Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Mereka pun akhirnya pulang Liana yang merasa pusing memilih memenjam kan mata nya, dalam perjalanan pulang Alex menerima telepon dari Ibu nya agar menemuinya sekarang di restoran F.
Alex pun
"Sayang bangun kita makan dulu ya!!! Ibu ingin bertemu dengan mu" ucap Alex sambil membangun kan Liana dengan pelan
"Bertemu dengan Ibu mas??"
"Iya, yu Ibu sudah menunggu di dalam!!" Ajak Alex pada Liana.
Mereka pun masuk ke dalam, di sana sudah ada Ibu Kiki sudah menunggu kedatangan mereka.
Liana yang baru pertama bertemu dengan beliau sedikit gugup saat menghadap nya, Bu Kiki yang mengerti perasaan Liana langsung menyapa nya duluan.
"Bagaimana kabar mu nak? Alex sudah banyak cerita tentang kamu pada Ibu lho!!!" ucap Bu Kiki menyapa Liana.
"Baik Bu. Ibu sendiri bagaimana kabar nya sehat??" ucap Liana sambil menyalami tangan Bu Kiki
"Sehat nak. Tadi Ibu lihat kalian berdua ada di rumah sakit, siapa yang sakit??" tanya Bu Kiki penasaran.
"Liana Bu, tapi enggak sakit ko kita habis periksa kandungan" ucap Alex menjelaskan pada Ibu nya.
"Dan ternyata aku sebentar lagi akan jadi seorang Ayah Bu!!! Liana sedang mengandung usia nya sudah 4 minggu ini foto usg nya" lanjut Alex sambil tertawa bahagia dan memberikan foto usg pada Ibu nya.
Ibu Kiki langsung menatap Alex sambil memelototi nya, Alex yang sedang tertawa pun langsung berhenti.
"Kamu enggak papa nak??" tanya Bu Kiki
"Apa saya juga harus bahagia Bu??? Jujur saya masih belum bisa menerima semua ini!!" ucap Liana sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh.
"Apa kata keluarga dan apa kata orang nanti jika tau saya sudah hamil??? Mereka pasti mengira saya hanya mengincar harta kalian saja" lanjut Liana sambil menangis, air mata nya pun jatuh tak terbendung lagi.
"Maaf kan anak Ibu nak Ibu sudah salah mendidik nya!!!" Ucap Ibu Kiki ia merasa sangat kasihan pada Liana.
"Ibu akan bicara baik-baik kepada Ayah agar kalian bisa meresmikan pernikahan kalian" lanjut Bu kiki
"Terima kasih Bu, Ibu memang yang terbaik" ucap Alex sambil memeluk Ibu nya .
"Aaww" teriak Alex
"Kenapa Ibu mencubit ku??" tanya Alex sambil meringis kesakitan
"Ibu ingin sekali menampar kamu!!! Tega sekali kamu berbuat seperti itu kenapa tidak sabar menuruti kata Ibu!!" ucap Bu Kiki sambil marah kepada anak nya itu.
"Sudah Bu jangan terlalu menyalah kan mas Alex!! Karena ini juga kesalahan saya yang sudah teledor" ucap Liana sambil mengusap air mata nya.
"Jujur saja Bu sebenarnya aku tidak mengingin kan bayi ini, dan aku juga tidak ingin menikah dengan mas Alex" lanjut Liana tegas
"Hussttt jangan bilang seperti itu sayang!! Jangan menambah dosa yang sudah kita lakukan menjadi besar, pasti ada jalan keluar nya Ibu janji akan menikah kan kalian" ucap Bu Kiki sambil mengusap rambut Liana.
Alex yang mendengar ucapan Liana sangat kaget ia merasa di sambar petir di siang bolong, ia tak pernah mengira Liana akan berbicara seperti itu.
Makanan yang mereka pesan akhirnya tiba, Alex dan Bu Kiki menyiap kan makanan nya tapi tidak dengan Liana ia hanya diam dengan tatapan kosong.
