semuanya.Saat berkerja seenaknya.
Ara menyandarkan punggungnya di sofa.Dia memejamkan matanya.Dia juga tidak tahu siapa yang akan menjemputnya.Tapi matanya sudah lelah dan merasa ingin tertidur sebentar.
- - -
" Bagaimana Pak?"Seketaris Ardelio di
sampingnya.
" Baiklah.Terima kasih.Oh ya,kenapa dia mau keluar dari kantor?"
Ardelio menatap seketarisnya sudah jelas ingin meminta penjelasanya.
" Kemarin pagi ada berita tentang skandal yang beredar tersangkut masalah aktor Dirga Arbian.Identitas perusahaan yang misteri itu terungkap."
Ardelio mendengar dengan jelas hingga mencerna sangat baik.Dia kembali menatap seketarisnya lagi.Meminta sebuah penjelasan lagi.Karena dari sorot matanya.
" Berita itu mengundang banyak awak media dan para jurnalis menekankan tentang identitasnya.Dia juga bilang dengan benar bahwa dia pemilik Neul."
" Apa?Nuel?Diakan aktor?"Ardelio memusatkan tatapanya pada kursi kantor yang ada didepanya.
' Aku merasa,ini tidak ada gunanya juga.Aku tahu pasti suami Ara bernama Dirga itu, sedang menguji kesabaranku.Agar aku dan Ara tidak bertemu disini.Pasti dia tahu,aku sedang mencari tahu tentang gadis yang ingin kucari.
Ternyata perusahaan itu mengalahkanku dengan cara diam-diam.Dan ternyatanya lagi, kamu sendiri dalang dibalik ini semua.'
" Baiklah.Jika dia ingin main-main dengaku.Aku akan mempermainkan Nuel digengamannya.
Bersama Ara!"
Seketarisnya yang sedari tadi masih tetap disampingnya itu.Tahu bahwa apa yang akan terjadi jika Ardelio sendiri baru berkata seperti itu didepanya.
" Kau.Siapkan pertemuanku siang ini bersama Selena Adellia!"Ardelio membuka leptopnya.
" Baik, Pak akan saya buatkan jadwalnya hari ini."Seketaris Ardelio menganguk lalu menyodorkan map biru ke meja Ardelio.
" Ini Pak tanda tangan disini!"Seketaris Ardelio menunjuk ketempat pentunjuk tanda yang akan ditanda tangan Ardelio.
" Terima kasih Pak.Saya permisi!"Seketaris Ardelio keluar dari ruangan Ardelio.
' Aku akan merencanakan,agar Ara ada ditanganku.Sudah lama aku mencarinya.Dan juga aku mencintainya.'
Ardelio termenung sembari memandang kosong diobjek yang ada dihadapanya.
Dirga memarkirkan mobilnya di area parkir yang sudah disiapkan di garis putih khusus untuk memarkir mobil diarea itu.Dia keluar mengunci mobilnya dengan kunci mobil berantena.Dia melihat,ada mobilnya di depan toko.Disana Dirga mengetuk jendela,agar
Pak Landra bangun.
" Eh.Maaf Tuan Dirga,saya tadi ketiduran."Pak Landra setelah selesai membuka pintu mobil.
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