kisah tentang seorang gadis berjilbab yang diangkat anak.hidup dengan penuh penderitaan,membiayai kuliah dengan bekerja part time sampai akhirnya selesai kuliah dan menjadi seoran guru di salah satu SMP begitu banyak cobaan hidup yang dialaminya
sehingga pada suatu hari bertemu dengan seorang pria yang akan mengubah hidupnya.
pria tersebut seorang duda mempunyai anak perempuan berusia 11 tahun.akankah Dinda bisa menerima duda tersebut dan menerima masa lalu Dinda yang tidak tau latar belakang keluarganya.
ini novel pertama ku jadi mohon maaf mungkin ada bahasa yang kurang bagus masih tahap belajar😁🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenalan lewat video call 2
entah apa yang dirasakan Aldi saat ini seperti ia menemukan sosok pengganti istrinya.ingin rasanya ia segera pulang dan berjumpa dengan Dinda secara langsung.
" jangan panggil saya pak tapi cukup saja Aldi" sahut Aldi dengan senyuman nya yang membuat Dinda tidak tahan dan menunduk malu.
Dinda hanya tersenyum kearah Aldi yang nampak makin terpesona melihat Dinda yang sangat cantik.
" oh ya buk Dinda nanti kalau ada apa-apa dengan Dinda bisa kabari saya,saya bisa minta nomor ibuk?" tanya Aldi dengan tersenyum karena ia merasa gemas melihat Dinda.
" iya pak Aldi nanti akan saya kirim nomornya" ujar Dinda.
"mungkin anak saya masih kekanak-kanakan dan sangat manja sebab dia merasa menemukan sosok seorang bunda dari ibuk Dinda, karena istri saya meninggal pada saat melahirkan adiknya Luna,dirumah setiap pulang sekolah dia selalu bercerita dengan saya tentang ibuk dan ingin mengenalkan saya kepada ibuk,tapi karena kesibukan saya kita belum berjumpa,dan kemaren saya juga sempat menunggu ibuk tapi rupanya ibuk belum datang,dan sekali lagi maafkan anak saya yang lancang memanggil ibuk dengan sebutan bunda" cerita Aldi panjang lebar kepada Dinda.
Dinda pun sedikit kaget mendengarnya cerita Aldi.
" saya tidak keberatan Luna memanggil saya bunda,karena saya juga kasihan melihat Luna yang sangat membutuhkan figur seorang ibu" jawab Dinda lembut sambil tersenyum.
" ya Allah ada apa dengan diriku ini aku seperti menemukan mutiara yang hilang" batin Aldi dalam hati.
" saya mungkin 2 Minggu lagi baru pulang tapi kalau urusan saya cepat selesai, saya akan pulang, kasihan Luna karena tadi pagi menangis tidak mau saya pergi" ujar Aldi dengan wajah terlihat sedih.
tiba-tiba Luna muncul dari kamar mandi dan langsung duduk disamping Dinda sambil memeluk Dinda.
" sudah selesai sayang ke WC nya ?" tanya ayah.
" udah yah,Luna senang yah hari ini tidur sama bunda,Luna sudah punya bunda yah "
"memang buk Dinda mau jadi bunda Luna " pancing ayah.
Dinda kaget mendengar pertanyaan dari Aldi.
" ibuk mau kan jadi bunda Luna " tanya Luna dengan melihat Dinda memohon jawaban nya.aldi di seberang sana menunggu Jawaban Dinda sambil memandang Dinda.
Dinda merasa terjebak dengan pertanyaan luna.apalagi dilihatnya wajah Luna dia merasa tidak tega,begitu juga Aldi dia ingin mendengar Jawaban Dinda.dua orang yang sama-sama menunggu jawabannya.
" mau kan buk jadi bunda Luna " tanya Luna lagi dengan mata yang berkaca-kaca.aldi tidak tega melihat Luna
Dinda pun bingung sebenarnya ia tidak masalah Luna memanggil nya bunda tapi dia tidak menyangka Luna memintanya untuk menjadi bundanya di depan ayahnya.
berbagai macam perasaan dihati Dinda bermunculan.dirinya tertunduk tidak tahu apa yang harus di Jawab.
" ibuk gak mau ya... jadi bunda Luna " tangis Luna pun pecah.
Aldi yang masih diseberang sana yang masih melakukan video call nampak panik dan cemas melihat anaknya menangis.
melihat Luna yang menangis kemudian meletakkan HP nya didepannya sehingga masih terlihat oleh aldi.ia memanggil-manggil anaknya.
kemudian secara refleks Dinda memeluk Luna sambil membelai rambut panjang Luna.
" iya ibuk mau menjadi bundanya Luna " jawab Dinda lembut dan didengar juga oleh aldi.tangis Luna pun pecah tanpa disadari Dinda pun ikut menangis.melihat pemandangan itu Aldi pun sangat terharu tak terasa air matanya jatuh.