NovelToon NovelToon
Kaisar Naga Bela Diri

Kaisar Naga Bela Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?

Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 25

Angin sore di lereng utara Akademi Kekaisaran berhembus dingin, membawa bau amis dari delapan mayat yang teronggok di depan sepatu

sutra Wei Tian.

Tiga puluh murid senior Faksi Wei yang tadinya bersiap menyaksikan mayat Qin Mu diangkut keluar, kini membeku seperti patung batu. Beberapa di antara mereka bahkan melangkah mundur dengan wajah pucat pasi saat menatap leher Chen Hu yang terputus rata dan dada Zhao Kun yang berlubang tembus ke punggung.

Chen Hu adalah praktisi Tahap Akhir Qi Gathering, orang terkuat kedua di Faksi Wei setelah Wei Tian! Bagaimana mungkin dia kembali sebagai mayat tanpa kepala, sementara bocah yang baru masuk akademi dua hari lalu itu berdiri tanpa satu pun goresan di tubuhnya?!

"K-kau...!"

Diaken bermata sipit dari Aula Penegak Hukum itu menunjuk wajah Qin Mu dengan jari gemetar. Rasa takut karena rencananya gagal total membuatnya kehilangan akal sehat. "Berani-beraninya kau membantai delapan murid senior di dalam tambang! Pengawal, tangkap iblis kecil ini sekarang juga! Aku akan menjatuhkan hukuman mati di tempat!"

Sang diaken hendak melepaskan Qi-nya untuk menyerang Qin Mu dan membungkamnya selamanya.

Namun, Qin Mu bahkan tidak menyentuh gagang senjata di punggungnya. Pemuda itu hanya melangkah maju satu tindak, menatap lurus ke mata sang diaken dengan sorot mata yang begitu dingin, kejam, dan tanpa emosi hingga membuat langkah diaken itu terhenti.

"Hukuman mati?" suara Qin Mu terdengar tenang, namun setiap katanya tajam mengiris udara. "Diaken Ma, bukankah kau sendiri yang pagi tadi mengumumkan di depan seratus murid bahwa Tambang Roh Kuno ini dikunci rapat dari luar selama enam jam hanya untuk sepuluh murid baru?"

Qin Mu menunjuk ke arah delapan mayat di tanah dengan dagunya.

"Lalu jelaskan padaku... bagaimana delapan murid senior dari Faksi Wei ini bisa berada di dalam tambang yang kau kunci sendiri? Dan kenapa di potongan tangan Zhao Kun itu masih menempel abu Dupa Pemanggil Serangga Darah yang dilarang keras oleh akademi?"

Wajah Diaken Ma langsung berubah sepucat mayat. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya.

"Jika Diaken Ma ingin membawa masalah ini ke pengadilan Aula Penegak Hukum, aku sangat setuju," lanjut Qin Mu sambil menyunggingkan senyum tipis yang membuat bulu kuduk meremang. "Mari kita panggil para Tetua Dalam untuk memeriksa isi perut kedelapan mayat ini dan melihat siapa yang membukakan pintu rahasia tambang bagi mereka tadi malam."

"Kau—!" Diaken Ma tercekik oleh kata-katanya sendiri, menoleh dengan panik ke arah Wei Tian untuk meminta bantuan.

Di tengah kerumunan, wajah tampan Wei Tian tampak begitu gelap hingga seolah meneteskan air hitam. Buku-buku jarinya berderak keras di balik lengan baju brokatnya.

Ia tidak bisa menuduh Qin Mu! Jika penyelidikan resmi dibuka, fakta bahwa ia menyuap Diaken Ma untuk memasukkan delapan algojo dan dupa serangga guna membunuh murid baru akan terbongkar. Itu adalah pelanggaran berat yang bisa membuat status murid elitnya dicabut!

"Bocah... kau pikir lidah tajammu bisa menyelamatkanmu selamanya?" desis Wei Tian dengan suara sangat rendah yang dipenuhi niat membunuh. Aura Puncak Qi Gathering miliknya mulai menekan udara di sekitar mulut tambang.

