NovelToon NovelToon
Mengejar Mantan Istri

Mengejar Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Contest / Fanfic / Tamat
Popularitas:849.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ragazza Belle

Mila Hamid adalah seorang wanita cantik, lembut dan memiliki senyuman yang hangat. Ia juga seorang wanita yang sangat mencintai suaminya, Irsyad Mauza. Mila Hamid dan Irsyad Mauza menikah karena permintaan ibu dari Irsyad yang menderita kanker hati. Irsyad yang sebenarnya telah memiliki kekasih pun dengan patuh menuruti keinginan ibunya. Irsyad menceraikan Mila tepat setelah seminggu kematian ibunya. Pernikahan mereka hanya bertahan selama 6 bulan, dan selama itu Irsyad selalu memperlakukan Mila dengan sangat baik, namun Irsyad tidak pernah menyentuh istrinya itu.

Tepat di hari perceraiannya, Mila mengalami kecelakaan hingga membuat kaki kirinya lumpuh total. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya.

Akankah mereka bersatu kembali atau justru mereka kembali berpisah untuk kedua kalinya?

Buat yang penasaran seperti apa ceritanya, yuk ikuti kisah mereka disini 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragazza Belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Irsyad tersenyum memandangi Sha yang berlarian kesana kemari di depan pintu menunggu seseorang yang benar-benar ditunggunya sore ini. Orang yang sudah berjanji akan menginap malam ini dirumahnya.

" Duduklah, tante Mila sebentar lagi akan datang" Ujar Irsyad dengan pelan sambil menyesap tehnya. Sha berbalik dengan cepat ke arahnya sambil mengerucutkan bibirnya.

" Apa papa yakin? " Tanya Sha meragukan ucapan Irsyad. Pria itu bangkit dari sofa lalu berjalan menghampiri putrinya sambil tersenyum

" Tentu saja. Apa tante Mila sudah berjanji padamu? "

" Sudah. Tante mengatakan bahwa ia akan datang sore ini " Jawab Sha dengan wajah polosnya. Irsyad menunduk sambil mengecup puncak kepala putrinya.

" Kalau begitu papa sangat yakin. Kamu tahu kenapa sweety? " Irsyad tersenyum samar. Ia menyipitkan matanya menatap putrinya yang juga menatapnya. Irsyad bisa melihat kepala kecil itu menggeleng pelan.

" Karena tante Mila tidak pernah melanggar janji. Meskipun ia tidak suka mengatakan janji. Percaya lah sayang, tante Mila pasti akan datang sesuai janji yang ia katakan padamu " Irsyad tersenyum penuh arti. Tatapannya kembali menjelajah jauh pada sepotong kenangan manis yang sampai sekarang masih terus membuatnya merasa bersalah pernah melakukannya. Salah satu kenangan yang sangat sulit ia lupakan dari sekian banyak kenangan yang tersimpan di memori otaknya.

" Tunggulah sebentar , aku akan menjemputmu " Suara Irsyad yang terdengar dingin dan datar selalu membuat Mila tersenyum sendiri.

" Baiklah aku akan menunggumu. Jangan lupa " Balas Mila sambil tersenyum bahagia. Ia menunggu di depan sebuah pusat perbelanjaan dengan hati yang juga sama bahagianya.

Irsyad keluar dari kantornya dengan sedikit berlari, ia memperhatikan jarum jam yang kini sudah berpindah ke angka 2, dan ia sudah telat selama satu jam. Baru dirinya hendak membuka pintu mobil sebuah tangan yang di kenalnya mencekal pergelangan tangannya menghentikan segala gerakannya. Irsyad menoleh dan mendapati Lisa tersenyum menatapnya. Sejak kapan kekasihnya ini sudah berada di kantornya.

" Kamu ingin kemana? " Tanya Lisa sedikit penasaran.

" Aku...." Irsyad menjeda kalimatnya, ia ingin mengatakan bahwa ia akan menjemput Mila, tapi sedetik kemudian Irsyad teringat bahwa ia tidak bisa mengatakan hal itu pada Lisa. Ia yakin bahwa kekasihnya ini pasti akan merasa sakit hati, meski sebenarnya Lisa sudah mengizinkan ia untuk menikahi Mila. Lisa mengizinkannya karena wanita itu tahu bahwa ia mau menikahi Mila hanya sekedar untuk memenuhi permintaan ibunya yang sedang sakit. Dan Irsyad sangat bersyukur memiliki kekasih seperti Lisa.

