NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Cakar Bayangan Darah

Di tengah Formasi Penjara Racun Peluruh Tulang, dua sosok muda berdiri saling membelakangi.

Ji Ruyue, menggertakkan gigi nya dan menahan rasa sakit. Sebagai ahli Pembentukan Fondasi Puncak, belasan pembunuh ini seharusnya tidak layak menjadi lawannya.

Namun formasi ini memang diciptakan untuk menekan Qi Darah.

Setiap kali Ruyue mengerahkan Qi, racun hijau akan segera menyusup melalui pori-porinya. Meridiannya terasa terbakar dan aliran Qi Iblisnya semakin lambat. Wajahnya yang seputih es mulai pucat, sementara urat-urat keunguan merayap di pelipisnya.

Di belakangnya, Shen Luo tetap tenang.

Kabut racun menyentuh tubuhnya, tetapi Sembilan Akarnya segera bereaksi. Empat akar spiritual iblis di dalam Dantian-nya melahap racun yang masuk dan mengubahnya menjadi energi yang tidak berbahaya.

Bagi Shen Luo, racun ini tidak lebih dari debu.

"Serang! Jangan beri Wanita itu kesempatan bernapas!"

Pemimpin pembunuh bertopeng tengkorak mengangkat tangan.

"Bunuh mereka berdua!"

Belasan bayangan hitam langsung menerjang dari balik kabut. Mereka semua merupakan ahli Pembentukan Fondasi. Belati, rantai berduri, dan tombak pendek di tangan mereka telah dilapisi racun mematikan.

"Mati kau!"

Ruyue mengayunkan pedangnya.

"Tebasan Sabit Merah!"

Sabit darah melesat membelah kabut, tetapi kekuatannya telah jauh berkurang akibat racun. Dua pembunuh berhasil menangkisnya dan langsung menerjang dari kedua sisi.

Ujung pedang mereka hampir menembus jantung Ruyue.

Tiba-tiba, cahaya keemasan menyambar dari belakang.

Trang! Trang!

Pedang kayu Shen Luo menebas kedua senjata itu hingga terpental. Niat Pedang Suci menyapu tubuh para pembunuh tersebut dan membuat Qi Iblis mereka bergejolak. Keduanya memuntahkan darah sebelum terlempar jauh.

Shen Luo kemudian bergeser hingga bahunya hampir bersentuhan dengan Ruyue.

"Jangan paksa Qi-mu. Bertahan saja dan ikuti nalurimu."

Ruyue hendak membantah, tetapi gelombang serangan berikutnya sudah kembali menerjang.

Shen Luo tidak memberinya kesempatan untuk berbicara.

Ia bergerak cepat dan menggunakan Langkah Hantu Darah tanpa memperlihatkan ciri khas teknik iblis tersebut. Setiap kali Ruyue maju, Shen Luo segera menutup celah di belakangnya.

Begitu Ruyue menarik napas dan mengubah posisi, pedang kayunya telah lebih dulu menahan serangan yang datang dari samping.

Tanpa mereka sadari, gerakan keduanya mulai menyatu.

Pedang darah Ruyue menyapu bagian depan, sementara pedang kayu Shen Luo menjaga bagian belakang. Ketika salah satu menyerang, yang lain langsung menutup celah. Tidak ada gerakan yang saling mengganggu, seolah-olah mereka telah bertarung bersama selama bertahun-tahun.

Ji Ruyue diam-diam terkejut.

Bagaimana mungkin?

Pemuda ini jelas menggunakan Qi Suci, tetapi gaya bertarungnya sama sekali tidak terlihat seperti seorang kultivator aliran lurus. Gerakannya liar dan tajam. Setiap perubahan langkahnya seakan mampu membaca niat membunuh lawan bahkan sebelum serangan itu datang.

Tidak lama kemudian, para pembunuh mulai berguguran satu demi satu.

Satu kepala terpenggal.

Seorang lainnya terlempar dengan meridian yang hancur.

Bahkan ada yang belum sempat menghunus senjata ketika pedang kayu Shen Luo telah menghantam dadanya.

Melihat anak buahnya terus berjatuhan, pemimpin pembunuh akhirnya tidak bisa lagi berdiam diri.

Ia mengerahkan teknik rahasia dan mengorbankan sebagian umurnya untuk menyerap racun yang memenuhi formasi. Racun hijau berkumpul pada kedua belatinya, sementara auranya melonjak hingga mendekati Pembentukan Fondasi Puncak.

Ia tidak terburu-buru.

Pemimpin itu terus menunggu kesempatan.

Dan kesempatan itu akhirnya tiba.

Saat Ruyue memaksakan diri menggunakan Teratai Darah untuk melumpuhkan tiga pembunuh sekaligus, racun di dalam tubuhnya kembali mengamuk.