Namun tepat sebelum Wei Tian sempat mengambil langkah ekstrem, langit di sebelah timur lereng utara mendadak bergemuruh hebat!

SWOOOSH! SWOOOSH! SWOOOSH!

Tiga berkas cahaya pelangi yang memancarkan tekanan mengerikan dari ranah Core Formation melesat membelah langit sore, mendarat tepat di tebing di atas mulut Tambang Roh Kuno.

Di paling depan adalah Instruktur Yan (Yan Zhen) dengan jubah hitam militernya yang berkibar, diikuti oleh dua orang Penatua Gerbang Dalam berjubah perak!

"Ada sinyal darurat dari Gua Kristal Spirit Vein di jalur sebelah! Segel seluruh area lereng utara!" perintah salah satu Penatua Dalam dengan suara menggelegar yang membuat seluruh murid Faksi Wei langsung berlutut gemetar.

Sebelum melesat masuk ke lorong terowongan khusus menuju Gua Kristal tempat Bai Shuang berada, pandangan tajam Instruktur Yan sempat menyapu ke bawah melihat Qin Mu dan Han Lie yang berdiri utuh di mulut tambang, lalu melihat delapan mayat murid Faksi Wei yang tergeletak di kaki Wei Tian dan Diaken Ma.

Sebagai veteran medan perang, Instruktur Yan langsung memahami apa yang baru saja terjadi hanya dalam sekali lirik. Sudut bibir pria paruh baya itu terangkat membentuk cibiran dingin ke arah Wei Tian.

"Diaken Ma, bersihkan bangkai-bangkai yang 'tidak sengaja' dimakan serangga tambang itu sebelum mengotori pemandangan," ucap Instruktur Yan dingin dari atas tebing sebelum berbalik melesat menuju Gua Kristal. "Dan Wei Tian... tampaknya udara di lereng utara tidak cocok untuk orang-orangmu. Jangan sampai aku melihat mereka berkeliaran di dekat Lembah Murid Baru lagi."

Kalimat dari seorang ahli Core Formation itu bagaikan palu godam yang mengunci mulut Wei Tian dan Diaken Ma rapat-rapat. Mereka dipaksa menelan ludah pahit dan darah mereka sendiri di depan umum tanpa bisa membalas sepatah kata pun!

"Angkat mayat mereka. Kita pergi!" perintah Wei Tian dengan suara bergetar menahan murka yang nyaris meledakkan dadanya. Sebelum berbalik pergi, Wei Tian menolehkan kepalanya, menatap Qin Mu dengan tatapan yang bersumpah akan mencabik-cabik pemuda itu menjadi ribuan bagian.

Qin Mu berdiri diam di depan mulut tambang, menatap punggung Wei Tian dan Diaken Ma yang menjauh.

Han Lie yang berdiri di sebelahnya mengembuskan napas lega sambil menyeka keringat di dahinya. "Syukurlah Instruktur Yan datang tepat waktu. Setidaknya bajingan Wei Tian itu akan kapok untuk sementara."

"Kapok?"

Suara Qin Mu terdengar begitu datar dan dingin hingga Han Lie dan Mo Cang yang berdiri di sisi kanan menoleh bersamaan ke arahnya.

Di bawah bayangan tebing sore itu, mata hitam Qin Mu sama sekali tidak memancarkan kelegaan seorang penyintas. Sebaliknya, yang ada di dasar matanya adalah kekejaman murni dari seekor binatang buas yang baru saja mencium bau darah musuhnya.

Qin Mu bukan seorang pahlawan berhati mulia yang membedakan mana jalan lurus dan mana jalan iblis. Sejak Gu Shanyin dan Penatua Luo berubah menjadi abu di matanya, prinsip hidupnya hanya satu: siapa pun yang berani mengusiknya dan mencoba merenggut nyawanya tidak peduli apakah itu kultivator sekte sesat, pejabat kekaisaran, atau murid elit akademi ia tidak akan menunggu mereka memukul untuk kedua kalinya. Ia akan membalasnya sepuluh kali lipat lebih kejam dan lebih sadis, sampai ke akar-akarnya!