"Maafkan aku yang selalu membuat mu kecewa sayang. Sekarang kita makan yu!! ajak Alex pada Liana
Liana yang di paksa makan oleh Alex dan Ibu nya akhirnya mengalah, ia akhirnya mau makan karena merasa tidak enak pada Bu Kiki.
"Uuuee" tiba tiba menutup hidung dan mulut nya pakai tangan
"Ada masakan yang kamu enggak suka ya nak??" tanya Bu Kiki
"Aku suka semua masakan ko Bu kecuali makanan seafood, enggak terlalu suka" jawab Liana sambil menghirup minyak kayu putih.
"Tapi sayang sekarang kan kita enggak makan makanan seafood ko bisa mual ya??" tanya Alex heran.
"Mungkin bawaan bayi dia enggak mau makan daging,coba kamu makan sayuran nya aja dulu!! ucap Bu Kiki memberi saran
Liana pun menuruti perintah Bu Kiki, dan ia pun berhasil masuk makanan tanpa di keluar kan lagi.
Setelah selesai makan Bu Kiki mengajak Liana untuk belanja bersama tapi Liana menolak nya, dengan alasan kepala nya pusing dan ingin beristirahat Bu Kiki pun langsung memaklumi nya.
Akhirnya Liana pun berpamitan pada Bu Kiki untuk pulang duluan.
Selama dalam perjalanan Alex yang biasa sering mengajak Liana bicara sekarang hanya diam saja, sedangkan Liana yang merasa perut nya mual terus menghirup minyak kayu putih yang menurut nya wangi nya segar.
"Mas bisa berhenti dulu sebentar??" ucap Liana dengan wajah nya pucat nya.
"Kenapa sayang??" tanya Alex sambil menatap wajah Liana.
"Aku mual mas" ucap Liana lesu.
Alex pun langsung memberhentikan mobil nya di pinggir jalan, Liana pun langsung berlari menuju sebuah pohon untuk mengeluarkan yang membuat ia mual.
Alex pun membantu memijat-mijat leher Liana sambil mengelap keringat nya dengan tisu, setelah selesai mereka pun kembali masuk ke dalam mobil.
"Mas Ac nya matiin aja ya" ucap Liana sambil membuka kaca mobil nya.
"Iya sayang" ucap Alex sambil mematikan Ac nya.
Setelah sampai di koss'an Liana memilih tiduran untuk mengurangi rasa pusing nya,tak terasa air mata nya meneteskan membasahi pipi nya.
"Apa yang harus aku lakukan???
Kau datang pada waktu yang belum tepat nak!!! Di sisi lain mama ingin melindungi mu, tapi di sisi lain mama belum siap menghadapi semua ini" ucap Liana sambil memegang perut nya.
Alex yang tak sengaja mendengar ucapan Liana, merasa bersalah tapi ini lah yang ia tunggu selama ini.
"Sayang" panggil Alex
"Hemm" jawab Liana singkat
"Aku berencana pulang ke rumah untuk bicara sama keluarga, mau tetap di sini atau mau pulang ke rumah tante??" tanya Alex sambil mengusap rambut Liana.
"Aku di sini aja mas, ke rumah tante nya nanti aja hari sabtu" ucap Liana sambil membalikan badan nya.
"Baik lah aku tinggal dulu sebentar ya, ingat kalau ada apa-apa langsung telepon" ucap Alex yang sedikit khawatir meninggalkan Liana sendiri yang sedang terus-menerus muntah itu.
Alex segera pulang untuk berbicara dengan Ayah nya.
Setelah sampai di rumah kebetulan sang Ayah ada di rumah Alex pun langsung menemui nya.
"Ayah!!! Aku ingin berbicara sesuatu yang penting" ucap Alex sambil duduk.
"Tumben kau ingin mendiskusi kan sesuatu dengan Ayah masalah sepenting apa itu?? Biasa nya masalah apa pun bisa kau atasi sendiri!!" ucap Ayah Yoga sambil menyimpan Buku yang sedang di baca nya itu.