"Uhuk!"

Darah hitam menyembur dari mulutnya.

Gerakannya terhenti sesaat.

Mata pemimpin pembunuh langsung berkilat.

"Ini akhirmu, Ji Ruyue!"

Tubuhnya melesat dari balik kabut. Kedua belatinya menusuk lurus ke arah tengkuk Ruyue.

Ruyue membelalakkan mata.

Pedangnya terlalu jauh untuk menangkis.

Namun sebelum kedua belati itu mencapai lehernya, Shen Luo sudah bergerak.

Saat itu ia sedang menahan serangan dari sisi lain. Tidak ada waktu untuk mengerahkan Niat Pedang.

Tanpa ragu, ia membiarkan rantai berduri menggores bahunya, lalu memutar tubuh dengan satu pijakan dan menerjang ke arah pemimpin pembunuh.

Tangan kirinya melesat.

Shen Luo tidak berani menggunakan Qi Darah Iblis. Sedikit saja aura itu bocor, identitasnya akan terbongkar di hadapan Ruyue.

Karena itu, ia hanya mengandalkan kekuatan tubuh dan Qi tanpa warna yang mengalir di dalam meridiannya.

Jari-jarinya perlahan melengkung.

Cakar Bayangan Darah!

Tidak ada cahaya merah. Tidak ada aura iblis yang meledak.

Namun teknik itu tidak mungkin luput dari mata seorang ahli seperti Ruyue.

Cakar Shen Luo menembus pertahanan pemimpin pembunuh dan langsung mencengkeram tenggorokannya.

Kraass!

Kelima jarinya menancap dalam.

Mata pria bertopeng itu melebar. Sebelum sempat melawan, Shen Luo mengeraskan genggamannya.

Darah menyembur dari sela-sela jarinya.

Tenggorokan pria itu hancur dalam sekejap. Tubuhnya sempat berlutut sebelum akhirnya roboh ke tanah.

Pemimpin mereka tewas.

Sisa pembunuh kehilangan keberanian. Formasi Penjara Racun Peluruh Tulang juga mulai melemah setelah kehilangan kendali Qi dari sang pemimpin.

Shen Luo dan Ruyue tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Keduanya bergerak hampir bersamaan.

Dalam beberapa tarikan napas, seluruh pembunuh yang tersisa telah berubah menjadi mayat.

Kabut hijau perlahan menipis dan akhirnya menghilang.

Pertempuran pun berakhir.

Ji Ruyue akhirnya tidak mampu bertahan lebih lama. Tubuhnya limbung dan ia jatuh terduduk di atas batu. Pedang darahnya menjadi penopang tubuh, sementara napasnya terdengar berat dan tidak teratur.

Di sisi lain, Shen Luo mengibaskan darah dari tangan kirinya sebelum menyarungkan pedang kayunya. Ia kemudian duduk bersila dan mulai mengatur napas.

Luka gores di bahunya perlahan menutup berkat kekuatan pemulihan Sembilan Akarnya.

Untuk beberapa saat, tidak ada suara selain hembusan angin malam yang melewati hutan.

Akhirnya, Ji Ruyue mengangkat wajah.

Tatapannya kepada Shen Luo telah berubah.

Tidak ada lagi penghinaan. Yang tersisa hanyalah kewaspadaan dan rasa ingin tahu.

Ruyue telah membaca ribuan kitab rahasia Lembah Darah Neraka dan mengenal banyak teknik warisan sektenya. Namun gerakan tangan Shen Luo tadi terus terbayang dalam pikirannya.

Lengkungan jarinya, cara ia mengerahkan tenaga, hingga kekuatan yang tersembunyi di balik setiap gerakannya...

Semuanya terlalu mirip dengan satu teknik yang hanya diketahui oleh segelintir orang.

Cakar Bayangan Darah.

Teknik pamungkas Dewa Iblis Yan Wusheng, pendiri pertama Lembah Darah Neraka yang telah menghilang puluhan tahun lalu.

Bagaimana mungkin?

Seorang pemuda dari aliran lurus justru menggunakan teknik warisan leluhurnya.

Ji Ruyue menatap Shen Luo dalam-dalam.

"Siapa kau sebenarnya...?"

Shen Luo tidak menjawab.

Ia tetap memejamkan mata dan menstabilkan Dantian-nya, seolah tidak mendengar pertanyaan tersebut.

1
kute
keren abis enak d bacanya
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
Neng Surya
jangan ada percintaan atau asmara thor... klo udah knl cinta ujungnya" ga fokus...kan MC nya jadi serba salah... oke thor jauhi yg namanya wanita ga seru jadinya klo sudah ada wadon😄😄😄😄
Neng Surya: ditunggu slalu cerita" nya
total 2 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
harta rampasan kok tidak diambil Thor
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!