" Aku akan pulang ke rumah " Ujar Irsyad setelah beberapa detik diam sambil mempertimbangkan jawabannya.

" Seawal ini "

" Ada sesuatu yang ingin kuambil "

" Kalau begitu aku ingin ikut denganmu " Ujar Lisa sambil menggandeng lengannya dengan posesif. Kalau sudah begini ia tidak mungkin tega menolaknya.

" Baiklah "

Yang awalnya mereka hanya pergi kerumah, kini mereka berdua sudah berada di tempat yang berbeda. Ia menemani Lisa berbelanja pakaian di butik-butik langganan wanita itu. Hingga akhirnya keduanya baru selesai saat waktu menunjukkan pukul tujuh malam dini hari. Irsyad bahkan menelpon Malik untuk membatalkan semua janjinya, karena ia tahu bahwa jika sudah menemani kekasihnya itu berbelanja, maka waktu yang dibutuhkan haruslah lebih banyak. Setelah mengantar Lisa pulang ke rumahnya, ia memacu kendaraannya dengan cepat berharap Mila sudah meninggalkan tempat itu. Tapi apa yang ia harapkan tidak pernah terjadi, ia bisa melihat dengan jelas wanita berjilbab itu masih setia menunggunya di depan pusat perbelanjaan itu.

" Kenapa tidak pulang sendiri ? Kamu bisa memesan taksi atau apapun itu " Ujar Irsyad begitu ia tiba di depan Mila. Wanita itu mendongak menatapnya dengan wajah lelah yang membuat Irsyad merasa sedikit bersalah.

" Kamu kan sudah berjanji akan menjemputku. Meski aku tidak suka berjanji tapi aku akan berusaha menepati perkataanku tadi yang akan menunggumu " Sahut Mila sambil mengulas senyum tipis. Irsyad hampir tidak percaya saat itu jika Mila masih bisa tersenyum padanya. Meski ia sudah terlambat begitu lama. Harusnya Mila marah padanya tetapi wanita itu justru tersenyum hangat seolah semuanya baik-baik saja.

" Papa ! " Panggil Sha dengan suara cemprengnya hingga membuat Irsyad tersentak kaget. Ia menatap putrinya dengan rasa terkejut yang hampir membuatnya melompat kaget. Beruntung ia masih bisa menahannya.

" Jangan melamun papa " Protes Sha dengan wajah kesalnya yang terlihat begitu menggemaskan. Irsyad tak mampu menahan tawa saat mendengar keluhan putrinya. Ia mengangkat putrinya menggendongnya sambil tertawa geli.

" Maafkan papa sweety, maafkan papa " Ucapnya sambil mengajak Sha berlari kecil. Sha memajukan bibirnya sambil bersidekap.

" Assalamu'alaikum " Suara lembut nan indah mengalun pelan memenuhi indera pendengaran keduanya. Irsyad dan putrinya sama-sama menoleh ke arah sumber suara.

" Wa'alaikumsalam. Kamu sudah datang "

" Tante ! " Pekik Sha tidak sabaran dan langsung meminta Irsyad menurunkannya. Ia berlari ke arah Mila yang masih berdiri tegang di depan pintu. Mila langsung tersenyum saat melihat Sha sudah berlari ke arahnya.

" Tante jadi menginap kan? " Tanya Sha saat mereka sudah duduk di sofa. Mila mengangguk sambil tersenyum. Irsyad yang duduk di seberang mereka hanya bisa memandangi interaksi keduanya.

" Sha sudah mandi? " Tanya Mila sambil mengusap pelan kepala Sha.

" Belum tante. Sha menunggu tante. Hm...bagaimana kalau Sha dan tante mandi bersama? "

" Hm bagaimana ya? " Mila mengusap pelan dagunya berpura-pura sedang berpikir.

" Baiklah. Tante setuju "

" Yeay ! Yeay ! " Sha bersorak gembira sambil sesekali melompat kecil.

" Sarma, tolong antarkan Mila ke kamarnya ya " Perintah Irsyad pada salah satu pelayannya. Wanita yang terlihat hampir seumuran dengan Mila itu mengangguk patuh.

" Ikutlah dengannya. Dia akan menunjukkan kamar untukmu " Ujar Irsyad sambil tersenyum. Mila membalas Irsyad juga dengan tersenyum tapi hanya sebentar saja. Setelah itu ia kembali menatap Sha.

" Sha mau ikut ? " Mila tersenyum hangat pada gadis kecil yang sedari tadi hanya menatapnya.