"Mereka mengunciku di lubang gelap bersama serangga pemakan daging," gumam Qin Mu pelan, hanya terdengar oleh dirinya sendiri. "Jika aku membiarkan Diaken Ma dan Wei Tian tidur nyenyak malam ini, bukankah aku terlalu tidak tahu sopan santun?"

Malam turun menyelimuti Lembah Murid Baru dengan keheningan yang pekat.

Di dalam Gubuk Nomor Satu yang pintunya telah dikunci rapat dan jendelanya ditutup tirai tebal, Qin Mu duduk bersila di atas tempat tidurnya.

Ia tidak langsung membuka kantung-kantung hasil jarahannya. Qin Mu memejamkan matanya, mengatur napas, lalu mengetukkan jarinya sekali ke lantai kayu.

Keluar, dan kembali.

Di bawah cahaya redup lentera, bayangan hitam di bawah tubuh Qin Mu tiba-tiba berdiri tegak menjadi wujud Klone Bayangan, lalu dalam satu tarikan napas berikutnya, sosok bayangan itu melangkah maju dan melebur masuk langsung ke dalam dada tubuh asli Qin Mu!

HUMMM—!

Tubuh Qin Mu tersentak keras.

Detik ketika Klone Bayangan itu menyatu kembali dengannya, dua gelombang dahsyat langsung meledak di dalam tubuh dan pikirannya secara bersamaan!

Gelombang pertama adalah aliran energi murni hasil kultivasi mandiri sang klone yang langsung menyatu dengan Dantiannya, membuat fondasi Tahap Awal Qi Gathering miliknya yang baru terbentuk tadi siang langsung memadat kokoh tanpa sedikit pun ketidakstabilan!

Dan gelombang kedua yang jauh lebih mengejutkan adalah banjir ingatan dan pemahaman yang mengalir masuk ke dalam kepalanya!

Selama lebih dari empat jam saat Qin Mu bertarung di gua kristal dan berjalan kembali ke permukaan, Klone Bayangan di dalam ruang bayangannya tidak berhenti sedetik pun membaca dan menganalisis gulungan Penatua Luo. Kini, ratusan formula peracikan pil Tingkat Fana dan Tingkat Roh, takaran suhu api untuk melelehkan puluhan jenis racun mematikan, hingga delapan belas diagram Formasi Jebakan dan Pembunuh Tingkat Satu langsung terukir jelas di dalam otak Qin Mu seolah-olah ia sendiri yang telah mengurung diri mempelajarinya selama berhari-hari!

Qin Mu membuka matanya sambil mengembuskan napas panjang, matanya berkilat terang.

"Teknik Tingkat Surgawi ini benar-benar menentang langit," bisik Qin Mu, merasakan betapa jernih pemahamannya tentang Alkimia dan Formasi sekarang. "Dengan klone yang terus belajar tanpa henti, satu hari waktuku setara dengan dua hari bagi kultivator lain."

Setelah memisahkan kembali Klone Bayangannya ke dalam bayangan lantai agar sang klone melanjutkan menghafal bab formasi tingkat lanjut, barulah Qin Mu mengeluarkan empat Kantung Penyimpan yang ia rampas dari Gua Kristal bawah tanah tadi.

Tiga kantung berwarna merah gelap berasal dari pembunuh elit Tiga Belas Bayangan Sekte Bayangan Darah, dan satu kantung bersulam perak berasal dari Diaken Dalam pengkhianat Akademi Kekaisaran.

Karena pemilik aslinya telah mati dan Qin Mu kini telah memiliki Qi tahap Qi Gathering serta Bilah Kembar Taring Hantu yang telah menjadi Senjata Spiritual, ia tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain untuk membuka segel kantung tersebut.

