NovelToon NovelToon
38.000 Langkah Ke Hatimu

38.000 Langkah Ke Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Time Travel
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Yanto Hl

Aurora kira pertemuannya dengan Bima cuma kebetulan. Tapi semakin dekat, semakin dia sadar cowok itu menyembunyikan banyak hal — dia tahu hal-hal yang belum pernah diceritakan siapa pun, dan selalu bicara soal "38.000 langkah" yang belum selesai.

Saat Bima akhirnya berjanji akan datang menemuinya, justru kabar kecelakaan yang datang. Bima pergi, meninggalkan sebuah kotak misterius. Dari sana Aurora mulai menelusuri jejak Bima, dan menyadari bahwa pertemuan mereka sama sekali bukan kebetulan. Bima sudah berjalan jauh, melewati banyak hal berat, cuma untuk sampai ke hatinya.

Walau tak bisa bertemu lagi, cinta Bima sudah sampai tujuan di hati Aurora, selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanto Hl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 — Setiap Langkah Berarti

Hujan turun sore itu dengan lembut. Bukan hujan deras yang membuat orang lari berteduh. Tapi hujan halus yang menyejukkan tanah yang kemarin terasa kering. Aku berdiri di dekat jendela sambil melihat tetesan air yang jatuh satu per satu ke daun tanaman di halaman. Setiap tetesnya terasa kecil dan sederhana. Tapi kalau dikumpulkan bersama-sama dia bisa menghidupkan ladang dan sungai dan seluruh dunia. Itu persis seperti langkah-langkah kecil yang kita ambil setiap hari. Satu langkah saja terasa tidak berarti banyak. Tapi ribuan langkah yang diambil dengan tulus akan sampai ke tempat yang luar biasa jauhnya.

Beberapa hari yang lalu aku dikirim sebuah amplop cokelat yang berat. Isinya bukan surat atau buku seperti biasanya. Tapi tumpukan lembaran tulisan tangan dari anak-anak di sebuah sekolah dasar tidak jauh dari kota ini. Guru mereka membacakan ceritaku untuk mereka dan setiap anak menulis apa yang mereka pelajari. Ada yang menulis bahwa sekarang dia berani berbicara dengan teman yang diajak bertengkar. Ada yang bilang dia sekarang membantu ibunya menyapu halaman tanpa diminta. Ada yang menulis dia tidak lagi takut kehujanan karena dia tahu setelah hujan ada pelangi yang indah. Ada satu tulisan yang membuat aku tersenyum sampai mata berkaca-kaca. Anak itu menulis kalau seseorang berjalan jauh hanya untuk menyenangkan hati orang lain, maka berjalanlah kamu ke arah yang sama. Hatiku terasa hangat banget. Bima pasti tersenyum melihat ini. Dia tidak pernah meminta pujian atau pengakuan. Dia cuma ingin orang lain tahu bahwa kebaikan itu sepadan untuk dilakukan. Dan sekarang pesannya sampai ke hati anak-anak yang belum pernah melihat wajahnya. Itu keberhasilan terbesar yang bisa dimiliki seseorang kan?

Aku mulai berkunjung ke sekolah-sekolah sederhana sesekali waktu. Bukan untuk bercerita di depan panggung yang tinggi. Cuma untuk duduk di antara mereka di bawah pohon rindang dan mendengarkan cerita mereka. Anak-anak itu mengajarkan aku hal yang berharga. Mereka tidak melihat kehilangan sebagai akhir dari segalanya. Kalau kucing kesayangannya pergi mereka akan menangis sebentar lalu membuat tempat tidur kecil di halaman untuk kucing liar yang lewat. Kalau mainannya hilang mereka akan sedih lalu berbagi mainan yang tersisa dengan temannya. Mereka mengerti sesuatu yang sering kita lupa saat kita tumbuh dewasa. Bahwa kehilangan bukan alasan untuk berhenti peduli. Justru karena kita tahu rasanya kehilangan kita harus lebih berhati-hati dengan apa yang masih kita miliki sekarang.