" Sha ikut tante " Mila menjulurkan sebelah tangannya ke arah Sha. Dan gadis kecil itu menyambutnya dengan penuh suka cita.

Mereka berdua berjalan beriringan sambil berpegangan tangan, mereka berdua terlihat seperti seorang ibu dan putri kecilnya. Irsyad merasa hatinya menghangat melihat pemandangan yang saat ini tersuguh di depannya. Meski Mila bukanlah ibu kandung Sha, tapi caranya memperlakukan putrinya benar-benar bisa membuat siapa saja yang melihatnya berpikir bahwa dialah ibu kandungnya.

" Tante, apa kaki tante masih sakit? " Tanya Sha saat mereka berdua sudah sampai di kamar. Mila tersenyum ke arah Sha.

" Iya kaki tante masih sakit "

" Apa bisa sembuh tante? " Tanya Sha lagi. Mila sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Tapi sedetik kemudian Mila kembali bersikap biasa saja.

" Mungkin saja sayang jika Allah sudah berkehendak maka kaki tante bisa sembuh " Ucap Mila masih dengan tersenyum.

" Semoga Allah menyembuhkan kaki tante " Ujar Sha sambil menatap sendu. Mila yang mendengarnya merasa terharu, ia mencium pelan pelipis Sha. Mila menarik pelan kepalanya, dengan gerakan cepat Mila memeluk Sha dengan penuh sayang. Mereka berdua berpelukan dengan erat saling menenangkan satu sama lain.

Bersambung.....

Happy reading, love you guys😘

1
sutiasih kasih
jdi ceritanya mila jdi serep buatmu ya irsyad....
kok enK bgt hidupmu.... km cmpakn mila demi mnikahi kekasih sundalmu itu...
setelah perempuan idamanmu berhianat... km pungut lgi si mila.. buat mngobati luka hatimu...
sutiasih kasih
km pikir mila itu patung tk punya hati & perasaan....
km cmpakan... setelah km hncurkn hati & harapannya.... dgn entengnya km ingin mila kmbali....
sutiasih kasih
msa iya setelah km ceraikn mila.... dn km mnikahi kekasih trcintamu... km msih kpikiran mila....
laki" kucing garong km irsyad😅😅
sutiasih kasih
km aneh irsyad..... tk mncitai mila... tp smpe saat ini mikirin mila...
bukankah kh km mncintai ibu dri ankmu.... 🤔🤔
Nur Aini
masa Alloh, cantik sekali,lisa
Nur Aini: masa Alloh Milan cantik sekali 😘🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
bagus banget
Endang Sulistia
harusnya tahan dulu Mila...g usah ketemu Ama si irsad...si irsadnya jadi kepedean
Endang Sulistia
gpp Mila, biar tau si mantan sakit dan hancurnya Mila dulu...Ampe kehilangan sahabatnya
Endang Sulistia
semangat
Endang Sulistia
bagus Mila...
Nurliana Uteh
Kecewa
Nurliana Uteh
Buruk
Bunga Ros
km tu pergi aja muka kk km emang beber beber benci sama irsyad untuk temenmu itu
Bunga Ros
cewek kok g punya pendirian kuat gampang sekali memaafkan usah tau di sakiti.....
Ana Ana
Mila mengapa jadi wanita lemah.yang tegar mila.jangan hanya menangis.
Oh Dewi
Dicari: Naskah yang layak terbit untuk dijadikan buku.
Syarat dan ketentuan:
Sudah tamat dan Penulis belum di kontrak/sedang tidak terikat kontrak dengan penerbit manapun.

Jenis naskah yang dicari:
1. Novel;
2. Kumpulan Puisi;
3. Kumpulan Cerpen;
4. Naskah non Fiksi, dll.

Jika bersedia harap segera menghubungi saya via DM instagram (@dwafril) atau laman chat yang tersedia pada platform ini.

AE Publishing Cab. Gresik

*paling lambat 15 Agustus 2023
masukan kedua orang itu dalam penjara...cocok sekali tapi kenapa Irsyad menceraikan juga kekasih kesayangan nya wpun curang, sedangkan kedua²nya penjahat
sumber kejahatan semua dari Lisa tapi Irsyad menyokong semua perbuatan kekasih tercintanya yang akhirnya curang...hebat sekali
bodoh juga c mila ni, mudah sekali memaafkan..
Ran Aulia
👍👍👍👍👍

terimakasih author, ceritanya bagus , beda alur dgn yg lain 👍👍👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!