Dengan ujung bilah bayangannya yang dialiri Qi, Qin Mu mengiris putus sisa benang jiwa pada keempat kantung itu satu per satu, lalu menuangkan seluruh isinya ke atas ranjang kayu.

Kring! Kring! Kring!

Cahaya kemilau yang menyilaukan langsung memenuhi ruang gubuk yang sempit itu, disertai gelombang energi spiritual yang begitu padat hingga membuat udara kamar terasa segar!

Di atas ranjang, selain ratusan keping Batu Roh tingkat rendah, belasan belati beracun, serta pakaian ganti, pandangan Qin Mu langsung tertuju pada tumpukan tiga puluh dua keping kristal seukuran kepalan tangan bayi yang memancarkan cahaya putih kebiruan yang sangat murni dan berat.

"Ini... Batu Roh Tingkat Menengah!"

Jantung Qin Mu berdegup kencang. Di dunia kultivasi, nilai tukar satu keping Batu Roh Tingkat Menengah setara dengan seratus keping Batu Roh Tingkat Rendah, namun di pasar sebenarnya tak ada yang mau menukarkannya karena kemurnian Qi di dalam Batu Roh Tingkat Menengah sepuluh kali lipat lebih cepat diserap untuk menembus batas ranah! Sebagai Diaken Dalam dan pembunuh elit Qi Gathering Akhir, kekayaan yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun kini seluruhnya jatuh ke tangan Qin Mu!

Tidak hanya itu, di antara barang-barang milik sang Diaken Dalam yang berkhianat, jari Qin Mu menyentuh tiga buah lempengan giok tipis yang diukir dengan garis-garis rune perak yang rumit.

Berkat pengetahuan formasi yang baru saja ditransfer dari Klone Bayangannya, Qin Mu langsung mengenali ketiga benda tersebut dalam sekali pandang.

Dua lempengan pertama yang berwarna giok kuning adalah Jimat Pelindung Tubuh Tingkat Roh. Jika diaktifkan dengan sedikit Qi, masing-masing jimat ini mampu menciptakan perisai cahaya yang sanggup menahan tiga kali serangan mematikan dari kultivator ranah Foundation Establishment!

Sedangkan satu lempengan terakhir yang berwarna merah tua dan berbau darah kuno adalah harta yang paling langka di antara semuanya: Jimat Teleportasi Jarak Pendek (Jimat Pelarian Bayangan Darah)!

"Jimat yang bisa merobek ruang sejauh sepuluh li secara instan dalam keadaan darurat," gumam Qin Mu, matanya menyipit puas saat menyimpan ketiga jimat penyelamat nyawa itu ke bagian terdalam saku dadanya. Sang Diaken pengkhianat tadi tidak sempat mengaktifkan jimat-jimat ini karena tangannya lebih dulu dibekukan dan dihancurkan oleh serangan mendadak Qin Mu dan tebasan pedang es Bai Shuang!

Qin Mu menyisihkan sebagian besar harta tersebut, lalu mengambil empat keping Batu Roh Tingkat Menengah dan duduk bersila kembali.

Sepanjang sisa malam itu, dengan bantuan Sutra Penempaan Tulang Kehampaan dan Cincin Giok Retak yang melumat kemurnian luar biasa dari Batu Roh Tingkat Menengah tersebut, aliran Qi di dalam Dantian Qin Mu melonjak pesat mendorong kultivasinya menembus batas awal dan langsung berdiri mantap di puncak Tahap Awal Qi Gathering, hanya selangkah tipis dari Tahap Tengah!

Keesokan paginya, ketika kabut masih menyelimuti gerbang luar Akademi Kekaisaran, sesosok pemuda berjubah hitam panjang dengan tudung yang menutupi separuh wajahnya melangkah keluar dari akademi, berjalan menyusuri jalan batu besar menuju Kota Provinsi Cangzhou.

Berbeda dengan Kota Linlang yang kumuh di perbatasan, Kota Provinsi Cangzhou adalah lautan kemegahan. Gedung-gedung paviliun berlantai lima berjajar di sepanjang jalan utama, kereta-kereta yang ditarik binatang buas spiritual berlalu-lalang, dan para kultivator dari berbagai sekte serta klan berjalan dengan senjata berkilauan.

