Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.
Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.
Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.
“Aku akan menikah dengannya.”
Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.
Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.
Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 9
Victor yang baru saja hendak mengenakan helm full-face miliknya langsung membeku ditempat.
“Zoey?”
Tatapan tak percayanya beralih dari wajah tenang Zoey ke arah restoran klasik yang berjarak belasan meter di belakang wanita itu.
“Apa yang kau lakukan di sini, hah?!” desis Victor dengan raut waspada.
Zoey memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel mahalnya dengan sangat santai, seolah ia sedang berada di taman bunga, bukan di sarang berandalan.
“Hanya kebetulan lewat.”
”Kebetulan?” Victor mendengus kasar. “Jangan bohong! Kau menguntit ku kan?!”
Belum sempat Zoey menjawab, beberapa remaja berandal yang berdiri di sekitar Victor mulai menyadari kehadiran wanita asing itu. Mereka saling sikut.
Salah seorang dari mereka yang berambut pirang menyenggol bahu Victor sambil menyeringai mesum. Matanya menelanjangi penampilan elegan Zoey dari atas ke bawah.
“Wah, wah... Victor, siapa wanita cantik ini? Seleramu boleh juga, Bro.”
Zoey tersenyum manis, membalas tatapan kurang ajar itu tanpa berkedip. “Aku ibunya.”
Serentak, gelak tawa pecah meledak di udara.
“Buset! Mamamu ternyata masih muda dan seksi begini, Vic?!”seru remaja bertato di lengannya.
“Victor, ternyata selera ayahmu liar juga, ya! Kenalin dong sama kita-kita, siapa tahu Tante ini butuh berondong,” sahut yang lain, memancing tawa yang lebih riuh.
Wajah Victor seketika memerah padam. Darahnya mendidih antara malu, marah, dan kesal.
“Tutup mulut kalian! Aku tidak kenal dia!” bentak Victor kepada teman-temannya, lalu menatap Zoey tajam. ”Dan kau, jangan pernah berani mengaku-ngaku jadi ibuku di sini!”
Alih-alih tersinggung atau ketakutan, Zoey justru melangkah maju hingga ia berdiri tepat di hadapan remaja jangkung itu.
“Ayo pulang, Victor.” Nada suara Zoey pelan, namun mengandung otoritas mutlak.
“Tidak.”
“Ini sudah malam. Anak sekolah sepertimu tidak seharusnya ada di sini.”
“Kubilang, tidak usah ikut campur urusanku, Sialan!” bentak Victor kasar.
Suasana di sekeliling mereka mendadak hening saat kerumunan perlahan terbelah. Seorang pria bertubuh paling tinggi dan kekar melangkah maju dari balik bayangan.
Jaket kulit hitamnya menampilkan bordiran kepala serigala merah menyala yang tampak hidup di bawah lampu jalan.
Tatapannya tajam seperti predator, senyumnya penuh ejekan.
“Jadi, ini wanita berani yang mau membawa salah satu anak buahku pulang?”
Zoey mengangkat sebelah alisnya, tidak gentar sedikit pun. “Anak buahmu?”
“Aku Max. Pemimpin mereka di sini.”
Zoey menatap langsung ke dalam mata Max tanpa gentar. “Victor bukan anak buahmu. Dia anakku. Dan aku akan membawanya pulang sekarang.”
Max terkekeh berat. ”Itu bukan urusanku, Nyonya Manis. Kalau kau benar-benar ingin membawa anak ini pulang, kalahkan aku dulu.”
Victor langsung menoleh panik. “Max, apa-apaan kau?!”
Zoey mengernyit bingung. “Maksudmu mengalahkan mu bagaimana? Adu panco?”
Max tertawa meremehkan, lalu menunjuk deretan motor sport modifikasi yang terparkir rapi bagai monster besi pembelah jalanan.
“Kita balapan. Dari ujung jalan raya ini, memutari bukit dan kembali ke sini.”
Beberapa anggota geng Serigala langsung bersorak liar memanaskan suasana.
“Setuju! Habisi dia, Bos!”
“Biar seru! Jarang-jarang ada wanita berani nantang Bos Max!”
Victor menggeleng cepat. Ia menarik kasar lengan mantel Zoey. “Sudah, Zoey! Jangan layani bajingan ini! Cepat pulang sana!”
Namun Zoey menepis tangan Victor pelan, lalu menyunggingkan senyum tipis yang mematikan. “Baik. Aku terima tantanganmu.‡
Semua orang terdiam, terkejut mendengar jawaban cepat tanpa keraguan itu.
“Tapi ada syaratnya,” potong Zoey lantang.
Max menyeringai miring, merasa di atas angin. “Sebutkan.”
“Kalau aku menang, kau harus melepaskannya. Kau berhenti mengganggunya dan membiarkan dia pulang bersamaku. Mulai detik ini, kau dan geng Serigala mu tidak boleh memaksanya ikut campur dalam urusan kotor kalian lagi.”
“Berani juga nyalimu, Nyonya.” Max melangkah semakin dekat hingga aroma alkohol dan asap rokoknya menusuk hidung Zoey. Pria itu menunduk, menatap Zoey dengan seringai nakal yang menjijikkan.
“Kalau kau kalah, kau harus melayaniku semalaman di ranjang. Bagaimana?” ucap Max mengedipkan mata dengan penuh nafsu kotor.
Victor tiba-tiba maju, matanya menyala marah. “Tarik ucapanmu, Max! Beraninya kau!”
Tangan Zoey dengan cepat menahan dada Victor, menghentikan remaja itu sebelum ia memukul bos gengnya sendiri.
Zoey menatap Max dengan sorot mata sedingin es di kutub utara. Tidak ada raut panik, tidak ada raut takut.
“Kita lihat saja nanti siapa yang akan bertekuk lutut, Bocah,” desis Zoey tenang.
Zoey berbalik menatap Victor. “Pinjamkan aku motor dan helm mu.”
Victor mematung, jantungnya berdegup gila. “Apa wanita ini benar-benar sudah kehilangan akalnya?!” batin Victor panik.
Ia menatap Zoey yang terlihat begitu tenang. Max belum pernah kalah balapan di kota ini. Jika Zoey kalah, Victor tidak bisa membayangkan hal mengerikan apa yang akan terjadi pada ibu sambungnya itu.
Sabar ya Zoey menghadapi suami dan anak laki2 nya😄
Anak & ibu sambung kompak sekali pagi ini.
Ayo Zoey buat Victoria menyerah juga dgn kamu😁
apa rasa berantem Ama duplikat nya sendiri?🫣🤣🤣
cemburu sama ank sendiri 🫣