Suatu hari aku berjalan melewati taman tempat pertama kali aku bertemu Bima. Ada sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat bangku kayu itu. Salah satu dari mereka duduk diam sendirian di ujung bangku sambil melihat teman-temannya yang lain. Aku mendekat perlahan dan bertanya kenapa tidak ikut bermain. Dia menunduk dan bilang dia baru pindah dan belum berani menyapa siapa pun. Aku duduk di sebelahnya dan bercerita tentang seseorang yang dulu sering duduk sendirian di bangku yang sama persis. Bahwa dia juga merasa sepi dan ragu untuk menyapa orang asing. Tapi suatu hari ada seseorang yang berani duduk di sebelahnya dan mengajaknya berbicara hal yang sederhana. Dan hari itu mengubah seluruh hidupnya. Anak itu mendengarkan dengan saksama lalu tersenyum. Beberapa menit kemudian dia berdiri dan berlari kecil mendekati teman-temannya sambil melambaikan tangan kepadaku. Melihat punggungnya yang kecil berjalan dengan keberanian baru aku sadar. Inilah langkah yang terus berjalan. Satu orang memberanikan diri, lalu orang lain ikut berani juga. Dan begitu seterusnya tanpa henti.

Di rumah aku menyusun semua tulisan, surat, gambar, dan cerita yang aku terima selama ini ke dalam sebuah kotak besar. Bukan untuk disimpan dan dilupakan. Tapi untuk diingat bahwa aku tidak pernah sendirian dalam perjalanan ini. Setiap orang yang pernah menyapa dengan tulus, setiap orang yang pernah berbagi cerita, setiap orang yang pernah menanam bunga atau sekadar tersenyum kembali saat aku menyapa mereka, mereka semua adalah bagian dari cerita ini juga. Cerita ini bukan tentang aku dan Bima saja. Cerita ini tentang semua orang yang percaya bahwa cinta dan kebaikan adalah hal yang paling kuat di dunia ini. Bahkan lebih kuat dari perpisahan dan waktu yang terus berjalan.

Malam itu aku duduk di teras rumah sambil melihat langit yang penuh bintang. Angin malam terasa sejuk dan menenangkan. Dimas duduk di sebelahku seperti biasa, menemani dalam diam. Aku menyentuh liontin di dadaku dan berbicara dalam hati dengan tenang. Bima, lihatlah ke bawah dari sana. Lihatlah bunga-bunga yang tumbuh di bukit itu. Lihatlah anak-anak yang berani menyapa teman barunya. Lihatlah orang-orang yang berbagi kebaikan tanpa mengharap imbalan. Semua itu dimulai dari langkahmu yang sederhana. Kamu tidak tahu seberapa jauh langkah itu akan membawamu saat kamu berjalan menuju aku kan? Tapi kamu tetap melangkah dengan tulus. Itulah hal terhebat yang pernah kamu ajarkan kepadaku. Bahwa kamu tidak perlu melihat ujung jalan untuk tahu bahwa kamu berjalan ke arah yang benar. Cukup pastikan setiap langkah yang kamu ambil adalah langkah yang baik. Biarkan waktu yang menunjukkan seberapa jauh itu akan sampai.

Besok aku akan menulis halaman baru lagi. Bukan berarti cerita lama sudah tidak berarti. Justru karena cerita lama begitu berarti, aku harus membuat cerita baru yang juga indah. Setiap orang yang pernah ada di hidupku membentuk siapa aku hari ini. Dan aku akan membawa mereka semua ke mana pun aku pergi. Tidak ada yang benar-benar tertinggal di belakang. Mereka semua berjalan di dalam hatiku.

Langkah demi langkah. Satu per satu. Dengan hati yang terbuka dan mata yang melihat keindahan di hal-hal kecil. Itulah cara terbaik menjalani hidup yang singkat ini. Dan itu sudah lebih dari cukup.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!