Qin Mu berjalan lurus menuju persimpangan jalan tengah, berhenti di depan sebuah gedung megah berlantai empat yang dihiasi papan nama emas raksasa: Paviliun Awan Emas — Cabang Utama Keluarga Su.

Begitu Qin Mu memperlihatkan kepingan giok bergambar bunga anggrek kepada penjaga pintu, sikap penjaga yang tadinya angkuh langsung berubah menjadi sangat hormat. Tanpa melewati antrean di lantai satu, Qin Mu langsung diantar naik melalui tangga khusus menuju ruang tamu VIP di lantai paling atas yang beraroma dupa cendana lembut.

Pintu geser kayu berukir terbuka.

Di balik meja teh dari batu giok hangat, Su Ruyan sedang duduk memeriksa buku besar dagangnya. Gadis itu mengenakan gaun sutra berwarna biru muda hari ini, memperlihatkan leher jenjangnya yang seputih salju. Begitu melihat Qin Mu masuk dan membuka tudung kepalanya, gerakan kuas di tangan Su Ruyan terhenti seketika.

Mata jernih gadis pedagang itu menyipit tajam, menatap Qin Mu dari atas ke bawah dengan keterkejutan yang tak bisa ia sembunyikan.

Waktu di gerbang ujian, pemuda di depannya ini baru menembus tahap Menengah Penempaan Tubuh. Namun pagi ini, meskipun Qin Mu telah menyembunyikan sebagian besar auranya, kepekaan Su Ruyan dapat merasakan bahwa pemuda ini telah melompat masuk ke ranah Qi Gathering! Dan lebih dari itu, aura dingin yang menguar dari sudut mata Qin Mu terasa jauh lebih pekat dan mematikan.

"Kabar yang dibawa mata-mataku dari akademi tadi malam mengatakan bahwa delapan murid senior Faksi Wei keluar dari Tambang Roh Kuno sebagai mayat, sementara kau keluar tanpa lecet sedikit pun," ucap Su Ruyan sambil meletakkan kuasnya, menuangkan secangkir teh hangat dan mendorongnya ke hadapan Qin Mu. "Tampaknya bahkan perkiraanku yang paling tinggi tentangmu pun masih terlalu rendah, Tuan Qin Mu."

"Aku tidak datang untuk minum teh, Nona Su," ujar Qin Mu datar sambil duduk di kursi seberang. Ia meletakkan lima keping Batu Roh Tingkat Menengah di atas meja giok.

Melihat lima keping Batu Roh Tingkat Menengah yang nilainya setara dengan lima ratus keping Batu Roh biasa itu, pupil mata Su Ruyan sedikit mengecil. Jumlah kekayaan seperti ini bukan sesuatu yang dimiliki oleh murid Gerbang Luar!

"Aku butuh sebuah Tungku Alkimia Perunggu Hitam ukuran ringkas yang tahan terhadap api racun," kata Qin Mu tanpa basa-basi. "Aku juga butuh satu set pisau ukir formasi, dua belas bendera formasi kosong tingkat satu, dan tiga kantung bahan mentah: Bunga Bangkai Malam, Abu Kalajengking Besi, serta Cairan Pelumer Tulang."

Su Ruyan menatap daftar barang yang disebutkan Qin Mu. Alisnya yang indah berkerut pelan.

Tungku alkimia, bendera formasi, dan tiga bahan racun paling keji yang jika digabungkan akan menghasilkan Kabut Pembusuk Darah racun yang tidak hanya membunuh, tetapi membuat korbannya merasakan seluruh daging dan meridiannya meleleh hidup-hidup dalam kesadaran penuh selama berjam-jam!

Su Ruyan menatap wajah tenang pemuda berusia empat belas tahun di depannya, dan untuk pertama kalinya, gadis yang terbiasa berurusan dengan para politisi kejam itu merasakan hawa dingin merayap di tulang punggungnya.

"Kau sudah selamat dari jebakan tambang itu, dan Instruktur Yan sudah memperingatkan mereka," bisik Su Ruyan pelan. "Dengan meracik barang-barang ini... kau tidak sedang berencana bertahan. Kau sedang berencana memburu mereka balik?"

"Di desaku dulu, jika ada serigala yang menggigit ternak lalu lari kembali ke sarangnya, pemburu tidak akan menunggu serigala itu datang lagi," jawab Qin Mu dengan suara datar yang sedingin es. "Pemburu akan mengikuti jejaknya, membakar sarangnya, dan menguliti seluruh kawanannya hidup-hidup agar tidak ada yang tersisa untuk membalas dendam."

Su Ruyan terdiam selama tiga tarikan napas. Ia menyadari bahwa pemuda yang telah ia ajak bekerja sama ini memiliki hati yang jauh lebih kejam dan dingin daripada Wei Canglan maupun Wei Tian. Siapa pun yang berani menyentuhnya, baik itu pahlawan maupun penjahat, akan dibalas dengan neraka yang sesungguhnya.

"Untungnya aku memilih menjadi teman dagangmu, bukan musuhmu," Su Ruyan tersenyum tipis, lalu memberi isyarat pada pelayan kepercayaannya di balik tirai untuk menyiapkan seluruh barang pesanan Qin Mu.

Sembari menunggu barang disiapkan, Su Ruyan mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, suaranya merendah menjadi bisikan rahasia.

"Karena kau membayar dengan Batu Roh Tingkat Menengah, aku akan memberikan satu hadiah tambahan yang pasti sangat kau sukai," ucap Su Ruyan. "Kau tahu kenapa Wei Tian dan Diaken Ma dari Aula Penegak Hukum begitu terburu-buru ingin membunuhmu di tambang kemarin?"

Qin Mu mengangkat pandangannya. "Katakan."

"Karena malam ini adalah jadwal bulanan di mana Diaken Ma dan Wei Tian keluar secara diam-diam dari akademi menuju sebuah kediaman pribadi bernama Vila Bambu Merah di pinggiran barat Kota Cangzhou," ungkap Su Ruyan dengan mata berkilat tajam. "Di sana, mereka akan bertemu dengan utusan rahasia dari Kota Linlang yang dikirim oleh Wei Canglan untuk menyerahkan uang suap bulanan sekaligus melaporkan kematianmu. Karena mereka gagal membunuhmu kemarin, malam ini Diaken Ma hanya akan membawa empat pengawal pribadi ke vila tersebut untuk meminta tambahan dana dan racun dari utusan Wei Canglan."

Di luar gedung akademi. Di sebuah vila terpencil di pinggiran kota pada malam hari, tanpa perlindungan formasi Akademi Kekaisaran dan tanpa pengawasan para Penatua!

Di bawah cahaya lampu ruangan VIP yang hangat, sudut bibir Qin Mu perlahan terangkat. Itu bukan senyuman hangat seorang remaja, melainkan seringai tipis yang begitu dingin dan sadis hingga membuat udara di ruangan itu seakan membeku.

"Vila Bambu Merah," ulang Qin Mu pelan sambil menerima kotak kayu berisi tungku alkimia, bendera formasi, dan bahan-bahan racun yang baru saja dibawa masuk oleh pelayan Su Ruyan.

Ia berdiri dan memasang kembali tudung hitamnya.

"Terima kasih atas informasinya, Nona Su. Sepertinya malam ini... utusan Wei Canglan akan membawa pulang hadiah yang jauh lebih berkesan ke Kota Linlang."

1
Am Mi
up
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Asta Hariadi
bagus, ceritanya menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
Sang_Imajinasi: oke lanjut 4 bab
total 4 replies
Budi Wahyono
biasanya tokoh jahat ketika mau mati,ada aja yg nyelametin...
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Begin Bae
/Determined/
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
ibarumbung
keren 👍👍👍👍👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!